Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Sidang Digelar


__ADS_3

" Mas Adrian Jangan -----------"


" Rasakan ini." Sentaknya


" DOR !"


" akhhhhhhhhhh....."


" Tidakkkkkkkkkkkk"


Aku pun tersentak kaget ,lalu bangun dari tempat tidurku.nafasku tersengal sengal saat peluh keringat membanjiri Dahiku.


" Astagfirullahaldzim ,Ya Allah ternyata Hanya mimpi.Syukurlah." Desahku sambil mengela nafas Panjangku dalam dalam.terdengar degub jantungku terdengar hebat,membayangkan apabila yang tadi ku mimpikan benar benar terjaadi.


Kulirik kedua putra putriku masih tertidur pulas memeluk Boneka Doraemon dan Marsya kesukaan mereka,terlihat wajah wajah mereka damai tanpa dosa.ku dekatkan wajahku ke mereka lalu ku kecup kening mereka secara bergantian.ku benahi selimut mereka supaya tidak kedinginan mengingat Cuaca malam hari saat ini dingin sekali.


Aku pun beranjak dari tidurku,lalu menujh ke kamar mandi untuk mengambil Air wudhu dan melakukan Ibadah sholat malam.ku hamparkan Sajadah lalu ku bersujud pada Sang pencipta,memohon dan meminta petunjuk jalan yang terbaik untukku.


" Ya Allah Ya Rabb,Tunjukanlah Hamba jalan yang Terbaik bagi kedua Anak Anakku,pilihkan Jalan yang Tepat untuk kami,jangan tinggalkan kami Dalam kesesatan dan kesusahan,lindungilah kami Ya Rabb.*A*min Amin Ya Robbalamin." Ku tutup Doa dan mengusap telapak tangan diwajahku.


******


Binar Mentari Sudah Nampak menyinari di Pagi Hari ini,menggantikan Pekatnya Cahaya malam dengan Sinarnya.


Ku rapikan Seragam Kerja sambil memakai sepatu kerjaku.Terlihat Kyla dan Saga Sudah Rapi dengan pakaian mereka masing ,Kyla sudah lengkap memakai Seragam sekolahnya sedangkan Saga memakai Baju Jamper Khas Rumahannya,karena sebelumnya Aku sudah memandikan mereka berdua.


" Ayo kyla kita berangkat nak." Ajakku tapi Kyla menggeleng cepat sedangkan Putraku masih Terdiam ditempat duduknya


" Kenapa sayang kok Cemberut gitu.?" Tanyaku


" Bundaa.." Panggilnya dengan wajah sendu


" Iya sayang kenapa?" Ku lihat buliran bening sudah jatuh membanjiri kedua pipi gembilnya


" Lho sayang Kok nangis.?" Tanyaku lagi terkejut


" Kyla kemarin kan sudah bilang,kalau Kyla sama Saga Rindu Ayah." Cetusnya


" Iya Saga juga." Timpal putraku yang sedari tadi Hanya diam kini ikut bicara


" Iya sayang Bunda Ngerti kalau kakak sama Adek kangen Ayah,Tapi-----"


" Tapi Apa bunda?Ayah itu kan Ayahnya Kyla sama Saga kan?Kenapa kita nggak boleh bertemu nda" Rengeknya dengan Sorot mata penuh keberatan


" Bukan Begitu sayang,keadaan kita semuanya sudah berbeda Sayang,Kita Harus terlebih dulu----"


" Minta ijin Sama Tante Zahra Gitu bunda?apa kita harus buat janji Dulu untuk ketemu Ayah?Tapi kenapa bunda kenapa?" Potongnya cepat dengan Pertanyaan menuntut


" Bukan Begitu Kyla.." Aku berusaha membujuknya


" Kyla Pokoknya pengen ketemu Ayah,titik!"


" Saga juga mau ketemu Ayah." Adeknya pun menimpali.membuatku Bingung Untuk membujuk mereka


" Oke baik kalau begitu insyallah nanti sore kita ketemu Ayah setekah bunda pulang kerja,sekarang Kyla Ayo ikut bunda berangkat ke sekolah dan Saga Diam saja ya di rumah sama Kakek nenek ,dan nggak boleh nakal." Ujarku tidak Ada pilihan


" Bunda jangan Cuma bilang Insyallah Saja bunda,lalu bohong lagi sama kami." Cerca putriku


" Nggak sayang,bunda janji Sama kalian."Jawabku sambil menyerka kedua Air mata putriku lalu memeluk keduanya


" Kami Rindu Ayah." Cicit mereka pelan dalam pelukanku.


" Iya sayang nanti sore kita ketemu Ayah."


" Ayo bunda kita pulang ke rumah kita saja." Rengek saga


" Nanti ya sayang,kalau Urusan bunda Sudah selesai ,sekarang Bunda berangkat kerja sama Ka Kyla berangkat sekolah ya sayang,Saga dirumah aja jangan nakal nanti bunda belikan mainan baru." bujukku.


" Kami Hanya ingin Kita bisa Bareng bareng dulu sama Ayah bunda,kami Rindu Kebersamaan kami dulu bun." Timpal putriku dengan sorot mata mengiba


Hatika Terenyuh dan Pilu melihat Air mata kedua Anaku.Aku iyakan permintaam mereka,dan segera mengajak Kyla Berangkat ke sekolah sedangkam Saga sudah ditenangkan Oleh Ibu.


setelah Aku mengantarkan Kyla ke sekolahnya dan Memasrahkan pada Gurunya,aku pun langsung bergegas balik masuk kedalam mobilku.


untuk Bergegas ke Rumah sakit dimana tempatku bekerja saat ini.


Setelah sampai Dipelataran Rumah sakit,aku pun segera bergegas Memarkirkan mobilku ditempat parkiran,lalu Sebelum Aku keluar dari Mobil,aku pun Berinisiatif mengambil ponselku dari dalam tas dan mencoba menghubungi Mas Adrian


Tuttttt sambung Telpon pun terhubung.


" Hallo " Terdengar suara seseorang dari seberang sana,tapi bukan suara mas Adrian melainkan Zahra.


" Dimana Mas Adrian?" Tanyaku tanpa basa basi


" Mau Apa Lagi?"


Astaga Terdengar Suara Zahra Sangat Angkuh dari seberang sana.sangat tidak Ramah ,Dasar wanita culas,umpatku dalam Hati.


" Aku mau bicara sama Mas Adrian,Zahra!"


" Nggak Bisa ! suamiku Lagi mandi!" jawabnya dengan Ketus dan Angkuh


" Baiklah kalau begitu nanti Aku akan menghubunginya lagi." Jawabku


" Katakan saja sekarang,Apa yang Mbak bulan mau.?"

__ADS_1


" Kedua Anakku ingin bertemu Ayahnya,Apa kau merasa keberatan?"


" Tentu!" Balasnya ketus


" Baiklah jika begitu nanti aku akan bilang pada Mas Adrian." Jawabku tak kalah Emosi tapi masih bisa ku tahan


" Mas Adrian Hari ini Ada jadwal menemaniku pergi ke klinik.!"


" Tapi dia juga Harus menemui Kedua Anaknya yang saat ini tengah merindukannya." Jawabku tak kalah Sengit


" Tapi,---" Dia menjeda Ucapannya


" Stop Zahra!Jangan membantah,atau Akan Marah besar padamu!" Sentakku." Apa saat ini Kau sudah mulai mengatur kebebasan dan keleluasaan mas Adrian?" Tanyaku sinis


Dan Suasana menjadi Hening diluar sana.


" Pokoknya Aku tidak mau Tau,Jam Enam sore nanti Mas Adrian Harus Datang Kerumahku titik!,atau kalau tidak kau tanggung sendiri Akibatnya."Ancamku menegaskan


" Arggggggghhhhhh"


Terdengar Diseberang sana Membanting Ponsel,lalu segera ku matikan sambungan Telponku.Rasakan Pasti Pikirannya sekarang sedang kacau.


Tak lama Kemudian Aku pun mendapat pesan Dari pihak Pengadilan jika Sidang Pertama Besok Akan Digelar dan Aku Harus menghadirinya dengan kemantapan Hati.


*******


Hari Yang Ku tunggu tunggu selama ini telah Tiba,Setelah Perdebatan Alot Kemarin pagi dengan Zahra,akhirnya Mas Adrian mengunjungi kedua Anaknya,hal itu membuat kedua anaku bahagia dan senang sekali bisa melepas Rindu dengan Kedua Ayahnya.


Dan hari ini Aku pun memenuhi panggilan Sidang Perdana Perceraianku.Dengan Hati Penuh rasa was was,karena khawatir akan Sikap Mas Adrian yang Akan membuat tidak diterima Oleh pihak Pengadilan,tapi dengan Tekat kuat dan Yakin kalau Aku pasti bisa menyelesaikannya.


" Lhoh bunda Mau kemana?Kok Sudah Rapi.?" Tanya Kyla yang Melihatku sudah Rapi mengenakan Kemeja Blouseku.


" Iya sayang,bunda Ada sedikit Urusan Nak." jawabku kebetulan Hari ini Hari jumat aku ambil ijin libur dan Kyla memang sekolahnya Hari jumat sabtu minggu libur


" Kyla Ikut ya bun." Pintanya


" Jangan Nak,Kyla dirumah saja jaga Adek ya.bunda cuma sebentar kok.nanti pulangnya bunda bawakin Escrim kesukaan Kyla dan Saga." Ujarku membujuk


" Bunda janji ya,jangan lama pulangnya." ujarnya


" Iya sayang." Ku peluk dan ku kecup lembut kening putriku lalu aku pun segera bergegas pergi setelah pamit sama Ibu yang saat ini sedang Diruang tamu bersama Putraku sedang menonnton tv.


______


" Saudari Bulan,Jadi Apa benar Anda sudah tidak ingin bersama lagi Dengan Suami ibu.?" Tanya salah satu Petugas pengadilan yang mengawal Agenda Mediasi kami


Kami berdua Duduk saling berhadapan,bersama Lima petugas lainnya,kulirik Mas Adrian sekilas lalu segera Ku beri Jawaban atas pertanyaan mereka." Benar pak,saya Sudah tidak ingin Bersama dan Berkumpul kembali dengannya pak.!" Jawabku dengan Tegas dan Lugas


" Tapi saya tidak Bersedia dan sangat keberatan pak." Mas Adrian Tiba tiba memotong perbincangan kami


" Kenapa?" tanya salah satu petugas lainnya


" Bagaimana bu?Suami Anda menolak permintaan ibu?" Cetus mereka padaku


" Tapi saya tetap pada Awal keputusan saya pak, saya sudah tidak bisa bersamanya kembali,karena sudah tidak ada Kecocokan diantara kami." ujarku membuka Suara." Jika terus dipaksakan maka saya takut Akan semakin Rumit dan memicu pertengkaran kami ,Hal itu akan Akan berpengaruh pada Psikis kedua Anak saya dan bisa membuat Anak saya trauma,saya tetap tidak bisa melanjutkan Rumah tangga ini."


Ku beri alasan Yang paling masuk akal yang Akan membuat Permintaanku Lolos dipersidangan ini.


" Tapi bu,mungkin Suami Anda bisa memperbaiki diri demi Anda dan anak Anak Anda." Imbuh petugas lainnya


" Tidak akan bisa pak,karena Dia sudah----" Entah mengapa kedua Air mataku sudah mengalir dan membanjiri kedua pipiku begitu saja padahal sekuat tenaga aku sudah menahannya.Ingin sekali ku katakan yang sebenarnya jika suamiku telah menikah lagi tanpa seijinku.tapi itu tidak mungkin karena petugas akan berdalih jika Poligami tidak Dilarang,hal itu akan semakin menyulitkan posisiku.maka aku segera mengurungkan niatku


Aku pun beralih menatapan Mas Adrian penuh ketegasan,tapi sebaliknya dia membalas tatapanku penuh Makna,berharap Aku menghentikan permintaanku.tapi semuanya mustahil karena aku tetap pada keputusan Awalku.


" Aku tetap ingin bercerai darimu mas!Ku mohon jangan Menghalangiku lagi." Pintaku dihadapan mereka semua


" Mengapa Anda begitu Nekat sekali bu,Padahal suami Anda tetap bersikukuh tidak mau menceraikan Anda?" Kata petugas baju hijau


" Apapun itu saya tetap pada keputusan awal saya,apapun juga saya akan lakukan untuk tetap bisa berpisah darinya pak." Jawabku tak kalah tegas


" Ini Artinya sudah menutup pintu maaf pada Suami Anda bu?" tanya petuga memastikan


" Iya!dan saya tegas kan sekali lagi,saya ingin berpisah dengannya.Secepatnya!" Kataku dengan lugas dan Yakin


" Tapi saya tetap ingin bertahan pada keinginan saya pak,saya tidak ingin berpisah." Potong Suamiku cepat


" Tapi saya mau menebus Khulu' Darinya pak,dan saya tetap ingin berpisah." Jawabku bersikukuh dan penuh penegasan


" Baiklah Kalau begitu,jika keputusan Sudah tidaj bisa Diganggu gugat lagi." Dan Akhirnya para petugas menyerah dan tidak punya Alasan lagi untuk membujukku berdamai


***


Kulangkahkan kaki ku dengan sedikit Lemas,meski ada Rasa Lega menyusup Dijiwa,meski Ada Rasa Khawatir dengan biaya penebusan,tapi setidaknya aku bisa bernafas lega sudah bisa terlepas dari Pria yang Hingga saat ini masih Ada direlung Hatiku meski Sudah demi sedikit pudar karena Rasa kecewaku.


" Bulan Tunggu." Suara panggilan mas Adrian dari Arah belakangku.lalu ku percepat langkahku supaya aku tidak perlu berbicara kembali padanya.


" Bulan tunggu bulan." Dengan napas tersengal sengal dia berhasil menahan Lenganku


" Apalagi sih mas." Aku menepis tangannya." lepasin nggak!"


" Aku ingin bicara sebentar bulan."


" Cukup mas!tidak ada yang perlu kita bicarakan,semua sudah selesai." Tegasku


" Ku mohon bulan beri Aku kesempatan." Pintanya

__ADS_1


" Tidak bisa mas,aku tetap pada keputusanku,aku tetap ingin berpisah Titik.!"


" Tolong ku mohon---"


" Maaf mas aku tetap tidak bisa." Ku gelengkan kepalaku,lalu kembali melangkahkan kakiku menuju Jalan Raya,karena kebetulan aku datang Tidak membawa mobil karena Mobil terpaksa Ku rentalkan pada teman kerjaku


Di waktu Bersamaab,tak lama kemudian melintas mobil Fortuner putih Berhenti Di depanku,dan Aku tau siapa pemiliknya kalau tak lain adalah Dokter Damar.


" Hai bulan.." Sapanya setelah membuka kaca cendela mobilnya dan tersenyum ramah kearahku


" Wah,mobilnya sudah Bagus lagi mas." Balasku sambil tersenyum padanya


Ku lirik suamiku yang kini tengah berdiri tak jauh dariku ,sambil mengepalkan tangannya dan menatap penuh tidak suka,dan Kedua Rahangnya yang sudah mengeras


" Iya nih barusan mobilnya keluar dari bengkel,emm by the way ayok kuantar pulang,urusan kamu udah selesai kan?" Ujarnya sambil tersenyum Kecil kearahku,mengabaikan Mas Adrian yang semakin murka melihat keakraban kami.


" Nggak usah mas makasih,nanti merepotkan,bukankah mas Hari ini ada praktek di rumah sakit berbeda?" Tolakku Halus


" Aku Tidak merasa Direpotkan sama kamu bulan."ujarnya sambil membuka keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untukku." Yuk Ku antar." Ajaknya tak pantang menyerah


Aku pun Menyambut dan menganggukan kepala,lalu Beralih masuk kedalam mobil,namu baru saja salah satu kakiku masuk kedalam mobil tiba tiba Mas Adrian datang dan menarikku dengan kasar dan menjauhkan ku dari mobil mas Damar.


" Apa apaan sih kamu mas." Protesku


" Dengar Ya bulan,kamu masih Istriku." Teriaknya


" Lepasin mas,kamu sekarang sudah tidak berhak lagi atas diriku mas!lepasin."


" Kamu sengaja kan mau buat aku cemburu?iya kan?" Semburnya


Aku tertawa jahat mendengar penuturan konyolnya." oh Jadi mas Cemburu? wah wah hebat sekali." Cetusku dengan nada mengejek


" Jangan menguji Kesabaranku bulan!sebaiknya kau ikut pulang denganku atau naik taxi." Ujarnya


" Ayo bulan kita pulang." mas Damar pun menghampiriku dan mengabaikan keberadaan mas Adrian


" Hai Damar jangan keterlaluan kau,saya bisa menuntutmu atas tindakan yang tidak menyenangkan." Cetus Mas Adrian


" Ayo bulan kita pergi." Ajak Mas Damar terus mengabaikan Ancaman Mas Adrian


" Kau dasar Bedebah.!" Tanpa pikir panjang lagi Mas Adrian ingin menarik kerah baju milik Mas Damar namun aku segera menghalanginya


" Hentikan mas!Apa kamu lupa dan tidak jera atas kejadian Dikantor polisi beberapa waktu lalu?minimal kamu mengingat Dia pernah menyelamatkan nyawamu mas." Cercaku pada mas Adrian


" Tapi Pria ini sudah keterlaluan,berani sekali dia mencoba ingin merayu istri Orang." Desis Mas Adrian dengan Sorot kilatan mata memerah


" Tapi aku tidak merasa Dia merayuku mas!begitu pula aku juga tidak akan gampang tergoda."elakku


" Omong Kosong!jelas jelas Gesturmu melihatkan kalau kau menyukainya." Ia membalasku dengan tegas dan penuh amarah


" Ayo bulan,kita sudah terlambat." Potong Dokter Damar sambil melirik jam tangannya


" Iya mas."


Ku lepaskam cekalan tangan mas Adrian dari tanganku dan mendorongnya menjauh dariku


" Bulan Jangan Nekat kamu." Teriak mas Adrian


" Cukup mas,atau aku akan semakin membencimu!" sentakku saat aku menoleh kearahnya.tanpa basa basi lagi aku pu segera masuk kedalam mobil bersama Dokter Damar.


lalu dengan Cepat dokter Damar menancapkan gas mobilnya meninggakkan Tempat pengadilan tadi.


" Ternyata Suamimu Cemburu.?" Kata Mas Damar membuka suara setelah beberapa saat kami saling terdiam.


" mungki ,tapi Aku sudah tidak peduli." jawabku tanpa beban


" Jadi dia mencemburuiku rupanya." Ujarnya sambil tetap fokus mengemudi


" Dia akan mencemburui siapapun yang dekat denganku mas." Balasku


" Sangat berlebihan sekali Adrian." Tukasnya


" Tapi aku salut sama kamu mas,Tidak mudah untuk dipanasi dan pandai menjaga diri." Balasku tersenyum getir


" Seharusnya sikap Seorang laki laki seperti itu bulan,bagaimana Nanti aku bisa menjaga diri Istri dan Anakku kelak,jika Aku masih tidak bisa mengendalikan Sikap Ego dan tempramanku,itu sungguh tidak lucu bukan?" Tuturnya


" Betul juga sih yang mas bilang." Desahku pelan


" Aku berharap Jika suatu hari aku ditakdirkan Akan berjodoh dengan seseorang kembali,Calon imamku bisa melindungiku dan juga menjaga kehormatan dan perasaanku." Tanpa sadar aku sudah melantur Aneh seperti itu,sambil menerawang angan anganku dimasa depan


" Kalau Begitu Aku Akan Menjagamu." Tutur Mas Damar Denga lembut dan tiba tiba,membuatku menoleh kearahnya sambil membulatkan kedua bola mataku


" Maksud kamu mas?" Tanyaku dengan ekspresi bingung


" Aku Yang Akan menjagamu bulan." Ucapnya sambil beralih menatapku dalam dalam.


" Mas Aku nggak ngerti maksud kamu." Jawabku dengan wajah kikuk


" Ya udah kalau gitu hehehehe." Dia lalu mengedikan bahunya dan tertawa kecil kearahku sambil tetap fokus menyetir


" Ih apaan sih nggak jelas Banget ni dokter." ucapku cemberut menahan kesal


sedangkan Dia semakin tertawa Terpingkal pingkal saat melihat bibirku mencebik tanda merajuk,dengan Gemas dia mengelus kepalaku yang tertutup dengan jilbab pasminaku.sambil terus mengulas senyum padaku


_Bersambung_

__ADS_1


Maaf ye othor kemari nggak sempet Double up.soalnya banyak Urusan didunia Nyata Othor.Udah aku panjangin babnya ya.semoga suka.


Happy Reading


__ADS_2