Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Tegang


__ADS_3

Sepanjang Perjalanan Dari Rumah Mas Adrian,aku sudah tidak mampu membendung Air mataku yang sudah meleleh membanjiri kedua pipiku.Aku tersenyum kecut membayangkan Rumah impianku dulu kini sudah beralih menjadi istana baru oleh wanita lain.mulai dari Perabotan,Dekorasi,aksesoris bahkan dia dengan Kejam membuang Barang barangku yang masih tertinggal di gudang.sungguh membuat dadaku Nyeri seketika mengingatnya.


Sebaliknya aku juga tidak habis pikir dengan Mas Adrian,yang mengikuti kemauan Zahra,entah dari mana dia mendapatkan uang,padahal Zahra sendiri Yang bilang jika Ekonomi mas Adrian lagi tidak stabil Abinya Zahra yang memfasilitasi itu semua,mengingat Abinya Zahra termasuk orang berada Dan terpandang dikota ini.


Ku ingat kembali nama sosok Pria yang sebentar lagi akan menyandang gelar sebagai manta suami itu,Adrian Firmansyah begitu aku mengeja namanya.aku tidak Habis fikir kenapa Mas Adrian membiarkan Zahra membuang barang barangku,sedangkan Aku Masih berstatus Istrinya juga.seolah olah Mas Adrian membenarkan jika Memang sudah tak membutuhkanku lagi.padahal posisi kami masih belum bercerai.


" Tega kamu mas!.jahat kamu!" Desisku sambil mengumpatinya,menghirup nafas dalam dalam,supaya rasa sesak didada sedikit berkurang.


" Andai saja aku tak datang ke rumah itu langsung,pasti Aku tidak akan merasa sakit." Ujarku Lirih sambil menahan sesak didada.namun Otaku masih waras untuk fokus menyetir.


Drrrrrtt Drrrrrt


Tiba tiba ponselku miliku bergetar,dengan menggunakan tangan kiriku aku pun mengangkat telpon dari ibu.sedangkan tangan kananku masih fokus.


" Hallo Assalamualaikum ya bu.?"


"walaikum salam bulan,kamu dimana.?" jawab ibu dari seberang dengan suara panik


" Iya Kenapa bu,bulan masih Ada dijalan." jawabku sambil tetap fokus menyetir


" Dari tadi kedua anakmu nanyain kamu terus cepat balik ya nduk." pintanya


" Iya Bu."


Tak lama kemudian Telpon ku segera Mematikan dan Kembali Fokus melajukan Mobilku.meski Perasaan Sedih masih menghinggap,tapi sebisa mungkin ku tepis semua Rasa itu,aku tidak ingin pulang memperlihatkan Keadaanku dalam keadaan bersedih.


Tak lama kemudian ,mobilku pun sudah sampai Di pelataran Rumah bapak.setelah aku Turun dari mobil kedua Anakku pun menyambut dan menghambur kedalam pelukanku


" Bunda,bunda dari mana.?" tanya putri Sulungku Kyla sedang Saga putriku Hanya diam saja didalam gendonganku


" Em bunda Habis dari tempat kerja nak." Jawabku sedikit canggung


" Kok Baju bunda gak seperti biasanya bun.?" Tanya Kyla yang memang sedikit kritis


" Eh iya sayang,maksud bunda tadi ada urusan sebentar nak." Kilahku


" Kyla sama adek sudah makan sayang?" tanyaku lagi dan dijawab oleh gelengan kepala


" Saga mau ketemu Ayah bunda."


" Apalagi Kyla Bun,udah kangen banget sama Ayah." Sang kakak pun tak kalah merengeknya menimpali ucapan sang Adek.


Dadaku terasa engap dan Nyeri mendengar Rengekan dari Kedua Anakku,pasalnya untuk saat ini mereka sudah tidak bisa leluasa bertemu dengan Ayahnya.Apalagi setelah tau Zahra Hamil,pasti Ada aja macam Alasan untuk lebih mementingkan Kebutuhan utama istri mudanya itu.


Aku sudah tidak ingin bimbang lagi untuk melanjutkan keputusanku,untuk memilih diantara Suamiku dan Mas Damar,jika nantinya kami tetap tidak berjodoh dengan mas Damar,maka aku akan tetap memilih mundur dan membebaskan diri dari pernikahan yang sudah tidak sehat ini.


" Aku pasti bisa menjalani ini semua,harus bisa pokoknya." Ucapku dalam hati sambil memeluk kedua Anakku dalam dekapanku.

__ADS_1


" Ayok nak kita masuk kamar,istirahat dan bobo."ujarku


" Tapi kita besok bisa ketemu Ayah kan bunda?"tanya Kyla memastikan


Aku pun tersenyum getir dan terpaksa menganggukan kepalaku,meski Hatiku sendiri Ragu.


" Iya sayang,ya sudah yuk kita bobo." ujarku lalu kedua Anakku menganggukan kepala.dan kami bertiga masuk kedalam kamar


********


Saat ini Aku sedang Berdiri diatas tebing menikmati pemandangan Kilauannya langit Biru diatas Permukaan Air laut.


Debur debur ombak serta tiupan Angin laut melambai lambai,menambah suasana syahdu Di sore Hari menghiasi pemandangan Pantai.


Terlihat Tak jauh dari pandanganku seorang Laki laki bertubuh Tegap mengenakan kemeja putih sambil membawa Seikat buket bunga mawar merah ditangannya.Ya Dia adalah Mas Damar laki laki yang akhir akhir ini dekat denganku.


Dengan langkah Lebarnya dia berjalan menghampiriku sambil melempar senyum rupawan Yang menjadi Khasnya.


" Bulan.." Sapanya dengan Senyum Khas menawannya yang sangat meneduhkan Jiwa ketika dia sudah berada didepanku


" Iya mas." Balasku dan Juga Membalas tersenyum kepadanya.


" Ini Untukmu." Ujarnya sambil menyodorkan buket bunga kearaku." Bunga yang Cantik untuk bidadari cantik sepertimu." Sambungnya dengan Gombalan Receh dan tatapan lembut yang mampu memompa degub jantungku.


" Makasih mas." Ucapku sambil ku terima buket bunga itu


" Boleh mas ada Apa.?" Jawabku setengah gugup menahan Perasaan gugup yang mulai berdebar debar tidak karuan


" Mulai Hari ini aku ingin berbagi Hari,bersamamu dan membesarkan Anak anak,hingga maut memisahkan kita.maukah kamu menerimaku sebagai Imammu sekaligus ayah dari kedua anakmu?"


DEG


" Ma maksudnya gimana mas.?" Jantungku serasa mau Copot mendengar Perkataan mas Damar.


" Erika Rahmania Bulan,maukah kau menikah denganku?ibu dari Anak Anakku?" Ucapnya lagi sambil mengeluarkan Kotak beludru berwana merah Hati,lalu membuka kotak dan mengeluarkan Cincin indah yang dihiasi pertama biru.dia pun berlutut didepanku sambil menatapku penuh Harap.


Jantungku Rasanya berdebar debar tidak karuan,bagaimana ini tandanya mas Damar saat ini sedang melamarku.aku bimbang mendengarnya,karena bayang bayang Mas Adrian tiba tiba saja muncul melintas dipikiranku.aku belum bisa membuang semua kenangan tentang suamiku,aku belum siap.


" A Aku bingung mas,aku nggak tau." jawabku Ragu ragu


" Ku mohon bulan,jika kamu masih Ragu dan bingung,maka izinkan aku tetap berharap dan menunggumu." Ujarnya sambil menyentuh jemariku.


Aku bingung harus memberi jawaban apa untuk mas Damar,sedangkan Hatiku masih galau dan bimbang.Seakan Paham Akan Kegelisahanku,Mas Damar pun membawaku kedalam pelukannya.membelai pucuk kepalaku sambil memberi ketenangan untukku.lalu dia pun membisikan sesuatu padaku.


" Aku Akan Menjagamu bulan." Bisiknya sambil memberi sentuhan lembut yang membuatku sejenak terlena dalam dekapannya.


Dan

__ADS_1


DOR!


Aku pun tersentak mendengar sebuah suara Keras yang memecahkan Gendang telingaku yang begitu memekik.Tiba tiba Mas Damar perlahan melepaskanku dari pelukannya.Sorot matanya yang teduh kini Menjadi Nanar dan tak lama kemudia Tubuhnya pun Ambruk ke tanah.


Brukk


Tubuh Mas Damar Pun akhirnya tumbang dan limbung tersungkur ditanah.aku pun bingung melihat itu,apa yang sedang terjadi.kulihat tiba tiba dari dalam mulutnya mengeluarkan darah segar.lalu ku tangkap ada bayangan sosok laki laki dewasa dibelakangnya.


kedua bola mataku membulat penuh setelah tau siapa sosok laki laki yang Ada dibelakang mas Damar sambil menggengam sebuah pistol yang baru saja diarahkan ke Mas Damar


" Mas Adrian." Aku menjerit Penut keterkejutan dan kemarahan


Dia masih Diam dan mematung menatap nanar kearah kami,sambil membawa Pistol Revolver yang masih dia genggam ditangannya


" Mas Kenapa kamu Tega melakukan itu." Teriaku marah sambil menopang kepala mas Damar di pangkuanku


" Karena Dia pantas Mendapatkannya Bulan.!" ucapnya tegas dengan wajah Garangnya


" Tapi Dia tidak bersalah mas.!" Balasku sambil terus menekan Luka Mas Damar


" Tolongggg..." Teriaku menjerit meminta bantuan namun naas suasana Pantai sedang sepi."Kumohon mas Damar bertahanlah." Sambungku pada Pria yang kepalanya berada dipangkuanku,dia terlihat menggeliat seperti orang sesak napas.dan darahnya pun menyembur Keluar


" Astagfirullah mas Ya Allah Tolong..." Aku kembali teriak supaya ada yang membantuku namun lagi lagi tak ada satu orangpun yang mendengar jeritanku karena keadaan sepi


" Jika Aku Tidak Bisa Memilikimu,Maka tak seorangpun Pria Lain Boleh Memilikimu." Ucap Mas Adrian sambil mengarahkan moncong pistol tersebut kearahku.


" A Ap Apa maksudmu mas?Apa yang ingin kamu lakukan.?" Tanyaku dengan Gugup saat Moncong pistol itu sudah tepat tertuju kearahku


" Kau Dan Dokter B*ngsat itu Harus mati ditanganku Bulan!" jawabnya lantang dengan wajah menyeringat Jahat


" Kau gila mas Kau gila." Teriaku


" Ha ha Aku memang sudah gila Bulan,dan itu semua Karena kau." Tudingnya dengan sorot mata tajam yang menghunus kearahku


" Hentikan mas Hentikan."Jeritku


" Hahahahahaha." Dia Tertawa menggelegar sambil mulai menarik Pelatuk pistol tersebut dan bersiap menancap ditubuhnku


" Mas Adrian Jangan ---------"


DOR!!!!!!!!!!!


_Bersambung_


hai hai maaf ya updatenya Lama,dan Dikit tapi Insyallah Hari ini akan Double Up.ditunggu Ya.


Happy Reading

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2