
Flasback on
Pov Damar Narendra ke 2
"Zahra.Ada apa.?" tanyaku setelah gadis yang berstatus istri dari Adrian itu kini berdiri tepat dideapanku.terlihat Dia sedikit menundukan wajahnya sebelum akhirnya membuka suaranya
" Sebelumnya saya mau mengucapkan terimakasih pada Dokter karena sudah menolong abi saya." Ucapnya dengan Suara Lirih dan penuh kesopanan
"Iya ."Jawabku singkat karena aku sungguh tidak mau lama lama berurusan dengan wanita muda ini.
"Dan untuk Sikap abi tadi saya benar benar minta maaf,mungkin Abi saya belum bisa mengontrol emosinya karena abi baru saja sembuh dari serangan jantungnya." Ujarnya lagi dengan tatapan sendunya.
sebagai pria normal aku akui Dia memang sosok gadis Cantik dan juga terlihat masih sangat muda,meski seperti itu sama sekali tidak membuatku tertarik padanya,karena hatiku saat ini sudah tertaut dengan Nama bulan sosok wanita yang sudah menawan hatiku.
" Oke tidak masalah." jawabku singkat
" sekali lagi terimakasih atas pengertianya dokter damar." Katanya lagi dengan tatapannya yang sulit kubaca
Aku pun Menganggukan kepalaku samar,lalu pergi begitu saja meninggalkanya yang masih mematung menatap kepergianku.Setelah sampai diparkiran aku pun langsung bergegas masuk kedalam mobil dan meninggalkan Rumah sakit tersebut untuk kembali dengan Rutinitasku.
_____
Flasblack Off
Satu bulan kemudian aku pun mendapat pesan dari pemuda bernama Aqlan.Dia memberitahuku lewat pesan Wa jika Hari mas Adrian telah dibawa pergi dari Rumah sakit Asiyah medical center dan dipindahkan Ke rumah sakit lain.Aqlan juga memberitahu jika semenjak kedatangan Dokter Damar kemarin menjengum mas Adrian,membuat Haji Qoshim seperti kebakaran Jenggot.sehingga dia mengambil keputusan cepat memindahkan mas Adrian ke rumah sakit lain demi menjaga martabat dan citra Dirinya sebagai pemimpinan salah satu tokoh masyarakat.
Namun Aku tidak Perlu memikirkan pusing tentang pria tua itu,toh kata Mas Damar kemarin dia sudah memperingati pria tua itu supaya tidak terlalu ikut campur dengan Urusan kami,namun yang saat ini ku pikirkan semoga Mas Adrian dirawat ditempat yang lebih baik lagi dan mendapatkan perhatian yang sepantasnya.sehingga dia bisa kembali sembuh total.
Drrrrrrrrrtttt Drrrrettt
Tiba tiba saja ponselku Bergetar dan aku pun tersadar dari lamunanku.terdapat ada nama Dokter Damar yang muncul dilayar ponselku.lalu ku geser Tombol hijau dan mengangkat telponnya.
" Hallo Assalamualaikum Mas ." Sapaku
" walaikumsalam bulan.ini aku " jawabnya dari seberang dengan Suara khas lembutnya menyapaku.
" Iya Mas Tau,ada apa.?" tanyaku sedikit heran sedang Diseberang sana dia terdengar terkekeh,duh memang ya dokter itu selalu saja menggodaiku.
" Hari ini aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu,keluarlah ke halaman samping Rumaph sakit." Ucapnya dari seberang
" Tapi aku sibuk." aku mengelak supaya dia tak menyuruhku untuk keluar dihalaman belakang,karena aku merasa tak ingin meninggalkan tanggung jawabku didapur karena ini masih waktu jam kerja.
" Tadi aku sudah meminta ijin pada kepala dapurmu untuk meminjammu sebentar." katanya yang langsung membuat mataku membola
" Tapi dok.----"
" Aku tidak ingin mendengar penolakan bulan,aku tunggu sekarang." Katanya
" Hmmm baiklah kalau begitu." jawabku ,lalu sambungan telpon pun terputus.
Aku pun beranjak dari tempat dudukku dan beringsut menuju keluar pintu dapur utama.
Dan aku pun dibuat terkejut ketika seorang perawat yang sudah berdiri menungguku sambil memberiku setangkai Bunga Mawar.
" Mbak bulan terimalah ini bunga buat mbak." Ucapnya disertai senyuman manisnya
Tersenyum kikuk dan merasa canggung saat menerima setangkai bunga mawar itu.
" Terimakasih mbak." jawabku
" Mbak bulan ikuti saja kemana kelopak bunga bunga mawar itu mengarah,disana ada seseorang yang sudah menunggu mbak."katanya sambil menunjukan kelopak bunga bunga mawar itu yang sudah berjejer dilantai sebagai petunjuk jalan yang Harus ku ikuti.
Tiba tiba saja mendadak jantungku berdegub kencang.dadaku berdebar debar tak karuan antara perasaan Haru bercampur bahagia.sebenarnya apa yang sudah direncanakan Dokter Damar untukku.
Tak lama kemudian ada beberapa perawat lainnya juga memberikanku setangkai bunga mawar untukku,dan menuntutku supaya aku berjalan menuju Ujung lorong yang terbuka disana tepat dihalaman belakang rumah sakit.karena ada sebuah kejutan untukku yang sudah menungguku.
Dadaku semakin berdebar tak karuan diiringi dengan langkah kakiku.dan benar saja di setiap langkahku sudah ada beberapa perawat dan petugas sudah berjejer rapi menyambutku sambil memberiku setangkai bunga mawar.hingga kini sudah ada banyak tangkai bunga mawar digenggaman tanganku.
__ADS_1
Sesampainya di Parkiran,tepat dihalaman belakang ada Sebuah pohon Flamboyan yang Rindang dan hawanya adem untuk berteduh dari sengatan panas maupun Air hujan.
Terlihat disana ada banyak petugas dan orang orang yang berkerumunan untuk menyasikan apa yang menarik perhatian mereka saat ini.terlihat kelopak bunga masih bertebaran di antara rerumputan area rumah sakit.
Tiba tiba Sosok Pria tampan dengan mengenakan kemeja warna putih datang menghampiriku dan membawa Setangkai mawar merah dan kotak kecil berwarna merah dihiasi pita kecil diatasnya
Dia pun mengulurkan tangannya untuk meraih jemariku.lalu menggenggamnya dan mengajaku ketempat dimana dia meletakan sebuah buket bunga warna putih yang berukuran besar sekali.aku tidak bisa menebak berapa jumlah tangkai bunga mawar putih itu karena sangat besar.namun jika ku taksir tangkai bunga mawar itu ada lebih dari seratus tangkai.
" Niat sekali kamu menyusun semua ini mas." ujarku dan dibalas dengan senyum manisnya
Sementara kami terus melangkah ketempat buket mawar besar itu,sudah ada kerumunan Orang orang yang bertepuk tangan dengan Riuh dan bersuit suit gembira kearah kami.membuatku tersipu malu sedangkan Dokter damar terus saja menggenggam erat tanganku disepanjang langkah kami.
" Mas ada apa ini.?" tanyaku dengan rasa heran ketika kami sudah tiba ditempat tujuan kami.
" Kejutan untukmu bulan." katanya sambil mengulas senyum mengembang dibibirnya
" Tapi mas aku merasa nggak enak dengan yang lain,ini masih jam kerja." bisikku pelan tepat ditelingannya karena menahan malu didepan Teman teman petugas perawat maupun orang orang yang menyaksikan drama keromantisan Mas damar
" Tenanglah Bulan,aku sudah mengatur semuanya,jadi kamu nggak perlu cemas ya." ucapnya dengan lembut sambil mengedipkan matanya
Tak lama kemudian terdengar Ada suara musik dari sound yang berukuran kecil tak jauh dari kami nampak seorang perawat memutar sebuah lagu dari band terbaru yang Berjudul
IZINKAN AKU MENGHALALKANMU DARI ADAM
lagu yang sedang viral saat ini.menambah suasana semakin Romantis.
aku pun Tersenyum takjub melihat perlakuan manisnya saat ini.sungguh benar benar hal yang tak pernah ku duga saat ini tepat sehari berakhirnya massa iddahku sebagai mantan istri mas adrian aku mendapat kejutan yang tak terduga dari Sosok mas Damar.
" Bulan aku ingin berbicara serius padamu." ucapnya menatapku sangat dalam
" I iya mas." jawabku dengan Gugup diiringi beberapa sorak sorai dari mereka yang semakin menambah ku semakin gugup
" Aku jatuh Cinta padamu bulan........." katanya yang langsung di sambut sorakan yang lainnya
" Bulan."
" I iya mas." jawabku gugup saat Mas damar menatap manik mataku begitu dalam
" Dengarkan aku bulan,izinkan mempersembahkan satu lagu untukmu hari ini.lagu special untuk seseorang special dihatiku."
Ceklisssss
Dan Tak lama kemudian sesorang memutar lagu tadi kembali sedang Mas Adrian pun kini sedang memegang Mikrofon dan bersiap menyanyikan sebuah lagu untukku.
(Lirik Lagu.......
Lama ku menanti memantaskan diri
Sungguh ku inginkan dia yang terbaik untuk bersama
Tak mudah dapatkan senyumu terpancar indah
Kau yang mau menerimaku apa adanya diri ini
Izinkan aku menghalkanmu menjadikanmu ujung penantianku
kau satu yang ku mau ada dalam doaku selamanya.......cintaku
Tak mudah dapatkan senyumu terpancar indah
kau yang mau menerimaku apa adanya diri ini
Izinkan aku menghalalkanmu menjadikanmu ujung penantianku.
__ADS_1
Kau satu yang ku mau ada dalam doaku selamanya..cintaku
Hanya untukmu penantianku meski tak mudah
Kau harus percaya kita lewati bersama
Izinkan aku untuk menghalalkanmu
menjadikanmu ujung penantianku
kau satu yang ku mau ada dalam doaku selamanya...cintaku....)
Selesai😄😄
Dan setelah dia selesai membawakan sebuah lagu untukku,tiba tiba saja Berlutut didepanku sambil menyodorkan Setangkai bunga mawar dan kotak kecil itu lalu dibukanya kotak warna merah itu.memperlihatkan sebuah cincin putih berhias emas permata diatasnya.aku pun memandang takjub pada perlakuannya saat ini.
" Menikahlah denganku bulan." ujarnya sambil tersenyum hangat padaku
" Mas a aku..." aku benar benar sangat bahagia sampai kehabisan kata kata,namun tiba tiba keraguan dalam diriku muncul saat mengingat bagaimana nanti respon dari keluarga mas Damar tentang statusku yang seorang janda beranak dua yang tiga bulan lalu bercerai dari suaminya
" Ku mohon terimalah ketulusan cintaku ini bulan,
menikahlah denganku dan jadilah ibu dari anak anakku."ucapnya dengan serius." aku berjanji akan menjagamu dan Anak anak selamanya." sambungnya lagi
" Tapi mas bagaimaana dengan Orang tuamu aku takut tidak bisa memenangkan hatinya dan menerimaku." kataku dengan ragu ragu
" Saya sudah datang kesini untuk melihatmu." tiba tiba terdengar suara seseorang dibelakangku.
Aku pun membalikan badan dan kudapati sosok seorang wanita paruh baya berpenampilan modis memakai Dress warna coklat dengan sepatu flat senada dengan dressnya.senyumnya manis seperti senyum Mas Damar.meski sudah berumur namun ibunda Dari Mari mas Damar masih sangat terlihat cantik dan tampil elegant.dengan Rambut modis berpotong pendek model bob,di sertai Tas selempang kecil dibahunya ditambah perhiasan emas seperti gelang kalung dan cincin berlian menghiasi leher serta pergelangan dan jemarinya.seperti ibu ibu sosialita pada umumnya.
Dia pun datang menghampiriku yang kini tengah berdiri disamping mas Damar yang juga sudah berdiri disebelahku.dadaku berdegub kencang antara gugup takut dan Bahagia.entah lah perasaanku saat ini berkecamuk
" Jadi kamu yang bernama Bulan.?" tanyanya dengan lembut sambil mengelus bahuku
" I iya bu perkenalkan saya bulan." kataku sedikit gugup saat menyalaminya dengan penuh rasa hormat
"Selama ini Damar sudah banyak bercerita tentangmu,memberitahu jika dia ingin mempersuntingmu menjadi istrinya,dan saya sebagai mamanya damar tidak ingin menentang keinginannya selagi itu membuatnya bahagia." ucapnya dengan Lembut." Mama merestui hubungan kalian."sambungnya lagi
" Jadi gimana bulan maukah kau menikah denganku.?" aku pun seakan kehabisan kata kata ketika mas damar kini sudah berlutut kembali dihadapanku dan memintaku sebagai istrinya
Aku pun semakin tersipu dan gugup apalagi mendapat teriakan dan sorakan dari beberapa orang yang menyaksikan kami.mereka begitu antusias melihat drama lamaran kami.
" Ayo mbak bulan terima saja." salah satu seruan dari teman seprofesiku,namun sesaat aku menangkap tatapan dari Seorang gadis muda yang beberapa hari gabung bekerja ditempat kami siapa lagi kalau bukan Rita,aku menangkap tatapan nya yang sangat sulit kujelaskan mengarah kearahku.
" Ayo Terima, Terima terima." mereka begitu antuasias bersorak mendukung kami
Ku perhatikan wajah Mas Damar penuh harap dan terus menatapku lekat lekat.menunggu atas jawaban dariku.hingga akhirnya aku pun kembali membuka suara dan memberikannya sebuah jawaban.
" Iya Aku bersedia menikah denganmu."
Terdengar suara sorakan penuh riau gembira dari mereka diiringi dengan Mas damar yang kini berdiri dan meraih jemariku dan menyematkan cincin itu dijari manisku dengan senyum bibir yang mengembang serta rona merah penuh bahagia diwajahnya.
" Terimakasih bulan sudah mau menerimaku,kini kau resmk menjadi calon istriku dan secepatnya aku akan menemui kedua orang tuamu untuk membicarakan tanggal pernikahan kita." ucapnya dengan senyum mengembang.
" Iya mas." jawabku diseertai anggukan kecil penuh malu malu
" Terimakasih ya nak bulan sudah bersedia menerima putraku." kata ibunda mas damar menimpali percakapan kami berdua
" sama sama tante." jawabku mengurai senyum bahagia.
Aku sangat Bersyukur pada Allah yang telah memberiku berkah dibalik setiap ujian yang diberikannya,kini aku mengerti dan paham jika Allah maha baik dan sempurna karena telah mengganti yang baik dengan lebih yang terbaik lagi.karena disetiap ada hujan pasti ada pelangi setelah nya.Allah Huakbar terimakasih ya Allah semoga ini Pilihan terakhir yang tepat yang kau berikan Untukku.
_Bersambung_
Happy Reading
Tetap ikutin Alurnya ya
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungannya jika suka karena hari ini othor udah double up ya
Terimakasih