Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Runyam karena salah paham


__ADS_3

Sudah Hampir Sebulan Aku Bekerja dirumah sakit atas Rekomendasi dari Dokter Damar,pekerjaanku tidak sulit karena sesuai bakatku yang hobi sekali memasak sejak Aku menikah.


Didapur Rumah sakit aku mulai bekerja dari Jam 7 Hingga Pukul Empat sore,tugasku adalah menyiapkan makanan pasien sesuai dengan Arahan kepala dapur.sesuai dengan Jumlah porsi dan Sesuai kebutuhan pasien.


" Hai Mbak bulan." Sapa Dokter Damar diiringi dengan Senyum Khas miliknya,kebetulan saja Dia lewat didepanku saat aku sedang membenahi makanan yang didalam rak dorong yang Akan kuantar pada pasien


" Hai juga dok." Balasku dengan Senyum Ramah juga kepadanya


" Gimana kerjanya?Lancar?"


" Alhamdulilah dok lancar." Balasku


" Syukur lah kalau begitu,semoga selalu sehat dan Jangan lupa jaga kesehatan ya,semangat." Ucapnya denga lembut menyemangatiku membuat Hati ini merasa hangat entah apa yabg ku rasakan saat ini.


" Terimakasih dok." Aku menyunggingkan senyum dan sedikit canggung dengan situasi seperti ini


" Oh ya,nanti sore kamu pulang sama siapa.?" tanyanya


" Saya bawa mobil dok."


" Kalau begitu boleh nggak saya numpang.?" ucapnya sambil mengangkat alis sebelah kanan nya dan tersenyum


" Uhmmm." Aku berpikir sejenak dan sedikit Ragu untuk mengiyakannya


" Mobil saya tadi mogok.terus saya lupa tadi ambil ponsel saya yang ada didalam mobil,sedangkan mobil saya titipkan dibengkel." Ucapnya memberi Alasan seakan dia tahu apa yang sedang ku fikirkan saat ini." Bisa bantu saya.?" Imbuhnya lagi


" Oh tentu dok,saya bisa." Ucapku dengan Cepat.


Dia pun tersenyum Kearahku." Terimakasih Mbak bulan." Ucapnya lalu langsung berlalu pergi dari hadapanku


*****


Sore pun Telah tiba,aku pun Sudah siap siap untuk pulang,setelah itu aku pun bergegas menuju tempat parkir dan menyusurinya. Ku lihat Mobilku dan Mas Damar sudah menungguku disana,terlihat Dokter muda itu sedang menatap kearahku yang Sedang menghampirinya sambil meminum sekaleng soda sambil duduk di bamper depan mobilku.


Klik.... titt tittttt....


Ku hidupkan sensor jarak jauh.hal itu membuatnya sedikit kaget dan langsung melempar senyum kearahku.


" Ya Ampun Saya Hampir kaget Mbal bulan." Katanya sambil menyunginggkan bibirnya kutahu dia sedang menggodaku dengan candaanya


Aku pun Menimpalinya dengan senyuman kecil kepadanya." Anda Asyik sekali dok ,lagi mikirin Apa?" Tanyaku


" Tentang Senja dan Keromantisan Yang Tercipta." Ucapnya diiring dengan Mengulum senyum


" Ternyata Anda sangat puitis ya ." Balasku sambil membuka pintu mobil dan diikuti Olehnya.


" Hanya terkadang saja sih,nggak setiap hari." Balasnya sambil melempar senyum saat sudah duduk disebelahku.


" Tapi sayangnya dalam kehidupanku sekarang tidak akan pernah adalagi keromantisan dan kehangatan.karena senja hanya akan berlalu begitu saja." Kataku sambil tersenyum kearahnya dan memasukan mobil lalu mulai menstaternya dan melajukan mobilku.


Dokter Damar Hanya menatapku saja dengan Tatapan Yang tidak bisa kuartikan.Disepanjang Perjalanan kami tidak saling banyak bicara hanya bebarapa kali saja,dan itu berakhir menjadi Sebuah Candaan.entahlah kami terlihat sibuk dengan pikiran kami masing masing.


" Rumah Dokter Damar Dimana.?" Tanyaku


" Panggil Nama saja,kita sedang berdua saja." Tuturnya


" Oh baiklah Mas Damar." Lidahku sedikit kelu karena agak canggung


" Dikomplek Tirta Marwah,tak jauh dari sini." Ucapnya


" Oh." Aku hanya mangut mangut saja karena Aku juga paham kompleks elite itu.


" Eh tunggu tunggu,bisa berhenti sebentar nggak,ada Tukang martabak didepan." Pintanya


" Tentu,baiklah ." Ucapku sambil meminggirkan Mobilku untuk menepi.dan berhenti Dilapak penjual Martabak telur


Jajaran Pedagang kaki lima disekitar itu cukup Ramai.Gerobak gerobak aneka makanan pun terlihat Berjejer rapi menampilkan Beberapa makanan lainnya.


Setelah Sepuluh Menit menunggu,akhirnya Mas Damar datang sambil membawa Beberapa kantong makanan ditangannya.


" Sudah mas.?" tanyaku


" Sudah,aku sudah beli martabak,Sosis Bakar,Dimsum,dan Roti Bakar." sambil menunjukan tentengan kantong makanan di tangannya


" Wah banyak sekali mas,itu makanan Kesukaan Dokter semua.?" Tanyaku sedang Mas Damar menatapku sekilas memberi isyarat jika aku tidak boleh memanggilnya formal,aku pun mengangguk paham dan mengulas senyum tipisku

__ADS_1


" Ma maksudku Mas Damar." Cicitku pelan sambil menggigit bibir bawahku.sedangkan Dokter muda itu mengulas senyumnya.


" Bukan.Ini semua Untuk Kyla dan Saga.Aku titp buat Anak Anak ya." Ujarnya


" Lhoh Kok,----" Aku tertegun mendengar penuturannya


" Gak masalah,lagian Aku sudah sangat menyayangi Mereka." Ucapnya dan sukses membuat ku menelan Ludah dengan kasar.


" I i iya ta tapi.----"


" Ya Ampun Bulan,aku Hanya Titip Sedikit makanan saja buat mereka,atau Anggap saja ini balasan karena kamu sudah memberi tumpangan pada saya." Jawabnya santai


" Ya Allah mas ."


" Sudahlah Ayok,kasian Anak anak sudah menunggumu di rumah." Ucapnya lalu membuka pintu mobil untukku,kali ini Aku yang duduk dikursi sebelah kemudi,sedang dia yang sekarang mengambil alih untuk menyetir


" Lhoh mas." Aku sedikit tertegun melihat perlakuannya


" Maaf aku saja ya yang nyetir,pasti kamu capek seharian bekerja." Ujarnya sambil menyunggingkan senyum manisnya


" Tapi mas,---"


" Sudah."


Aku pun Mengangguk pasrah dan Menuruti Keinginannya meski rasanya Agak canggung dan merasa tak enak,tapi ya sudah toh aku juga merasa Badanku capek dan pegel pegel semua karena seharian tadi aku memang sedikit sibuk karena banyak pasien Yang Masuk ke rumah sakit ini.


Sesekali Dokter Damar melirik kearahku sambil melempar senyum Hangatnya sehingga membuat Beberapa kali pandangan kami bertemu,namun kami berdua langsung Mengalihkan pandangan satu sama lain.entah kenapa Jantungku Rasanya


Berdesir tidak karuan.namun segera ku tepis debaran Aneh itu,karena disini Aku sadar dengan statusku yang masih menjadi Istri Orang,istri dari Mas Adrian.


Setelah sampai didepan Pintu Gerbang bangunan Rumah Berlantai Tiga itu,Dokter Damar pun langsung menepikan Mobilku.diapun segera turun dan Aku langsung pinda ke kursi kemudi,dia juga sempat menawariku untuk masuk mampir ke rumahnya namun Aku menolaknya dengan Halus.


" Makasih atas tumpangannya Bulan." Ucapnya sambil mendekat kearahku yang sudah duduk di kursi kemudi


" Seharusnya saya yang berterimakasih dok,karena dokter Memberi saya banyak oleh oleh makanan untuk Kyla dan Saga,justru saya yang nggak enak karena Dokter yang tadi menyetirnya."


" Formal lagi ya.?" Ucapnya sambil menaikan Alisnya


" Maaf belum terbiasa." Gumamku


" Mulai sekarang dibiasain ya." jawabnya sambil tersenyum yang justru menimbulkan Debaran Aneh Lagi di jantungku.


" I iya dok,kalau begitu saya pergi dulu assalamualaikum."


" walaikumsalam "


Setelah itu aku pun melajukan kembali Mobilku menuju Rumah Bapak untuk menjemput Kyla dan Saga yang Kutitipkan disana,karena Jarak Sekolah kyla yang sekarang dekat dengan Rumah bapak,aku memang sengaja Memindahkan Kyla kesekolah yang dekat dengan Rumah bapak. dengan Alasan Dekat dengan Rumah sakit tempat ku bekerja.jadi Sekalian dua duanya ku titipkan disana.


" Kamu kerjanya jauh banget dari rumahmu nduk.?" Tanya bapak yang Sebenarnya beliau belum tau kalau aku sudah tidak tinggal dirumah mas Adrian


" Iya Pak nggak Apa Apa." Balasku sambil menyalaminya sambil meletakan Kantong makanan tadi diatas meja.


" tapi kasian Anak Anakmu,kecapekan tiap hari harus bolak balik." Ucap bapak


" Ya nggak Apa Apa pak,kan Hitung hitung bisa maen tiap hari sama kakek neneknya." Ucapku memberi Alasan


" Tapi kamu kehabisan waktumu nduk,sampai dirumah udah malam,kamu harus masak dan mengurus suami dan juga anak anakmu,akhirnya tugasmu jadi terbengkalai nduk." Ujar bapak menasehatiku.


Aku pun mengangguk dan mengulas senyum supaya bapak tidak khawatir denganku.


" Nggak Apa Apa pak,lagian Aku kerja juga buat ekonomi keluarga pak,Mas Adrian juga sudah menginjinkanku.dan tidak keberatan,jadi bapak tenang aja ya." Ucapku menyakinkan bapak." Aku Ambil Kyla dan Saga dulu ya pak." imbuhku


Setelah itu kupanggil Kyla dan Saga lalu mengajaknya pulang,setelah berpamitan pulang aku pun langsung bergegas melajukan mobilku menuju Rumah kontrakanku,Sedang Kedua Anakku sudah Tertidur pulas disampingku dengan Sudah ku pakaian sabuk pengaman.


Aku tau insting sebagai Orang tua itu sangat tajam,mungkin bapak sudah mulai Curiga dengan Kondisi Rumah tanggaku karena aku tiap hari menitipkan Kedua anakku pada mereka,namun sebisa mungkin Aku mencari cara supaya mereka tak Curiga padaku.sempat aku berfikir untuk mengajak kedua anakku untuk kerumah sakit,jadi setiap Pulang sekolah Aku menjempur Kyla dan mengajaknya ke rumah sakit sama dengan Saga,namun Aku bingung karena tidak mungkin Rumah sakit msngijinkan bekerja sambil bawa anak anak hal itu membuatku pusing dan mengurungkan niatku.


Sesampaianya didepan halaman depan Kontrakan,terlihat Sebuah Mobil sedan Warna hitam terpakir disana,aku pun bingung melihat mobil siapa yang sedang berada didepan rumah kontrakanku.


Lalu Aku pun bergegas membuka pintu mobilku dan Menghampiri Mobil tersebut,namun Aku sedikit terkejut saat Seorang pria keluar dari dalam mobil itu dan kini berdiri didepanku,aku pun mengehela nafas kesal menatap siapa sosok pria itu yang tak lain Adalah Mas Adrian dengan mobil barunya,entah lah dari mana mobil itu karena aku sudah nggak mau kepo dengan Urusannya lagi.


" Ada Apa Lagi?Kenapa Mencariku.?" Tanyaku yang tak Ramah,aku rak habis pikir dari mana dia bisa tau tempat tinggalku sekarang


" Akhirnya aku menemukanmu bulan,seharian penuh Aku mencari cari dan bertanya keberadaanmu.?"


" Nggak nanyak." Ketusku." Katakan Ada Perlu apa?" Seruku dengan Dingin

__ADS_1


" Aku ingin mengajakmu pulang Sama Anak anak."


" Hehe jangan mimpi mas itu mustahil,karena aku sudah tidak mau tinggal serumah dengan istri barumu." Cetusku sambil mencekal lenganku yang aku ingin pergi menghindarinya


" Aku akan memindahkan nya ke tempat lain,untul itu kembalilah padaku bulan." Ucapnya dengan tatapan memohon


" Lepasin mas." Aku menyentak tangannya sedikit kasar.


" Selama Wanita itu masih ada ditengah tengah kita,aku sudah Enggan untuk kembali denganmu mas ,lagian Aku sudah legowo melepaskanmu untuknya,berbahagialah dengannya mas." Ucapku Bohong yang nyatanya tidak sesuai isi hatiku


Dengan Sigap Mas Adrian menarikku dalam kepelukannya,meski Aku sudah meronta dia tetap berhasil menenggelamkanku kedalam pelukan dada bidangnya.sambil mengecupi pucuk Rambut kepalaku,aku pun masih tetap meronta namun Mas Adrian semakin mengeratkan pelukannya


" Mas lepasin Aku.malu dilihat Orang mas.!" desisku menahan Amarah


" Aku nggak bisa bulan,aku nggak sanggup Tanpamu hidupku Kosong dan Berat tanpamu,aku nggak bisa hidup tanpamu istriku." Ucapnya parau


" Ada Zahra yang Akan mengurusmu mas." Ucapku menahan tangisku supaya tidak pecah


" Dia tidak tau apa apa Bulan,hanya kau istriku yang tau semuanya dengan detail tentangku,kau yang ku butuhkan." Ucapnya sambil mendekapku lebih Erat sementara aku terus memukul kecil dada bidangnya


" aku tidak peduli mas,itu deritamu sendiri yang sudah memilih Untuk menduakanku." Sentakku sambil menaril tubuhku dari dekapanya


"Ak Aku ja janji Bulan akan memperbaiki semuanya,ku mohon kembalilah." Ucapnya dan langsung menggenggam tanganku sambil menatap lekat lekat kedua manik mataku


" Aku tidak bisa mas,Hatiku terlanjur Sakit." Tolakku sambil melepaskan tangannya


" Ku mohon kasih kesempatan sekali lagi bulan,kita mulai dari awal lagi."


" Percuma memulai semuanya dari awal mas,sekuat Apapun Mas ingin memperbaiki semuanya tapi Hatiku sudah terlanjur terluka mas,semuanya Akan sia sia mas."


" Ku mohon bulan." Pintanya dengan tatapan mengiba


" Maaf mas,Sepertinya aku lebih memilih Berpisah untuk selamanya." Jawabku dengan Nada bergetar


" Maksudmu kau ingin meminta cerai dariku.?" tanyanya dengan Suara tercekat susah menelan ludahnya sendiri


" Iya." Jawabku singkat,mataku sudah mengembun namun sebisa mungkin aku Menahannya,aku sadar hatiku sakit mengatakAn itu pada sosok yang saat ini masih sangat ku cintai itu,tapi aku juga tidak bisa mempertahankan hubungan yang menyakitkan ini.


" Aku tidak akan melepaskanmu semudah itu bulan." Tolaknya dengan Tegas


" Terserah kamu mas,tapi keputusanku saat ini sudah bulat,dan aku tidak akan pernah mengubah keputusanku.!" Ucapku tak kalah tegas aku hanya berusaha menegarkan hatiku.


" Apa ini semua ada hubungannya dengan Dokter tampan itu?Apa dia sudah merayu dan Mempengaruhimu Bulan.?" Tuduhnya sambil menatapku tajam membuat Emosiku juga ikut terpancing dengan tuduhannya yang tidak masuk akal


" Maksudmu Apa mas.?" Desisku


" Aku tau kau meminta cerai dariku,karena ingin menjalin cinta baru dengan Dokter itu kan!" Ujarnya dengan Suara naik satu oktav dengan penuh intimidasi


" Sekarang Aku jadi semakin yakin dan tidak Ragu untuk minta pisah darimu mas." Ucapku dengan nada Sarkas


" Ingat bulan,kau masih istriku jadi tidak pantas kau menjalin hubungan baru dengan pria lain." Dia masih tetap keukeh menyudutkanku dengan segala tuduhanya


" Oh ya?tau dari mana kamu mas kalau aku sedang menjalin hubungan dengan pria lain?" sungutku tak terima." Itu Hanya Asumsimu saja mas."


" Kau pikir aku tidak melihat kedekatan kalian dari cara dia menatapmu.!" ucapnya


" Terserah dengan penilaianmu mas,namun mas Harus tau aku masih ingat dengan batasanku." Jawabku


" Jangan Berlindung dibalik jubah Agama bulan.!"Sentaknya keras karena tersulut Emosi


" Maaf sekarang kamu bisa pergi mas,aku sudah sangat lelah hari ini,aku tidak punya waktu meladenimu berdebat disini." Aku pun bergegas membuka pintu mobil lalu ku bangunkan Kyla dan ku gendong Saga dalam gendonganku


" Pria itu Aku akan memberinya pelajaran." Dia memasuki Mobilnya kembali dan langsung bersiap untuk pergi


" Hei mau kemana kamu mas,jangan macam macam ya kamu." Teriaku dan diapun membuka pintu kaca mobilnya sambil menatapku


" Aku akan menemui dokter keparat itu dan memberinya pelajaran karena sudah berani menggoda Istriku." Ucapnya sambil menatap tajam padaku setelah itu menutup kembali kacs jendela mobilnya


" Jangam bertindak bodoh kau bisa malu sendiri mas."


" Aku nggak peduli." balasnya dan langsung menancapkan gas mobilnya dengan Kencang hingga mobilnya kini sudah lenyap dari pandanganku


Astagfirullah ,Ya Allah kali ini apa yang akan dilakukannya lagi.


_Bersambung_

__ADS_1


Happy reading


semoga suka


__ADS_2