Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Resmi Bercerai


__ADS_3

Assalamualaikum.


maaf Ya Othor updatenya lama banget.dikarenakan banyak kesibukan di dunia nyata author.sekali lagi maaf ya readers yang udah Relain waktu buat baca karya receh author ini.pasti udah kangen ya sama mbak bulan?atau kangen sama Om adrian?mbak Zahra? apa Om dokter nih? oke kita langsung lanjut aja ya.jangan lupa kasih dukungannya buat othor biar rajin update n nggak bolong bolong.terimakasih.\=>>>


Tiga minggu Kemudian,Hari ini adalah Hari terakhir Persidanganku,seperti biasa aku pun selalu datang sendiri,tanpa ditemani siapapun dan Anak Anak Selalu ku titipkan Bapak dan ibukku.


Ketika Aku Menuju pelataran tempat persidangan,aku tak sengaja melihat sebuah mobil taxi Berhenti tak jauh dari Hadapanku.


Dan Ternyata sepasang suami istri yang keluar dari dalam mobil taxi,siapa lagi kalau bukan Mas Adrian bersama Istri mudanya itu.


Tak lama kemudian mobil taxi tersebut pergi,sedangkan Mas Adrian bersama Zahra melangkahkan kakinya kearahku,Kami pun sempat saling bersitatap satu sama lain tanpa mengeluarkan sepatah katapun,Terlihat Zahra sedang bergelayut manja menggandeng mesra suamiku,membuat Dada ini kembali nyeri dan sesak,apalagi melihat ekspresi mas Adrian yang Hanya diam dan Acuh terhadapku,seolah olah kami sudah tidak saling mengenal.hal itu semakin membuatku sakit.


Aku pun tak sengaja melirik kearah Perut Zahra yang sudah mulai membuncit menandakan memang dia benar benar Hamil anak Suamiku,Oh Tuhan Melihat pemandangan didepanku semakin membuat dadaku bertambah sakit.


" Hmmm ternyata benar yang diucapkannya kemarin,kalau dia benar benar Hamil." Batinku dalam hati,sambil membuang nafaa kasarku


tanpa pikir panjang lagi aku pun cepat cepat melangkahkan kakiku untuk segera masuk ke ruang persidangan.


Tak lama kemudian sidang pun dimulai,aku dan Mas Adrian pun Duduk sejajar sekitar jarak satu meter dan berhadapan dengan Hakim.Namun sesekali kami saling melirik satu sama lain lewat ekor mata kami satu sama lain,setelah itu kami kembali membuang wajah kami masing masing.


Minggu 14 mei


Dengan Ini kami Para Hakim memutuskan Saudari Erika Rahmania Bulan sebagai pihak penggugat dan saudara Adrian Firmansyah sebagai pihak tergugat dinyatakan Resmi 'BerCerai'


Tok


Tok


Tok


Terdengar Suara Putusan Hakim diiringi dengan Ketukan palu menandakan bahwa kami sudah Resmi Bercerai,Itu tandanya berakhir Sudah Mahligai Rumah tangga kami.

__ADS_1


Sejenak Aku terdiam lalu membuang Nafasku dalam dalam dan melepaskannya perlahan,Jujur meski ada perasaan lega,tapi Rasa Sesak Mulai muncul melingkupi batinku lagi.Sebisa mungkin Ku tahan supaya tak meneteskan Buliran bening Dari kedua mataku.aku yakin Aku pasti Kuat,aku Harus kuat dan Strong.mungkin Ini Jalan satu satunya yang terbaik untuk kita semua.


Semoga Allah Selalu menguatkan Hatiku untuk melewati semua ini.


Setelah ini aku tak tau,bagaimana nasibku selanjutnya,Meski Aku merasa lega karena Hak asuh Anak jatuh ditanganku semua,namun Aku yakin aku pasti akan melewati banyak tantangan yang tak mudah setelah ini.dan Untuk masalah Harta gono gini masih dalan Proses lagi mengingat Kami juga sama sama punya Hak Atas Rumah beserta yang lainnya,tapi aku tidak ambil pusing yang lebih utama adalah Kedua anakku hak asuhnya sudah jatuh ditanganku dan itu juga sudah membuatku sedikit tenang.


meski setelah ini aku harus ekstra berfikir keras untuk melanjutkan Hidup bersama kedua Anak anakku.


Ku lirik sekilas Pria yang duduk disampingku itu dan sekarang sudah berstatus menjadi mantan suamiku.terlihat dia menyeka Air mata yang jatuh di pipinya dengan sebuah sapu tangan Pemberianku beberapa bulan lalu sebelum bada rumah tangga kami datang.aku pun tersenyum kecut melihat itu semua.


sedih ya pasti sedih tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terlambat dan kami harus saling mengkhilaskan satu sama lain.


" Terimakasih Mas." Aku bergumam Lirih kepadanya,namun dia sama sekali tidak menanggapi Ucapanku,malah kedua Air matanya jatuh lagi lalu segera bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan ruang persidangan tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


*****


Ketika Aku ingin menuruni Anak tangga pelataran pengadilan,seperti biasa aku pun berjalan lebih dahulu,namun entah mengapa didetik berikutnya Mas Adrian dan Zahra tiba tiba muncul dibelakangku.membuatku semakin tak nyaman dan ingin segera berlalu dari hadapan mereka berdua


Tiba tiba saja Suara Zahra memanggilku menghentikan langkah kaki,Aku pun membalikan badanku kearah mereka berdua,dan seperti biasa Posisi Zahra sama seperti tadi pagi,bergelayut manja dan mesra merangku lengan Mantan suamiku.


" Makasih atas semuanya mbak bulan." Ujarnya sambil tersenyum manis kearahku,yang ku yakini adalah sebuah senyuman Ejekan karena sudah berhasil merampas dan menghancurkan semuanya.


" Terimakasih untuk.?" tanyaku balik sambil menatap Datar kearahnya


" Ya Terimakasih atas semuanya mbak." Ucapnya secara gamblang tanpa berperasaan sama sekali


Aku pun tersenyum kecut kearahnya." Termakasih atas semuanya katamu?emm maksud dari ucapan terimakasihmu itu karena aku sudah memberikan suamiku padamu,begitu ?" Cetusku


Nampak sekali wajahnya terlihat gusar atas ucapanku,ku yakin Dia tersinggung dengan perkataanku yang begitu menohok untuknya


" Sudahlah mbak,aku tidak ingin Ribut,sebaiknya mari kita Rayakan momen ini dengan damai dan Suka cita." jawabnya enteng tanpa disaring terlebih dulu sontak membuat dadaku merasa panas kembali

__ADS_1


" Suka cita kamu ?" Sentakku sambil sebisa mungkin ku tahan Emosiku supaya tak Keblabasan,ingin sekali ku tampar mulutnya yang busuk dan lancang itu.mana ada orang yang bersuka cita setelah berpisah,dasar Wanita sinting.


" Maas."Dia merengek seolah menampilkan mimik wajah ketakutan terhadapku,sehingga Ku lihat Mas Adrian menggengam tangannya.


hal itu semakin membuat dadaku semakin sakit


" Ya Allah kuatkan hamba,kamu kuat bulan kuat."


" Bulan sudah.semuanya sudah selesai." Mas Adrian menimpali dengan suara lirih dan serak, terlihat sekali sorot matanya sendu menatapku.


Dengan Rasa berat hati,aku pun menganggukan kepalaku perlahan,kami berdua saling menatap dalam Tatapan sendu satu sama lain.


" Selamat tinggal mas,dan Terimakasih pada tahun tahun Indah yang telah sempat kau bagi bersamaku dan anak anak.semoga kalian bahagia." ucapku dengan nada Suara yang bergetar karna serasa sulit sekali mengeluarkan kata kata itu.


Sedangkan Mas Adrian Hanya terdiam saja tanpa menimpali ucapanku,aku pun segera membalikan bada dan bergegas kembali menuruni Anak tangga.


Baru saja sepuluh langkah meninggalkan mereka berdua,tiba tiba aku dikejutkan dengan suara Keras seperti Ada yang Jatuh dari tangga,diiringi suara jeritan wanita yang menggantung diudara begitu menggema


JEDDAAAAAKKKKK


"Akhhhhhhh Mas Adriannn....."


" Zahraaaaaaaaa."


Hal itu sonta membuat langkahku terhenti dan langsung sepontan membalikan badanku kebelakang.


" Ya Allah Astagfirullahaldzim." pekikku terbelalak saat melihat Darah segar yang Sudah menggenang dilantai dengan banyaknya.


_ Bersambung_


Oke Aku lanjut tambah bab lagi ya.Jangan lupa kasih Dukungannya ya.Terimakasih

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2