Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Surprise


__ADS_3

" Sayang......." Aku tersentak kaget saat tiba tiba mas damar menyentuh pundakku.


Ya saat ini didalam kamar hanya tinggal kami berdua,anak anak sudah kembali ke kamarnya satu jam yang lalu.dan selama satu jam ini aku sedang berpikir keras untuk mengusir rasa curigaku mengenai tentang noda merah di kemeja suamiku, parfum yang berbeda meski dia bilang tadi parfum milik temannya dan dia mencobanya,dan yang terakhir adalah benda kecil berupa lipstik yang jatuh menggelinding namun tiba tiba hilang begitu saja.entahlah kenapa perasaanku sekarang semakin resah dan tak enak,rasa penuh curiga terhadap mas damar pun kini mulai timbul satu persatu.pernah mendapat penghianatan dari mantan suami,membuatku semakin ekstra keras untuk selalu waspada dan waspada,meski aku mempercayai mas damar tapi kenapa tidak bisa seratus persen.


" Bulan kamu kenapa.?" panggil mas damar lagi,karena aku masih belum menyautinya,aku pun segera membalikan badan,sehingga posisi kami saling berhadapan


" Kenapa hem?ada sesuatu yang jadi beban fikiranmu?" tanya mas damar lagi,mencoba menebak apa yang aku fikirkan,aku pun perlahan mengangguk dan menatap sendu wajah tampan miliknya


" Ada mas,bahkan aku sama sekali tidak bisa memejamkan mata karena terus menerus memikirkannya." jawabku lirih,dan mas damar membelai lembut wajahku lalu mengecup keningku seperti rutinitas kami sebelum tidur.


" Mikirin apa sih sayang." ucapnya dengan suara serak yang terdengar sangat sensual di indera pendengaranku.


"Aku boleh tanya sesuatu sama kamu mas.?" tanyaku


dan mas damar menganggukan kepalanya


" Boleh.tanya apa sayang.?"


" Tadi waktu aku ambil baju kotormu dikoper,aku nggak sengaja menemukan sedikit noda warna merah yang menempel di salah satu kemeja milikmu mas." ucapku dan hanya mendapat respon mas damar dengan wajah datar dan tenang


" Oh itu mungkin noda bekas lipstik sayang." jawabnya santai


" Lipstik?kok bisa.?" seruku terkejut sambil kedua bola mataku melotot,namun bukannya dia marah malah terkekeh sambil mencolek daguku


" Hemm santai dulu bulan,mau aku jelasin.?" Jawabnya sekaligus bertanya


" Ya jelasin sekarang.!" jawabku dengan nada suara naik satu oktav namun mas damar masih saja memasang wajah santainya


" Kemarin acara seminarnya kan yang hadir kebanyakan kalangan pemuda,terlebih yang hadir kebanyakan mahasiswa dan mahasiswi untuk membahas masalah kesehatan jantung,terlebih bagi mahasiswa atau mahasiswi yang pengguna rokok." ucapnya menjeda penjelasannya,sedangkan aku menatapnya dengan sorot mata penuh selidik.


" Iya terus lanjutin mas...."Ucapku sedikit memaksa,sedangkan dia hanya mengulas senyum simpul


" Ayooo cepetan lanjutin penjelasanmu." aku mendesak lagi


" Iya bulan sayang sabar lah." jawabnya santai


" Aku gak bisa sabar kalau udah mencium bau bau yang tidak mengenakan hati." cetusku dengan menampilkan wajah ketusku


" Jadi gini,pas acara sudah selesai dan semua tamu yang hadir itu bubar termasuk mahasiswa dan mahasiswi itu,mereka saling dorong karena sempat ada kericuhan ,lalu tidak sengaja ada seorang mahasiswi menabrakku karena mendapat dorongan dari teman temannya.mungkin itu sebabnya lipstiknya bisa nempel kemejaku bulan." Ucapnya


Ya kira kira begitulah penjelasannya,memang sedikit terdengar aneh sih menurutku,tapi juga bisa dipikir Logis,tapi entah kenapa penjelasannya seakan tidak valid diindera pendengaranku,rasanya masih ada yang di tutup tutupi.tapi aku juga tidak bisa terus menerus menekannya,jika memang penjelasannya itu benar.


" Mas yakin hanya itu penjelasanmu?"


" Ya yakin.." jawabnya dengan sorot mata tidak bisa ku baca." kenapa?kamu masih ragu?" tanyanya


" beneran nggak ada yang ditutupi lagi?" tanyaku


Mas damar terlihat memicingkan matanya." Kamu curiga sama aku?" tanyanya yang terlihat mulai emosi


" bukan seperti itu mas maksudku,-----"


" Aku ini kerja banting tulang mencari nafkah untuk kamu dan juga anak anak Lho bulan,kamu masih tega berpikir jelek terhadapku?" Ucapnya dengan nada suara sudah naik satu oktav


" Kok kamu nya jadi marah gini sih mas.?" aku pun tak kalah terima karena ikut tersulut emosi


" Aku nggak marah,tapi aku nggak suka dicurigain kayak gini bulan.!" Sentaknya


" Ya kalau kamu merasa nggak ada yang ditutupin ya nggak usah ngegas dong."


" Terserah kamu mau percaya atau nggak aku capek." Serunya dan mas damar langsung beranjak dari tempat tidurnya lalu keluar kamar sambil membanting pintu kamar dengan keras.


Brakkkkkkk


Aku berjingkat kaget sambil menghela nafas,dan menekan dadaku yang terasa sesak,sungguh aku tidak menduga jika sosok mas damar yang selama ini ku kenal lembut hangat dan penuh cinta kini berubah drastis,dan kini bisa ku lihat sisi lainnya.


_________

__ADS_1


Hari ini Aku merasa tidak semangat seperti biasanya,pertengkaran kami semalam sampai saat ini masih belum reda,bahkan semalam mas damar tidak balik ke kamar,mungkin dia tidur di Ruang kerjanya.namun mesti begitu aku tetap melayani kebutuhannya,seperti menyiapkan baju kerja dan membuatkannya sarapan.


" Diminum mas kopinya " ucapku sambil meletakan secangkir kopi hitam untuknya


" Hmmm." jawabnya dingin


Dia pun beranjak dari kursi tempat yang dia gunakan untuk bekerja.Ya suamiku selain berprofesi sebagai dokter dia juga mengelola perusahaan milik mendiang alm papanya.


" Baju kerjanya sudah aku siapin mas." ucapku membuat langkah mas damar berhenti ketika akan membuka pintu.


" Ya makasih." jawabnya tanpa menoleh kearahku yang masih berdiri dibelakangnya.lalu dia pun keluar tanoa menutup pintunya kembali.hal itu membuaku menghela nafas mendapati perubahan sikap suamiku.


" Sabar bulan sabar,mungkin belum waktunya yang tepat aku meluruskan permasalahan ini." Gumamku dalam hati,setelah itu aku pun juga ikut keluar dan melanjutkan aktivitasku kembali.


_________


Sudah larut malam tapi mas damar belum juga pulang kerja,membuatku khawatir da berpikir macam macam.Takut jika mas damar mencari pelarian di luaran sana setelah kami bertengkar.entahlah aku terlalu parno akan hal hal semacam itu.


" Ya Allah mas,kenapa telponku nggak diangkat sih." Gerutuku saat aku mencoba menghubunginya namun tidak ada jawaban.


Aku semakin resah dan gelisah mendapati sikap mas damar yang seperti ini,sungguh aku mendapati sisi lain dari suamiku yang selama ini belum sepenuhnya aku ketahui.


Aku pun beranjak keluar dari kamar,lalu menuruni anak tangga,karena kamar kami memang berada dilantai atas.aku berinisiatif untuk menunggunya di luar rumah meski kini sudah sangat larut malam.namun sebelum aku membuka pintu utama rumah,tiba tiba saja aku merasa haus dan memutuskan untuk pergi ke dapur untuk mengambil Air.namun ada yang aneh dengan kondisi dapur yang terlihat sedikir gelap dari biasanya mungkin karena sebagian lampu dapur di matiin si bibi pikirku.


Hap


" Akhhhhhhhhhhhh...." Aku menjerit sekencang kencangnya saat tiba tiba saja ada sepasang tangan kokoh menutup kedua mataku


Dan


Byarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr


" SURPRISE ......"


Aku Sangat kaget bercampur haru mendapati ada beberapa sosok yang ku kenal memberi kejutan Ulang tahun ku yang ke 29 tahun.


" Selamat ulang tahun istriku,ratuku,semoga dengan bertambahnya umurmu selalu menjadi istri sekaligus ibu yang terbaik bagi keluarga kecil kita." ucapnya penuh dengan senyum mengembang,tidak ku temukan lagi wajah ketus dingin seperti pagi tadi ahhh suamiku kenapa selalu membuatku tersanjung penuh hari seperti


" Ya Allah mas,kamu yang nyiapin semua ini.?" tanyaku penuh takjub


" Special untuk istriku tercinta." jawabnya bangga


" Makasih ya mas." ucapku senang


" sama sama sayang,sekarang ayo tiup lilinnya dong." ujarnya dan aku pun menganggukan kepala lalu meniup lilin ulang tahun tersebut sampai padam semua


" Selamat ya nduk,ibu dan bapak senang akhirnya kamu menemukan kebahagiaanmu." ucap ibu diiringi dengan tangis pecahnya karena tangisan bahagia


" Makasih ibu bapak,ini semua berkat doa ibu dan bapak." ucapku sambil menciumi punggung tangan wanita yang telah melahirkanku dan beralih mencium tangan bapakku yang tengah duduk dikursi roda


" Selamat ya bulan." Kini mama mertua yang bergantian mengucapkan selamat padaku


" Makasih ma,atas ucapannya." ucapku senang dan mama pun membalas dengan senyuman


" Selamat ulang tahun bunda,semoga bunda menjadi bunda yang selalu kuat dan hebat buat kita ya bunda." kini putri kecilku yang mengucapkan selamat membuatku tak mampu menumpahkan air mata kebahagiaan ini.


" Amin makasih ya anak anak bunda,bunda sayang sekali sama kalian." ucapku sambil memeluk kedua anakku dan menciumi mereka secara bergantian.


" Sayang aku punya sesuatu sama kamu." Mas damar tiba tiba bersua


" Apa mas.?" tanyaku penasaran


Tiba tiba dia mengeluarkan kotak beludru berwarna merah lalu membukanya.hal itu membuat semua orang yang ada didalam pun ikut terkejut tak terkecuali aku.terlihat Kalung liontin dengan emas putih yang cukup simple dan dilapisi mutiara itu terpampang nyata didepanku


" Masss." Aku pun tak kuasa menahan haru sambil menutup mulutku dengan telapak tangan


" Aku pakein ya ,pasti kamu sangat cantik." ujarnya sambil mendekat kearahku lalu mengambil posisi berdiri dibelakangku dan memakaian kalung berlian itu dileher jenjangku yang terbalut dengaj jilbab instanku.

__ADS_1


" Makasih banyak ya mas."


" Sama sama sayang." jawabnya." tapi maaf ya sebelumnya sudah bikin drama dulu pagi tadi


Aku tersenyum." Iya mas nggak apa apa aku ngerti lagian itu juga bukan sepenuhnya salahmu mas." jawabku


"Mama juga punya hadiah sesuatu buatmu bulan." ujar mama


" Oh ya ma apa?" tanya mas damar penasaran


" mama rasa pernikahan kalian sudah hampir setengah tahun lebih,jadi saatnya kalian menambah anak dan memberikan mama seorang cucu." ujar mama sambil tersenyum yang sulit kuartikan.beliau pun menyodorkan 2 tiket pesawat class premium.


" Apa ini ma?" tanyaku sedangkan mas damar terlihat mengulum senyumnya.


" Tiket Honeymoon ke Hawai." jawab mama singkat padat dan jelas


" Hah Honeymoon." ucapku terbelalak


" Ya mama rasa kalian butuh waktu liburan untuk bulan madu."


" Tapi ma,----" sergahku


" kenapa?" tanya mama ,yang seakan terkejut mendengar ucapanku begitupun dengan yang lainnya.


bukan aku niat menolak tapi aku memikirkan gimana dengan anak anak jika aku tinggal sendiri dirumah meski kenyataannya dirumah masih ada mama dan yang lainnya,tapi tetap naluriku sebagai seorang ibu tetap nggak tega bila harus berpergian jaun tanpa harus mengajak anak anak.


" Lalu anak anak bagaimana ?" cicitku pelan


" Urusan anak anak,itu mama yang urus bulan,yang penting kalian bulan madu dulu,karena semenjak kalian menikah,kalian belum sempat bulan madu lhoh.dan mama pengin cepat cepat menimang Cucu mama sendiri." ucapnya seakan tanpa beban.


Hal itu membuat bapak dan ibuku saling melempar senyum yang entah aku sendiri sulit mengartikannya.


" Ya terkecuali kalau kamu memang tidak ingin kasih cucu mama dari darah daging damar sendiri." Cetus mama lagi dengan nada sarkasnya membuatku terbelalak termasuk mas damar yang juga terlihat ikut terkejut.


" Ma mama kok ngomongnya gitu." protes mas damar


" Memangnya salah kalau mama minta cucu hasil dari darah dagingmu sendiri dam?" tanya mama


" Ya tapi tidak harus bicara sefrontal itu mam." Keluh mas damar


" Pokoknya mama harap setelah kalian pulang dari bulan madu,mama harus mendapat kabar kalau bulan hamil anakmu dam,cucu kandung mama." ucap mama pelan namun sedikit tegas penuh penekanan.


Setelah mengucapkan itu mama dan tante ratih pun pergi dari hadapan kami.meninggalkan sejuta pertanyaan dari kami,kenapa mama bisa berubah seratus persen tidak seperti awal.


" Bapak ibu maafkan ucapan mama saya tadi ya,saya harap bapak dan ibu tidak diambil hati dengan ucapan mama saya yang kurang mengenakan tadi." ucap mas damar dengan penuh rasa sungkan


" Tidak apa apa nak damar kami memahaminya.benar kan pak?" jawab ibu sekaligus meminta pendapat bapak


" Iya bu." jawab bapak


" Kalau begitu mari damar antar bapak dan ibu dikamar tamu." ujar mas damar penuh rasa sungkan


Dan akhirnya ibu dan bapak pun sudah pergi meninggalkan dapur dan menuju ke kamar tamu untuk menginap mengingat hari sudah larut malam.


" Aku antar bapak sams ibu dulu ya sayang." pamit mas damar


Aku pun tersenyum getir sambil mendekap kedua anakku.


" Iya Ris,tante sudah pesenkan tiker pesawat untukmu,suksesnya. "


Sayup sayup aku mendengar tante Ratih sedang berbicara dengan seseorang lewat telpon,saat aku tak sengaja lewat depan kamarnya,karena baru keluar dari kamar Bapak dan ibu.


" Riss,yang dimaksud Ris sama tante ratih itu siapa ya" batinku dalam hati yang membuatku diselimuti rasa penasaran


_Bersambung_


Happy reading semoga suka

__ADS_1


__ADS_2