
Mas Adrian terlihat keluar dari pintu utama dengan sudah berpakaian Rapi mengenakan setelan pakaian kemeja warna Navy dan dasi warna hitam juga menggenakan Celana kerja yang pas dibadannya yang Atletis.
j
Dia Lalu mendekat kearahku dan Mencium kening Saga dan Berpamitan denganku,yang sedang Berada Di Gazebo depan sedang menikmati gemericik kolam Ikan.
" Mas Berangkat dulu." Ucapnya
Tapi Aku Cuek dan tak menanggapinya dan hanya diam,sambil bersikap dingin dan menganggap Dia tidak ada didepanku sambil terus menatap kolam ikan.
" Bulan,ku mohon demi Diriku jangan bertengkar lagi." Pintanya dengan suara Lirih
Aku pun mendongakan kepalaku ku tatap lekat kedua manik matanya yang terlihat mengiba
" Aku akan tetap disini hingga kamu pulang mas,dengan begitu kau bisa memastikan Aku tidak Akan bertemu dan berbicara dengan Istri barumu,-----"
" Astagfirullah bulan bukan itu maksudku,aku hanya,----"
" Sudahlah mas,kamu mau berangkat kerja atau terus menerus mau mengguruiku.?" Ucapku.
" Kenapa kamu membuat segalanya menjadi Rumit Bulan." Ujarnya dengan mendesah pelan
" Mas Pikir ini mudah bagiku,sebagai diposisi pertama hal sangat menyulitkan posisiku mas dan Sangat tidak menguntungkan bagiku.menolak berat menerima pun sakit." Ucapku dengan suara lirih namun Mas Adrian Hanya bisa terdiam
" Mas pikir Poligami itu mudah mas,mas pikir tidak akan Terjadi pertentangan dan perselisihan,mas ingin menjaga perasaan wanita itu,tapi kamu sendiri lupa menjaga perasaanku mas." Sambungku lagi,aku tidak kuat untuk tidak meneteskan Air mataku,namun dengan Cepat Aku langsung menyerka Buliran bening itu.
" Aku berangkat dulu,udah siang." Jawabnya dengan ekspresi wajah datarnya dan langsung masuk kedalam mobil dan pergi.
Aku tau dia tidak menyukai ucapanku tadi,dia pasti merasa tersinggung dan Egonya tertampar oleh perkataanku tadi.namun hanya Dengan melampiaskan Semua ini yang bisa mengobati Rasa sakit perih dan terluka ini.semoga Allah selalu menguatkan Hatiku.
Setelah mobil suamiku telah pergi,aku lalu mengajak Saga untuk masuk kedalam Rumah dan mengganti pakaiannya,ku lihat wanita itu disana sibuk memunguti pecahan Kaca Figora tadi.
Lalu pandangan mata kami bertemu,sengaja Ku tatap tajam Wanita itu,hingga membuatnya menundukan Wajahnya dan meneruskan pekerjaannya sedangkan aku berlalu masuk kedalam kamarku yang berada dilantai atas bersama putraku lalu mengganti pakainnya.
setelah itu Kuraih tasku dan Kuambil ponselku lalu aku memesan Taxi Online.tak lama kemudian taxi pun sampai didepan Rumahku,aku pun bergegas keluar sambil menggendong saga,sedangkan Wanita itu hanya melihatku dengan wajah Datar saat Aku melewatinya begitu saja.dan tak lama kemudian taksi yang ku tumpangi sudah Berhenti dikediaman Orang tuaku.
setelah Aku membayar Ongkos,lalu Aku keluar dari mobil taksi itu sambil menggendong putraku dan mengajaknya Masuk kedalam Rumah Kakek neneknya.
" Lhoh kok tumben sendirian nduk,mana suamimu.?" Tanya ibu
aku hanya diam dan tak menjawab namun ibu bisa menangkap raut wajahku yang terlihat memancarkan kesedihan.
" Duduklah nduk." pintanya dengan Lembut lalu Aku segera menghambur kepelukan ibu menumpahkan tangisku di sana,sedangkan Saga tengah duduk disamping dan menatapku iba
" Tenangkan dirimu nduk,cerita sama ibu.ada apa?kenapa kamu sedih.?" tanya dengan mengusap punggungku lembut.
" Saat ini Aku sedang mengalami Ujian berat bu."Aduku pada ibu
" Ujian Apa? cerita sama ibu nak." Ucapnya sambil membingkai Wajahku yang tubuhku sudah terlepas dari pelukannya.
__ADS_1
" Suamiku bu....." Ku peluk ibu lagi dan menangis lagi.
" Ada apa dengan suamimu nduk,apa yang dilakukan Adrian padamu.?"
" Mas Adrian menikah lagi tanpa sepengatahuanku bu dan mengajak pengantinnya kerumah." Jawabku.
" Apak.?!" Pekik Ibu sambil membulatkan matanya.
" Apa benar itu bulan." Suara bariton milik bapak tiba tiba memekik begitu saja dibelakang ibu yang ternyata mendengarkan perbincangan kami
" Bapak...." ucapku pelan
" Astagfirullah Ya Allah...."Ucap bapaku dengan menekan dadanya.
" bapak." Ku hampiri bapak yang sudah mengambil tempat untuk duduk disofa tak jauh dariku lalu aku mengadu pada bapak." Aku tidak kuat bapak Aku tidak sanggup ,aku ingin pulang." Ucapku lagi
" Mana suamimu nduk.?"
" Dikantornya pak."
" Telepon suamimu,biar bapak yang bicara dengan nya."Titahnya dan Aku langsung menempol suamiku.
" Hallo Assalamualaikum bunda." sapanya dari seberang sana saat panggilan telponku terhubung dan diterimanya
" Walaikumsalam.Adrian Ini bapak." ucap bapak dengan serius." nanti sore setelah kamu pulang kerja mampir dulu kerumah saya,bapak ingin berbicara sama kamu." Sambung bapak lagi Ucapannya yang terdengar serius.
" Ba baik pak." ucap mas Adrian terdengar gugup
Terdengar suara mobil Mas Adrian berhenti didepan Rumah,dia pun keluar dari mobilnya dan masuk kedalam rumah,lalu menyalami ibu dan bapak bergantian,lalu mengambil tempat duduk didepan Bapak dan Ibu.sedangkan Aku duduk disofa bersebelahan dengan ibu.
" Assalamualaikum pak, buk."
" Walaikum salam." Bapak menatap Mas Adrian dari atas kebawah dengan tatapan Sorot mata tajamnya.
" Apa benar tentang kebenaran yang saya dengar.?" Ucap bapak tanpa basa basi sedangkan Mas Adrian terlihat Gugup
" Ehhm itu pak saya,------"
" Adrian.!" bapak menghela nafas berat dan memberi sorot mata tajam kearahnya." Dulu kamu datang untuk meminang Anak gadis saya dengan Cara baik baik kamu berjanji pada saya Akan menjaga putriku dengan baik dan membahagiakannya,lalu Apa yang terjadi.?" ucap bapak dengan tegas
" Maafkan saya pak.saya terpaksa melakukan itu demi janji saya pada Orang tua angkat saya yang sudah Mengasuh saya semenjak Remaja pak,dan membiayai Kehidupan saya." Jawab suamiku.
" Saya tau,karena Anak saya sudah memberi tahu saya,jika bagimu janji Adalah Amanat yang harus ditepati,lantas bagaimana janjimu padaku Adrian.?"
Mas Adrian Hanya terdiam seribu bahasa dan menundukan Wajahnya
" Kamu tau kan,kalau bulan adalah Buah hati saya satu satunya dan Kesayangan saya,lantas kenapa kamu tega menyakitinya,?sebagai Seorang bapak saya tidak Ridho Seseorang Menyakiti putri saya." Ucap bapak denganTegas
" Saya minta maaf,saya Janji Akan tetap menjaga Amanat saya pak." Ucap mas Adrian dengan sungguh disertai Wajah memohon.
__ADS_1
" Kalau kamu sudah tidak mencintainya,kembalikan saja putriku pada saya,saya tidak akan menolaknya.saya akan membuka tangan saya lebar lebar untuk merawat dan menjaga Anak dan kedua cucu saya." Seru bapak dengan sorot mata serius
Terlihat kedua bola mata bapak mengembun,hal itu membuatku tak tega menatap wajah Tua bapakku.
" Saya mencintainya pak,apalagi kami sudah dikaruniai dua orang Anak...."
" Kalau kamu mencintainya kenapa tega menduakannya?coba kamu berpikir bagaimana jika itu terjadi diposisimu.?"
" Maaf." Ucap Suara Suamiku dengan lirih.
" Kamu bisa memilih sekarang,pisahkan kedua istrimu atau kau ceraikan saja anak saya." Seru bapak dengan Tegas
Hal itu membuat suamiku mendongakan kepalanya dan menggeleng cepat.
" Ja jangan pak,saya tidak sanggup pisah dengan Mereka."ucapnya memohon
" Kamu tau kan dari segala konsekuensi Poligami aku harus berbuat adil dan mengondisikan semuanya supaya tidak ada yang tersakiti." Ucap bapak.
" Insyallah saya bisa pak,saya janji akan Menjaga mereka dan sebisa mungkin berlaku adil pak."
" Kamu yakin.?" Seloroh bapak
" Yakin pak.!" ucap Suamiku dengan mantap." Lalu sekarang Apa saya bisa mengajak Anak dan istriku pulang pak.?" tanya suamiku lagi
" Bagaimana bulan.?" tanya bapak menoleh kearahku.
Aku bergeming mendengar ucapan bapak.jujur Aku masih sangat mencintai mas Adrian dan ingin bersamanya aku juga sadar kedua anak anakku juga masih membutuhkan sosok ayahnya.namun mengingat perbuatannya dan Wanita itu masih ada Dirumah membuat Hatiku berat kembali kepadanya.
" Aku tidak mau selama wanita itu masih dirumah pak." Jawabku dan Mas Adrian langsung menatapku dengan wajah sendunya.
" Dengarkan bapak Bulan,selagi suamimu tak berbuat Dzalim dan menyakitimu kamu masih tetao wajib mengikuti dan mentaatinya,kecuali kalau kamu sudah tidak mau bersama suamimu lagi." Ujar bapak
" Bunda Ayo kita pulang ." Ujar Kyla dan Saga merengek
mau tidak mau aku harus menuruti kedua anak anakku yang merengek untuk pulang memainkan mainan milik mereka dirumah
Lalu kami pun beranjak dari tempat duduk dan berpamitan pada Ibu dan Bapak.
" Yasudah sayang ayo pamit sama kakek dan nenek." Ujarku lalu kami pun Bergantian menyalami ibu dan bapak.lalu aku kembali memeluk tubuh iku yang terus menepuk nepuk punggungku seperti memberi Kekuatan.
" Sabar Nduk,insyallah Akan memberikan jalan yang terbaik untukmu." Bisik ibu pelan lalu kami pun saling melepas pelukan.
" Kami pulang ya buk pak." Ucapku dan mas Adrian
" Assalamualaikum."
" Walaikumsalam.wr.wb." Jawab ibu dan bapak.
lalu kami pun segera keluar dari rumah ibu dan bergegas masuk kedalam mobil,setelah itu mobilpun perlahan Pergi melesat meninggalkan Rumah ibu.
__ADS_1
_Bersambung_