Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Kebingungan Adrian


__ADS_3

Hari ini suamiku tidak masuk kantor.dia menjaga Kyla dan juga serta membantu Zahra untuk membereskan kekacauan Rumah,sedang Aku hanya menjadi Pemantau mereka berdua saja.namun kali ini Tubuhku yang lemas membuatku Hanya berbaring saja di ranjang tempat tidurku sambil sesekali mendengar percakapan kecil mas Adrian yang meminta pengertian Zahra agar dia mau disiplin dan menuruti peraturan dirumah ini.


Mas Adrian pun juga memintanya untuk selalu menjaga kebersihan supaya Aku tidak Marah marah dan mengamuk lagi.


"Hmmmm heran sekali aku sama wanita itu,tentang kebersihan saja harus perlu di peringati berkali kali dan di breifing." Subhanallah sekali wanita itu."Aku menghela nafas Kasar dan mengelus dadaku berkali kali.


Krek


" Bunda." suamiku membuka pintu kamar dan mengintipkan kepalanya dari balik pintu,lalu melempar senyum yang manis sekali


" Hmm Apa.?" Jawabku Lirih


" Aku buatkan bubur kesukaanmu ya bunda.?" tawarnya


" Gak usah mas." Aku menolak


Dia pun melangkahkan kakinya untuk menghampiriku dan duduk didepanku,lalu membelai wajahku dengan lembut." Lihatlah bunda,pipimu semakin Tirus dan dan kedua matamu berkantung,aku belikan vitamin dan Skincare baru ya sayang." tawarnya dengan Sangat tulus aku melihat dari Sorot mata sendunya.


Aku tertawa getir melihat sikapnya,dulu Aku akan merasa senang dan Tersanjung Akan perlakuan manisnya sekarang,namun yang ada sekarang terasa Hambar dan sia sia.segala kebaikannya bagiku hanyalah membuatku supays Aku mau menerima Zahra dirumah ini,tidak segampang itu bagiku.


" Nggak perlu mas." Jawabku


" Rumah udah dibersihkan kok bunda sudah rapi dan beres semua." Ujarnya sambil mengacung kan jari jempol lalu tersenyum berusaha menghiburku


" Dengar ya mas." kataku lirih sambil meloloskan Airmataku dan menatap lekat lekat suamiku." Selama wanita itu masih disini aku tidak akan pernah merasa bahagia." Gumamku pelan dan Lirih


" Sayang dengarkan Aku." Mas Adrian meraih tanganku dan menggenggamnya Erat." Dia itu juga Istriku,yang posisinya dalam Agama sama saja denganmu,lalu mas Harus bagaimana.?"


" Minimalkan pindahkan dia dari rumah ini mas.jujur Aku nggak bertahan mas,atau kalau begitu kamu ceraikan saja aku mas,biarlah aku saja yang mengalah,lalu mas bisa pindah dari rumah ini dan bahagia bersama wanita itu dan memulai Hidup baru." ucapku yang sebenarnya menahan sesak didada.

__ADS_1


" Tapi ini kan juga Rumah mas Bulan." Ucapnya manja dan Mencoba merengek Merayuku


" Ini Rumah yang kita bangun untuk mewujudkan mimpi kita untuk tetap hidup bersama hingga dihari tua mas.Anda saja sebelumnya mas mengatakan jika Rumah ini akan dibagi menjadi Tiga dan Dua ranjang,aku tidak akan pernah menyetujui dari awal mas." Desisku dengan suara yang nyaris tak terdengar karena lirih.


" Dengar sayang,kalau kamu terus menerus seperti ini,nanti kondisimu bisa drop dan sakit,ku mohon bulan.----" ia menggengam tanganku dan menatapku penuh keseriusan


" Kalau kamu peduli dengan kesehatanku,kamu tidak akan membawa wanita itu datang kerumah mas dan tidak akan menghianatiku." Ucapku.


" Hey sayang dengarkan aku ya,sedikitpun aku tidak ada niar untuk mengianatimu,Aku begitu mencintaimu bulan,kamu tau sendiri kan posisiku amat sulit dan terhimpit Janji yang kubuat sendiri,dan saat abinya menagih,aku hanya bisa melaksanakan Apa yang kujanjikan dulu.sama sekali aku tidak bermaksud untuk menghianatimu,karena Aku sangat mencintaimu." Bujuk suamiku dan mendekatkan waajahnya untuk menatap wajahku dengan serius.


" Itu tidak mungkin mas,bagaimana bisa hatiku berkumpul dalam dua cinta bersamaan,mustahil itu bagiku mas."


" Dengar bulan,sesungguhnya Aku lebih sangat mencintaimu." Bisiknya dengan lembut


" Jangan Berdusta kamu mas." Ku dorong wajahnya pelan yang berusaha mendekat kearahku.


" Demi Allah Bulan aku tidak berdusta." katanya penuh keyakinan


namun kulihat Wajah Zahra murung dan sukses membuat wajah cantik itu mendung dikelopak istri mudanya itu.


" Ja jadi begitu ya mas." Ucapnya lirih dengan Sudah Leleran Air mata yang sudah membanjiri pipinya.


Mas Adrian pun membalikan badan,dan Alangkah betapa terkejutnya dia saat mendapati sosok istri mudanya mendengar semua rayuannya padaku aku hanya tersenyul simpul melihat pemandangan didepanku.


" Aku tidak tau kalau mas menikahiku karena sebuah janji yang Mas Anggap beban." Ucap Zahra Suara dengan suara bergetar.


Dia langsung meletakan nampan diatas nakas ,lalu menjauh dari kamarku,sedangkan Mas Adrian langsung menyusulnya dan meraih tangannya.


" Zahra Dengarkan Aku dulu." Terlihat Mas Adrian mencekal lengan Zahra dan menahanya didepan pintu kamarku.

__ADS_1


" Lepasin mas."


" Tidak Zahra,dengerin penjelasanku dulu,maksudku bukan begitu.....Zahra tunggu Zahra..." Dia memanggil dan mencoba mengejar Zahra yang Sudah berlari meninggalkannya


" Tunggu mas Zahra." Terlihat mas Adrian berhasil menahan Zahra " Tadi mas nggak bermaksud membuatmu terluka,mas hanya lagi bicara sama mbak Bulan ." Bujuknya sambil merengkuh kedua bahu Zahra


Aku berusaha menegakan tubuhku untuk mengintip mereka yang tengah berkonflik tak jauh dari depan kamarku.


" Jadi mas Tadi hanya menghibur Mbak bulan saja kan.?" sayup sayup aku mendengar Percakapannya dan juga istrinya.


Aku tau mas Adrian pasti akan sulit memberi jawaban Atas pertanyaan istri mudanya itu,


aku yakin jika dia mengiyakan pertanyaan istrinya itu,maka itu artinya dia akan tahu jika aku pasti akan marah kembali padanya.sedangkan jika dia menjawab tidak maka Zahra Akan marah dan kecewa lalu membuat Istri mudanya itu terluka.sungguh sangat sangat membingungkan bagi Seorang Adrian saat ini.


" Eng itu a anu tadi,mas Hanya bicara tentang.----" Mas Adrian menjeda Ucapannya karena binngung harus mengeluarkan jurusnya karena kehabisan kata kata.


" Membicarakan tentang siapa yang mas paling cintai kan.?" Sambung Zahra memotong ucapan Mas Adrian


" Aku nggak pernah memaksa mas,untuk nikahin Aku." Ucapnya Lirih dan tatapan sedihnya.


" Aku nggak kepaksa Zahra." Balas Mas Adrian dengan tatapan lembut,sungguh membuat Hatiku sedikit ngilu.


" Tapi aku tadi dengar semua itu mas."


Mas Adrian Hanya terdiam dan membungkam mulutnya,membuat Istri mudanya itu Terlihat kecewa dan Muram,lalu langsung beranjak pergi masuk kedalam kamar dan menguncinya dari dalam,sedangkan Mas Adrian terlihat Kelimpungan sambil mengetuk pintu kamar Zahra.


" Zahra buka pintunya,mas tidak bermaksud membuat sedih Zahra tolong buka pintunya." terlihat dia sangat kebingungan dan Khawatir dari Gesturnya.


Sedangkan Aku Hanya bisa menatal dari dalam melihat kebingungan Mas Adrian Menghadapi Istri mudanya sedang merajuk kepadanya,entahlah Apakah Aku harus senang dan menertawakan mereka berdua karens Saat ini Hatiku juga sangat terluka.

__ADS_1


_Bersambung_


Happy Reading


__ADS_2