Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Aku Akan Mundur


__ADS_3

Tak Lama Aku pun kembali sadar dari pingsanku,Dokter pun kembali memeriksa keadaanku,dan keadaanku kembali normal setelah beberapa jam istirahat dari pingsanku.


Aku sekuat mungkin menetralkan kondisi tubuhku,kali ini aku harus tetap kuat secara mental,sehat jasmani dan rohaniku,aku tidak mau mereka menganggapku wanita lemah,aku harus bangkit dan tunjukan kepada mereka bahwa aku bukan wanita menye menye dan lemah,aku harus tetap sehat demi Anak anakku,termasuk calon anakku yang kini masih berada di dalam perutku.


Bagiku saat ini mengalami kejadian serupa seperti dulu bukan hal baru lagi,melainkan mungkin sudah menjadi makananku didalam persoalan rumah tanggaku,ya lagi lagi untuk kedua kalinya rumah tanggaku dirusak oleh orang orang yang tidak bermoral,orang orang yang tidak tau diri bagaimana menjaga komitmen pernikahan.


maka kali ini aku tidak boleh lemah tidak boleh tertindas,aku pernah hancur sebelumnya dan sekarang aku tidak boleh hancur lagi hanya karena menghadapi manusia manusia picik seperti mereka.


" Its okey bulan kamu kuat,tunjukan ketegasanmu menghadapi mereka." Batinku sambil menghela nafas ku yang begitu terasa amat sesak


" Bagaimana keadaan istri saya Bim?" tanya mas damar pada dokter Bima dokter specialis kandungan dan termasuk salah satu teman se profesi mas damar


" Keadaan istrimu sekarang sudah berangsur membaik,tapi harus tetap terus di pantau dam,jangan biarkan istrimu stres karena tertekan atau banyak fikiran,itu akan menjadi pemicu istrimu drop lagi dan itu sangat beresiko bagi janin yang dia kandung." Ujar dokter bima memberi penjelasan pada Suamiku setelah kembali memeriksaku


" Iya Bim sebisa mungkin aku akan berusaha menjaganya supaya tidak stres dan banyak fikiran." tuturnya sok bijak


Cih aku benar benar enek mendengar kata kata sok manisnya,dia sadar nggak sih aku stres itu juga karena ulahnya.geram sekali hati ini ,ingin ku jedotkan saja kepalanya dengan batu,kalau saja aku tidak mengingat dia masih suamiku


" Emm Dok..." panggilku membuat dua pria satu profesi itu menoleh kearahku


" Ya kenapa mbak bulan.?"


" Apa saya sudah bisa diperbolehkan pulang.?" tanyaku


Dokter Bima menatap suamiku sekilas,lalu tersenyum padaku." Boleh saja asalkan mbak bulan harus tetap fit menjaga kesehatan,tidak boleh stres dan banyak fikiran,serta istirahat yang cukup." tuturnya lembut


Aku pun tersenyum kecut dan menganggukan kepalaku." Pasti dok,tubuhku ini memang harus benar benar ekstra fit karena akan banyak hal besar yang sudah menantiku." ucapku sambil tersenyum penuh arti menatap secara bergantian pada suamiku dan juga mantan kekasihnya,tidak tidak tepatnya sekarang mereka adalah sepasang kekasih kembali karena merajut hubungan di belakangku.


Mas damar dan Clarissa hanya saling lirik dan terdiam satu sama lain,tanpa berani bicara,mungkin mereka takut malu jika aku membuka suara dan aib mereka terbongkar,hahaha padahal aku bukan wanita sepicik seperti mereka,karena bagiku suamiku adalah pakaianku jadi sebisa mungkin aku harus tetap menjaga aibnya sampai hubungan kami benar benar selesai.


" Baiklah kalau begitu nanti aku berikan Resep Obat yang harus kamu tebus di apotik ya dam." ujar dokter Bima


" Iya bim makasih bro." ucap mas damar


" Its okey,kalau begitu saya permisi dulu." ucap dokter bima berpamitan pada kami,lalu keluar meninggalkan ruangan,menyisakan kami bertiga


Setelah beberapa detik kami terdiam akhirnya mas damar membuka suara,membantuku untuk duduk dan bersiap siap pulang.


" Aku bisa sendiri." kataku dengan ketus sambil kukenakan kembali jilbab instanku


" tapi tubuhmu masih lemah bulan." ucap mas damar


" Tubuhku memang masih lemah,tapi yang terpenting hatiku masih sangat kuat untuk menghadapi manusia manusia seperti kalian." Kali ini suara nadaku berubah ketus membuat mas damar menelan salivanya


Aku pun segera menepis tangannya,ketika dia mau membantuku duduk dikursi roda,sebenarnya aku bisa jalan sendiri,cuma karena pihak rumah sakit sudah menyiapkan toh tidak ada salahnya jika ku gunakan,hitung hitung hemat tenaga karena sehabis ini dan sampai dirumah pasti tenagaku akan sedikit terkuras menghadapi manusia manusia seperti mereka.


" Kita bicarakan ini dirumah." Cetusku lalu mengayun kursi rodaku terlebih dulu melewati mereka berdua yang terlihat tertegun melihatku


__________

__ADS_1


" Apa !,jadi kamu hamil juga anaknya damar.!" Suara melengking itu keluar dari bibir mama mertuaku,ketika kami sesampaianya tiba dirumah dan berada di ruang keluarga


" Juga? maksud mama apa bilang juga.?" tanyaku penasaran,apa maksudnya mama inez berkata seperti itu seolah olah olah terkesan biasa saja baginya


" Mama nggak ada maksud apa apa,kan mama cuma tanyak,gimana sih kamu.!"Nadanya terkesan ketus namun terlihat sedang mengulum bibirnya seakan menyembunyikan sesuatu saat kulihat beliau saling liril dengan tante ratih


" Jangan bilang hanya aku disini yang tidak tau kebusukan kalian.!" Cetusku menatap tajam bergantian kearah mereka


" Heh Sembarangan ya kamu kalau ngomong.!" Sentak tante ratih tak terima


" Biarkan saja rat dia berpikir dengan sendirinya,toh salah dia juga kenapa tidak cepat cepat hamil,kalau sudah keduluan hamil ngamuk ngamuk." ucap mama inez tanpa beban dan sewot,gampang sekali dia bicara seperti itu


" Tega sekali mama bicara seperti itu ma,mama lupa kalau saat ini aku juga lagi mengandung cucu mama.!" Nada suaraku sudah naik satu oktav,hilang sudah rasa hormatku pada wanita paruh baya yang statusnya ibu mertuaku sekaligus nenek dari calon anakku


" Kamu sudah berani bentak mama bulan.!" Bentaknya tak terima


" itu karena mama sudah tidak bisa dihormati lagi." jawabku melawan


" Dasar menantu kurang ajar.!"


Aku segera menahan dan mencengkram erat pergelangan tangannya saat beliau akan melayangkan tamparan padaku,kali ini aku harus benar benar jadi wanita kuat supaya mereka tidak seenaknya menginjak injak harga diriku.


Mas damar dan yang lainnya melongo melihatku yang berani melawan mama mertua.


" Jangan mentang mentang saya wanita miskin kalian bisa sesuka kalian menginjak injak harga diriku.!" Aku berkata dengan tegas dan langsung menghepas tangan mama mertuaku yang terlihat sedikit kesakitan karena meringis


" Bulan..."


" Tuh kan dam,kamu sekarang bisa lihat sendiri wanita macam apa yang sudah kamu nikahin ini,wanita tidak tau diri yang tidak tau terimakasih,dia lupa dia siapa." ujar tante ratih membuat suasana semakin memanas


Aku tersenyum miring kearah mereka,sungguh aku sangat muak melihat wajah wajah mereka,rasanya ingin kucabik cabik saja mereka.


" Oh ya tante ratih yang terhormat saya sangat tau diri,karena saya tidak lupa siapa saya,karena saya hanyalah seorang janda dua anak yang telah dinikahi oleh keponakan tante ini yang hebat dalam hal segala apapun." ucapku sambil menatap mas damar dengan tatapan mengejek


" Bulan stop...!"


" jangan coba coba membentakku dihadapan mereka mas,karena hal itu membuat harga diriku semakin jatuh didepan mereka.!"sentakku dengan mata memerah menahan perih


" Maaf..." ucap mas damar lirih sambil menatapku lekat lekat


" Kamu tau sendiri bagaimana hancurnya aku dulu kan mas,hingga kamu datang sendiri menawarkan obat untuk menyembuhkan lukaku,tapi kenapa kini kamu sendiri yang menghancurkannya kembali." Ucapku setengah berteriak,disertai luruhnya Airmataku yang sudah tidak bisa ku bendung lagi


" Bulan sayang maafkan aku,kita bisa bicarakan ini dengan baik baik." ucapnya memelas dan memohon


" Semuanya sudah tidak ada gunanya dibicarakan baik baik mas.!" Cetusku menahan isak tangis." Aku sangat kecewa sama kamu mas benar benar kecewa,kau sudah mengabaikan kepercayaanku." Tuturku lagi


"Bulan maafkan aku,aku menyesal !,ku mohon beri aku satu kali kesempatan untuk memperbaiki semuanya." Ujar mas damar dengan lirih dan tatapan sendunya


" Memperbaiki dengan cara apa mas !,dengan cara dimadu maksud hah.!"

__ADS_1


" Bulan,----" Lirihnya sambil menatapku lekat lekat


" Hahaha jangan pernah mimpi,karena sampai matipun aku tidak sudi di madu." ucapku dengan tegas


" Lalu aku harus bagaimana.?" tanyanya pasrah


" Dulu aku memang sempat tiba tiba dimadu oleh alm mantan suamiku karena aku memang tidak tau jika mereka telah menikah diam diam,dan akhirnya aku memilih untuk pergi daripada mempertahankannya.!"


" Jadi apa kamu akan berbuat seperti itu bulan.?" tanya mas damar dengan suara lirih dan tatapan memohon


" Jika dulu alasan mereka menikah karena suatu nazar aja bisa ku tentang dan kutinggalkan,apalagi kamu yang dengan sengaja menghianatiku karena menuruti hawa nafsu kalian hingga kalian berbuat zina mas.!" Sentakku dengan tegas dengan bibir tersenyum miring


" Bulan maafkan aku sayang,sungguh aku menyesal,aku dijebak bulan.ku mohon percayalah sama aku." pintanya merengek ingin menyentuh tanganku tapi dengan cepat aku menepisnya


" Ingat ya dam kita sama sama menikmatinya,kamu bahkan meminta lebih dari sekali lho jika lagi suntuk dengan istrimu itu." Potong Clarissa yang tiba tiba menyambar membuat kami semua menoleh kearahnya


" Diam Kamu.!" Bentak mas damar dengan Rahang kokohnya mengeras menatap Clarissa dengan mata tajamnya


Hahaha aku tersenyuk kecut dan miris,dasar laki laki buaya ingin menang banyak,miris sekali hidupku mendapatkan kembali dengan lelaki serupa,entah ini suatu hal yang menyenangkan atau menyedihkan mendengar penuturan dari wanita itu yang jelas aku merasa lega dan yakin jika sebaiknya ku tinggalkan saja pria brengsek seperti dia,walau dia adalah ayah dari calon bayi yang ku kandung saat ini.sakit ya memang sakit sekali tapi akan lebih sakit lagi jika aku bertahan dengan laki laki seperti dia.


" Ya sekarang sudah semakin jelas kan mas,kalau begitu aku akan bikin keputusan yang mungkin terbaik untuk kita.!" ucapku dengan lugas


" maksudmu apa bulan.?" tanyanya


" Aku akan mundur dan kamu bisa nikahin dia secara sah,dengan begitu kau bisa bertanggung jawab bukan." ujarku menahan rasa sesak


" Tidak,itu bukan cara yang baik."jawabnya dengan tegas


" terus kamu maunya gimana?mau poligami begitu maksudmu.?" tanyaku dengan tersenyum miring


Mas damar terdiam,tanpa membuka suara namun tatapan matanya terus tertuju padaku menandakan jika dia mengiyakan ucapanku


" Hahaha jangan mimpi mas.!" Tegasku


" Tapi kalian sama sama mengandung,maka aku harus bertanggung jawab keduanya." jawabnya seakan lupa jika sebelumnya dia bilang jika ragu anak yang dikandung clarissa anaknya waktu di rumah sakit


" Itu artinya kamu sekarang sudah yakin kalau janin yang dikandung clarissa benihmu kan mas?"


Mas damar terlihat gugup dan panik,saat ku berondong pertanyaan yang mampu membuatnya terpojok


" bu bukan begitu maksudku bulan,---" ucapnya mengelak


" Ceraikan aku saat ini juga mas.!" Ucapku dengan tegas dan lantang


" Aku tidak akan pernah melakukan itu bulan,ingat kamu sedang mengandung anakku.!" jawabnya tak kalah tegasnya


Aku tersenyum kecut dan mulai memutar otakku mencari cara supaya mas damar mau menuruti kemauanku untuk menceraikanku,karena aku tidak akan sudi dimadu,meski caraku kali ini sangat konyol tapi tidak ada cara lain karena otakku kali ini sudah buntu,yang kupikirkan saat ini bagaimana bisa lepas dari orang orang munafik seperti mereka dan membawa anak anakku pergi dengan tenang.


" OKE KALAU BEGITU AKU AKAN GUGURKAN JANIN INI !........"

__ADS_1


_Bersambung_


Happy reading


__ADS_2