Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Bekas noda merah


__ADS_3

Sudah Hari ketiga dimana mas damar pergi seminar ke luar kota,semenjak kemarin dia susah sekali di hubungi,terakhir dia memberi kabar pas dia baru sampai tujuan lokasinya,disalah satu gedung tempat dimana acara seminar berlangsung.tapi tak lama setelah itu ponselnya tidak aktiv sampai sekarang.


" Nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan.."


Tuttttttttttttt


Lagi lagi hanya suara Operator yang kudengar,pesan whatsup pun masih centang.membuat Perasaanku semakin semerawut tidak karuan.


" Ya Allah kamu dimana sih mas,kok susah sekali di hubungi." Gerutuku sambil terus mencoba menghubunginya berkali kali.


Aku yang kini tengah berada didapur membuatkan susu hangat untuk Kyla yang tadi merengek meminta dibuatkan susu pun mulai tidak fokus,hingga tanpa sadar air dalam Teko pun sudah mendidih,lalu segera ku matikan kompor.


" Astagfirullahaldzim,kok aku ceroboh sekali sih." gumamku sambil mematikan kompor dan menuangkan air panas itu kedalam gelas yang sudah berisi susu bubuk rasa cokelat kesukaan Kyla


Ponselku pun lekas ku masukan kedalam saku celanaku,setelah selasai membuat susu,aku pun lekas keluar dapur dan kembali ke kamar kyla,namun saat berada diambang pintu dapur aku berpapasan dengan tante ratih,karena sedikit terkejut,aku reflek menumpahkan segelas susu cokelat tadi kearah tante Ratih,hingga membuat beliau menggerang kesakitan karena ketumpahan susu cokelat yang masih panas


" Aduhh " pekik tante Ratih."kamu ini gimana sih,panas bodoh.!" Hardiknya sambil menatap tajam padaku


" maaf tante maaf saya nggak sengaja." aku pun tak kalah panik melihat tante ratih mengerang karena kepanasan


" Makanya punya mata itu dipakai." sungutnya." tuh kan baju mahal saya jadi basah." gerutunya


" Maaf tante,maaf sekali saya benar benar tidak sengaja."


" alah alasan,pasti kamu sengaja kan ,iya kan.?" tudingnya


" Demi Allah tante saya benar benar tidak sengaja." jawabku meyakinkanya tapi memang dasarnya tantenya suamiku itu sudah dari awal tak menyukaiku,dia seakan terus terusan mencari kesalahanku


" Dasar janda Miskin,licik. udah gitu gak becus lagi jadi orang,saya heran deh damar itu lihat kamu dari sudut mananya ya,kalau dibanding dengan anaknya mb dewi kamu itu bagaikan langit dan bumi.gak selevel." cerocos tante ratih membuat darahku langsung saja mendidih


" Cukup tante.!" Sentakku


" Hei kamu udah berani bentak saya." hardiknya tak terima sambil mengangkat tangannya untuk menamparku,namun dengan sigap aku menahan tangannya dan sedikit memelintir tangannya hingga membuatnya meringis.


" Auuuhh lepas,dasar wanita licik.janda gatel." pekiknya sambil terus menghinaku


" Tante pikir saya akan akan terus terusan tinggal diam mendengar tante terus menghina saya.!" Aku menggertaknya." Dengar ya tante saya memang seorang janda tapi saya juga masih punya harga diri,jadi jangan seenaknya tante menghina saya,atau kalau tidak saya tak akan sungkan sungkan mengadukan perlakuan tante kepada mas damar." Ucapku lagi sedikit memberi ancaman


" Dasar wanita ular,janda sialan.kamu mau mengadu sama suamimu itu hah.!" bentaknya sambil menatap sinis kearahku." Dengar ya janda bodoh sebelum kamu ngadu ke damar ,aku pastikan kamu duluan yang bakal ditendang dari rumah ini.!" ucapnya lagi lalu menghempas tanganku dan pergi dari hadapanku.


Aku Hanya bisa menghela nafas ,kepalaku sudah pusing memikirkan dimana mas damar sekarang,ditambah lagi Tante ratih yang terus menerus mengintimidasiku,untuk itu aku tidak mau ambil pusing.lebih baik aku hari ini keluar cari udara segar supaya tidak stress.


_______


" Bunda aku mau permen loly pop itu." ujar Kyla sambil menunjuk nunjuk kearah yang belum ku pahami


" mana sih sayang."jawabku sambil menoleh kanan kiri,sedangkan saga asyik maen dengan mainan mobil mobilan miliknya


" Itu bun,yang jual om om badut itu." tunjuk kyla kearah pria memakai kostum Badut yang terlihat sedang menghibur anak anak


Belum sempat aku mengiyakan permintaan Kyla,tiba tiba putraku yang tadi duduk disebelahku pun tiba tiba berlarian kearah om om badut yang berada diseberang jalan,sontak membuatku histeris.


" Sagaaaaaaaaaa..." Aku sekencang kencangnya berteriak memanggil putraku yang hampir saja disambar motor yang sedang lewat,namun beruntung sekali saga bisa diselamat berkat pria berkostum badut tadi yang mendengar teriakanku lalu menarik tubuh mungil saga kedalam dekapannya.


Jantungku rasanya mau copot melihat hampir saja putraku tertabrak motor,dengan nafas tersengal sengal aku menggandeng Kyla sambil berjalan tergopoh gopoh menghampiri putraku yang kini berada dalam gendongan pria badut itu.


" Ya Allah saga,kamu baik baik saja nak." ucapku panik,tanganku terulur meraih tubuh putraku dari gendongan pria badut tersebut


" Huwaaaaa bunda." Tangis saga pun pecah saat aku beralih menggendongnya


" Tenang ya sayang ada bunda." ucapku parau menenangkan saga yang langsung histeris menangis kedalam gendonganku.


" Putra mbak baik baik saja,dia hanya mungkin sedikit shock." ucap pria badut yang wajahnya berpoles khas badut,namun dari suaranya membuat tubuhku membeku dan tak bergeming


Deg

__ADS_1


" Mbak,anda baik baik saja.?" suara pria badut terssbut semakin membuat tubuhku membeku,mulutku sedikit menganga namun tidak bisa membuka sepatah katapun.


" Mas Adrian." Batinku tiba tiba saja bersua menyebut nama alm mantan suamiku.


" Woyy Adnan ayo buruaaaaannn. "


" Iya sebentar." pria badut itu menimpali suara teriakan temannya yang kulihat juga sama seprofesi dirinya yang tengah memanggil pria tersebut.


Kulihat juga Kyla diam saja sambil terus menatap pria badut tersebut,entah apa yang kini ada dalam pikiran putriku,mungkinkah dia beranggapan sepertiku mendengar suara pria itu yang terdengar tidak asing bagi kami.kyla seakan lupa dengan tujuan pertamanya untuk membeli permen lolypop dagangan milik pria badut tersebut.


" Adek cantik mau permen.?" tanya pria badut tersebut menawarkan permen lolypop pada kyla, sedangkan Kyla menatap pria badut tanpa berkedip


" Ayah...." Cicit Kyla membuat pris badut tersebut sedikit shock


" Maaf ya adek cantik,om bukan ayah adek." ujarnya sambil mengulas senyum dibalik wajah khas badutnya


" Woyyy Adnan cepat." teriak teman pria badut itu lagi


" Iya bentar." jawab pria badut itu lalu beralih pada Kyla lagi." Om badut permisi pergi dulu ya,ini permen untukmu dan juga untuk adikmu." sambungnya lagi sambil menyodorkan dua permen pada Kyla.


Setelah Kyla menerima permen tersebut,pria badut tersebut langsung pergi,dan aku pun belum sempat mengucapkan terimakasih karena sudah menyelamatkan putraku saga.


" Bunda bunda bunda." Putriku berulang kali memanggilku namun aku tetap bergeming,hingga akhirnya aku tersadar dari lamunanku


" Iya sayang kenapa.?"


" Om badut tadi kasih aku permen ini." ucap kyla dengan wajah polosnya


" Lhoh om badutnya tadi mana sayang.?" tanyaku sambil celingukan mencari keberadaan sosok pria badut tersebut namun tidak ada ,mungkin sudah pergi


" Om badutnya udah pergi."


" Lhoh tadi permennya udah dibayar bunda belum ya sayang.?" tanyaku sedikit panik


" Belom." ucap kyla sambil menggelengkan kepala


" Bunda bunda."


" Iya kenapa sayang.?" tanyaku


" Suara om badut tadi kok mirip ayah ya." cicit Kyla yang langsung membuat mulutku menganga,ternyata bukan aku saja yang beranggapan kalau suara pria badut tadi mirip mendiang suamiku,meski wajahnya tidak bisa kami kenali dengan jelas,namun suaranya benar benar mirip


Aku pun tersenyum getir lalu membelai pipi gembil putriku." bukan sayang,kan Ayah sudah tenang di surganya Allah." ujarku memberinya pengertian


" tapi suaranya tadi mirip." cicitnya lirih dengan mimjk wajah sendunya


" Mungkin Kyla salah dengar saja,yasudah yuk kita pulang,siapa tau om papa hari ini pulang." ucapku


" Iya bunda ayo kita pulang."


Kami bertiga pun akhirnya memutuskan untuk pulang setelah seharian main ditaman tersebut.


-------


Sesampainya di rumah aku di kejutkan dengan mas damar yang tiba tiba saja sudah tiba dirumah,terlihat kopernya pun masih teronggok didekat sofa,dan tak lama bibi Mirah mengambil kopernya.


" Assalamualaikum." Ucapku dan Kyla ketika kami baru saja masuk kedalam rumah


" Walaikumsalam." jawab mas damar, mama dan juga tante ratih bersamaan


" Mas damar." Ucapku sedikit kaget." mas damar sudah pulang.?" sambungku lagi.


" Yaiyalah ,memangnya kau pikir suamimu hantu." Cerocos tante ratih yang tiba tiba memotong pertanyaanku,namun aku mengabaikan celotehnya


" Iya bulan." jawab mas damar

__ADS_1


" Kapan pulangnya mas.?"tanyaku


" Barusan saja sayang." jawab mas damar sambil tersenyum,sedangkan aku langsung meraih punggung tangannya dan menciumnya


" Maaf ya sayang,aku benar benar sibuk nggak sempat kasih kabar ke kamu." ucap mas damar yang terdengar sangat tulus


" Iya mas nggak apa apa,aku ngerti kok." ucapku yang berpura pura terlihat baik baik saja padahal dalam hati hmm rasanya ingin mengomel tidak karuan,tapi aku masih bisa menahannya.


" Kalian darimana.?" tanya mas damar


" Kamu tau nggak sih dam,istrimu itu suka keluyuran nggak jelas kalau kamu sedang tidak ada dirumah." potong tante ratih yang mencoba memprovokasi mas damar


" Saya tanyanya sama istriku tante,bukan sama tante.!" ujar mas damar dengan tegas


" dibilangin kok ngeyel." gerutu tante ratih dan langsung mendapat plototan dari mas damar


" Maaf mas,tadi aku keluar sebentar sama anak di taman dekat kompleks karena cari udara segar." ujarlu


Mas damar pun tersenyum." Iya sayang nggak apa apa,yaudah yuk sekarang kita keatas,aku kangen sama kamu dan juga anak anak." ucap mas damar lalu beralih mengangkat tubuh kyla dan saga kedalam gendonganya


" Anak Om papa yang satu ini makin cantik,Om papa kangen sayang sama kyla dan juga saga." ucapnya sambil menciumi pipi gembil kyla dan juga saga bergantian membuat bibir tante ratik mencebik tak suka melihat keakraban anak dan suamiku


" Kyla juga kangen Om."cicit Kyla


" Ya sudah kalau gitu yuk kita main keatas,tadi om papa sudah belikan banyak mainan untuk Kyla dan saga." ucapnya santai


" Ye mainan." seru Kyla dan saga kompak


" Bunda ayo kita ke kamar." seru Kyla saat Mas damar sudah berbalik arah menuju kamar utama kami yang letaknya dilantai atas.


" Permisi ma,tante .aku nyusul mas damar ke atas dulu." pamitku pada mama dan juga tante ratih


" iya ." jawab mama yang terkesan nada bicaranya dingin,namun aku menanggapinya biasa saja dan langsung menyusul suami dan juga anak anakku.


____


Setelah mas damar membersihkan diri ,aku pun menyiapkan baju ganti untuknya,setelah itu aku mulai membongkar koper milik mas damar mencari baju kotor yang akan aku cuci.setelah mas damar keluar kamar mandi dan sudah rapi dengan pakaiannya dia pun mengajak kedua anakku bermain kuda kudaan diatas ranjang tempat tidur kami.tawa mereka begitu pecah mengisi seisi sudut ruangan,terlihat sekali mereka bercengkrama dengan akrab menyalurkan rasa rindu mereka.


Aku pun tersenyum bahagia melihat pemandangan tersebut,namun senyumku tiba tiba menyurut ketika mendapati ada sebuah bekas noda merah yang menempel di bagian atas kemeja putih milik suamiku


" Hmm bekas apa ini." gumamku sambil mengamati kemeja putih yang kini dalam genggaman tanganku." warna merahnya seperti bekas lipstik. gumamku sambil menciumi kemeja tersebut dan aku merasakan bau parfum berbeda yang biasanya di pakai mas damar


" mas.." panggilku


" Ya sayang." saut mas damar yang masih asyik bersenda gurau dengan kyla dan saga


" Parfumu ganti.?"


" Enggak sayang." sautnya


" Kok baunya beda ya..." tanyaku lagi penuh penasaran


Hening sesaat sebelum akhirnya mas damar melayangkan suaranya kembali.


" Oiya sayang mas lupa,tadi sempet nyoba parfum milik temanku yang waktu itu lagi nawarin parfum baru dan aku mencobanya." jawabnya lagi dengan suara sedikit gugup.


"Owhh gitu." ucapku dan langsung mendapat senyuman hangat dari suamiku.


Aku pun beranjak kembali membongkar isi koper suamiku


Kluntingggg


Tiba tiba saja ada suara seperti benda jatuh menggelinding ke lantai,namun saat aku mengejarnya pun hilang tidak ada.tapi aku tadi sempat melihat jika benda yang menggelinding ke lantai itu seperti Lipstik


" Mungkin perasaanku saja." batinku dalam hati

__ADS_1


_Bersambung_


Happy reading


__ADS_2