Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Tetap ingin Bercerai


__ADS_3

Setelah Aku Tiba didalam kantor polisi,kakiku mulai Menapaki Koridor Demi Koridor Ruang tahanan tersebut.


Jujur sebenarnya Aku Ragu sekali jika bertemu dengan Mas Adrian Apalagi dalam Suasana seperti ini,namun Demi mempertimbangkan kata kata bapak karena dia Adalah Ayah dari kedua Anakku,maka meski Aku datang dengan Setengah Hati,Aku terpaksa Harus datang untuk membereskan masalahnya,dan Aku akan tetap meminta Cerai darinya.


Sesampainnya disana,Kulihat dari Kejauhan Dia terlihat sedang duduk di kursi Tunggu,Tampaknya dia terlihat agak baik,dengan senyum mengembang dari bibirnya saat berbincang dengan salah satu Anggota kepolisian,aku merasa Agak Aneh disana karena biasanya Orang yang ditahan seharusnya berada didalam sel khusus tahanan.bukan malah berada didalam Luar sel tahanan.


langkah kakiku semakin mendekat,lalu kudorong pintu kaca dan memasuki Lobi kantor,melihat kedatanganku Mas Adrian langsung berdiri dan berlari kecil menghampiriku.


" Bulan Istriku,Akhirnya Kamu datang juga sayang." Dia mencoba memelukku namun Segera kudorong Pelan Tubuhnya,dia merangkulku namun sebisa mungkin Aku memberi jarak sedikit.


" Selamat siang Bu bulan,sekarang Suami Anda sudah bisa boleh pulang bu." kata salah satu Opsir polisi yang tadi Berbicara dengan Mas Adrian.


"Lhoh kok bisa pak.?" Tanyaku sedikit terkejut.


" Si pelapor tadi datang sudah mencabut tuntutannya bu,dan Memutuskan untuk berdamai."


Jawab bapak opsir itu


" Maksud bapak,si pelapor itu Dokter Damar?"


" Iya benar bu,tadi Pak Damar datang mencabut laporannya,lalu sempat bertemu juga dengan Pak adrian Juga." Jawab bapak opsir itu lagi


" Apa betul itu mas?" Aku beralih menatap pada Suamiku dan bertanya padanya


" Benar bulan,Alhamdulilah Dokter Damar Ternyata Orangnya sangat Bijaksana." Ucapnya dengan mimik Wajah datarnya sambil mengulas senyum tipisnya.


" Alhamdulilah mas kalau begitu,Yasudah jika Urusannya Sudah selesai mari Kuantar kamu pulang mas." kataku mengajaknya pulang.


Setelah berpamitan pada pihak kepolisian dan mengisi berita Acara Keluar,kami Akhirnya bergegas Keluar dari kantor polisi dan Segera meluncur pulang membelah Hari Yang sudah mulai Petang.


Kami berdua bergegas masuk kedalam mobil,sedangkan Aku yang mengambil Alih duduk dikursi Kemudi dan Mas Adrian duduk disampingku.


" kamu bisa Lihat kan mas kalau dokter Damar itu orangnya seperti Apa,untung saja dia Bijak dan baik,coba saja seandainya dia orangnya kejam dan pendendam,tentu saja dia tidak Akan mencabut tuntutannya dan minimal meminta Ganti Rugi padamu mas."


Aku Memecah Suasana Keheningan didalam mobil,yang ku pacu dengan kecepatan sedang itu,sedangkan Sedari tadi Mas Adrian Masih membungkam sebelum Akhirnya dia mulai membuka suara.


" Kamu masih saja membelanya,kamu sengaja kan membanggakannya didepanku." Kata Mas Adrian dengan Raut wajah kesalnya sambil membuang muka,pada Deretan Bangunan Ruka dipinggir jalan dibalik Jendela Kaca mobil.


Aku hanya bisa menghela nafas pelan melihat sikap Mas Adrian


" Maksudku bukan seperti itu mas,mas itu hanya Su'udzon saja pada Dokter Damar,Dia Itu Dokter yang sangat baik mas,lagian Aku hanya sebatas rekan kerja saja yang kebetulan saling kenal,sudah itu saja mas." kataku mencoba menjelaskan


" Tapi tetap saja Aku Cemburu melihat Berdekata dengannya bulan,aku tidak bisa terima itu." Balas Suamiku pada pendiriannya


" Ya Allah mas,Sudahlah terserah apa katamu bilang mas ,aku sudah tidak ingin berdebat lagi denganmu,Hari ini Sudah begitu panjang Sekaligus melelahkan bagiku." Ujarku sambil tetap fokus menyetir.


" Aku akan mengantarkanmu pulang sekarang mas." Sambungku lagi Sambil berbelok kearah jalan yang menuju Rumah kami dulu.


" Aku Sebaiknya tidak usah Pulang dulu ke Rumah Zahra,karena Aku masih ingin bersamamu dulu bulan." Ucapnya lirih sambil menoleh Kearahku dengan Wajah sendunya


" Lah terus nanti bagaimana dengan Zahra,pasti dia sudah menunggu kedatanganmu mas." Jawabku Agak kesal


" Nanti Aku telpon dia." Ucapnya santai


Aku mendengus kesal dengan Ucapan Mas Adrian yang seenaknya itu.

__ADS_1


" Nggak bisa mas,Aku akan tetap Anterin kamu pulang Ke Zahra ,mas gak bisa ninggalin dia sendirian!" Tegasku yang sebenarnya Hatiku menahan sesak mengatakan hal itu


" Tapi Aku juga ingin Bersamamu Bulan." Ucapnya lirih


" Biarkan Aku sendiri dulu untuk sementara waktu mas,aku harus menata Hati dan lagi pula aku sudah mengambil keputusan...." Aku menjeda kataku sambil menghela nafas panjang." sebaiknya kita tidak usah bersama lagi mas." Sambungku lagi


Kedua bola mata mas Adrian Terbelalak mendengar Ucapanku,raut Wajah nya berubah masam dan terperangah Luar biasa menatapku.


" Aku tetap nggak mau pisah bulan.!" Ucapnya dengan Tegas sambil menggelengkan kepalanya cepat.


Aku tersenyum getir mendengarnya."Sebaiknya kita tunda dulu Tidak mendebatkan hal itu disini mas,sebaiknya mulai sekarang Mas mempersiapkan Harta Gono gini yang Akan ku minta dipengadilan nanti." ucapku tanpa basa basi


" Bulan,sejujurnya Aku sudah tidak punya Harta apa apa lagi." Ucapnya lirih pandangannya langsung jatuh menunduk." Mungkin Aku Sudah menyakitimu terlalu dalam,sehingga Allah membalasku dengan Tidak pernah kuduga." Ucapnya dengan raut wajah penuh penyesalan


" Maksud kamu mas.?"


" Pekerjaanku kacau,dan Aku juga terancam Akan dipecat oleh pihak perusahaan." Jawabnya dengan mimik wajah sedih menatapku kembali.


"ditambah lagi masalah skandal aku punya istri kedua tanpa meminta izin istri pertama,hal itu membuat masalah yang ada semakin runyam,mereka menuduhku menggelapkan Uang Perusahaan,untuk biaya pernikahan keduaku yang cukup mewah,padahal semuanya Tidak seperti itu bulan,kamu Percaya kan sama aku." Dia Menjelaskan masalahnyadan meraih Menggengam tangan kiriku dengan Raut mengiba." Aku difitnah bulan." sambungnya dengan Lirih.


Aku Menarik tangan kiriku dari genggaman tangannya,dan mencoba fokus menyetir tanpa memberi tanggapan Apapun apa yang diucapkannya.


" Sedangkan Zahra,dia sekarang Hanya bisa Pasrah Akan nasib kami,dia juga Bersedia dipulangkan kerumah ayahnya sementara waktu, andai Aku mulai Kesulitan untuk mencukupi Kebutuhannya." Cerocosnya lagi dan semakin membuat gendang Telingaku sakit mendengarnya.


" Terus Apa mau mu sekarang mas?" Jawabku acuh


" Dengan melihatmu dekat dengan seseorang,malah semakin menambah beban isi dikepalaku,sehingga membuatku berbuat kalap.jujur aku juga tidak ingin berbuat seperti itu,


hanya karena terdorong Rasa takut kehilanganmu membuatku Gelap mata." Tuturnya dengan intonasi Nada suaranya yang berat


" Tapi kamu salah mas,Karena Aku merasa tidak dekat dengan siapapun." Aku menimpali tuduhannya yang menurutku sangat berlebihan itu


" Tapi Aku tetap pada keputusanku,aku tetap ingin bercerai Mas!" Kataku tidak bisa diganggu gugat lagi.selanjutnya kami Membungkam suara masing masing dan Hanyut dalam pikiran kami masing masing.


Aku masih ingat sekali Betapa Bahagiannya keluarga Kecil kamu,sebelum Akhirnya Tiba tiba saja Aku dipoligami dan dia mendatangkan madu ditengah tengah kebahagiaan dipernikahan kami tanpa ada alasan yang jelas.Andai saja dia mengondisikan semuanya dari Awal dengan memberitahuku sedari Awal mungkin saja aku bisa perlahan ikhlas menerimanya,bukan malah tiba tiba mendatangkan pengantin wanitanya datang ke rumah secara tiba tiba,apalagi Akhirnya aku tau jika Mas Adrian Juga Memperlihatkan jika dia punya perasaan Lebih pada Zahra.sungguh hal itu membuatku sakit dan tidak bisa menerima semuanya dengan mudah.


Zahra memang Cantik,dia juga usianya masih sangat muda,tubuhnya indah,wajahnya indah dan berkulit putih bersih,bibirnya tipis dengan Hidung mancung,mata nya belok dengan Iris kecoklatan,Deretan gigi giginya Rapi,serta jemarinya yang lentik,Siapa laki laki yang tidak mendambakan Istri Dengan sejuta pesona seperti Zahra yang mempunyai paras yang nyaris sempurna itu.


Sayangnya setelah Pernikahan dengan Zahra,aku bisa menangkap Wajah suamiku yang Terlihat tidak bahagia,Dia terlihat bingung dan tertekan


ditambah setelah kepergianku dari Rumah,dia terlihat semakin Kurus dan tidak terurus.Rambut halus disekitar wajahnya pun kian mulai lebat.potongan Rambutnya berantakan,dan kemeja bajunya pun terlihat lusuh.tidak ku temukan lagi wangi Musk yang melekat Aroma dari tubuhnya bahkan jika dia telah pulang Dari Aktivitasnya setiap hari.


Suamiku yang dulunya begitu penyayang,lembut serta agamis kini berubah menjadi bengis.seolah aku tak mengenalnya lagi.aku tak mengerti seharusnya Zahra mampu mengurus dan membimbing suamiku kearah yang lebih baik lagi bukan menjadi kacau seperti ini.


Tak lama kemudian mobil yang ku Kemudikan sudah berada didepan pelataran Rumah,Mas Adrian Lekas turun dan mengajakku untuk turun sekalian Dan masuk kedalam Rumah.


" Bulan,Aku benar benar sangat menyesal sekali,ku mohon beri aku kesempatan sekali lagi bulan." Katanya sambil meraih punggung tanganku setelah kami keluar dari dalam mobil


Aku pun Terdiam dan Memandangnya bergantian dengan seseorang wanita yang tengah berdiri menunggunya di depan teras rumah sedang menatap kami berdua.Dia terlihat Gelisah saat menatap kami meski Masih terpancar Raut wajah sumringah karena kepulangan Mas Adrian.


" Mas Adrian." Seru Zahra sambil berlari kecil menghampiri kami dan langsung menghambur memeluk Tubuh Mas Adrian dari Belakang.


" Alhamdulilah mas,akhirnya kamu pulang juga." Ucapnya sambil terus memeluk Tubuh mas Adrian dari Belakang.


Dadaku Serasa Sesak melihat pemandangan yang Sangat menyakitkan itu,Tak tahan lagi menyaksikan Keuwuan mereka berdua segera kutarik tanganku dari genggaman Tangan mas Adrian,Bola mataku mulai mengembun,namun sebisa mungkin ku tahan supaya tidak terjatuh dihadapan mereka berdua.

__ADS_1


" Bulan Tunggu." Mas Adrian Segera mengejarku dan Ingin meraih tanganku kembali namun segwra ku tepis


" Apalagi.?" ucapku kesal saat mas Adrian menghentikan langkahku


" Tolong sampaikan salam maafku untuk dokter Damar Aku benar benar minta maaf dan Terimakasih atas semuanya." Ucap mas Adrian dengan Wajah tulusnya


Aku pun perlahan menganggukan kepalaku dan segera pergi dari Hadapan suamiku." Baiklah akan kusampaikan nanti,Assalamualaikum mas ." Aku berpamitan Untuk pergi


" Walaikumsalam." Jawab mas Adrian dengan suara beratnya


" Terimakasih ya mbak bulan." Teriak zahra dari Arah belakang mas Adrian.namun Aku tak menanggapinya dan langsung masuk kedalam mobil dan melajukan mobilku meninggalkan tempat itu.


Drrrt Drrrt Drrrrt


Terdengar Suara ponselku Bergetar saat Aku baru saja ingin merebahkan Tubuhku diatas kasur,Terlihat Nama Dokter Damar di layar Ponselku memanggil


" Hallo Dok Assalamualaikum." Sapaku setelah aku mengangkat telpon darinya


" Walaikum salam bulan,bagaimana adrian Apa dia sudah pulang.?'"


" Alhamdulilah sudah mas,sebelumnya saya mau ucapkan Terimakasih atas kemurahan Hatimu mas,karena sudah mencabut tuntunanmu dan tidak Menuntut lebih lanjut lagi mas." Ucapku dengan Rasa sungkan


" Tidak masalah,karena semua itu demi Kyla dan Juga Saga...."


" Lhoh kok gitu mas.?" Aku tersentak Heran penuh penasaran Akan penuturannya


" Syakila dan saga tidak boleh menanggung beban akibat perbuatan Ayahnya,aku hanya tidak ingin mereka nanti Akan mendapat bullyan dari teman teman sebayanya akibat ayahnya pernah masuk penjara,nanti mental mereka bisa Terganggu dan dampaknya sangat Luar biasa." terangnya dari ujung sana


" Masyallah mas ,Kamu Sangat bijak sekali mas." balasku dengan Rasa kagum Akan Jiwa kemanusiannya yang tinggi


" Belum bulan,Saya masih dalam tahap belajar." ucapnya merendah diri diseberang sana


" Mas Damar kamu benar benar Sungguh berhati mulia." balasku


" Kesempurnaan Semuanya Hanya milik Allah Bulan,Sedangkan saya Hanya seorang Hamba yang masih jauh dari kata baik dan masih penuh banyak kekurangan."


" Saya benar benar kagum dengan Ketulusan Hatimu dok." kataku tanpa basa basi


" Semoga setelah ini kedepannya Akan baik baik saja bulan,dan semoga kamu Akan segera mendapatkan Kebahagian yang utuh bersama kedua Anak Anakmu." katanya dengan tulus


" Amin Amin Amin YaRobbalamin Dok,terimakasih doanya."


" Dan Aku berharap semoga itu aku orangnya,-----"


" Kenapa Dok.?" Aku mengulang ucapanya saat aku tak sengaja mendengar slentingan gumamannya


" Bukan bukan,emmm kalau begitu Aku tutup telponnya ya,selamat beristirahat Bulan,Assalamualaikum." terdengar Jawabnya sangat gugup dan segera mengakhiri pembicaraan kami


" Walaikumsalam Dokter Damar."


Dan sambungan Telpon kami pun terputus aku hanya bisa mengedikan Bahuku dan tak terlalu Serius menanggapi Ucapan Dokter Damar tadi,lalu Ku rebahkan Tubuhku yang lelah ini didalam kamarku sendiri sebelum menikah,sedangkan Saga dan Kyla tidur dikamar sebelah bersama Kedua orang tuaku,karena Aku tadi memutuskan untul pulang kerumah Orang tuaku dan menginap untuk malam Ini.


_Bersambung_


Aku sudah panjangin babnya ya,untuk Jadwal Updatenya Aku tidak Bisa menentu ya dan sebisaku,terimakasih yang sudah màu setia membaca ceritaku ini

__ADS_1


Happy Reading semoga suka.


Jangan lupa tinggalkan Jejaknya ya.!!!!!!!


__ADS_2