Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Berkunjung Ke rumah camer


__ADS_3

Aku masih terdiam dan merenung,merenungkan Dulu yang pernah kami impikan.kehidupan Rumah tangga kami dulu sangat bahagia penuh dengan canda dan tawa.namun semuanya lenyap seketika saat Gadis yang bernama Zahra itu datang dikehidupan kami dan menghancurkan semua angan angan kami dimassa depan.


Sekelebatan bayangan mas Adrian terus saja muncul dipikiranku,membuatku sedikit Gamang,namun aku yakin pasti Allah menyimpan hikmah yang dibalik kejadian ini semua.


Drtt Drrrtt


Aku pun tersadar dari lamunanku ketika mendapat pesan dari nomor baru yang kuyakini nomor Zahra yang sengaja tidak aku simpan dikontak ponselku.


( Mbak bulan,kami sekeluarga mengundang mbak bulan untuk datang diacara tujuh Harinya kematian mas Adrian)


Satu pesan Dari Zahra pun masuk dipagi ini,tak lupa juga dia mengirim sebuah Foto terakhir mantan suamiku ketika dia masih hidup.terlihat mantan suamiku itu duduk sambil menatap sebuah pemandangan dengan menggunakan kamera samping,sehingga membentuk bayangan siluet yang sempurna.


Aku heran sekali dengan sikap Zahra yang seakan akan menyuruhku untuk tidak melupakan pria yang kini berstatus mendiang suaminya itu.


" Benar benar mengherankan sekali."Gumamku


Lalu aku pun mulai mengetik dan membalas pesannya.


( *Maaf,aku nggak bisa Zahra,tapi meski begitu aku selalu memanjatkan Ribuan doa supaya mendiang alm tenang dialam sana,dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan)


( Tapi mbak aku benar benar tidak bisa menjalani ini semuanya sendiri*) balasnya lagi dengan emoji menangis


( kamu harus yakin kamu bisa,kamu kuat ) balasku


( kini aku sadar mbak,betapa sakitnya dirimu ketika kehilangan suami ) balasnya lagi


Aku hanya bisa membuang nafas kasarku ketika mendapat balasan pesan dari Zahra.tak ingin terus membalas pesanya yang sama halnya seperti menambah garam diatas luka,aku sadar kami berdua adalah sama sama wanita yang pernah menjadi bagian dalam kehidupan mas Adrian,maka dari itu aku tidak mau terus terusan terjerat dalam bayang bayang mendiang ayah kedua anakku.


( mbak bulan bolehkah aku meminta satu permintaan darimu,untuk terus menganggapku sebagai adikmu untuk menebus segala kesalahanku,aku mohon mbak terimalah permintaan ku ini )


satu pesan darinya masuk lagi dan membuat terkejut.aku pun memutuskan membalasnya untuk terakhir kali.


( Semua orang didalam Agama islam adalah saudara Zahra, jadilah wanita yang tegar,aku selalu berdoa supaya kamu juga bisa berbahagia dimassa depan ) balasku untuk yang terakhir kali.


Dia memintaku untuk menjadi saudaranya,sungguh aku benar benar tidak tau jawaban apa yang tepat untuk permintaannya.


*******


Tin Tin Tin


Seperti biasa Mobil Mas Damar kini sudah berada didepan Rumah untuk menjemputku berangkat kerja bareng sekaligus mengantarkan Kyla untuk bersekolah.semenjak acara lamaran kemarin dia semakin posesif sekali perihal aku akan pergi kemana dan dia selalu mengusahakan untuk selalu antar jemput setiap aku keluar rumah,dan melarangku membawa mobil sendiri jika dia bisa datang kerumah.


Ku sambut pria yang setia menyertaiku dimasa sulitku itu dengan membalas senyum mengembang dibibirnya.


" Assalamualaikum wahai calon bidadari surgaku." sapanya disertai senyum manisnya


" Walaikumsalam mas,tumben pagi sekali mas." aku menjawab salamnya dan menyambutnya didepan teras rumah.


" memangnya kapan aku pernah kesiangan menjemput calon istriku." ucapnya sambil mengedipkan mata menggoda


" Ya Allah genit sekali sih kamu mas." Desahku sambil menggelengkan kepala melihat tingkahnya


" Hanya berlaku untukmu aku bersikap genit dan manja bulanku sayang." selorohnya sambil menjawil ujung jilbabku.


Ishhh Ternyata Bukan masalah profesi dan perawakan yang mempengaruhi tingkat bucin seseorang ya,menggelikan juga ternyata.


" Bulan."


" Ya mas bentar aku ambil tas ku dulu." ucapku


" Lhoh Kyla gak pergi sekolah hari ini.?" tanyanya.


" Nggak mas katanya libur gurunya ada Rapat."


" Oh.."


" Bentar ya mas." aku pun masuk kedalam dan mengambil tasku lalu kembali keluar rumah


" ibu dan bapak mana kok sepi?"tanyanya lagi


" Emm itu ibu lagi ngajak Kyla dan saga kekolam bu wati mas melihat ikan,kalau bapak sedang di kebun." jawabku usia masuk kedalam mobilnya


" Bulan."


" iya mas." jawabku


" bulan."


" Apa sih mas." aku mulai sedikit gusar saat posisinya kini memiringkan Tubuhnya menghadapku


" bulan...."


" I iya mas a ada apa.?" jawabku sedikit gugup karena posisi kami sangat dekat hanya terkikis beberpa inci saja


" Aku mencintaimu..sungguh sungguh mencintaimu..." jawabnya sambil menatap kedua bola mataku lekat lekat dan begitu dalam.


Andai saja ada bocah bocah yang suka nonkrong ditepi jalan melihat adegan ini pasti mereka serentak akan mengatakan " Eya eya eya et dahh..........


Deg


Wajahku seketika menghangat dan kuyakini sudah berubah menjadi merah merona ketika mendapatkan tatapan teduh itu,dadaku berdesir desir dan bercampur aduk rasanya,namun aku hanya mampu membalas dengan Menggeleng kepala sambil tersenyum tipis padanya.


" bulan,mengapa ekspresimu selalu datar seperti ini." keluhnya sambil menggerutu sambil menarik tubuhnya kembali


"Lah terus aku harus bagaimana mas." jawabku sambil membuka pintu mobil ketika kami sudah sampai di parkiran rumah sakit.


" tindakan lain mungkin seperti memeluk,membelai wajah atau mencium pipi mungkin...."jawabnya tanpa beban


Aku pun langsung melotot kearahnya,namun yang ditatap malah kayak nggak ngerasa salah dalam ucapannya.


" begini ni ya,biasanya dalam adegan Film korea tuh prianya yang sedingin es batu,eh ini malah kebalikannya." cetusnya sambil wajah ditekuk

__ADS_1


" Ya habisnya kamu pagi udah ngaco,ngelantur kemana mana sih mas." ujarku menahan kesal dan tawa


" Dih dibilang ngelantur lagi." ucapnya


" Ya Ampun mas mas,uda ayo buruan turun nanti kita bisa terlambat." ujarku


" Ckkkkk dasar wanita selalu ingin benar." Dia berdecak kecil


" Kayaknya kita harus segera menikah." cetusnya lagi


" Kenapa harus buru buru.?" tanyaku


"Karena aku ingin segera ngemilikin kamu dan terus bersamamu." jawabnya tanpa beban


"Lah ini kan juga lagi bersama mas." selorohku


" Ya Ampun bulan kamu itu bikin aku pengen wiuw wiuwww kamu rasanya." ujarnya gemas sambil mempraktekan remasan tangannya membuatku terkekeh melihat tingkahnya


" wiuw wiuw apaan sih mas." tanyaku sengaja pura pura memancingnya


Dia pun kembali memiringkan wajahnya dan menatapku lembut." aku ingin segera berbagi cinta bersamamu bulan." jawabnya yang membuat hatiku meleleh saat ini juga


" Dasar kamu itu ya mas,modus sekali jago membuat hati wanita berbunga bunga." kataku sambil mengulum senyum


" Oh jadi saat ini hatimu sedang berbunga bunga.?" tanyanya penuh semangat


"enggak enggak jangan GR." sangkalku cepat sambil menggelengkan kepala


" Tadi katanya ngomong gitu." cercanya


" itu cuma perumpamaan saja mas." aku menyangkal


"Hmmm apa kamu sudah tidak tahan untuk ku cium.?" ucapnya sambil diiringi wajahnya yang semakin condong mendekat kearahku


" Jangan." tolakku dan Reflek merentangkan tanganku


Dia pun tersenyum jahil dan tertawa terbahak bahak melihat tingkahku yang sedikit khawatir dan ketakutan


" ishhhh apaan sih mas nggak lucu." aku manarik sudut bibirku sebal padanya.untung saja halaman parkiran rumah sakit masih terlihat agak sepi karena masih terlalu pagi


" udah ah ayo keluar." kataku sambil menekaln handle pintu mobil.namun dia segera menahanku sambil menarik lenganku membuat jarak kami kembali dekat lagi


" bulan mana cincinmu.?" tanyanya sambil menggenggam tangan ku erat.


Aku pun mulai menyadari keberadaan cincin pemberian darinya terlepas dari jemariku.


" A anu mas mungkin kemarin aku lupa waktu pas wudhu." ucapku mengelak dengan perasaan berdebar debar karena aku memang sungguh lupa menaruhnya dimana


" jangan pernah menghilangkan cincin yang baru saja aku ikat dijari manismu,aku tak mau kehilanganmu." katanya sambil menatap tajam padaku


" Apa hubungannya sih mas,iya nanti aku cari,sudahlah aku mau mulai bekerja mas." kataku


" iya iya mas." kataku


" Aku tidak mau kehilanganmu bulan." tambahnya lagi


" iya mas iya."


" Bulan."dia kembali menahanku sehingga pandangan kami bertemu kembali


" Haduh apalagi sih mas."aku mulai gemas dengan kelakuannya


" Apa kau juga mencintaiku.?" tanyanya dengan tatapan penuh harap


" pertanyaan apa itu mas.?"


" Aku hanya ingin memastikan jika kamu juga mempunyai perasaan yang sama denganku." ungkapnya dengan tatapan yang dalam kepadaku


" Emmm gimana kalau kita ngobrol lanjut nanti sore saja ya mas,aku udah telat.aku masuk dulu ya mas Assalamualaikum." kataku sambil keluar dari dalam mobil dan berlari kecil menuju tempat kerjaku


******


Sore hari pun tiba,seperti biasanya dokter tampan penuh karisma itu sudah menunggu ku dibawah pohon dimana dia memarkirkan mobilnya disana


" Assalamualaikum ." sapaku setelah dihadapannya


" Walaikumsalam." jawabnya sambil melempar senyum manisnya


" kok belum pulang dok.?"


" Iya ini lagi nunggu calon istri." katanya sedikit cuek


" ohh kirain nunggu siapa." kataku sambil manggut manggut mendengar ucapannya


Tiba tiba saja aku terkejut ketika dia menarik tubuhku masuk kedalam pelukannya.aku pun tersentak kaget mendapatkan perlakuan seperti itu,setelah sekian lama mengalami kesedihan dalam kesendirianku,sehingga membuatku malu bercampur gugup.


" Lepas mas,malu nanti dilihat orang." bisikku sambil menahan debaran jantungku yang sudah seperti meloncat loncat tak karuan


"Sekarang juga ayo kita kerumah orang tuaku." bisiknya lirih sambil terus mendekap erat tubuhku


" buat apa mas."aku meronta ronta minta dilepaskan


" Ya buat memperlihatkan calon Rumahmu dan memperkenalkanmu sebagai calon nyonya damar." bisiknya pelan


Aku pun langsung melepaskan Diri dari rengkuhannya.


" hei kamu kenapa wajahnya kok gitu.?" tanya mas damar


"Be belum saatnya mas." jawabku gugup


" Hahaha kamu itu ya bikin aku gemes." dia tertawa

__ADS_1


" Udah ah aku mau langsung pulang aja."


" Ayolah bulan mami kepingin ketemu sama kamu." bujuk nya lagi


" Tapi ini udah sore mas,besok saja ya lagian anak anak pasti sudah menungguku."


"Please bulan bentar saja ya,mau ya." pintanya memohon sambil mengatupkan tangannya


" Hemm baiklah kalau begitu." mau tidak mau aku menerima tawaranya,dan dia pun langsung tersenyum dan kami pun langsung masuk mobil dan melesatkan kendaraan mobil kamu ke rumahnya.


******


Tak lama kemudian mobil mas Damar sudah sampai didepan bangunan megah rumahnya.Pintu Gerbang pun terbuka dengan otomatis memperlihatkan bangunan Rumah dengan dua lantai dan dua buah pilar megah di bagian depan rumahnya yang berwarna Gold keemasan.mobil pun berjalan berbelok kekanan dan berhenti didepan rumah


Mas Damar pun membunyikan klakson lalu beberapa saat kemudian munculah wanita paruj baya yang tak lain adalah asisten rumah tangganya menyambut kedatangan kami.


"Assalamualaikum ." sapaku


" walaikumsalam mbak mari silahkan masuk."jawabnya


Kemudian asisten itu mengarahkanku ke ruang utama,dan menunjukan nyonya rumah berada.


kulewati koridor rumah megah mas Damar dengan langkah pelan,aku pun sempat dibuat kagum dengan pemandangan interior dan perabotan mewah yang tertata rapi didalam rumah itu


Ku temui Nyonya Iren ibunda dari Mas Damar yang sedang duduk santai depan kursi ruang tvnya.melihat kedatanganku dia pun segera menurunkan kakinya yang tadi selonjoran diatas sofa.beliau pun berdiri dan menghampiriku.


" Selamat datang di rumah kami bulan,gimana kabarmu." sapanys dengan lembut


"Alhamdulilah kabar saya baik tante,tante sendiri kabar nya.?" jawabku


" sama baik seperti yang kamu lihat." ucapnya


" terimakasih ya tante karena sudah mengundang saya datang kerumah." kataku


"Iya bulan,tante sengaja meminta Damar mengajakmu kesini untuk mengajakmu melihat lihat rumah untuk mengajakmu makan malam sekaligus memberi tahu banyal hal tentang adab dan peraturan dirumah ini." katanya


" oh ya baik bu saya mengerti." ucapku menganggukan kepala penuh rasa hormat


" karena kami berasal dari keluarga terhormat dan terpandang,maka untuk sopan santun dan adab sangat kami utamakan,jadi kamu harus banyak banyak belajar menyesuaikan diri dikeluarga ini apalagi mengingat kamu dari keluarga sederhana jadi kamu harus cepat menyesuaikan diri."katanya sambil diiringi tawa renyahnya


sedangkan aku hanya mampu mengulas senyum tipis dan menganggukan kepala,mendengar ucapanya yang mampu membuat dadaku sedikit nyeri.namun aku tetap berusaha memakluminya mungkin maksudnya baik.


" Iya tante saya paham dan insyallah akan belajar cepat untuk menyesuaikan diri lebih baik." jawabku


"Bagus itu."ujarnya." yuk kita kesana." ajaknya mengarahkanku ke ruang meja makan dan mempersilahkan ku duduk


" silahkan duduk bulan."


" iya terimakasih tante." jawabku sambil duduk dikursi


tak lama kemudian mas Damar datang dan menghampiri kami yang lagi sedang ngobrol berdua.karena memang aku tadi masuk terlebih dulu.


" wah wah rupanya lagi asyik nih.ngobrolin apa sih.?" tanyanya menghampiri kami


" ada dong mau tau aja." jawab ibunda mas damar


" Yaudah deh kalian terusin aja ngobrolnya aku tinggal ganti baju dulu ya bulan." ujarnya padaku


" iya mas." jawabku


" Ma aku titip bulan dulu ya,aku mau mandi." ucapnya


" Iya nggak usah khawatir calon istrimu aman kok,gak bakal ilang." ujar ibunda mas damar sambil tertawa pelan


" tinggal bentar ya sayang." ucap mas damar lembut sedang mamanya hanya menggeelengkan kepalanya


" iya mas." jawabku sedikit tertunduk malu


Selepas kepergian mas damar menaiki tangga lantai dua masuk kedalam kamarnya,kami pun tiba tiba saling berpandangan dan terdiam membuat suasana sedikit canggung.


" Saya dengan Kamu itu Janda ya.?"


Deg


Aku tersentak kagem mendengar pertanyaan tiba tiba dari beliau,cara tatapan beliau yang begitu tajam kearahku seakan mampu membuat hatiku menciut seketika,aku tidak mengerti maksud dari


pertanyaan kecil itu yang seakan berat kujawab


" i iya bu benar."jawabku gugup


"Kamu berstatus janda anak dua?dan suamimu baru saja meninggal kan?" tanyanya dengan nada suara terkesan dingin


"Iya benar Bu,tapi lebih tepatnya Mendiang ayahnya anak anak adalah mantan suamiku,karena sebelum beliau meninggal kami telah resmi bercerai." aku menjelaskan pada beliau supaya tidak salah paham denganku sambil menundukan pandanganku dan meremas jemariku karena gugup


ibunda Mas Damar terlihat terdiam lalu menghela nafasnya,memejamkan matanya seesaat dan kembali menatapku dengan wajah yang tidak bisa ku baca.


" Jujur sebenarnya aku tidak setuju anakku menikahi wanita berstatus janda dua anak,apalagi janda yang bercerai." katanya dengan sorot mata tajam kepadaku


Mendengar ucapannya membuatku tersentak kaget lalu mendongakan kepalaku dan menatap padanya dengan penuh keterkejutan.sungguh seketika harga diriku seakan hancur bagai piring yang pecah,sedangkan aku saat ini tidak bisa berbuat apa apa saat ini.


Oh Tuhan aku sungguh mati kutu saat ini,Ya Allah cobaan apalagi ini.


_Bersambung_


Maaf ya othor upnya telat dan baru sempat update malam malam,mengingat othor punya balita yang cukup aktiv.jadi othor bisanya upnya malam malam.dan untuk beberapa hari kedepan upnya juga bakal malam malam jadi mohon dimaklumi.tetap ikuti alurnya ya


Happy reading


Dan jangan Lupa kasih Dukungannya ya biar othor tambah semangat nulisnya


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2