Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Meradang Kembali


__ADS_3

Aku menggiring Kedua Anakku untuk kembali kekamar setelah Aku selesai memandikan mereka berdua,dan memakaian baju secara bergantian.setelah mereka sudah Rapi dan Wangi.aku pun bergegas Untuk pergi ke dapur untuk memasak.


Sampai didapur,mataku kembali terbelalak dengan Dikejutkan pemandangan didepan mataku.Dapur kesayanganku sudah sangat Kotor dan berantakan sekali.meja makan dipenuhi dengan Piring bekas Dan kertas kertas bungkus makanan bekas mereka sarapan subuh tadi,


sebagian makanan tumpah dan Berceceran dilantai.mengundang Lalat.


Lantai ditumpahi susu,hingga lengket dikakiku.entah siapa yang menumpahkannya,tapi kenapa tidak ada yang punya inisiatif untuk membersihkan.ku lihat pintu kulkas pun juga tidak tertutup rapat.Kuraba piranti didalamnya sudah tidak dingin.mungkin semalam kulkae ini dibiarkan tidak tertutup Rapat hingga makanan mulai layu dan berbau.


Lemari lemari dapur terbuka begitu saja dan tidak ditutup kembali ketika mengambil piring.sedangkan Wastefel dipenuhi panci kotor,hitam dan penuh Angus.komporku seperti dimuntahi lalu dibiarkan begitu saja.sampai kering bekas makanan makan meluber ke permukaan stainlessnya.


" Astagfirullah,Ya Allah sabarkanlah hatiku untuk bisa menahan emosiku yang sudah mulai tidak bisa ku bendung lagi Ya Allah." Aku menggumam dalam hati.


Seumur hidupku tak pernah melihat Rumah sekotor ini,apalagi ini Dapurku.tempat Aku mengolah makanan lalu menikmatinya


" benar benar jorok sekali wanita itu."Ujarku menggerutu " Apa seumur hidupnya dia tidak pernah beberes membersihkan Rumah. minimal berlajar membersihkan bekas makanannya lah.apakah dia ini Anak sultan yang Harus dilayani seperti layaknya priyayi sehingga dia hanya bisa berbuat seenaknya saja." Gerutuku dengan persaan nano nano


Dengan sedikit menahan sakit Hati,lalu kulangkahkan kakiku masuk kedalam kamar mandi.lagi lagi aku diberi pemandangan yang mengejutkan lagi.Pakaian zahra di geletakan diatas lantai begitu saja tanpa ditaruh kedalam baskom.kuangkat pakaiannya dengan seujung jari kucium bau yang mengeluarkan Apek dan membuatku mual.mungkin sejak kemarin dia meletakan disini.


Ku lirik tong sampah,yang tiba tiba emosiku naik dan mendidih sampai ubun ubun.bagaimana tidak marah pembalut penuh darah berceceran dan mengeluarkan bau anyir .bukan mengundang rasa jijik saja,tapi setan pun Akan berpesta dan menjilatinya.


Mungkin dihari kedatangannya ke rumah ini tengah Datang bulan,dan Baru saja Bersih semalam,sehingga mas Adrian dan dia bisa berbulan madu dan meninggalkannya dikolong Ranjang.baru Satu minggu dirumah ini saja dia sudah membuat Emosiku tidak bisa ku kendalikan lagi.


" Ya Allah." Desahku,dadaku sudah sangat Sakit dan tak bisa lagi membendung Emosiku lagi.ini sudah sangat keterlaluan.


" ZAHRA " teriaku menggelegar keras mengisi sudut Ruangan Rumah ini.


Namun tidak ada sautan siapapun dari dalam kamarnya.suamiku yang sejak tadi diam disanapun tak ada inisiatif untuk menemani Anak Anak mereka dan menenangkan hati mereka supaya Aku sedikit Ringan melaksanakan tugasku.


" ZAHRAAAƀAAAA. . ." teriaku semakin Ku tinggikan sehingga terlihat mas Adrian datang menghampiriku dengan tergopo gopoh bersama wanita itu yang setia mengekori suamiku dari belakang.


" Ada Apa bulan.?"


" Kamu bisa lihat kan Apa yang terjadi dirumah ini.?" tanyaku dengan nada sarkastik.

__ADS_1


mas Adrian menatap dapur dengan terkesiap dan bergantian menatap Zahra juga.


" Bulan,mungkin Zahra tadi belum sempat membersihkannya." Ujar mas Adrian membela.


" Ayo Zahra,kamu bantu mbak bulan ya." Ujarnya pada wanita itu untuk membantuku.


Kulihat Panci T-chef kesayanganku yang kubeli dari menyisihkan uang belanja,yang ternyata panci itu sudah terendam di wastafel cuci bekas piring kotor.


" Ya Allah mas panciku Rusak." Cicitku pelan sambil mendelik melihat panciku yang seharga 10 juta yang kucicil dengan bertahap hingga lunas,itu sudah menjadi panci Gosong.


PRANGGGGGG


Kubanting Panci itu sekuat tenaga,hingga menimbulkan bunyi suara yang Keras.


Ya kali ini Aku benar benar meradang.


" Bulan.!" Mas Adrian Membulatkan bola matanya dan melayangkan tatapan tajam kearahku.


" Apa?Mas mau marah sama aku?mas Nggak terima hah.?" Ujarku penuh Menggebu gebu


" Mas Bisa lihat ini semua kan mas,lihat kulkas dan Lemari semua terbuka,kompor yang berubah menjijikan ini,apakah ini Namanya hasil pekerjaan wanita dewasa mas.?" Aku mara dan Emosiku tiba tiba meletup begitu saja seperti bom Atom yang meledak.


" Ma maaf mbk,aku belum sempat membereskan semua,tadi malam Aku lelah dan Kecapekan sekali." Ucap wanita itu lirih sambil bersembunyi dipunggung Suamiku.


" Lelah katamu?lelah ngapaian.?Lelah Binal Suami Orang.?"Sentakku menggebu gebu.


" Bulan Cukup.!"


Aku tak peduli dengan Ucapan suamiku,lalu kuhampiri dia dan ku tariknya dan kuseret ke kamar mandi,sedang Suamiku mengekori kami berdua.terlihat wanita itu terlihat pucat dan gemetar sekali.


" Bulan sudah bulan,biar nanti Aku yang membereskannya." Mas Adrian menyelak untuk menengahi Kami,sangat Luar biasa sekali ya dia,dia rela melakukan tugas Rumah demi istri barunya


GUBRAKKKKK

__ADS_1


Kuangkant baskom yang berisi pakaian yang sudah Berbau anyir itu,lalu kubanting dibelakang halaman Rumah.


" Kata siapa kau bebas dengan sesukamu mengotori dapur dan kamar mandi,kau pikir Ini Rumah Ayahmu hak.!" Aku menyentaknya kasar.


" Asal kau tau ya,aku menemani Mas Adrian dari kita masih Hidup susah dikost kost'an petakan kecil.menabung sedikit demi sedikit untuk membangun Rumah ini,alu apa sekarang kini kau datang begitu saja dan menjadi pengacau dirumah ini.!" Teriaku tepat di gendang telinga suara wanita itu hingga berjingkat kaget mundur


" Masssss." Wanita itu menjerit meminta perlindungan suamiku.


" Bulan." Mas Adrian menangkap kedua tanganku dan mencoba merangkulku namun Aku tetap berontak." Bulan istighfar bulan,Ya Allah bunda Mungkin Kamu terlalu Lelah sekali ini dan Stres." Ujarnya dan langsung mendapat plototan tajam dariku.


" Aku bukan Hanya lelah dan Stres,tapi aku sudah mulai gila sama perbuatan kalian berdua,Aku Gila....!" Teriaku tanpa kendali dan meledak begitu saja.


Mas Adrian pun menarik tanganku dan membawaku ke ruang keluarga untuk menenangkanku.sambil terus memintaku untuk beristigfhar.


kedua putra putriku yang terbangun pun menangis bersamaan karena melihatku tengah mengamuk.


mungkin Mereka tak pernah melihat ibunya Yang berubah Seperti Orang Yang tidak waras dan Kacau seperti ini,hingga keduanya shock melihatku seperti ini.


Beberapa tetangga berdatangan dan mengentuk Rumahku yang pintunya sudah terbuka.


" Assalamualaikum Ini Ada Apa mbak bulan,kok ribut ribut sekali." ucap mereka yang langsung menghampiri dan menghambur kearahku yang Melihat tubuhku sudah lemas dan ingin pingsan karena marah marah.


para tetanggaku yang sudah dekat denganku pun langsung masuk kedalam Rumah,dan ikut terbelalak melihat keadaanku saat ini,Rumah ,kedua Anakku yang menangis bersautan,terlebih lebih Seorang maduku.


" Selamat Mas Adrian kau telah mengacaukan dan menghancurkan hidupku,selamat Zahra kau sudah menghancurkan Rumah tanggaku." Desisku menatap tajam kearah mereka bergantian.


sedangkan wanita itu hanya mematung dan meremas Ujung Bajunya,tidak tau Harus berbuat apa saat ini,mungkin dia malu karna sudah menjadi tontonan tetanggaku yang kini tengah sibuk mengipasiku.


tak banyak Omong lagi,aku pun meraih Kedua Anakku dan membawanya masuk kedalam Kamar,dan Setelah itu Tetanggapun membubarkan diri sambil menatap Zahra dengan tatapan mengejek,sedangkan Aku tak menghiraukannya ,aku pun membereskan kembali dapurku dan kamar mandiku.


Sungguh sangat Luar biasa bukan mereka menguji Batas kesabaranku kali ini.entah Besok kejutan Apalagi yang Akan ku terima ,yang jelas Aku rasa Aku bisa bisa Mendadak Mati berdiri jika terus menerus berada disini.


-Bersambung-

__ADS_1


Jangan Lupa lika,komen dan Favnya jika suka


Happy Reading


__ADS_2