Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
SAH(Menikah)


__ADS_3

Tenda Khas Pernikahan yang begitu terlihat megah pun kini sudah menghiasi Gedung hotel yang kami pilih sebagai Tempat acara pernikahan kami dilangsungkan.langit langit dalam gedung dibentuk indah sedemikian Rupa,sehingga membentuk bunga bunga yang indah,mengisi sudut ruangan Gedung tersebut.disetiap sudut Ruangan Terdapat bunga bunga segar terpasang dengan Rapi dan indah,membentuk beber7apa buket besar yang sangat apik dan sedap untuk dipandang,serta aroma khas Bunga pengantin yang semerbak tercium kemana mana.


Sejak jam 6 pagi aku sudah bersiap siap didandani oleh penata Riasku,Kali ini Mas Damar meminta memakai Adat timur,sehingga aku menggunakan baju pengantin tertutup dengan make up MUA terkenal di kota ini.


Aku pun melihat pantulan diriku didepan Cermin yang sudah selesai Di beri sentuhan make up khas pengantin.memakai kebaya putih lengkap dengan jilbab warna putih yang senada dengan kebayaku,dan diatas jilbabku sudah ada siger yang membuat tampilanku saat ini semakin cantik dan memukau.sungguh aku merasa menjadi wanita paling bahagia menjadi ratu sehari saat ini,namun tak bisa ku tepis rasa canggung dan gugup menjelang Akad nikah.


" Duh mbak bulan,kamu cantik sekali sih mbak,benar benar mangklingi." ucap salah sati Make Up artis yang baru saja merias wajahku


Aku pun tertunduk dan tersenyum malu mendapatkan pujian seperti itu.


" Iya mbak,mbak pengantin yang satu ini cuantik banget aku merasa puas dengan hasil karyaku mbak." timpal salah satu make up artis lainnya


"Terimakasih ya mbak mbak,karena sudah mendandani saya." ucapku dengan diiringi senyum penuh haru


" Sama sama mbak,kalau kita foto baru yuk,buat kenang kenangan dan Endors di sampul majalah kita." ujar salah satu darinya dan diiringi tawa bahagia


Lalu kami bertiga pun foto selfi bertiga dengan memakai berbagai macam gaya dan video untuk dimasukan Tik tok mereka masing masing.


" Semoga mbak bulan bahagia ya mbak langgeng sampek nenek." ucap kedua make up artis tersebut.


" Amin terimakasih doanya ya mbak." balasku


" sama sama mbak." ucap mereka berdua


Tak lama kemudian ibu pun masuk kedalam kamar, dimana aku dirias sambil membawakan


sepiring sarapan untukku.


" Aduh anak ibu cantik sekali." celetuk ibu


Aku pun tersipu malu mendengar pujian dari wanita yang telah melahirkanku itu


" makan dulu ya nduk biar ibu suapin kamu." ujar ibu sambil mulai menyuapiku


" Terimakasih ya bu,ibu sudah selalu ada buat bulan." ucapku dengan suara lirih dan tidak bisa menekan rasa emosionalku yang penuh haru mengingat Betapa besarnya kasih sayang ibu terhadapku selama ini,perlahan mataku mulai mengembun.


" Itu semuw sudah menjadi kewajiban ibu nduk,karena kamu anak ibu satu satunya,sampai kapanpun ibu akan selalu disampingmu dan terua mendukungmu nduk." ibu mencoba menghapus air mataku yang mulai menetes membasahi pipiku." kasih sayang ibu tiada batas buatmu dan juga cucu cucu ibu.jangan nangis nduk ini hari bahagiamu." Tutur ibu kembali


" Bu...."aku menghambur ke pelukan ibu."bulan sayang banget sama ibu." ujarku menahan tangis penuh haru


" Iya nduk ibu juga sangat menyanyangimu." bas ibu membalas pelukanmu.


" kalian ini lagi ngomong toh,kok malah peluk pelukan." timpal bapak yang tiba tiba saja ikut masuk menghampiri kami


" Ini lhoh pak,anak kita mau nikah kok malah jadi sedih to pak." ucap ibu sambil melepaskan pelukan kami


" Lhoh memang kenapa?" tanya bapak


" Bapak..." aku pun berganti menghambur memeluk bapak


" kenapa nduk,ada apa?" tanya bapak sambil menepuk punggungku lembut.


" maafin bulan ya pak karena selama ini sudah sering sekali merepotkan bapak dan juga ibu,bulan juga berterimakasih sekali karena bapak selalu mendukung keputusan bulan." ujarku dengan terbata bata karena menahan rasa haru


" Iya nak sampai kapanpun kamu tetap akan jadi prioritas buat bapak dan ibu,kamu harus tetap bersemangat menyongsong masa depan bersama kedua anakmu untuk terus bahagia." ujar bapak


" Terimakasih bapak ibu,kalian orang tua terhebatku." ucapku diiringi oleh tangis bahagi penuh haru


" Bunda...." Kyla dan saga datang dan ikut masuk kedalam dan menghambur memelukku.


" Bunda cantik sekali ya dek." cicit polos Kyla pada adeknya


" iya bunda cantik." timpal saga putra bungsuku


"Iya sayang,anak anak bunda juga cantik dan tampan sekali." balasku sambil mendaratkan ciuman dikening mereka masing masing


" kalian sudah siap kan?" tanya bapak


" sudah pak." jawab kami


" Yasudah kalau gitu ayo kita keluar membaur dengan para keluarga sebelum Rombongan pengantin datang,kita sudah Selesai menyapa para tamu dari keluarga kita." ucap bapak


Kami pun akhirnya keluar dan menemui beberapa tamu undangan yang sudah berada Di ballrom tempat dimana acara akan dilangsungkan.terlihat beberapa sahabat dan sanak keluarga pun dengan decak penuh rasa kagum menyambut kedatangan kami.


" Wah cantik sekali anakmu mbak." ujar tante lilis adik ibukku


" Iya ya mah mbak bulan benar mangklingi,beda sekali pas nikah nya sama,-----"


" Sisil.." bu lilis mengedipkan mata supaya menghentikan ocahan anaknya.

__ADS_1


" Nggak apa apa kok tante." ujarku


" maaf ya mbak,mulut sisil emang suka suka di rem." celetuknya sambil meringis kecil sedang para keluarga semuanya tergelak akan tingkah sisil gadis yang baru duduk dibangku kelas 2 SMA itu.


" Iya sil nggak apa apa." jawabku sambil tersenyum


" Yuk mbak kita foto foto dulu."ajak mereka yang lain dan kutanggapi dengan anggukan dan senyum bahagia.


****


Kini Tepat pukul sembilan pagi dan Acara pun sudah siap dimulai,terlihat meja akad tertata rapi lengkap dengan kursi yang sudah diduduki paraa saksi dan penghulu.Namun mas Damar belum juga datang,membuatku semakin gelisah diliputi rasa was was.dengan sedikit gusar aku menunggu kedatangan calon suamiku itu.berharap calon suamiku itu segera tiba dilokasi acara kami.


Dengan rasa tidak sabar aku mencoba menelponnya dan ternyata diangkat olehnya


" Assalamualaikum bulan,kenapa sayang?" sapanya dari seberang sana,tidak tau hatiku saat ini was was sekali


" Walaikumsalam mas,mas dimana?kok belum sampai?" tanyaku setengah berbisik


" Tenang saja sayang ini aku masih dijalan bentar lagi sampai." jawabnya dari seberang sana yang membuatku sedikit merasa lega.


lalu Panggilan pun ditutup dari seberang sana,tak lama kemudian beberapa mobil mewah iring iringan pengantin pun sudah tiba didepan halaman gedung.semua sanak keluarga termasuk sahabat juga sepupuku yang belum sempat bertemu dengan Mas Damar pun kini berhambur mengintip kearah jendela besar,dan berbisik bisik melihat ketampanan dan beruntungnya aku mendapat kan calon suami seorang dokter ditambah status mas Damar yang masih single.membuat mereka berdecak kagum.


" Duh bulan beruntung sekali sih kamu,calon suamimu itu udah ganteng putih tinggi lagi." ucap Ruri temanku sekolahku dulu


" Pastinya berduit njirr tajir melintir dari pada yang onoh." timpal Fani temanku satunya dan langsung disenggol lengannya oleh Ruri untuk tidak terus keterusan berucap


sedangkan Aku hanya bisa menimpalinya dengan anggukan kepala dan tersenyum canggung.


" Ah kalian berlebihan sekali." ujarku menyembunyikan perasaanku saat ini


Kulirik kearah pintu yang masih terhalangi oleh hilir mudiknya para tamu, Mas Damar menggunakan beskap berwana putih senada dengan Kebayaku,dia terlihat sangat tampan dan sangat mempesona,apalagi ketika dia tersenyum menyapa para tamu membuat kadar ketampanannya semakin memancar.


Sesaat kemudian Pembawa acara pun mulai membuka Acaranya,dan sebagai pengantin wanita aku pun diundang untuk segera duduk disamping calon suamiku yang kini sudah duduk berhadapan dengan waliku dan juga penghulu.


Mas Damar pun sekilas melirikku,dan Kedua matanya membulat seakan sulit berkedip menatapku,mungkin dia tak mampu menyembunyikan rasa bahagia sekaligus pangling melihat ku saat ini.


Aku hanya menunduk menahan debaran jantungku yang terus berdegub kencang mendapat tatapan dari pria yang beberapa saat lagi akan jadi suamiku itu.terlihat Mas Damar juga merasa canggung,kami ingin sekali menyapa tapi malu pada saksi dan juga penghulu.


" Nah sekarang pengantin prianya sudah datang,bagaimana mbak bulan Mas Damar,apa kalian sudah siap menikah?" tanya pak penghulu pada kami dan kami pun menanggapi dengan anggukan kepala kompak


" Mas Damar nya sendiri apa sudah siap menjadi seorang suami sekaligus ayah yang baik dan bertanggung jawab.?"


" Insyaallah saya siap pak." jawab mas Damar dengan mantap


" Insyaallah saya siap pak." jawab mas Damar dengan lantang dan tegas


" Kalau begitu mbak bulan,apa anda sudah dinikahkan dengan Mas damar tanpa ada suatu unsur paksaan?" kali ini pak penghulu bertanya padaku


" Tidak pak.insyaallah saya siap" jawabku


" Yakin tidak ada paksaan.?"


" Yakin pak."


" baiklah mari kita mulai ya."


pak penghulu pun mulai membacakan khutbah nikah,dan dilanjutkan dengan pujian pujian nama Allah,bershawalat dan salam pada junjungan Nabi besar Nabi Muhammad SAW


" silahkan Mas damar berjabat tangan dengan Wali mempelai wanitanya." ujar pak penghulu memberi arahan pada bapak untuk mengulurkan tangan dan disambut oleh Mas Damar


Ananda saudara Damar Narendra Mahatma bjn Mahatma,saya nikahkan engkau dengan anakku Erika Rahmania bulan binti Mahfud dengan mas kawin seperangkat alat sholat serta seperangkat Perhiasaan berlian seberat sepuluh karat dibayar Tunai.


Saya terima nikah dan kawinya Erika Rahmania bulan binti mahfud dengan mas kawin tersebut dibayar Tunai.


" Bagaimana saksi?"


" SAAAAAAAAH."


" Alhamdulilah."


Dengan Sekali tarikan Nafas akhirnya Mas damar lancar mengucapkan ijab Qabulnya.Ribuan doa kini terpanjatkan pada sang pencipta,semoga pernikahan kami diiringi dengan keberkahan dan pahala bagi kami berdua,menjadikan rumah tangga kami berdua pernikahan yang sakinah mawadah Warahmah.


Lalu dilanjutkan dengan Aku mengecup punggung tangan pria yang kini sudah sah menjadi suamiku,sedangkan dia membalas mencium keningku dengan lembut sambil terus menatap wajahku dengan senyum khas miliknya.


setelah itu kami pun menandatangani berkas berkas surat nikah dan admistrasinya,lalu dilanjutkan dengan serah terima mahar dan acara sungkeman memohon doa restu pada kedua orang tua kami.


Setelah itu kami pun masih duduk duduk diatas Kuade,sambil menyalami para tamu.


" Mas."

__ADS_1


" hmmm iya sayang." jawabnya sambil menoleh kearahku


" Makasih ya sekarang aku bisa lega rasanya." ujarku sambil menggenggam erat tangannya.


" iya sayang tapi Rangkaian acaranya belum selesai,nanti malam juga masih ada acara resepsinya ,kamu sabar ya." tutur mas damar sambil mengedipkan mata menggoda membuatku sedikit melotot


" Ih apaan sih kamu mas." Ujarku menahan malu,sedangkan dia hanyw terkekeh tengah berhasil menjahiliku


" Yaudah yuk kita berbaur dari dengan para tamu dan sahabat kita yang lain." Ajaknya


" Iya mas."


Kami pun turun dari kuade dan menyapa para tamu dan memperkenalkan diri pada para sahabat masing masing.


Namun entah kenapa diantara jejeran tamu yang datang,pandangan ku tertuju pada sosok wanita yang pernah menjumpai mas damar denganku pada saat kemarin di mall.dia pun duduk tepat dibelakang ibu mertuaku.dan paman mas Damar yang bertindak sebagai wali dari pengantin pria.sesekali aku melihat dia tengah bercanda dengan ibunda mas Damar,mereka terlihat tampak akrab sekali,membuatku merasa sedikit cemburu melihat kedekatan mereka.


" Kamu lihatin apa sih sayang?" tanya mas Damar padaku


" Mas?"


"Hmm kenapa?"


"Kamu mengundang Mantanmu diacara pernikahan kita?" tanyaku yang sukses membuat Mas Damar gugup dan mengikuti arah pandanganku melihat kearah mama dan mantan kekasihnya yang tengah asyik mengobrol


" Emmm mungkin mama yang mengundangnya bulan." jawabnya dengan sedikit canggung." mama sama Clarissa memang cukup dekat karena memang aku cukup lama pacarannya." jawabnya yang mampu membuat Hatiku diremas remas


Hatiku seakan mencelos mendengar penuturannya,namun aku tidak bisa berbuat apa apa,toh setiap orang punya massalalu sendiri sendiri begitupun juga aku,meski ada rasa ngilu tapi sebisa mungkin aku bersikap tenang dan tetap menyunggingkan senyum pada suamiku itu.


" Jangan berfikir yang aneh aneh ya,kamu tenang saja dan tidak usah khawatir,aku sama Clarissa sudah tidak ada hubungan apa apa kok,percaya ya sama aku." ucapnya dengan lembut sambil menggenggam Erat tanganku.


*****


Rangkaian acara pun berakhir pun berakhir dan para tamu undangan pun sudah berakhir begitupun para tamu pun sudah membubarkan diri.Kini aku dan Mas damar sudah berada dikamar pengantin hanya berdua saja.baju resepsi pernikahanpun sudah kuganti sejak tadi.kini tinggal riasan saja yang belum sempat ku hapus.karena kami tadi harus membaur dan makan bersama keluarga besar kami sore tadi.


Kulirik dia sedang berbaring diatas Ranjang Kingsize yang sudah bertabur bunga dan dekorasi yang indah itu.


sejenak aku merasa gugup karena dia kini beralih menatapku yang baru saja keluar dari kamar mandi.


" Mas mandi dulu?" tanyaku gugup saat dia kini beralih duduk dan menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan


" Enggak,aku Dari tadi menunggumu saja." ujarnya dan kini sudah berdiri dan menghampiriku membuatku sedikit gugup


" Mas." aku tersentak kaget saat tangan kekarnya sudah melingkar di pinggangku.


" Ya sayang." jawabnya dengan lirih serta suaranya terdengar berat,terasa sekali deru nafasnya terasa hangat di pipiku


" Mas i ini ma masih terlalu sore." ucapku gugup menahan debaran jantungku yang sudah berdegub tidak karuan


" memangnya kenapa kalau sore.?" tanyanya sambil mengedipkan mata menggoda


" Malu mas,masih banyak orang diluar."


" Hahaha.kok wajahmu jadi merah merona gitu,hayoo mikirin apa hayoo."Godanya diiringi dengan tangannya yang sudah terlepas dari Pinggang rampingku


" ihhh jahil ya kamu mas." Ucapku dengan bibir mencebik sedangkan diw tersenyum puas karena berhasil menggodaiku


" Ya ya maaf,tapi kalau kamu mintanya sekarang ya ayo." ucapnya lagi dengan senyum genitnya


" Apaan sih." bibirku mencebik karena terus digodainya


Dia pun kini beralih menatapku sambil membingkai wajahku lalu mengecup kedua punggung tangaku membuatku semakin gugup


" Dengar ya sayang,kalau kamu memang belum siap,aku akan dengan sabar menunggumu sampai kamu siap,karena aku tidak akan memaksamu."


ucapnya dengan tatapan penuh kelembutan membuatku tak enak hati


" makasih ya mas atas pengertiannya,lagian kamu tau sendiri diluar sans masih ada -----"


" Sssttt iya sayang aku ngerti." ujarnya dengan lirih


Lalu diapun menarik tubuhku kedalam pelukannya sambil terus menciumi pucak kepalaku yang masih tertutup dengan jilbabku membuatku merasakan kenyamanan ketenangan dan kedamaian didalam pelukannya


" Aku sangat mencintaimu bulan." ucapnya sambil mendekap erat tubuhku


" Aku juga mas." balasku dengan perasaan penuh bahagia


_bersambung_


Maaf ya double upnya agak malam,untuk malam pertamanya diskip dulu ya kita lanjut besok.

__ADS_1


jangan lupa kasih dukungannya jika suka


Happy Reading.


__ADS_2