
" Bunda Bunda." Rengek Kyla
" Iya sayang kenapa?"
" Kapan ya kita tidur bareng sama Ayah lagi,Kita kok tidur terus dirumah kakek bun,kapaan kita tidur dirumah kita sendiri.?"
Pertanyaan Kyla membuat Sejenak Harus berfikir,saat ini kami memang masih tidur dirumah Orang tuaku,Aku Harus benar benar pandai memberi pengertian pada putri sulungku ini.
Ku peluk dia sambil perlahan mengusap pipinya dengan Lembut,sedangkan Adiknya sedari tadi sudah Tidur dan mimpi indah diperaduannya.
jujur Aku sangat sedih sekali mendapat pertanyaan Dari Kyla yang seperti ini.
" Mungkin mulai sekarang Bunda sama Syakila dan saga yang tinggal bersama,karena kita sudah tidak bisa tinggal bareng lagi sama Ayah Nak." Tuturku dengan lembut mencoba memberi pengertian pada putriku
" Memangnya kenapa kita nggak bisa tinggak bareng Ayah lagi bun?" tanyanya dengan Sorot mata polosnya
" Karena Ayah sama bunda sudah tidak bisa tinggal bersama lagi nak." Ada rasa sesak saat aku mengatakan Hal itu
" Kenapa bun?"Ku lihat raut wajahnya mulai Redup
" Karena Ayah sama bunda....kita..emm " aku menjeda Ucapanku dan mencari Kata kata yang tepat untuk memberi pengertian pada putriku tentang Ayah dan bundanya yang sudah tidak bisa tinggal bersama lagi.
" Ayo jawab bun,bunda sama ayah kenapa?" Putriku mulai mendesak tidak sabaran untuk mendengar jawabanku
" Bunda Sama Ayah Akan segera berpisah nak."
Mimik Wajah Anakku langsung berubah sedih ,terlihat kedua bola matanya sudah berkaca kaca
" Kenapa Ayah sama bunda harus pisah?bunda sama Ayah lagi marahan ya?"
" Bukan sayang,bunda sama Ayah baik baik saja nak." Aku mencoba mengelak
" Apa karena tante itu yang sudah bikin bunda sama Ayah marahan.?"
Aku Terbelalak penuh terkesiap mendengar pertanyaan putriku itu,bagaimana dia bisa tahu dan berfikir jika pertengkaran kami pemicunya Adalah wanita itu.
" Nggak sayang,itu tidak benar." Jawabku lembut
" Tapi kenapa tante itu Terus terusan deket deket sama ayah bun,kan Ayah sama bunda jadi berantem terus." Cetusnya
Aku tersenyum getir mendengar Penuturan polos dari Anakku.
" Emmm yaudaah yuk sayang kita bobo,tuh Lihat Adek sudah pulas tidurnya." Aku mencoba mengalihkan perhatian Kyla
" Tapi Kyla belum ngantuk bun." Rengeknya
" Bunda ninaboboin kyla ya sayang,yuk bobo sayang,besok kyla harus bangun pagi pagi kan besok sekolah." Bujukku sambil mengecup keningnya dengan lembut.
Lalu Putriku pun menganggukan kepalanya dan mulai memejamkan kedua matanya untuk tidur
Ddrrrrttttt Drrrrtt
terlihat ponselku bergetar lalu kuraih dan kulihat pesan dari siapa,lalu ku buka ternyata dari Zahra.
(Mbak bulan,Mas Adrian tiba tiba tubuhnya drop mbak,Tensinya pun menurun drastis mbak,saya Harap mbak bulan bisa menjenguk Mas Adrian ke rumah sakit)
Aku termenung dan Mulai gelisah Harus menjawab pesan Dari Zahra,sejujurnya Aku juga bingung dengan sikap Zahra yang tiba tiba ingin mencoba terus mendekatkanku dengan mas Adrian lagi,padahal Aku sebentar lagi juga Akan berpisah,karena Aku memang sudah mendaftarkan surat gugatan cerai dipengadilan Agama,hanya tinggal menunggu sidang yang kini masih Tahap proses.
tak lama kemudian ponselku pun bergetar,ternyata panggilan masuk dari Zahra,dan Akhirnya Aku mengangkatnya
" Hallo ,mbak bulan. " Sapanya dari seberang
" Iya ,ada Apa Zahra." Jawabku tanpa basa basi
" Mas Adrian mbak ." jawabnya terdengar Parau
__ADS_1
" Kenapa dengannya.?" Balasku Cuek
" Mas Adrian kembali Drop lagi mbak,dia mengeluh pusing dan lemas,dan setelah ku bawa ke rumah sakit kata dokter Tensinya Rendah, dia ternyata mengalami Kelelahan Akut."
" Oh mungkin dia cuma kecapekan saja,sudah nggak usah Khawatir,kamu jaga dan Rawat dia aja Zahra,nanti juga bakalan sembuh lagi." aku berdalih memenangkannya
" Tapi dengarkan aku dulu,mas Adrian memintaku untuk memberitahumu jika dia ingin bertemu denganmu mbak."
terdengar suaranya Sedikit khawatir dari ujung sana.
" Maaf aku tidak bisa Zahra,karena sekarang sudah Jam 9 jadi aku harus segera berangkat kerja." Tolakku Halus
" Tolonglah mbak,mbak kan masih istrinya tolong jangan begitu mbak..." terdengar Suara dia mendesakku dari seberang sana
" Maaf Zahra,tapi Aku tetap tidak bisa datang.Assalamualaikum."
Tuuuuuuuutttttt
Tanpa pikir panjang lagi,aku pun langsung mematikan Ponselku sepihak,namun Fikiranku kini tidak bisa lepas dari Mas Adrian dan memikirkan keadannya sekarang,jujur Aku menjadi khawatir akan keadaanya saat ini,namun Aku memilih untuk mengabaikannya saja,mungkin Saat ini yang bisa ku lakukan hanya mendoakannya saja.
" Ya Allah Meski hatiku kecewa padanya,Namun ku mohon beri Kesembuhan untuknya."
Drrrttt Drrrrrttt
Tiba tiba ponselku bergetar dan menampilkan Sebuah panggilan yang ternyata dari Dokter Damar.
" Hallo assalamualaikum bulan." sapanya dari seberang
" Walaikum salam Mas." Jawabku
" Pagi ini kamu masuk kerja kan bulan.?" tanyannya
" Iya dok,saya masuk Hari ini." Jawabku
" Baiklah kalau begitu aku jemput ya,sekalian kita Antar Qyla Sekolah bareng bareng."
" Kamu siap siap sekarang ya,aku otw sekarang,jangan lupa Sarapa ya.Assalamualaikum bulan." jawabnya tanpa menunggu persetujuanku
" Walaikumsalam." jawabku setelah dia mematkka ponselnya
Hatiku seketika langsung menghangat saat mendapat perhatian darinya,Perasaan ini tiba tiba Berbunga bunga tak menentu,entahlah perasaan apa ini.namun sebelum Aku terlanjur lebih jauh,segera Ku tepis perasaan ini,semoga Saja Allah Memaafkan kesalahanku saat ini.karena Aku sadar Dengan statusku yang masih menjadi Istri Pria lain.
Tak lama kemudian Mobil Dokter tampan itu sudah Berada didepan Rumah Bapak,dan Bapak segera menyambutnya dan mempersilahkan masuk,namun saar bersamaan Aku dan Kyla sudah muncul dibalik pintu.
" Kalau begitu kami Berangkat dulu ya pak,bu." Jawabku sambil menyalami bapak dan ibu bergantian
" Iya Hati hati nduk." Jawab ibu sedang bapak masih memandang kami bergantian dengan Raut wajah yang Sulit diartikan
"Ayo Kyla pamit dulu sama kakek nenek." titahku
" Kyla Berangkat ya nek." pamit kyla sambil mencium tangan kanan kakek neneknya
" Iya hati hati cucuku." balas ibu
" Bulan nitip Saga ya bu."
" Iya Nduk."jawab ibu
" Kalau begitu kami berangkat dulu pak,bu."
" Assalamualaikum." Ucap kami kompak
" Walaikumsalam." Jawab ibu
lalu kami pun segera masuk kedalam mobil,dan langsung menuju Ke sekolah Kyla dulu,setelah mengantarkan Kyla ke sekolahnya,kami pun Langsung menuju Rumah sakit Dimana kita bekerja.
__ADS_1
" Terimakasih Dok." ujarku sebelum turun dari mobil
" bulan tunggu."
Sebenarnya Aku ingin menghindarinya,karena disepanjang perjalanan kami hanya diam saja tanpa ada percakapan,aku pun membalikan badan dan mengulaas senyum padanya karena tak enak sudah diberi Tumpangan.
" iya dok kenapa.?"
" Hari ini Aku ada Voucher Makan siang untuk dua orang,Aku bingung mau ngajak siapa karena nggak ada teman yang bisa ku ajak.emm gimana kalau kita makan siang bareng." Ucapnya sedikit canggung sambil memperlihatkan voucher itu kearahku
" Aduh gimana ya mas,soalnya akhir akhir ini pekerjaaku menumpuk,banyak pasien yang masuk,sementara jadwal menyiapkan makanan tidak boleh terlambat.dan harus on time,maaf ya mas,lain kali aja makan siangnya." Ucapku berkilah dan memberi Alasan Menolak secara halus
" Emmm gimana ya," Dia terlihat berpikir keras." kalau begitu Aku simpan Vouchernya untuk lain kali aja ya." Pungkasnya
" Nggak usah mas,mas bisa Ajak Orang lain saja." jawabku buru langsung ku Ralat Ucapanku." Emm maksudku...emm maaf mas." Ralatku
Dia pun mengulas senyumnya.
" Iya nggak Apa Apa bulan."
" Makasih ya mas,atas perhatian dan kebaikannya selama ini padaku dan juga anak anak. tapi---" Kataku gugup
Diapun menatapku lekat lekat dengan penuh makna mencari Kegusaranku dibalik sorot mataku yang Terlihat Gusar.
" Kenapa bulan?Apa ada hal yang membuatmu Tidak nyaman sama saya.?" tanyanya dengan wajah serius aku pun langsung menundukan kepalaku
" Bu bukan begitu mas." Aku gugup membalas tatapan matanya yang Tajam itu
" Lalu Apa,?Apa suamimu mengancammu?"
Aku pun menggelengkan kepalaku cepat.
" Tidak mas lagian sebentar lagi kami juga Akan berpisah jadi Tidak ada masalah." Jawabku salah tingkah
" Kalau begitu tidak alasan Untuk menolak saya bukan?" kelakarnya dan pandangannya menjadi lembut.aku pun terkejut akan penuturanya dan Mendongakan kepalaku
" Ma maksudmu kamu apa mas.?"
Dia hanya membalas dengan senyuman lembutnya membuatku mulai menerka nerka sesuatu
" Aku ma masih is istrinya mas Adrian mas,aku Harus tetap menjaga Kehormatanku Sampai dimana kami saling melepaskan nanti."
Mas Damar pun tersenyum simpul lalu berkata."iya bulan Aku mengerti.Ya sudah yuk kita turun." Ujarnya sambil Perlahan membuka Pintu sehingga posisi kami sedikit berdekatan
Deg
Terdengar Suara detak jantung Mas damar sangat jelas sebelum Akhirnya dia menjauhkan dirinya dan mempersilahkan ku turun duluan membuat kami Sedikit canggung dan aku sedikit Salah tingkah
" Ehemm maaf." Ucapnya
Aku pun menganggukan kepala dan Segera turun dari mobil.
" bulan."Panggilnya sesaat aku sudah diluar mobil
" Ya Mas.?" tanyaku beralih berbalik badan kearahnya
" Selamat bekerja.semangat Ya bulan." Ucapnya dengan Senyum khasnya
" Iya makasih mas." balasku dan dia pun berlalu bersama mobilnya menuju Tempat parkiran.
Sedangkan Aku melangkahkan kaki masuk ke rumahsakit dengan perasaan Yang sudah tak menentu .
" Ya Allah perasaan Apa ini,tolong jaga Marwahku Ya Robb."
Bersambung
__ADS_1
Happy Reading