Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Pergi dari Rumah.


__ADS_3

Mas Adrian Menghampiriku dengan Garang,dan menyeret lenganku Dengan Kasar.


Plakkkk !!!!!


" Kamu sudah benar benar keterlaluan Ya bulan.!" Sentaknya dengan Rahang kokohnya yan7g sudah mengeras menahan Amarah.


Sebuah Tamparan keras dari tangan Kokoh Suamiku mendarat Di pipi kananaku.membuatku merasakan pedih dan sensasi panas di pelipis dan tulang ekor mataku. telingaku sempat berdenging karena mendapat pukulan keras itu.


"Mas." Ucapku lirih sambil ku tatap dia dengan Leleran Air mataku yang sudah jatuh.sedangkan Zahra mundur dengan Wajah yang ketakutan


" Kalian berdua benar benar membuatku malu." Sentaknya dan Berdesis menatap kami bergantian.


" Ma maaf mbak,aku tidak bermaksud membuat mbak bulan marah,dan membuat mas malu." Cicitnya membela dirinya.


"Apa yang kau lakukan ini Bulan.!kupikir kalian akan mengangkat derajatku,derajat keluarga kita." Sembur mas adrian


" Hahahahaha." Aku tertawa getir mendengar Ocehannya.


" Apa mas?kau bicara tentang derajat?kamu sadar nggak mas sesungguhnya kamu yang sudah menyabung kami didalam Rumah ini." Seruku


dengan nada Sinis


" Kalian berdua ini Istriku,bukan Binatang.!" Teriaknya


" Terus lantas kenapa kau satukan kami dalam satu Rumah,seperti binatang peliharaan?bukankah istri adalah Amanah dari Orang Tua dan Perhiasan dunis bagi seorang pria.?" Ucapku kesal


dengan napasku yang memburu karena diliputi rasa amarah yang sangat meletup letup


" Jika kamu menghargai kami,seharusnya kamu memperlakukan kami sebagai istrimu,memberikan Solusi yang baik bukan seperti ini,kamu benar benar pria serakah mas.!"


aku membalas tak kalah sengit,lalu dia iingin menghampiriku dan sudah bersiap mengangkat tangannya lagi untuk memukulku.aku pun tak ingin terlihat lemah dan menangis saja,aku juga menghampirinya dan balik menantang.


" Apa?mas mau pukul aku?ayo pukul mas?tunjukan pada Zahra istri tercintamu itu bahwa kau mampu memukulku dengan Benar didepannya." Tantangku


Namun terlihat Ragu lalu menurunkan tangan kekarnya." Kau sudah sungguh sungguh keterlaluan Bulan,padahal aku sudah berusaha Mengambil hatimu dan berbicara baik padamu."


" Cih mengambil hatiku katamu mas.?" hahahaha aku Tertawa keras untuk menutupi Kehancuran Hatiku.


" Lihatkan sekarang bagaimana kau memperlakukan istri tuamu seperti barang Rongsokan bekas,yang habis manis sepah dibuang.lihat kan lihat.!" Teriaku." Kau siksa Batin dan ragaku sesuka hatimu mas ,kau pikir kau mampu membayar kepalaku dengan Harga berapa mas?Apa karena Istrimu yang satu itu lebih mahal Harga Maharnya dibanding dengan seperangkat Alat Sholat Hah.?"

__ADS_1


" BULAN.!!!!!!"


" APA KAU INGIN MENCOBA MENDOMINASIKU DAN MENEKANKU MAS."


aku pun tak kalah sengit membalas bentakan suamiku.suara kencang dan menggelegar dari mulutku membuat beberapa tetetangga berkerumun dan mengintip dijendela Rumahku.wajahku rasanya sudah terbakar oleh Api amarah.


Aku pun merangsek keluar rumah dengan hijab yang sudah tak beraturan.lalu ku buka pintu Rumah lebar lebar.


" Hai kalian,kalian pasti ingin tau kan,kenapa Rumah ini selalu Ada keributan.akan ku beritahu semuanya." Teriaku didepan para tetanggaku.


" Bulan...." Mas Adrian mencoba menahanku dan membawaku masuk kedalam Rumah.


tapi Aku tidak peduli,sudah kepalang basah mereka menyakitiku,sampai Tak punya hati.bukan rasa sakit Tamparan keras yang membuatku terluka dan kecewa.tapi jatuhnya Harga diriku didepan Zahra membuat emosiku meledak.dia memperlakukanku seolah olah pembantu yang tidak berharga.


" Ku beritahu semua ya kalian, Mas Adrian itu sudah menikah lagi dan dia membawa istri barunya ke rumah ini,dan membuatku disini melayani mereka dan menjadikanku seperti layaknya pembantu.kalian puas mendengarnya kan ibu ibu."Seruku


Terlihat ibu ibu saling pandang dan saling tatap dan berbisik bisik.disaat yang bersamaan Kedua anaku kyla dan saga kembali dari rumah mbak ima dan menghampiriku.


" Bunda bunda, bunda kenapa hiks hiks hiks." terlihat kedua anakku menangis melihat keadaanku yang kalap dan sudah berantakan.


Kuraih Kyla dan Saga dalam pelukakanku,lagi kami Menangis bersamaan didepan Teras rumah.disaksikan para tetangga.


" Baiklah,Kyla saga ayo kita pergi dari rumah ini nak,kita sudah tidak berhak untuk tinggal disini."Ucapku sambil membangunkan kedua anakku.


" lantas kamh mau apa?mau membunuhku?silahkan tapi aku tidak takut dan tetap membawa kedua anaku."Sentakku.


lalu terjadilah adegan saling tarik menarik anak,membuat kedua anakku menjerit menangis dan ketakutan.


" Lepaskan kedua anakku." Bentaknya


" Kamu yang harusnya lepaskan." balasku tak kalah sengit.


Tetangga menjadi riuh dan mau tak mau ikut melerai kami,Mbak ima dan Adiknya meraih Kyla dan Saga untuk digendongnya dan membawanya keluar,sedangkan kedus anaku menangis dan menjerit memanggil namaku.


" Kamu ibu Yang Gila dan tidak Waras Bulan." Teriaknya menudingku


" Aku menyesal telah menikahimu Bulan.!"


" Baik,kuterima ucapanmu mas,kuanggap itu sebagai talakmu.!" lalu aku beralih menatap Zahra yang masih berdiri mematung tak jauh dari kami

__ADS_1


" Puas kan kamu sekarang wanita sok suci,dasar jalang,aku memang pergi dari Rumah ini,tapi Demi Allah,demi Rasullullah aku tidak pernah Ridho atas apa yang didalamnya dan juga hasil jerih payahkuselama ini.selamat semoga kalian berbahagia." ucapku sambil menangkup kedua belah tanganku dihadapan mereka berdua.


Setelah itu Kusambar Koper diatas lemariku,kumasukan beberapa pakaianku dan milik anakku,dan tak lupa kumasukan beberap berkas berkas dokumen penting kedalam koperku.


kuseret koper dengar kasar dan menyeretnya melewati mereka berdua.bersiap meninggalkan Rumah.rumah yang banyak memberiku berjuta kenangan baik menyenangkan atau Menyakitkan


" Kyla Saga ayo naik nak." Ucapku saat sudah didepan mobil


Mbak ima pun membantu Kyla dan Saga Masuk kedalam mobil,lalu kedua bocah itu Ku kupakaikN sabuk pengaman dan duduk duduk didepan.


tak lama kemudian Pak Rt dab bu Rt menghampiriku yang akan masuk kedalam mobil.


" mbak bulan,mbak bulan mau kemana mbak.?" tanya Bu Rt dengan raut Wajah prihatin


" Saya mau pergi pak bu,karena mas Adrian sudah menjatuhkan talak padaku."


" Tidak,itu tidak benar." mas Adrian menyela dengan sanggahannya didepan pak Rt dan bu Rt


" Terus saja berkelit Hingga Air laut berubaha rasa jadi Manis dan Kering."Cetusku


Aku pun langsung masuk kedalam mobil dan duduk dikursi kemudi lalu menstarternya.


Ketika mobil hendak keluar dari halaman Rumah,mas Adrian mencoba berusaha mengejarku dan membujuku.tapi aku sudah tidak peduli itu.tetap ku tancapkan Gas mobilku.


"Bulan Hentikan,tolong maafkan Aku Bulan,tolong jangan pergi." Teriaknya dari kaca luar mobilku dan mengebrak gebrak kaca mobilku.


Lalu ku tarik Persneling dan kuinjak pedal gasku lebih Cepat lagi.hingga membuatnya jatuh tersungkur dijalan.aku hanya melirik sekilas lewat spion Belakang.


Kedua anakku menangis dan menjerit melihat pemanandangan dibelakang mobil


" Bunda kasihan ayah jatuh."


" biarkan saja Kyla,ada ibu baru yang Akan membantunya." Kataku sambil melajukan mobilku lebih kencang lagi,kedua anakku hanya bisa menangis menerima kenyataan ini.


" Aku pastikan akan membuat mereka menyesal karena sudah menyakitiku dan juga kedus putra putriku." gumamku dalam hati.


_ Bersambung_


Gimana sampai disini apa sudah membuat Para readers lega.

__ADS_1


jangan lupa kasih dukunganya jika suka maaf kalau masih banyak Typo yang bertebaran


happy Reading


__ADS_2