
" Mas, sudah cukup lepasin." kataku sambil melepas diri dari dekapannya.
Dia pun terlihat mengeryit Heran sambil menaikan sebelah kanan alis tebalnya,namun tetap tersenyum.
" Kenapa sayang hemm?" tanyanya lembut
" Mas Lupa kalau kita belum menikah?nanti jadi fitnah mas." tuturku dengan canggung
" oiya maaf lupa saking gak kuatnya nahan rindu."Cicitnya sambil mengulas senyum tipis dan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
" jadi kan kekamar mandinya.?" tanyaku mengingatkan
" Ah ya sampek lupa,gara gara lihat kamu cantik banget sih makanya nggak fokus." Kelakarnya
" Dasar modus."Ujarku dan dibalas dengan senyuman manis olehnya.
" Yaudah aku kekamar mandi dulu ya sayang." pamitnya dan langsung ke kamar mandi.
Sedangkan aku hanya bisa menggelengkan kepala saja melihat kelakuannya.
******
Dan kini acara sudah benar benar sudah berakhir,dan mas Damar dan keluarganya juga sudah berpamitan untuk pulang ke rumah masing masing.kini hanya menyisakan aku bapak ibu dan kedua anakku.
Kuajak kedua anakku untuk beristirahat dikamar,setelah aktivitas seharian yang sedikit panjang dan melelahkan bagi mereka berdua.Saga putra bungsuku tak lama setelah main bersama kakaknya pun sudah terlelap.sedangkan Kyla kini masih saja belum mengantuk.
" Bunda bunda." panggilan dari anakku
" Iya sayang kenapa nak.?"ujar ku." kok belum tidur?" sambungku
" belum ngantuk bun."cicitnya
" Yasudah yuk bubuk." ajakku
" Kyla mau tanya bun."
" Apa sayang.?"
" Om damar Sebentar lagi akan jadi Ayahnya Kyla dan Saga ya bun.?" tanyanya
Ku tatap mata bulat polosnya yang selalu memberiku semangat serta menghilangkan berbagai macam kesedihan selama ini,mencoba memahami akan maksud dari pertanyaannya kali ini sekaligus memberinya pengertian.
" Memangny kenapa sayang?" tanyaku
" Kalau Om Damar jadi Ayah Kyla dan Saga,apa Om damar akan sayang sama kami? dan tidak akan pernah ninggalin kami bun?"
Aku tau itu adalah sebuah pertanyaan yang mewakili perasaan Putriku yang gelisah,aku bisa memahami perasaan putriku yang merasa Takut dan Gundah ,karena hubungan yang dijalani orang tuannya, membuat dia khawatir akan kenyamanan dirinya,apakah dia masih bisa merasakan kasih sayang dan perhatian dariku setelah aku menikah.hal itu sangatlah wajar bagiku.
" Insyaallah Om Damar adalah orang yang baik nak,Dan bisa menjadi Ayah yang baik untuk Kyla dan Saga." ujarku mencoba menenangkan dan memberinya pengertian.
" Tapi bunda gimana kalau nanti tiba tiba ada bunda baru lagi.?"
Kali ini pertanyaan dari putriku membuatku sedikit terkesiap dan Sedikit sulit untuk menjawabnya,namun sebisa mungkin aku mencoba memberi pengertian padanya.
" Insyaallah semoga itu tidak akan pernah terjadk sayang,kita sama sama berdoa ya nak" tuturku mencoba meyakinkan
" tapi bun,gimana kalau ternyata,---"
" sudah ya sayang,Kyla jangan ngomong gitu lagi ya nak,insyallah bunda tidak akan membiarkan itu terjadi lagi nak." potongku dengan cepat memberi pengertian dan keyakinan sebisa mungkin untuk putriku
Dia pun tersenyum kecil,setelah itu mulai memejamkan kedua matanya,lalu aku pun mencium keningnya dengan lambut,menyelimuti mereka berdua lalu Memeluk mereka dalam dekapanku yang selalu memberiku kekuatan ketegaran dan ketabahan menjalani ujian hidup.yang mereka adalah buah hatiku permata hidupku.
Tringgg tringggg
tepat pukul 06.00 alarm jam wetterku berbunyi,tadi malam aku lupa tidak mengaturnya terlebih dulu,hingga aku telat bangun dan Kesiangan melaksanakan ibadah sholat subuh.ternyata aku inget untung saja aku ada tamu bulan,yang membuat aku sedikit bernafas lega.
" Ya Allah aku bangun kesiangan,mana belum subuhan lagi." aku bergumam sendiri lalu beranjak pergi kekamar mandi."oiya aku lupa kalau sedang ada tamu bulanan.syukurlah." aku bernafas lega dan kembali melanjutkan aktivitasku membersihkan diri.
setelah lepas dari itu aku mengambil ponselku yang ada diatas nakas,dan ternyata ada sebuah notiv pesan dari seseorang yang selalu membuat hatiku bergetar untuk kedua kalinya.
Drrrrrttt Drrrt
[ Assalamualaikum wahai calon istriku ]
sebuah pesan dari dokter tampan disertai dengan emoticion striker lucu dan menggemaskan.
aku pun tersenyum melihat tingkahnya,dan mulai mengetik pesan untuk membalasnya.
[ Walaikumsalam mas,Kok tumben sekali sih pakai stiker centil banget ]
[ Tau nggak sayang,aku itu rela download banyak stiker lucu itu demi kamu ]
balasnya disertai emoticon love,membuat wajahku bersemu merah mendapat perhatian lebih darinya
[ Makasih mas,aku sangat bahagia sekali atas perhatianmu selama ini ]balasku
[Kalau begitu aku sudah berhasil dong merebut hatimu dan membuatmu bahagia ]balasnya
[Alhamdulilah]balasku
[Aku sungguh bahagia sekali,bentar lagi aku jemput kamu ya sayang]
Kalimat yang terakhir membuat wajahku bersemu merah sambil menahan senyum dan malu akan diri sendiri,malu pada umur yang sudah tidak remaja lagi ketika mendapat panggilan sayang darinya,membuat hatiku menghangat.
__ADS_1
[ Jangan panggil seperti itu mas.]
[maksudnya apa sayang] balasnya
[Tuh kan manggil sayang lagi] balasku
[ Hahaha coba deh ku tebak pasti wajahmu memerah ]balasnya disertai emoticon jahil
[ ih mas kok gitu ] balasku
[ Udahlah sayang,kamu itu kesayanganku,ratu hatiku,kamu siap siap ya bentar lagi aku jemput kamu sayang] balasnya tidak bisa diganggu gugat
********
Tak lama kemudian Mobil mas damar pun sudah sampai didepan Rumah,aku yang sudah bersiap siap untuk berangkat pun segera menyambutnya.
aku pun berpamitan pada ibu,begitu pun mas damar,bergantian menyalami ibu dan bapak.
" Kyla sekolah dulu ya om dokter." ujar kyla putriku sesaat mobil mas damar sampai didepan gerbang sekolah
" Iya cantik,belajar yang rajin ya." tutur mas damar dengan lembut
" Siap om dokter. dadah om" cicit kyla sambil menyalami tangan mas Dokter
" aku antar kyla masuk kekelas dulu ya mas." ucapku
" Iya sayang." jawabnya sambil tersenyum
Aku dan putriku beranjak turun dari mobil dan mengantarkan Kyla masuk kedalam kelas,setelah itu aku pun kembali masuk mobil,dan kami pun kembali berangkat kerumah sakit.
******
Siang ini jadwalku begitu sibuk menyiapkan makanan untuk pasien,hingga pukul 13.00 siang masih juga belum selesai.
" Mbak bulan,aku boleh minta tolong nggak.?" tanya Nani petugas magang yang saat ini piket bertugas mengantarkan makanan ke ruangan pasien
"Iya dek minta tolong apa?" tanyaku
" Aku lagi kebelet mau pipis mbak,boleh minta tolong nggak antarkan makanan ke pasien terakhir di ruang pasien jantung,khawatir kalau nunggu aku selesai pasti lama menunggu mbak." ujar Nani
" Oh yasudah deh biar aku aja yang antar." jawabku
" makasih mbak bulan." ujarnya lalu berlari kecil masuk kedalam kamar mandi sedangkan aku pun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah konyolnya.
Lalu ku dorong rak makanan yang berisi beberapa menu makanan untuk pasien itu.namun ketika akan memasuki Ruang jantung,dimana dulu bapak pernah dirawat disana.aku melihat hanya ada dua orang disana,seorang bapak bapak tua sedang berbaring diranjang ditemani Keluarganya,sedangkan di sisi ranjang lainnya hanya terdapat seorang gadis tengah berbaring sendirian diatas ranjangnya.
Ku hampiri Gadis itu sambil tersenyum menyapanya.
" Makasih ya mbak." ucapnya sedikit parau dengan wajah pucatnya namun tetap terlihat cantik dan manis
" Mbak tunggu,aku boleh tanya sesuatu?" tanyanya menahan langkah kakiku yang akan segera beranjak dari ruangan itu.
" iya mbak tanya apa?" ucapku
" Apa mbak sudah lama kerja disini?" tanyanya
" Baru Jalan Enam bulan mbak,kenapa" jawabku
" boleh minta tolong panggil dokter spesialis jantung namanya dokter damar mbak?" pintanya yang membuatku sesaat berpikir
" Iya boleh kok mbak,apa mbak disini sendirian?" tanyaku balik
" Papa saya seorang pengusaha yang super sibuk mbak,sedangkan mamamu juga sudah pisah dari papa jadi ya beginilah nasibku." ujarnya sambil tersenyum getir,terlihat sekali raut wajahnya sedih membingkai wajah cantiknya
" Apa mbak baik baik saja?" tanyaku dengan nada kekhawatiran
" Aku baik baik saja,sebentar lagi asisten pribadi papa datang menjenguk saya." balasnya sambil berusaha menampilkan senyum getirnya
" baiklah,tunggu sebentar ya saya panggilkan dokter Damar." kataku sambil berlalu meninggalkan Ruangannya
Saat aku baru saja keluar dari pintu,tiba tiba aku berpapasan dengan calon suamiku didepan pintu.
" Bulan." sapanya
" Mas Damar,itu pasiennya nyariin kamu mas." ucapku
" baiklah bulan aku akan mengurusnya dulu." jawabnya
Ku perhatikan Pria yang kini menjadi calon suamiku itu menghampiri gadis itu yang sedang berbaring diatas ranjang.dia pun mulai memeriksa selang infus dan dan beberapa bagian tubuh pasiennya itu.gadis itu terlihat sesekali melempar senyumnya setiap menjawab pertanyaan dari Mas damar.
" Apa kamu butuh sesuatu?" tanya mas damar pada gadis itu.
Gadis itu pun menganggukan kepalanya." iya dok sebenarnya aku mau ke kamar mandi." jawabnya
" bulan boleh aku minta tolong." aku pun tersentak kaget mendapat panggilan dari dokter damar,karena aku ternyata tidak sadar tengah melamun.
" maaf mas aku..." aku gelanggapan saat mereka memergoki diriku telah memperhatikan mereka berdua
" Tolong panggilkan suster dari ruangan terdekat sekaligus suruh bawakan Kursi roda ya bulan." Pinta dokter damar
" Baik dok." kataku
lalu aku pun bergegas pergi keluar ruangan dan mencari keberadaan Suster,namun tak satupun ku temukan Suster yang tak jauh dari ruangan tersebut,semua suster pada punya kesibukan sendiri sendiri.lalu ku putuskan untuk kembali ke ruangan sambil membawa kursi roda dan segera kembali ke ruangan tadi.
__ADS_1
" ini mas kursinya."kataku sambil mendorong kursi roda masuk kedalam ruangan
" Lhoh susternya mana?" tanya dokter damar
" Sepi dok,semuanya pada sibuk." jawabku
" Ya sudah kalau gitu,saya boleh minta tolong untuk pegangin selang infusnya sebentar.?"
" boleh Dok." kataku sambil melakukan apa yang diperintahkam dokter damar dengan sigap
Perlahan Dia mulai mengangkat tubuh gadis itu dari brankar miliknya,lalu menggendongnya dan memindahkannya dikursi roda.setelah itu mendorongnya menuju kamar mandi.
" Sekarang kamu bisa sendiri kan didalam kamar mandi sana.?" tanya Dokter Damar dan gadis itu nampak sedikit berfikir
" Emmmm,gimana ya." jawab gadis itu sambil mencuri curi pandang ke dokter damar
" gimana bisa kan?" tanya ulang mas damar
" emm bisa dok,aku pasti bisa." ujar gadis itu disertai senyumnya yang lebar.aku pun sedikit merasa lega
" Kalau begitu kamu bisa selesaikan dulu keperluanmu,aku akan menunggu diluar sini." ujar dokter damar penuh perhatian layaknya dokter profesional,gadis itu pun mengangguk dan masuk kedalam kamar mandi.
" kalau begitu saya bisa izin balik dulu mas soalnya masih banyak kerjaan." kataku sambil berbalik menuju keluar ruangan,namun mas damar menahanku
" jangan dulu bulan,kamu tunggu sebentar ya ada yang perlu aku omongin sama kamu." cegahnya
" tapi mas."
" tenanglah,nanti aku akan beritahu kepala dapurmu jika kamu telat kembali." ujarnya dengan tatapan penuh harap
" baik mas." jawabku
tak lama kemudian gadis itu sudah keluar dari kamar mandi dan sudah selesai dari kegiatannya.
kali ini mas damar memintaku untuk membantunya berbenah duduk dikursi roda lalu mendorong kursi roda tersebut ke tempat pembaringanya kembali.
Mas Damar pun kembali menggendong gadis itu
dan mengembalikan gadis diatas diatas ranjangnya kembali.sementara mas Damar membenahinya,kuperhatikan nampak jelas sekali Rona merah gadis itu terlihat dari wajahnya yang tersipu sipu malu saat tubuh mas damar agak membungkuk meletakannya diatas ranjang,sedang kedua tangannya mengalung indah dileher mas damar.
melihat pemandangan didepanku itu membuat hatiku berdesir tak menentu____ah mungkinkah aku cemburu....
" Terimakasih ya dok." ucap gadis itu sambil menatap calon suamiku dengan penuh arti.
" sama sama,sebentar lagi suster yang akan membantumu mengganti pakaian akan datang."ujar mas damar
" sekali lagi makasih dok,tapi nanti dokter akan datang kesini untuk memeriksaku lagi kan?" tanya gadis itu dengan penuh harap
" iya nanti saya akan datang kesini lagi." ujar dokter damar
Terlihar wajah gadis itu tak mampu menyembuhkan raut wajah meronanya menatap calon suamiku.sedangkan Mas damar hanya membalasnya dengan senyum tipis,tapi tidak dengan gadis itu hanya terus mengulas senyumnya.aku sekarang tau dan bisa menangkap apa yang kini tersirat dalam hatinya,mungkin dia telah menaruh hati pada calon suamiku.. ah aku tidak bisa membiarkan ini semuanya terjadi.
Tak lama kemudiam suster yang akan menjaganya pun datang,maka aku dan mas damar segera keluar dari ruangan itu.
Terlihat mas damar tak henti hentinya mencuri pandang wajahku yang sedikit muram
" kenapa sih hemm.?" tanya mas damar saat kami kini berada tepat disebuah lorong tak jauh dari sana
" sepertinya gadis itu suka sama kamu mas." jawabku
" Biasa saja Bulan,perasaanmu saja." jawabnya santai
" Iya mas sih bilang biasa saja tapi kan gak tau isi hati wanita." sungutku tak terima
" jadi Kamu cemburu nih.?"tanyanya dengan tatapan penuh menggoda
" Ishhh kamu nih.." gerutu kesal sambil ingin mencubit perutnya tapi dia menghindar
" Hahahaha kelihatan ni yeees cemburunya...hatko ngaku..." serunya sambil tertawa jahil menunjuk wajahku yang rasanya sudah seperti kepiting rebus.
" Apaan sih aku nggak suka tauk." ujarku dengan bibir mencebik.
Dia pun langsung meraih kedua tanganku,sambil menatap lekat lekat kedua mataku.
" Dengar Ya bulanku sayang,sampai kapanpun aku akan tetap setia mencintaimu." ujarnya dengan penuh makna
" Modus." aku memalingkan wajahku kesembarangan arah karena terus ditatapnya.
" Serius sayang,dua rius malah." ujarnya dengan lembut."sikap baik dan perhatian pada pasien itu sudah hal yang lumrah dan biasa.jadi kamu jangan terlalu khawatir ya." ujarnya dengan lembut
" Beneran ya mas."ucapku membalas tatapan matanya.
" Iya sayang..."Jawabnya sambil menatap lembut manik mataku dan mengecup lembut kedua punggung tanganku.
setelah itu kami pun berpisah di ujung lorong,untuk melanjutkan aktivitas kami kembali
_bersambung_
maaf readers akhir akhir jarang up lagi.
terimaksih banyak buat readers yang masih swtia membaca karya recehku ini
happy reading
__ADS_1