
Ku lihat Mas Adrian sepanjang perjalanan hanya Diam saja,dan Fokus menyetir.sedang Aku pun tak kalah membalas dengan membungkam mulutku rapat rapat.Dia sesekali membuka suara karena membalas ocehan Kyla dan saga.
Tak lama kemudian mobil pum sudah memasuki halaman Rumah kami,saaat pintu gerbang otomatis mulai terbuka.Mas adrian membunyikan klakson mobil yang lantas membuat Zahra tergopoh gopoh keluar dari Rumah.untuk menyambut mas Adrian,terlihat dia sangat cantik memakai Gamis berwarna biru muda dan lengkap dengan krudung warna peach,sambil melempar Senyum penuh cinta pada sosok Pria yang statusnya masih sah menjadi imamku.
Hati ini bagai Teriris iris belati tajam,sakit namun tak berdarah,itulah yang saat ini kurasakan
" Assalamualaikum." ucap mas Adrian saat kami Sudah turun dari mobil dan hendak masuk kedalam Rumah.
" Walaikumsalam Mas." Jawabnya dengan
diiringi dengan Meraih punggung tangan suamiku dan menyalaminya,sambil meraih tas kerja Suamiku,seulas senyum manis terbit dari sudut bibirnya,lalu tak lama dia langsung menundukan pandanganya ketika Aku melayangkan Lirikan sinis padanya
" Tante kok Masih Ada dirumah kami ya.?"
Seru Putriku dengan polosnya
" He,em kok tantenya nggak pulang pulang." dan Adiknya pun menimpalinya,kedua anakku kompak melayangkan pertanyaan pada Maduku itu yang membuat wajahnya langsung berubah pias karena sedikit terkejut
" Kyla,saga Ayo kita masuk." Selak Mas Adrian tak ingin menambah suasana Menjadi Rumit
" Ayo Kyla,Saga Kita masuk nak." Ucapku lalu menggandeng kedua buah hatiku masuk kedalam kamarku.Ya semenjak Suamiku membawa Wanita itu masuk ke rumah ini,aku selalu mengajak Kedua Anakku tidur sekamar.
Saat Aku Sedang mengganti Pakaian Kyla yang masih memakai Seragam sekolah dengan baju Sehari Hari,tiba tiba suara pintu terbuka terlihat Mas Adrian masuk kedalam kamar lalu menutup pintunya kembali.
Aku mengeryit Heran,namun Aku memilih Diam dan membiarkannya saat dia mulai membuka kancing kemeja bajunya.
" Mas Mau ngapain kesini.?"
"Mandi." Jawabnya Datar
" Mau mandi dikamarku.?"
" Iya kenapa.?"
" Nggak usah mandi disini,nanti Pengantin baru Cemburu Buta." Ucapku sambil Mengucir rambut Putriku sedang Adiknya Sudah Tidur pulas di Tempat tidurku,karena sedari tadi pulang Dari Rumah kakek neneknya dia menahan kantuk.
" Tenang Aja,Dia nggak Akan marah." Ucapnya tanpa Ekspresi sambil menyaut Handuk yang Akan dibawanya ke kamar mandi
__ADS_1
" Benarkah begitu mas?Tau sekali ya kamu tentang dia.?" Jawabku sinis ,emosi sekali aku saat mendengar Suamiku Dengan gamblang mengetahui tentang wanita itu.
" Bulan,bagaimana Aku tidak tau tentang dia,sedangkan Aku telah hidup selama beberapa tahun Tinggal serumah dengannya ketika aku masih Remaja karena kedua orang tuaku meninggal.kamu tau Ayahnya yang memungutku dari Rumah kumuh itu dan memberiku makan,juga kehidupan yang layak serta pendidikan dan dianggap seperti Anak sendiri." Sorot mata suamiku berubah tajam dan Emosi
" sehari Hari aku bergaul dengannya bagaimana Aku tidak mengetahui tentangnya ,bulan." sambung Suamiku lagi dengan Nada suara yang sudah naik satu Oktav
Sedangkan Aku Hanya diam,sambil menahan Napas dan Juga menahan untuk tidak Emosi,namun semakin Ku tahan perih dihatiku semakin menjalar mendengar Ucapannya.
Dia mendengkus Pelan lalu Berucap." Aku sudah sangat Lapar bulan,tolong siapkan Makan Untukku."
" kamu benar benar tidak punya perasaan ya mas."
" Stop,berhenti Bulan !,jangan menguji Kesabaranku Terus." Sentaknya
" Sekarang Lihat kan,mas sekarang sudah berani Kasar dan bentak bentakku,bahkan mas membentaku didepan Kyla." Ujarku dengan Marah
sedangkan Mas Adrian melirik Kyla yang tengah Memelukku dengan Erat.
" Kamu lupa mas,perkataamu tadi didepan bapak,seolah olah mengalah,tapi Apa sekarang mas Berani kasar denganku,kau Anggap Aku inii Apa mas.?"
Tanpa Mengucapkan sepatah katapun,dia hanya diam lalu langsung masuk kedalam Kamar mandi dan membanting pintu itu dengan Keras,sehingga membuat putriku berjingkat kaget dalam pelukanku.
" Tidak sayang,Ayah Hari ini Sedikit Capek ,ayah tetap sayang sama kita." Ucapku menenangkan perasaan putriku,namun Kyla hanya dia seolah olah sedang memikirkan sesuatu.
Setelah menenangkan Kyla dan menyuruhnya tidur bersamaAdiknya,aku pun Beranjak keluar kamar dan pergi kedapur untuk menyiapkan makanan untuk mas Adrian.
ku buka Lemari Es dan Ku ambil Sayuran serta Daging Segar dari Freeser.meski Aku Marah dan Sakit hati sama suamiku,aku tetap Harus melakukan Kewajibanku untuk melayani suamiku.
jika Aku tak masak,maka Suamiku akan marah dan Pasti Zahra Akan memanfaatkan keadaan ini.
" Mbak,tadi Aku sudah masak." Tiba tiba Zahra mendatangiku ketika aki sedang menyuci Sayur di wastafel
" Masak Apa.?" Ucapku sedikit ketus
" Sayur Bening sama Ayam Kecap." ucapnya
" Oh ya benarkah.?" tanyaku masih sibuk memotong Daging hingga menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
" Tapi Mas Adrian suka kok mbak dengan Makanan itu.dan dia lahap sekali dengan lauk lauk itu." ucapnya penuh yakin dan Antusias
" Kamu tahu semuanya tentang Mas Adrian.?" Tanyaku dengan hati yang mulai berdesir panas.
" Iya mbak."Jawabnya Pelan
" Tapi Aku Heran sama kamu,karena sayang sekali kenapa tidak kamu saja yang menjadi istri pertama dari suamiku,kenapa malah memilih menjadi istri kedua.?" Jika suamiku sudah berjanji Pada Ayahnya harusnya kan dia tidak perlu menikahiku,Dan kamu bisa Lihat kan apa yang terjadi saat ini.?" Ujarku dengan menahan Geram
" Maaf mbak,tapi Aku juga tidak memaksa Mas Adrian untuk menikahiku." Sangkalnya.
" Tapi kan kamu juga bisa menolak ketika Dia melamarmu,dan Aku yakin kamu juga sudah tau jika Mas Adrian sudah Beristri dan punya dua Orang Anak." Tegasku.
Dia Hanya Diam membisu,sambil menundukan Kepalanya dan meremas Ujung Baju Jilbabnya." Pergilah dari Hadapanku,aku Muak sekali melihatmu Zahra." Ucapku penuh penekanan.
" Maafkan Aku mbak."
" Oh ya sebentar,aku mau tanya sama kamu,kamu dulu sekolahnya sampai dimana?" ujarku
" Aku lulusan Sarjana mbak." Jawabnya
Aku tersenyum miring dan menatapnya penuh intimidasi." Sekolah 16 tahun dan sekarang kamu Hanya menjadi seorang pelakor.?" Semburku
" Aku bukan Pelakor mbak." Desisnya dengan Terdengar menahan Kesal
" Lantas Terus Apa sebutan Elegan untum wanita yang Suka merebut suami Orang.?" Cercaku.
Dia hanya menatapku nanar,lalu bergegas pergi dengan leleran Air mata.
" Beritahu Suamimu sana,jika Aku sudah memarahimu." Teriakku sambil Tersenyum kecut melihat Kepergiannya.
Aku sudah tidak peduli jika suamiku Marah Atas perlakuanku pada istri barunya itu,memang Aku masih mencintainya namun Rasa Cemburu yang sudah berkobar menguasai diriku membuatku semakin membenci Wanita yang kini sudah dinikahi suamiku itu.
Aku memang telah menjelma menjadi seseorang yang begitu kejam dan Perasaan,tapi Aku tidak peduli karena semua ini ulah mereka,Rasanya Aku mulai Ragu untuk mempertahankan semua ini dan tinggal dirumah ini.
tapi disisilain Aku berfikir jika Aku meninggalkan Rumah ini,pasti Zahra dengan Mudah menguasai Suaminya ,aku tidak Rela itu jika aku merana dan menderita dia juga harus merasakan apa yang aku rasakan saat ini.
_Bersambung_
__ADS_1
happy Reading