
Aku menghela Nafas Kasar saat lagi Lagi Zahra perempuan yang telah menjadi mantan adik maduku itu hadir lagi ditengah tengah kami.kini dia datang untuk meminta perlindungan padaku.Ya Allah Apa lagi ini.
" Mbak bulan bisakah kau membantuku mbak?" ujarnya penuh Harapan." tolong lindungi aku mbak." sambungnya lagi sambil menggenggam erat tanganku.
" Lalu apa yang Harus aku lakukan untukmu Zahra?apa yang terjadi padamu,kenapa kamu datang dan tiba tiba menangis seperti ini.?" aku pun ikut panik dan tidak tega melihat keadaannya yang kacau seperti ini.
" Abi memaksaku untuk menikah dengan pria yang sama sekali tidak kuinginkan mbak.dia seorang Duda yang sudah tua,teman seprofesinya abi mbak,aku nggak mau mbak,tolong bantu aku." pintanya dengan menangis tersedu sedu.
" Lantas apa yang harus aku bantu zahra?kenapa kau memilih datang kerumahku.?" aku bingung sekali dengan situasi seperti ini.
" Ayolah mbak,ku mohon bantu aku,lakukan semuanya demi mendiang Alm mas Adrian mbak." ucapnya parau lalu menjatuhkan diri dan menangis sesenggukan di bawah kakiku
" Apa hubungannya dengan mas Adrian?jangan seperti ini Zahra,berdirilah." aku semakin tegang dan menarik tubuhnya untuk duduk kembali
" Aku masih mencintai Mas Adrian mbak,aku belum bisa melupakannya,dan kini Abi malah memaksaku untuk menikah dengan pria lain yang sama sekali tidak aku cintai,a aku nggak mau mbak..." Dia semakin terisak dengan tangisan sambil menggelengkan kepalan disertai leleran airmata yang terus menurus mengucur di kedua pipi putihnya
" Kenapa kamu tidak kabur saja ke kota lain dan pergi jauh dari sini,kenapa malah mendatangi Rumahku Zahra.ini semua nantinya akan memperkeruh keadaan dan menimbulkan masalah untuk bapak dan ibukku." Cetusku dengan tegas karena menahan kesal
" Aku bingung mbak harus kemana aku pergi,karena seumur hidup aku dibesarkan dipesantren dan tidak pernah pergi kemana mana mbak,selain menuntut ilmu dikairo.aku tidak tau harus mencari perlindungan kemana lagi,karena aku disini tidak mengenal siapa siapa mbak." ucapnya dengan mengiba." tolong mbak bantu."
" Maaf Zahra,tapi aku tidak mau terlibat terlalu jauh dengan keluarga,aku harap kamu bisa mengerti dan maaf jika harus menyuruhmu pergi dari sini." tolakku Secara Harus,karena aku memang sudah tidak ingin terlibat masalah lagi dengannya.
" Tolong mbak,tolong aku ku mohon kumohon mbak." Pintannya dan langsung menjatuhkan diri memeluk lututku dengan Erat
" Astagfirullahaldzim."Pekik bapak dan ibu menyaksikan kejadian ini
" ibu bapak,ku mohon tolong bantu saya pak buk.ku mohon lindungi saya,apakah secara agama kalian tega membiarkan dan mengabaikan seseorang yang rapuh ini meminta perlindungan pada kalian.?" ucapnya beralih menatap kedua orang tuaku sedangkan aku masih diam mematung
" Bangunlah Zahra,jangan seperti ini." aku mencoba melepakan tangannya dari lututku
" Tapi mbak ku mohon bantu aku." pintanya dengan wajah mengiba
" Kau tau Zahra ini adalah masalah yang serius,jika abimu tau dan para santrimu datang kesini maka itu akan menyulitkan kami,dan bisa saja kami dijebloskan kedalam penjara karena sudah menyembunyikanmu disini." ucapku dengan nada penuh penekanan
" Aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi mbak." Dia mencoba meyakinkan kami
" Kamu sendiri saja bahkan tidak bisa mencegah abimu untuk memaksamu menikah kan?apalagi kau bisa mencegah abimu untuk melindungi kami supaya tak dijebloskan ke penjara Zahra." kataku
Dia terlihat terdiam dan tak berdaya,lalu menjatuhkan tubuhnya dengan pandangan nanarnya." tapi aku sudah tidak berdaya mbak,aku sudah putus asa." tatapannya kosong lalu menjatuhkan diri Dilantai dan bersujud
" Ya Allah Zahra jangan seperti ini." aku mencobs membantunya berdiri dan duduk kembali sedang ibu kini mencoba menenangkannya
" Tempat ini tidak aman untukmu Zahra,begitupun juga untuk keluargaku,ku mohon mengerti maksud kami." aku mencoba memberinya pengertian sebisa mungkin
" Tolong mbak tolong aku sekali ini saja,aku sudsh bersusah payah untuk kabur kumohon belas kasihmu mbak." Dia semakin Parau dan menjerit mengiba padaku
Akhirnya aku tidak punya pilihan lain,lalu bangkit dari dudukku untuk menelpon suamiku.
" Hallo mas Assalamualaikum."
" Iya sayang ada apa ." ucap mas Damar dari seberang sana
" Zahra mas,dia datang kerumah dalam keadaan kacau dan menangis untuk meminta perlindungan.aku bingung mas."
" Kenapa dia bisa begitu?"
" Ceritanya panjang mas,apa mas bisa langsung segera pulang jika pekerjaan mas sudah selesai,aku mohon mas karena situasinya sangst terdesak."
" Baiklah insyaallah sayang,aku usahakan secepatnya pulang jika kerjaanku sudah kelar,kamu sabar ya."
" Iya mas,ya sudah ku tutup dulu ya telponnya assalamualaikum."
" walaikumsalam sayang."
Tuttttt dan sambungan telponpun terputus
****
" Mungkin Biarkan Dia istirahay dulu bu dikamar tamu,sambil menunggu Mas Damar datang dari rumah sakit." pintaku pada ibu untuk sementara waktu membawa Zahra untuk beristirahat di kamar tamu dulu,ibu pun mengangguk tanda mengiyakan permintaanku.
" Ayo nduk bangun,lebih baik kamu membersihkan diri dan sholat dikamar tamu,supaya hatimu lebih tenang." ujar ibu membantu Zahra berdiri
Wanita itu pun mengangguk pelan dan berdiri menuruti apa kata ibukku.
Sedangkan Saga dan Kyla yang sedari tadi melihat perbincangan kami pun ku ajak masuk kekamar lalu mengajaknya untuk mandi setelah itu menyuapinya makan.
__ADS_1
" Bunda bunda,kok Tante Zahra nangis.?"Tanya kyla putriku
" Bunda juga nggak tau sayang,nanti ya kita tanya.sekarang Kyla mandi dulu setelah itu makan lalu belajar buat ke sekolah besok.bunda juga mau mandikan adek dulu ya." ucapku mengalihkan pertanyaan kyla
" Iya bunda " Jawabnya sambil penuh semangat.
Hari kini sudah berganti malam,setelah selesai menunaikan sholat isya kami semua sudah berkumpul dimeja makan menikmati hidangan makanan,sambil menunggu kedatangan mas Damar,karena tadi mas damar sempat telpon jika datang agak malam karena tugasnya masih banyak.Terlihat Zahra masih tertunduk lesu dan diam saja tanpa menyendokan makanannya.
" Ayo makan dulu Zahra,nanti kau bisa sakit." ujarku memintanya untuk makan sedang dia hanya mengaduk ngaduk nasinys saja didalam piring sambil terus menangis
" Tidak boleh makan sambil menangis nduk,tidak baik pamali ." ujar ibu mengingatkan
" Aku hanya sedang berfikir bu,aku benar benar tidak tau malu,dulu aku menyakiti kalian terutama mbak bulan,lalu sekarang aku datang mencari perlindungan disini,aku benar benar minta maaf." katanya sambil menyerka Air matanya beberap kali
" Sudahlah nduk tidak usah membahas massalalu,yang harus kamu hadapi sekarang adalah kenyataan." bapak menimpali ucapan Zahra
" Tapi saya malu pak bu,malu pada diriku sendiri." jawabnya dengan terbata bata
" Sudahlah nduk,kami semua menerimamu dengan baik,tidak perlu sungkan lagi.mungkin kedatanganmu disini suatu yang tepat dari pilihan dari Allah,hanya mungkin saja kedua orang tuamu tidak akan mengira kamu datang kesini." ujar bapak
" Tolong bantu saya ya pak." ucap Zahra dengan mengiba
" Insyallah kami semua sebisa mungkin akan membantu,sekarang kamu cepat makan dulu ya supaya kau tidak sakit." jawab bapak
Zahra pun menganggukan kepala dan Tersenyum lega mendengar ucapan bapak lalu mulai bersemangat untuk makan.
*****
Tepat pukul Sembilan seusai kami makan malam dan zahra sudah diantar ibu masuk kedalam kamar tamu,mas Damar pun datang,dengan Raut wajah lelah yang membìngkai wajah tampannya,namun dia tetap tersenyum.
" Assalamualaikum." sapa Mas Damar ketika masuk kedalam dan menyalami ibu dan bapak yang kala itu masih diruang tamu bersamaku
" Walaikum salam." jawab kami kompak
" Maaf ya bulan aku terlambat pulang " ucap mas damar
" Iya mas nggak apa apa." jawabku sambil meraih tas kerja miliknya
" Iya bu hari ini oprasinya sangat sulit dan sedikit menguras tenaga dan pikiranku." jawab Mas damar
" bulan kalau begitu,kau ajak suamimu makan dulu setelah itu suruh Istirahat."
" iya bu." jawabku pada ibu." yuk mas kita makan dulu aku udah siapin makan malam untukmu." ajakku pada mas damar masuk ke ruang meja makan untu makan malam terlebih dulu
Aku pun dengan Lihai melayani makan Malam mas Damar." terimakasih ya sayang." jawabnya setelah menerima Piring yang sudah terisi nasi dan lauk pauk didalamnya
" iya mas." jawabku sambil tersenyum dan ikut duduk menemaninya makan
" Tadi kamu bilang katanya Zahra datang kesini?" tanyanya setengah berbisik sambil menyuapkan sendok makan kedalam mulutnya
" Iya mas,tapi sekarang dia sedang tidur di kamar tamu." jawabku
" lantas kenapa dia datang kesini?" tanya mas damar dengan heran
" Katanya dia dipaksa dijodohkan abinya mas,makanya dia kabur."
Lalu aku pun mulai menceritakan semuanya dengan detail pada Suamiku.Mas damar tampsk menghela nafasnya dan memijat keningnya pelan
" Lantas apa yang harus kita lakukan sekarang,ada ada saja." ujar mas damar sambil menggelangkan kepalanya
" Nggak tau mas,aku juga bingung,menurut mas kita harus bagaimana?"
" Sebaiknya kita pesankan kamar hotel saja untuk menginap supaya kita tidak ikut terseret dalam masalah ini." jawab mas damar
" Tapi apakah itu aman mas?"tanyaku memastikan
" Entahlah,aku pun juga tidak bisa menjamin keselamatannya aman atau tidak." Bisik mas Damar padaku
" Kamu tau sendiri kan mas,kalau pak haji Qosim itu Orang yang terkenal dan terpandang,jika ads seseorang yang tau keberadaan zahra dan mempunyak niat buruk maka akan memanfaatkan momen ini mas.lalu bisa saja zahra diculik dan meminta uang tebusan yang besar mas." kataku
" Ini benar benar pilihan yang besar."kata mas damar
" Ya mas,dan kita tidak punya pilihan lain lagi."aku menimpali
__ADS_1
" Benar juga sih,aku melihatnya juga seperti itu,kecuali kamu mau mengijinkan membawanya pulang kerumah mama untuk sementara waktu." Ucap mas Damar yang langsung sukses membuat kedua mataku membulat.
" Apa apaan sih kamu mas,jangan ngelantur kamu,mana mungkin kamu membawanya kerumah mama,apakah mungkin mama akan menerima zahra tanpa bicara?kan tidak mungkin." ucapku menahan kesal
" Sepertinya ideku kali ini sudah gila." kata mas damar sambil menepuk keningnya pelan
" Aku sama sekali juga tidak keberatan kok mbak,dibawa pergi kemana saja mbak, mas ."
Tiba tiba saja Zahra sudah datang dari arah belakang kami,rupanya dia menyimak obrolam kami.
" Hotel tidak bagus untukku mbak,karena jaringan Abi Sangat banyak,dan abi pasti dengan mudah menemukanku mbak." ucapnya lagi." kumohon dengan sangat aku benar benar meminta perlindungan pada kalian." sambungnya lagi sambil menangkupkan kedua tangannya dengan penuh permohonan
Aku dan Mas damar saling bertukar pandang satu sama lain,lalu mencoba berunding keadaan saat ini.
" Apa mungkin kita membawanya ke rumah mama mas?" gumamku pelan
" Entahlah aku jugq bingung bulan." suamiku menghela nafas
" Ku mohon bantulah aku lindungi aku,jangan tinggalkan aku,aku sungguh sangat ketakutan."
Zahra pun tiba tiba menjatuhkan diri dibawah kaki suamiku dan kembali menangis
" jangan seperti ini." ucap suamiku berusaha mundur dan menjauhkan diri dari Zahra." baiklah kau tidak perlu bersujud,kami akan mencoba membantumu,berdirilah." kata mas damar sambil memberi isyarat padaku untuk membantu Zahra berdiri.
Aku pun membantu Zahra bangkit lalu mendudukannya dikursi meja makan.
" jangan putus asa dulu,pasti semua ada solusinya." ucapku menenangkannya
" Sungguh aku tidak ingin dijodohkan mbak aku tidak mau menikah dulu." Rengeknya padaku
" Mungkin Ayahmu mencoba mencarikanmu yang terbaik untuk masa depanmu Zahra." kata suamiku
" Tapi kan tidak dinikahkan dengan pria itu mas." ucap Zahra
" Seharusnya keputusan dari seorang janda harus juga diperhatikan,dan tidak asal memaksan kehendak.jika diamnya seorang gadis saat dijodohkan adalah suatu persetujuan maka penolakan dari seorang janda adalah sebuah bukti tidak menerima dalam hal perjodohan semacam ini." Ucap Mas Damar sambil menatap kami bergantian
" Mungkin Pikir abi kasihan melihatku sendirisn mas,karena diusia muda aku sudah menjanda,tapi
aku pun juga belum siap jika harus menikah lagi secepat ini mas." Ucap Zahra sambil air matanya meleleh kembali
" Aku tahu kalian tidak ingin terlibat dengan masalahku terlalu jauh mas,mbak.tapi kali ini aku benar benar putus asa dan bingung " timpalnya lagi dan kembali menangis tersedu sedu.
" Baiklah kami akan berusaha menolongmu.semoga semuanya aman aman saja." kata mas damar
" Lalu apa yang harus kita lakukan mas?" tanyaku pada suamiku
" Jalan satu satunya adalah membawa zahra ke rumah mama,dibelakang Rumah ada paviliun kosong untuk sementara waktu zahra bisa tinggal disana." kata mas Damar sambil menatapku dan Zahra bergantian
Ini bisa saja menjadi Prahara yang besar di rumah tanggaku dan juga mas damar jika aku menyetujui
usul dari Mas Damar yang terdengar gila ini.tidak aku harus bisa mencegahnya
" Atau begini saja mas,gimana kalau kita saja yang pindah ke rumah mama,lalu Zahra biarkan tinggal disini bersama bapak dan ibu." usulku
" Terus apa kamu tega jika nanti Orang suruhan Abinya zahra datang kemari dan mengintimidasi bapak dan ibu?kan kasihan mereka,apalagi mengingat bapak mempunyai riwayat jantung apa keselamatan beliau akan terjamin." ucap Mas damar yang langsung menyadarkanku,kenapa aku tidak berpikir sejauh itu
" Astagfirullah kenapa aku tidak berfikir sejauh itu mas.lalu apa yang harus kita lakukan?" tanyaku
" begitpun sebaliknya mengabaikan seseorang yang meminta perlindungan juga merupakan dosa dimata Allah." timpal mas damar
" Tapi Apa mungkin Dia akan dibunuh oleh orang tuanya sendiri mas,kan mustahil." aku berusaha mengelak supaya mas damar tak membawa Zahra pulang ke rumah mama
" Tapi tindakan Ayahnya yang memaksakan kehendak pada Anaknya sendiri akan berujung sangat fatal dan membuat Depresi mental untak Zahra.ditambah lagi dia baru saja ditinggal oleh Suaminya,kasian ." ucap mas Damar sambil berjalan mondar mandir dan berpikir keras
Aku pun menghela nafas kasar,tidak tau apalagi yang harus kami perbuat untuk menyelamatkam janda dari mas Adrian ini.
" Ya Allah apa yang harus kami lakukan." gumamku dalam batin.
_Bersambung_
hai Readera maaf ya lama updatenya karena kesibukan didunia nyata.Kemarin malam aku sudh Update ya tapi masih di reviuw semoga bisa lolos dan updata hari ini juga segera lolos
Jangan lupa kasih dukungannya ya jika kalian suka .
Terimakasih
__ADS_1
Happy Reading