Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Kamu polos sekali.


__ADS_3

Disepanjang perjalanan pulang,aku masih saja melamun dan terbayang bayang akan sikap pasien mas damar tadi.


" Bulan.." panggilnya yang langsung menyadarkan dari lamunanku.


" iya mas." jawabku sedikit gugup


" Kok diem saja,kenapa hem?" tanyanya sambil menoleh kearahku sedangkan kedua tangannya masih fokus menyetir


" Nggak apa apa mas." jawabku


saat ini aku benar benar tidak bisa berpikir,aku bingung apa yang harus aku lakukan,bayangan dari masalalu membuatku sedikit trauma untuk membangun kembali rasa percayaku akan apa yang disebut dengan cinta.jujur aku memang bahagia dengan kehadiran Mas damar disampingku namun bayang bayang tiba tiba dipoligami tempo hari itu masih membekas dihatiku.membuatku takut dan sedikit ragu untuk membuka hati dan menerima cinta yang baru dihidupku.tapi aku yakin aku pasti melewati ini semua.


" sayang kamu mikirin apa sih?" kini mas damar mencoba menggenggam erat tanganku dengan tangan satunya.membuatku tersentak kaget lagi


" Aku takut mas." cicitku pelan


" takut kenapa?" tanya mas damar


" takut semua kejadian yang dulu keulang lagi mas." jawabku lirih sambil menerawang ke luar kaca jendela mobil.dan tanpa terasa buliran bening dari mataku sudah meluncur begitu saja membasahi pipiku.membuat Mas damar dengan reflek menghentikan mobilnya ditepi jalan


" Hey sayang kamu kenapa?kok nangis?" tanyanya dengan ekspresi wajah bingung dan sedikit panik.


" enggak mas aku hanya takut saja." ucapku lirih diiringi isak tangis,melihatku sedang menangis membuat mas damar menarik tubuhku masuk kedalam dekapanya,aku yang saat ini tengah dikuasi oleh rasa emosional tinggi yang tiba tiba datang begitu saja hanya bisa pasrah kedalam pelukannya.meski aku tahu ini salah.


" Husttt cup cup,tenang ya sayang,jangan nangis."ucapnya menenangkanku." kamu denger ya bulan aku sama sekali tidak peduli dengan omongan orang diluaran sana tentangmu,yang aku tahu aku hanya mencintaimu dan selamanya akan tetap begitu." sambungnya lagi


" Tapi aku takut mas."


Dia pun melepaskanku dari dekapannya lalu menatapku lekat lekat." kalau begitu kita majukan saja tanggal pernikahan kita ya sayang." ucapnya dengan lembut.


" entahlah mas aku tidak tau." jawabku dengan perasaan Resah dan gelisah.


" Ucapkan bismillah bulan,mantapkan hatimu untuk melangkah menuju masa depan meraih kebahagiaan bersamaku."ucapnya dengan lugas dan penuh makna


" Apa kamu sudah begitu yakin untuk bersamaku mas?aku adalah salah satu wanita yang termasuk egois jika sedang mendapat ujian berat dalam rumah tangga." jawabku membalas tatapan darinya.


" Ya aku sangat yakin dengan menjatuhkan pilihanku kekamu bulan,aku tau kau wanita yang tulus dan baik,terbukti meski mendiang mantan suamimu sering menyakitimu tapi kamu masih berbaik hati untuk menjenguk dan menolongnya." ucap mas damar dengan sorot mata yang sulit ku baca


" tapi niatku hanya sekedar membantu mas." balasku


" Ya aku tau itu,kamu memang wanita yang baik karena itu aku sangat mencintaimu." ucapnya dengan suara penuh ketegasan.


" Terimakasih mas sudah mencintaiku..."


******


Cahaya sinar matahari kini sudah menampakan biasnya dan memantulkan kedalam gorden jendela kamarku.angin yang bertiup dipagi hari mampu membuatku merasakan hawa baru yang kurasa membawa kedamaian dan kesejukan dihatiku.


Tinnn tinnnnnn


Terdengar suara klason mobil fortuner berwarna kini tengah berbunyi didepan rumahku.terlihat seorang pria tampan baru saja keluar dari dalam mobil lalu berjalan menghampiri kami yang kini sedang duduk duduk diteras rumah kami.


" Assalamualalaikum pak bu." sapa mas damar sambil menyalami ibu dan bapak bergantian.


" Walaikumsalam.silahkan masuk nak." sapa balik ibu dan bapak." kau hari ini begitu sangat terlihat tampan dan segar bugar nak." sambung bapak


" Alhamdulilah pak." jawab mas damar dengan ramah." begini bu pak,saya datang kesini mau ajak bulan pergi sebentar boleh bu?" tanyanya lagi


" Ya tentu saja boleh nak,memangnya mau pergi kemana?" ujar ibu


" itu bu mau cari wedding organizer sekaligus pakaian untuk bulan." jawabnya


" wah kelihatannya nak damar tidak butuh waktu lama lagi untuk cepat cepat menikahi putri kami." kelakar bapak disertai kekehan kecilnya


" Benar sekali pak saya sudah tidak pengen menundanya kembali." jawab mas damar


" Bagus itu nak,laki laki sejati memang harus seperti itu.bapak doakan semoga kamu menjadi suami amanah dan bisa menjadi pelindung untuk keluarga kecilmu nanti." ucap bapak.


" Amin ya robbalalamin,insyaallah pak saya akan berusaha menjadi yang terbaik." ujar mas damar


" Satu hal yang menjadi keinginan bapak Nak Damar,jagalah anakku bulan sebagai amanah dariku,hal seperti ini sebelumnya sudah pernah aku katakan pada mantan suaminya dulu,bahwa bulan adalah satu satunya putri semata wayang kami,buah hati kami.apa yang menyakitinya sama juga menyakitiku,apa yang membuatnya sengsara pasti sama juga membuat bapak sengsara,jadi tolong jagalah putriku dan bimbinglah dia dengan baik." ujar bapak dengan mata berkaca kaca


Mas Damar pun mendekat kearah bapak dan meraih kedua tangan bapak." insyaallah amanat bapak yang telah saya terima,saya akan berusaha menjaganya sampai maut yang memisahkannya pak." ujarnya penuh dengan rasa hormat.


" Alhamdulilah terimakasih nak damar,semoga kamu adalah pria terbaik sekaligus terakhir dilembaran baru putriku." jawab bapak dengan suara lirih


"insyaallah saya akan menepati janji saya pak."


Mendengar ucapan mas damar membuat bapak dan ibu tersenyum bahagia sampai tidak sadar kedua airmata mereka mengalir karna merasa haru.sebaliknya aku juga sama merasakan hal itu.


Setelah itu aku dan mas Damar pun segera pamit pada ibu dan bapak untuk ijin keluar dan menitipkan anak anak dirumah saja.


" kalau begitu bulan izin keluar dulu ya pak ibu,bulan nitip anak anak." ucapku sambil bersalamam bergantian


" iya kamu hati hati dijalan nduk." ujar ibu


" iya bu,kita pamir ya bu Pak,Assalamualaikum." ucapku kompak dengan mas damar


" Walaikumsalam ." jawab bapak dan ibu kompak.


setelah itu aku dan mas damar pun masuk mobil lalu segera meluncur ke pusat kota,entahlah mas damar akan membawaku kemana.


" Memangnya kita mau kemana sih mas.?" tanyaku membuka percakapan


" Hari ini aku mau ngajak kamu beli sesuatu perlengkapan kebutuhanmu." jawab mas damar dengan santai


Aku pun mengeryit heran tanda tak mengerti dengan maksud ucapannya.


" Maksudnya mas.?" tanyaku penasaran


" Nanti disana kamu bisa pilih perhiasan dan baju sepuasnya untukmu." ucapnya dengan senyum menggoda

__ADS_1


" untuk Apa mas,aku tidak perlu itu aku ingin semua sederhana saja,----"


" Seserahan dari calon suaminya adalah sebagai simbol tanggung jawab seorang pria pada calon istrinya bulan." jawabnya." aku mau belikan seserahan buatmu dipernikahan kita nanti." ucapnya lagi


" Jadi begitu ya mas,soalnya dulu aku nggak pernah menjalani seperti itu." kataku dengan mimik waljah polos karena memang dihari pernikahanku sama mendiang alm mantan suamiku aku tidak menerima seserahan darinya,dan dulu aku juga tidak pernah menuntunya,yang penting sah dimata hukum dan agama.


Mas damar pun tertawa kecil sambil mengelua pucuk kepalaku yang terbungkus hijab dengan lembut." memangnya kemarin dipernikahan pertamu dulu seperti apa?" tanyanya lagi


" Aanu hanya sederhana saja mas." jawabku


"Oh baiklah jika memang sederhana,untuk kali ini aku akan membuatmu lebih bahagia lagi dari itu."


katanya sambil tersenyum


******


Tak lama kemudian mobil yang kami tumpangi oun sudah berhenti disebuah pusat perbelanjaan yang cukup.megah dan berkelas.setelah memakirkan mobil kami pun langsung masuk kedalam dan mulai berkeliling dipusat perbelanjaan yang waktu dulu hanya kulewati dibagian depan saja,saat masih menjadi istri mas Adrian.karena mallnya khusus untuk para konglomerat.dan kini sekarang aku bisa memasukinya dan langsung juga berbelanja disini.


Barang barang yang dipamerkan semua rata rata barang branded dan mewah,juga berkelas. dan ketika aku tak sengaja melihat price tag pakaian pria saja nominal harganya bisa sampai tujuh huruf.sehingga sukses membuatku menganga takjub.


" Sekarang kita ke salon martha tilaar salon Sayang." ajaknya


" Wah itu kan salon artis mas,pasti mahal nggak usah deh mas." kataku


" Tenang sayang kantong calon suamimu ini lebih dari cukup kok." ujarnya dengan bangga diiringi dengan senyum menggoda


" Nggak usah lah mas." tolakku halus


" Ayoookkk." Dia pun langsung menarikku masuk kedalam salon tersebut.


" Mas aku kan sehari hari berhijan mas nggak penting juga kan,malah buang buang uang."bisikku pelan


" Ya penting dong setelah kamu jadi istriku kamu akan selalu kupandang setiap hari sayang." ujarnya tanpa ada rasa malu sedikitpun karena banyak pasang mata mengedarkan kearah kami


" Mas jangan keras keras malu,lagian disini juga salonnya rame aku malu mas kita pulang aja." bisikku


" tenang sayang disini juga menawarkan ruang khusus untuk wanita berhijab dan premium,jadi kamu nggak usah khawatir ya,aku pesanku dulu."balasnya sambil mengedipkan mata dan menghampiri petugas salon untuk melayaniku dengan


" Mbak minta tolong kasih pelayanan yang terbaik untuk calon istriku." ucapnya pada petugas salon


" Baik pak,ayo silah mbak." petugas salon itupun mempersilahkan ku masuk salah satu ruangan khusus premium itu.


Ku lirik calon suamiku itu dibalik panel kaca tempat aku memotong rambut.dia begitu setia sambil memainkan ponselnya,sambil sesekali menoleh kearahku lalu melempar senyum kearahku membuatku tersipu malu karena kepergok memperhatikan dirinya.kulihat beberapa petugas salon yang cantik cantik dan masih muda mencoba mengajaknya bicara ketika menawarkan minum dan makanan cemilan,tapi Mas Damar tidak banyak menanggapinya dan hanya menanggapi dengan gaya senyum tipis sambil memberi isyarat jika sedang menunggu seseorang.


Seusai aku memotong rambut serta perawatan Spa yang kira kira memakan waktu cukup lama


sekitar dua jam,aku pun keluar dan menemuinya dilounge,dan dia pun langsung tersenyum melihatku datang menghampirinya.


" Gimana udah selesai?" tanyanya


" Udah mas." jawabku


" Ya udah ayok." ajaknya


" sudah sayang."


" pakai apa?kok aku tadi belum lihat mas bayar dikasir.?" tanyaku penasaran


" aku bayarnya pakai Online." jawabnya sambil tertawa kecil


Aku pun hanya merengut melihat dia menertawai kepolosanku.


" Ishhh mas." seruku menahan kesal


" yaudah yuk." ajaknya kembali sambil menggandeng tanganku


Selanjutnya dia pun mengajakku di sebuah Storw perhiasan Mahal,dan bermerek dunia yang kerap kali digunakan para artist terkenal di tv tv.


" Maa kita mau ngapain kesini.?" bisikku


" Ya mau beli perhiasanlah,masa'mau beli gorengan sayang." jawabnya enteng


" Jangan mas,disini harganya pasti mahal." bisikku menolak


" Udahh.." Diapun langsung menarikku kearah tempat perhiasan mahal itu terpajang,lalu memanggil petugas store perhiasan tersebut


" Mbak mbak." panggilnya


" Iya Tuan silahkan." jawab petugas itu


" Mbak tolong layani beri pelayanan terbaik untuk calon istriku ya,dan juga kasih rekomendasi kodel perhiasang yang paling bagus dan terbaru ya." ucapnya yang langsung disambut sopan oleh petugas blazer putih itu.


" Ayo mari silahkan duduk nyonya." kata petugas itu sambil mengarahkanku didepan sebuah etalase kaca yang didalamnya menampilkan berbagai ragam perhiasan indah berkeliau dan mahal itu.


" Sa saya minta yang harganya paling murah saja ya mbak." bisikku pelan pada petugas itu


Pelayan tersenyum menganggukan kepala sambil tersenyum sopan padaku ." baik nyonya." jawabnya sambil memilihkan Beberapa model perhiasan


Ku lihat kursi yang kududuki ternyata sangat empuk dan halus,karena dari bahan premium.tak lama kemudian seorang petugas mengantarkan


welcome drink dan kue dihadapanku.lalu mempersilahkankan ku.


" Mas ini semua bayar ya.?" tanyaku pada calon suamiku itu.


" Udah makan aja sayang,enak lho gratis." jawabnya sambil tersenyum menggodaku


" Ishhh kamu itu pasti kebiasaan." aku hanya bisa mencebikkan bibirku sedang dia malah mengulum senyumnya


" Silahkan nyonya ini seri yang paling simple." kata petugas tadi yang datang sambil mengeluarkan sebentuk kalung dengan hiasan liontin bunga yang terkesan simple namun tetap elegant.


" Maaf berapa ya mbak harganya?" tanyaku setengah berbisik sedang mas damar hanya memperhatikanku saja.

__ADS_1


" Yang ini harganya tujuh puluh lima juta nyonya."jawab petugas itu yang langsung membuat tenggorokanku kering dan menelan ludahku dengan kasar


" Apa mbak?tujuh puluh lima juta?" pekikku dan mas Damar yang bisa menggelengkan kepala


" iya nyonya."


" Apa ada yang lebih murah lagi mbak?" tanyaku bernegoisasi


" Ada nyonya,tapi Terpisah dari kalungnya hanya liontin saja enam puluh juta."jawabnya yang rasanya semakin membuat tenggorokanku semakin mengering


" Ya Allah mahal sekali." gumamku lirih tak mau menahannya


" Kalau yang cincin itu saja berapa mbak?" tanyaku lagi


petugas wanita itu lantas mengeluarkan beberapa pilihan cincin yang terlihat tampak berkilau dam begitu elegant.seumur umur baru kali ini aku melihat secara langsung perhiasan yang begitu indah itu


" Berapa mbak?" tanyaku lagi


" Yang ini harganya 130 juta,sedangkan yang berbentuk bunder oval dengan permata harganya 335 juta." jawab petugas itu yang langsung sukses membuat kedua bola mataku hampir keluar


Apa?Semungil dan sekecil itu harganya bisa sampai menjual rumah untuk memilikinya Ya Allah.aku pun membatin tidak percaya.


" Sayang ayo ambil salah satunya." bisik mas damar menyadarkan lamunanku.


" Enggak usah mas,kita beli emas saja ya." jawabku


" Iya kita juga akan beli emas juga nanti." balasnya


Dia pun terkekeh geli melihat ekspresi wajahku yang sudah tidak karuan wujudnya karena tegang,


lalu dia pun meminta pelayan tersebut untuk mencarikan satu set perhiasan lengkap dan menyuruh menjumlah totalnya.


" Carikan satu set perhiasan yang paling terbaru ya mbak." katanya pada petugas." sekaligus sekalian total."sambungnya lagi


" Baik tuan." jawab petugas itu


Mas damar pun langsung beranjak ke kasir setelah petuga tersebut menyerahkan paper bag yang didalamnya satu kotak perhiasan lengkap dengan surat surat dan kwitansinya.


" Yasudah yuk sayang." ajaknya keluar dari store tersebut.


" Mas tunggu,tadi mas bayar berapa?" tanyaku polos ketika kami sudah diluar store tersebut.


" Rahasia sayang." balasnya santai


" Kalau begitu kasih tau berapa digit nominal angkanya?" tanyaku mendesak


" Sembilan." jawabnya tanpa beban


" Astagfirullahaldzim mas." pekiku


" Biasa saja ekspresinya." jawabnya santai sambil tertawa dan menjawil hidungku


" itu berlebihan mas." keluhku


"Dengar ya sayang,sebentar lagi kamu akan jadi istri dari dokter jantung yang hebat.nanti setelah jadi istriku aku juga bakal sering sering ajak kamu datang ke pesta pesta,jadi aku harus pastikan istriku harus jadi wanita tercantik dan menjadi pusat perhatian orang." jawabnya sambil tertawa kecil menggodaku


Aku pun tersipu malu diperlakukan seperti ini,hatiku hangat penuh haru dan bahagia.


" Sekarang kita beli baju di Elzatta ya sayang."ajaknya


" aduh mas nggak usah." tolakku


" udah ayo." tanpa pikir panjang lagi dia pun langsung menggandeng tanganku dan menggengam erat untuk masuk ke toko itu.


Aku lebih memilih duduk dan tidak mau bergerak sama sekali.


" Ayo cepet bangun sayang,pilih baju sesuai seleramu." pintanya.


" Nggak usah mas,tadi kita udah terlalu belanja banyak lhoh.aku benar benar nggak ingin beli baju mas." tolakku


Mas Damar hanya menggelengkan kepalanya lalu sesaat kemudian berjalan menuju satu rak gamis yang tersusun dengan rapi lengkap dengan bungkus plastiknya,lalu mendorong ra tersebut ke meja kasir.


" Mbak tolong bungkus semuanya ya,aku beli semua." katanya pada petugas kasir


" baik tuan."


Aku terlonjak kaget melihat aksinya memborong satu rak pakaian,kedua bola mataku membola sekaligus melihat aksinya memborong pakaian gamis yang satu barisan bahanya terlihat tebal dan halus.pasti harganya sangat mahal.


" Mas satu aja ya mas ,segini udah lebih dari cukup,mas nggak perlu beli satu gerobak gini mas,nanti bagaimana bawa pulangnya mas."cepat cepat aku menghampirinya kekasir untuk menahannya namun semua sia sia


" Hehehe tenang aja bulan nanti ada petugas yang akan mengantarkanya pulang ." jawabnya tanpa beban


" Tapi semuanya ini mahal mas." ucapku setengah berbisik dan mengajaknya agak menjauh dari kasir yang tetap mengemas baju tersebut dan mentotal karena permintaan mas damar


" Kamu polos sekali sih sayang,baru kali ini aku berjumpa wanita sepertimu." ujarnya


" Ishh dibilangin kok." Gerutuku


" Dengar ya bulan,aku menginvestasi semua kebahagianku ini pada kebahagianmu,jika aku melihatmu tenang dan bahagia maka aku juga ikut bahagia." ucapnya dengan tatapan keseriusan


" Tapi ini sangat berlebihan mas." bantahku mengelak


" Selagi masih ada rezekinya sayang." jawabnyal enteng


" Ya Allah mas..." Desahku tak bisa berbuat apa apa.


" Aku sangat mencintaimu sayang." ucapnya lagi sambil menggengam tanganku erat.tanda dia menegaskan perasaanya lagi


Ya Allah bagaimana Hatiku rasanya tidak meleleh dan menghangat diperlakukan sebaik ini olehnya.


_Bersambung_

__ADS_1


jangan lupa kasih dukungannya jika suka.


happy reading


__ADS_2