
Setelah berfikir panjang,akhirnya aku pun terpaksa pura menuruti keinginan wanita ular itu,karena tujuan utamaku supaya bisa kabur dari rumah ini.
" Baiklah clarissa kalau itu maumu,aku bersedia hadir dihari pernikahan kalian." ucapku sambil menahan air mataku supaya tidak keluar dihadapan mereka berdua
Hahahaha, akhirnya tawa melengking mereka pun pecah berbarengan,tawa yang penuh dengan ejekan serta kemenangan,sebenernya hatiku sakit perasaanku hancur,tapi aku harus mencoba tetap kuat,aku yakin aku bisa.
" Ternyata kau wanita kuat juga ya bulan." ucap clarissa sambil manggut manggut."oke kalau begitu besok lusa kau persiapkan mentalmu melihat suamimu tercinta mengijab Qabul wanita lain." ucapnya lalu mendekat kearahku lalu menepuk nepuk pelan pundakku." Awas nanti kau jangan sampek teriak teriak seperti orang gila yang kesurupan ya. hahaha..." sambungnya lagi sambil terkekeh meledekku dan melangkah pergi bersama tante ratih keluar dari kamarku,sedangkan aku sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapannya malah aku menatap tajam pada mereka supaya segera enyah dari hadapanku karena aku sudah muak melihat wajah wajah manusia licik seperti mereka
_______
Sampai larut malampun aku masih tetap terkurung dikamar,untung saja bi sumi tadi mengirim pesan lewat sms lewat ponsel jadulnya,kalau anak anak tadi sudah dia yang urus,mulai dari makan,mandi sampai tidur bi sumi yang menemani anak anak,kini tinggal aku yang harus berfikir keras mencari cara untuk kabur dari rumah ini.
Aku terus mondar mandir sambil menggigit jariku,namun tak lama kemudian pintu kamar terbuka,terlihat bi sumi datang sambil membawa nampan berisi makanan.
" permisi nyonya." ucap bu sumi
" Ayo masuk bi." aku mempersilahkan beliau masuk ke dalam kamar
" Di makan dulu ya nyonya,bibi bawakan sop iga sapi sama susu hamil buat nyonya."
" Makasih ya bi." jawabku sambil meraih nampan tersebut dan menaruhnya keatas nakas
"Bi sumi." panggilku lagi dan bi sumi mengurungkan langkahnya untuk pergi
" Iya nyonya."
" Makasih sudah jaga anak anak bi." ucapku
" Sama sama nyonya,lagian bibi kasian sama nona kyla dan den saga dari tadi nanyain nyonya bulan terus." ucap bi sumi
" Emm Suami saya apa masih dirumah bi.?" tanyaku
" Tuan damar tadi saya lihat sedang keluar bersama nona clarissa nyonya." jawab bi sumi
" Kalau mama iren dan ratih.?"
" Beliau semua tadi juga saya lihat sedang keluar nyonya." jawab sang bibi membuat bibirku tersungging karena ini benar benar momen kesempatan emas untuk aku bisa kabur dari sini.
" bi boleh saya minta tolong nggak.?" ucapku setengah berbisik
" apa nyonya.?"
" Tolong ya bi,bantu saya bawa anak anak kabur dari rumah ini." pintaku memohon
Bi sumi terdiam terlihat wajahnya sangat bingung.
" Tapi nyonya,-----"
" Bi saya mohon bantuan bibi kali ini saja,bibi tau sendiri kan keadaannya bagaimana,mas damar sudah menghamili wanita lain bi,dan mereka akan menikah lusa besok." ujarku mengingatkan bi sumi sedangkan bi sumi masih diam sambil menatapku dengan mimik wajah gusar
" Hati wanita mana yang kuat dan menerima jika suaminya sudah jelas jelas menghianati bi." kataku lirih
" Saya paham perasaan nyonya bulan,tapi saya takut tuan damar dan nyonya besar akan memecat saya bahkan memenjarakan saya jika saya membantu nyonya bulan kabur dari rumah ini nyonya." ucap bi sumi dengan nada suara bergetar
" Astagfirullahaldzim,mereka bilang begitu bi.?" pekikku pelan,dan bi sumi menganggukan kepalanya
" Mas damar benar benar keterlaluan.!" Geramku sambil mengepalkan tangannya.
" Buka cuma itu saja non,semua penjagaan dirumah ini diperketat supaya nyonya bulan tidak bisa kabur dari rumah ini sampai beliau nanti pulang." jawan bi sumi
Mas damar benar benar sudah keterlaluan,dengan berbuat seperti ini sama saja dia memperlakukanku seperti seorang tahanan,dia benar benar pria egois serakah dan tidak punya hati,membuatku semakin kesal dan mantap ingin menggugat cerai saja dia.tapi bagaimana caranya kalau aku masih saja terkurung disini,mau telpon bapak atau ibu tapi nomor mereka tidak aktiv,mungkin bapak lupa mencharger ponselnya.
" Ya sudah kalau begitu bibi boleh kembali kembali ke balakang ya bi." pintaku
" Maafkan bibi ya nyonya." ucapnya memelas
Aku mengangguk dan tersenyum pada beliau." Tolong jaga anak anak ya bi." ucapku
"Baik nyonya." jawabnya dan langsung melangkah pergi keluar dari kamarku.
Kini tinggal aku sendiri yang sedari tadi mondar mandir,sampai tidak terasa waktu sudah menunjukan tengah malam,aku masih saja tetap tidak bisa tidur.pikiranku masih melayang memikirkan cara supaya bisa keluar dari sini
Ceklek
Tiba tiba saja suara pintu kamar terbuka,aku yang sedari belum bisa tidur menyadari jika itu mas damar yang masuk,lalu aku segera pura pura memejamkan mata karena memang posisiku membelakangi arah pintu.
__ADS_1
Aku merasakan Ranjang tempat tidur sedikit bergoyang,karena tubuh mas damar yang tiba tiba merangkak menghampiriku lalu memelukku darri belakang.aku pun segera memejamkan kedua mataku menahan isak tangisku supaya tidak terdengar olehnya.
" Maafkan aku Sayang,maafkan aku,aku benar benar khilaf.sungguh aku menyesal,aku tidak ingin kehilanganmu dan juga anak anak." ucapnya terdengar lirih di telingaku,dia memelukku erat sambil menenggelamkan kepalanya di ceruk leher belakangku,membuat bibirku bergetar sambil menggigit bibir bawahku,menahan rasa sesak yang kini melandaku.
" Aku janji setelah bayi itu lahir aku akan segera menceraikan clarissa dan kita bisa memulai hidup normal lagi." Ucapnya lirih." Aku harap kamu mau tetap memaafkanku dan menerima calon anakku bersama clarissa." sambungnya lagi dan hal itu sontak membuat air mataku jatuh seketika.
______
" Bagaimana persiapan pernikahan kalian besol apa semuanya sudah beres semua.?" tanya mama iren mama mertuaku sambil menyuapkan sendok berisi makanan kedalam mulutnya.
Ya saat ini kami sedang menikmati sarapan pagi bersama.
" Semuanya sudah Siap kok tante,tinggal mastiin hati si calon istri tua saja,apa dia sudah siap atau belum." ujar Clarissa sambil tersenyum mengejek ke arahku sedangkan mas damar terlihat acuh dan tidak menanggapi calon istri yang akan di nikahinya besok siang,sambil terus menyatap menu sarapannya.
" Emm baguslah lah kalau semuanya sudah siap." kata mama iren tersenyum penuh arti lalu beraloh menatapku." kalau kamu sendiri gimana bulan,apa kamu sudah mempersiapkan dirimu untuk hadir dan memberi restu di pernikahan suamimu damar.?" tanyanya
Aku dan mas damar sontak mengangkat wajah kami masing masing,mas damar beralih menatap kearah wajahku,sedangkan aku sedikitpun tak menoleh kearahnya,aku malah beralih menatap tiga wanita bermulut pedas secara bergantian sambil menatap ketiganya dengan tatapan penuh dengan keberanian serta kebencian.
" InsyaAllah Aku sudah Siap,karena Allah pasti akan menguatkan Hati hambanya yang sedang terdzolimi.!" ucapku dengan lugas dan tegas sambil ku lirik mas damar lewat ekor mataku terlihat dia terus menatapku tanpa berkedip
Sedangkan mama mertua dan kedua wanita ular itu tersenyum miring menatapku.
" Ya bagus lah kalau kamu sudah merasa siap,setidaknya kamu tidak akan berubah menjadi wanita gila dihari pernikahan Damar dan Clarissa." Ucap Tante Ratih dengan mulut pedasnya
Aku tak menanggapi ucapan wanita yang usianya sudah tidak muda lagi itu namun belum pernah menikah,bagiku tidak untungnya menanggapi orang gila,mending aku memikirkan bagaimana caranya aku bisa kabur dihari pernikahan mereka.
" Rissa." panggil mama mertua pada calon menantu sekaligus ponakannya itu
" Iya tante.?"
" Mama kamu nanti bisa hadir kan diacara pernikahanmu dengan damar.?" tanyanya pada clarissa
" Bisa kok tan,nanti malam mama akan pulang dari semarang,dan sekarang beliau sudah diperjalanan,setelah ini aku dan damar akan menjemputnya." Jawab Clarissa sambil tersenyum manis kearah mama mertua dan mas damar,sedangkan mas damar terkesan acuh tak menanggapi clarissa
" Baiklah kalau begitu kalian lanjut lagi sarapan kalian,mama tinggal dulu." ujar mama mertua meninggalkan meja makan,tak lama setelah di susul oleh tante ratih menyisakan kami bertiga
" Damar sayang habis ini kita pergi ke toko perhiasan dulu ya setelah itu kita jemput mama aku ke bandara." Ucap clarissa sambil bergelatut manja dilengan pria yang ada didepanku itu.
Aku tau wanita itu sengaja ingin memanas manasiku,namun hatiku yang sudah terlanjur seakan bebal,meski dalam hatiku yang paling dalam sangat benar benar hancur melihat wanita lain bermanja manja pada suami sendiri.
" Aku pinjam suamimu dulu ya bulan,daaahhh." Clarissa pun menyusul suamiku sambil mengejekku.aku membuang nafas kasar dan menatap kesal kearah kepergian mereka
" Hufft sabar bulan sabar,kamu harus kuat secepatnya kamu harus bisa keluar dari rumah ini dan hidup bahagia bersama anak anak tanpa suamimu yang penghianat itu." Gumamku menguatkan diriku sendiri
_______
Dan Hari yang sangat menyakitkan itu kini telah tiba,hari ini tepat dua jam lagi aku akan menyaksikan suamimu mengijab Qabul wanita lain dan aku harus terpaksa hadir dan menjadi saksi atas pernikahan mereka.
" Nyonya bulan." ucap bi sumi membuyarkan lamunanku ,saat ini Aku sudah berada didepan cermin riasku dengan tampilan yang cantik karena mas damar meminta pada pihak MUA calon istrinya untuk ikut merias wajahku dan memintaku memakai kebaya khas mermaid pendamping pengantin
" Iya bi." ucapku lirih sambil menyerka kedua pipiku yang basah karena air mataku
" Bibi tahu ini sangat sulit untuk nyonya,tapi bibi yakin,nyonya pasti kuat dan mampu melewati inu semua." ucap bi sumi ,wanita paruh baya itu juga sudah berdandan khas diacara pernikahan
" Amin bi semoga aku kuat."Balasku sambil tersenyum
" Yakinlah nyonya pasti ada hikmah dibalik ini semua." Ujarnya lagi
Aku pun menganggukan kepala dan tersenyum getir." Makasih atas doanya bi."
_________
-Saya nikahkan engkau saudara Damar Narendra mahatma bin mahatma dengan saudari Clarissa anastasya ayomi binti Bramanto dengan mas kawin uang tunai senilai 500 juta dan juga emas berlian seberat 500 gram dibayar Tunai
-Saya trima nikah dan Kawinnya Clarissa Anastasya Ayomi binti Bramanto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai
bagaimana para saksi Sahh
SAH
Dan seketika itu pula Air mataku pecah,usai Suamiku melangsungkan ijab Qabulnya mempersunting wanita lain didepan kedua mataku,terlihat pancaran raut wajah mereka terlihat bahagia,entah bahagia sungguhan atau pura pura saja dihadapan para tamu undangan,bahkan aku menangkap beberapa selintingan ibu ibu yang membicarakan pernikahan kedua suamiku dan mengapa aku sebagai istri pertama memberi restu dan ikut hadir menyaksikan pernikahan keduanya.
Sekarang punggung kokoh milik suamiku kini dikecup kembali oleh seorang wanita selain aku,dan mas damar pun mengecup lembut kening wanita cantik berparas pengantin yang kini sudah sah menjadi istrinya.hati ini benar benar hancur berkeping keping,dulu aku yang tidak menyaksikan langsung pernikahan kedua mantan alm suamiku mas adrian dan zahra saja begitu sangat menyakitkan ketika mas adrian membawa pengantin wanitanya datang kerumah,dan sekarang kenyataannya lebih menyakitkan lagi lebih sakit dan Hancur saat menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri,suamiku berjabatan dengan penghulu untuk mengucapkan ijab Qabul.
" Pernikahan ini tidak Sah....."
__ADS_1
Tiba tiba saja ada sosok pria bertubuh tinggi yang wajahnya lumayan tampan,dengan suara bariton nya,pria itu memakai setelan jas dan berpenampilan Rapi tengah berdiri diambang pintu utama.
Semua para tamu undangan yang hadir disana pun menolah kearah pria tersebut termasuk aku dan juga mas damar dan yang lainnya.terlihat sekali aura wajah cantik clarissa menjadi tegang
sedangkan Aku kini siap siap melihat adegan apa yang selanjutnya terjadi
" Siapa kamu.?" Tanya mas damar
Pria itu pun melangkah mendekat dan kini berdiri tegap dihadapan mas damar dan juga clarissa istri ke duanya.
Pria tersebut tersenyum miring menatap Suamiku dan istri keduanya." Aku Kekasih Clarissa,sekaligua ayah biologis dari janin yang dikandung clarissa saat ini." Ucap pria itu tanpa basa basi
" Bohong,itu semuah bohong.!" Teriak Clarissa dan menatap marah pada pria yang mengaku kekasih dari istri kedua suamiku itu
Semua orang terkejut dan terperangah bukan main,termasuk mama mertuaku dan juga tante Ratih dan tante dewi mamanya Clarissa sedangkan suamiku kini beralih menoleh kearah Clarissa dengan tatapan tajam.
" Apa benar yang dikatakan pria itu.!" Sentak mas damar
" Eng enggak Dam,dia bohong.aku nggak kenal sama dia kamu jangan percaya sama dia dam." Ujar Clarissa dengan wajah pias dan cemas merengek pada suamiku
" Hahaha ku pikir kau seorang dokter yang pintar dan tidak muda terpercaya sama wanita licik seperti dia." Ujar pria itu dengan suara ledeknya
" Apa maksudmu.?" Seru mas damar menatap garang pria itu
" Please dam kamu usir dia,dia itu pembohong." Clarissa mencoba mengalihkan
" Diam kamu ris aku ingin mendengar penjelasan darinya." Cetus mas damar dengan rahang kokohnya yang sudah mengeras." Cepat katakan apa maksudmu.!" sambungnya lagi
" Kau tau,sebelum Wanita yang sudah kau nikahi ini berhasil membuat tidur dengannya,dia terlebih dulu memintaku untuk menidurinya sampai dia benar benar hamil,lalu datang meminta kau bertanggung jawab atas kehamilannya." jawab pria itu dengan santai
" Tidak itu tidak benar." Clarissa mengelak dan menggelengkan kepalanya,saat mas damar menatap tajam kearahnya sedangkan mama mertua sudah tidak sadarkan diri
Hahaha drama macam apa ini,sungguh apakah aku harus tertawa bahagia diatas penderitaan orang lain karena aibnya terbongkar didepan banyak orang bahkan terlihat semua orang pada bisik bisik mengguncing,terlihat Clarissa dan mamanya bingung antara panik malu takut campur aduk,sedangkan mas damar kini terlihat frustasi dan bersiap akan memukul pria itu,namun dengan sigap pria itu mampu menahannya.
ditengah tengah keributan yang terjadi,aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan emas ini,perlahan aku menggiring kedua anak anakku untuk berjalan mengendap endap dibelakang para tamu untuk menuju pintu keluar dan meninggalkan rumah ini,beruntung penjagaan diluar terlihat lengah karena para penjaga berbondong bondong masuk kedalam rumah menengahi pertikaian antara mas damar dan pria itu,entah apa yang terjadi selanjutnya didalam rumah mewah penuh dengan drama itu karena kini aku sudah berhasil membawa kabur kyla dan saga dari rumah neraka itu.
" Bunda bunda Kita mau pergi kemana.?" tanya Kyla disela sela kami berlari dan lumayan cukup jauh dari rumah suamiku.
" Kita harus pergi jauh nak,kamu yang sabar ya didepan sana ada terminal,kita cari taksi disana ya." ucapku dengan nafas ngos ngosan berlari sambil menggendong putraku saga yang tertidur
" tapi Kyla capek bun." Rengek kyla
" Sabar ya sayang..bentar lagi kita sampek." aku mencoba menyemangatinya supaya tetap semangat berjalan menuju arah terminal yang lumayan sudah cukup dekat dengan jangkauan kami.
Tiba tiba ---------
Citttttttttttttttttt
" Bundaaaaaa." Teriak Kyla membuatku seketika menghentikan langkahku dan reflek jongkok sambil mendekap kedua tubuh anakku tepat ditengah jalan saat kami hendek menyebrang
Hening
hening
satu detik
dua detik
tiga detik
" Mbak bulan..."
Aku yang sedari tadi sudah pasrah jika tubuhku ini ditabrak oleh mobilpun kini perlahan mengangkat wajahku,dan ternyata Mobil Lamborgini yang nyaris menabrak kami pun kini berdiri tepat didepan ku yang tengah berjongkok sambil mendekap erat Kedua anakku.dan suara yang tak asing bagiku itu kembali menyadarkan kesadaranku
"Mbak,mbak bulan......."
Dengan Wajah terkejut aku berani mengangkat wajahku menatap sosok pria muda yang tak asing bagiku,dia ikut berjongkok memastikan keadaanku dan juga anak anak.
" Apa mbak bulan baik baik saja?Saga kyla.?" tanya memastikan wajahnya begitu cemas
" A Aqlan........" Ucapku lirih sambil kedua mata melongo melihat penampilannya sekarang.
Pria mengulas senyum Hangat padaku.....
_Bersambung_
__ADS_1
Happy reading