
Waktu itu Aku yang baru saja selesai Melakukan Oprasi Besar pada salah satu pasienku pun bergegas keluar Ruangan.setelah melepas semua pakaian Bekas Oprasi itu akupun langsung membersihkan diri di toilet.setelah itu aku bergegas Menuju musholla yang ada dihalaman belakang rumah sakit untuk menunaikan ibadah sholat Ashar.
usai melaksanakan sholat tiba tiba saja dibelakangku dikejutkan dengan sosok wanita bergamis Nav,sedang bersujud disertai suara isak tangisan sedihnya.sesaat hatiku pun terenyuh mendengar isak tangisnya.
Aku pun beranjak dari tempat dudukku lalu menghampirinya,ku coba menyapanya seketika itu pula wanita itu mendongakan kepalanya menatapku dengan tatapan mata sendunya.
Deg
Seketika itu pula aku tertegun melihat pancaran indah dari manik matanya yang sudah basah itu,Dadaku seakan berdesir hebat,serta Kerja jantungku mulai tidak normal karena terus berdetak kencang saat kedua sorot mata indahnya tertawan oleh Hatiku.
Aku seolah olah terpangaruh oleh pancaran wajah teduhnya yang kini sedang dirundung kesedihan itu,wajahnya yang begitu teduh dan adem itu subhanallah membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama sekaligus.sungguh aku sangat mengaggumi salah satu makhluk Ciptaan Allah kali ini.
" Mbak,mbak baik baik saja.?" Sapaku padanya lalu diapun mengangkat wajahnya sambil menyeka kedua pipinya
" Maaf." ujarnya lirih sambil mengulas senyum tipisnya
" Apa anda baik baik saja?maaf karena sedari tadi saya lihat anda sedang menangis." Kataku mencairkan suasana
" I iya saya baik baik saja." Jawabnya dengan nada terbata
Aku pun tersenyum kepadanya lalu duduk disampingnya dengan Jarak yang agak sedikit jauh.karena aku masih Menjaga Batasanku.aku pun mencoba mencari tau apa sebabnya dia menangis sendirian disini,dan mencoba mengajaknya bicara.serta menanyakan namanya setalah aku terlebih dahulu memperkenalkan diri.
" Panggil saya Damar." Kataku
" Saya bulan,Pak Damar." Balasnya sambil mengatupkan kedua tangannya.
Mendengar suara Serak basah khasnya penuh dengan kelembutan dan sopan,membuat dadaku semakin bergemuruh dan berdesir hebat,mungkinkah aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama? Kataku membatin dan aku pun tak yakin karena mungkin terlalu sangat cepat,namun Entah apa sebabnya aku bisa merasakan hal itu.
Setelah aku berhasil meyakinkan dia untuk berbincang bincang padaku,akhirnya dia sedikit demi sedikit mau berbagi cerita denganku,aku pun dengan antusias mendengarkan ceritanya,dan sesekali memberi nasehat bijak padanya.
Melihat ketegerannya menghadapi masalah yang saat ini sedang menderanya,aku bisa melihat dan yakin jika dia adalah sosok wanita yang tegar dan berhati mulia.aku pun ikut menemaninya menemui kedua orang tuanya,dan ternyata bapaknya adalah salah satu dari pasienku juga.
Ku perhatikan cara dia memperlakukan Bapaknya dengan sangat telaten dan lembut ketika mengurus dan merawat orang tuanya dengan penuh tanda bakti pada ibu bapaknya.dan mulai detik itu juga aku memutuskan untuk menjadikannya sebagai calon wanitaku yang akan menyertaiku dimasa depan serta menjadi ibu dari anak anakku kelak.hahaha pemikiran sudah sangat begitu jauh bukan.
Wanita dengan sosok penuh kasih sayang sepertinya adalah figur ideal untuk dijadikan sebagai seorang istri sekaligus ibu dari calon anak anakku kelak,dan aku yakin Dia pasti akan menjadi menantu idaman Untuk mamaku.
Tak dipungkiri meski Pemikiranku ini terlalu dini,tapi entah kenapa aku begitu antusias ingin mendapatkan serta memilikinya.dan benar ternyata sejauh ini aku dekat dengannya membuat Rasa kagum dan tertarikku padanya semakin melekat.Oh Rembulan Aku berjanji pada diriku sendiri akan berjuang mendapatkan hatimu dan menjadikanmu Ratu dalam Hatiku selama lamannya.
.
.
Srakkkkkk
" Astagfirullahaldzim." Pekikku dalam keterkejutanku saat aku tiba tiba sadar dalam lamunannku dan melihat pemandangan didepanku ,aku pun sontak mengerem mobilku secara mendadak.
Terlihat segerombolan begal tengah menghadang sebuah mobil sedan Hitam yang kini berada tepat tak jauh dari hadapan mobilku.
Nampak dari kejauhan dua orang begal itu menodongkan senjata belatinya kearah Sisi pintu mobil bagian kemudi sedang dua orang lainnya menggedor gedor pintu belakang mobil yang kuyakini ada dua orang penumpang disana.
Dengan Tekat dan Hati yang kuat dan mantap,aku pun bergegas keluar dari mobil untuk membantu mereka dan benar saja,salah satu begal tersebut sudah mampu melukai salah satu Penumpang bagian belakang yang kuyakini adalah Pria paruh baya berkaca yang sedang berusaha mengamankan tas kecil yang ada di genggamannya.
sedangkan kulihat beberap tiga orang pemuda tengah ketakutan karena terus mendapatkan serangan pukulan dari ke tiga begal lainnya.bahkan ketiga pemuda tersebut diseret keluar dari mobil dan dihajar Habis habisan oleh kawanan begal tersebut.menyisakan pak tua yang masih berada didalam mobil yang berusaha mempertahankan harta bendanya dari Si ketua begal tersebut.
" Hei Lepaskan mereka." Teriaku menghentikan Serangan mereka pada ketiga pemuda yang sudah babak belur jatuh ke tanah
Ke empat begal tersebut menoleh dan memicing kearahku yang sudah berdiri tegap dan menantang kearahku
" Siapa kau anak muda,jangan ikut campur urusanku." sentak si ketua begal melangkah kearah ku bersama kedua anak buahnya sedang satu anak buahnya mengintimidasi ke empat korbannya.
" Pergi dari sini,atau aku akan membuat tulang tulang kalian Remuk." Teriaku menantang dan memancing emosi mereka
" Kurang Ajar,Hajar Pemuda itu." Seruanya pads ketiga anak buahnya
Maka terjadilah Baku hantam antara aku dan ke empat begal tersebut.
Bug
Bug
Bug
Bug
Dan dengan kemampuan Beladiriku yang Sangat aku kuasai pun mampu mengalahkan Si para begal itu dan membuat begal begal itu lari tunggang langgang dengan terbirit irit.
Aku pun Mengibas ngibas bagian Dadaku tepatnya kemeja bajuku dari beberapa debu akibat berkelahi dari keempat begal tersebut,meski Aku mendapat sedikit luka dibagian Sudut bibirku tapi setidaknya aku sudah berhasil mengusir dan mengalahkan mereka.
Ku hampiri ke tiga pemuda itu yang kini sedang berusaha bangun dengan beberapa luka.
" Kalian tidak apa apa.?" tanyaku memastikan
yang ku yakini wajah mereka tidak asing bagiku karena pernah berjumpa di Rumah sakit bersama bulan beberapa waktu lalu
" Te terimakasih pak anda telah menolong kami." ucap salah satu pemuda itu.
Aku pun menganggukan kepalaku lalu salah saru dari mereka berteriak pada pemuda yang kini berada dihadapanku.
" Lan,gawat Lan Eyang guru Pingsan." Katanya
Aku dan kedua ketiga pemuda itu langsung bergegas menghampiri Mobil bagian penumpang yang dibagian sana sudah ada pria tua tadi yang sudah tergeletak dengan wajah memucat,yang kuyakini dia mendapat serangan jantung mendadak.Ya pria tua itu adalah mertua dari mantan Suami bulan,wanita pujaanku.
" Ayo cepat kalian bawa Bapak ini ke rumpah sakit,beliau harus segera mendapatkan penanganan tepat." Ucapku sambil memberi penanganan dini memeriksa keadaan beliau
" Ba baik pak.ayo ayo cepat." Ke tiga pemuda itu pun bergegas cepat masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya membawa Pria tua itu pergi ke rumah sakit untuk segera mendapatkan penanganan.
Drttttrrtt Drrrt
" Hallo."
Tiba tiba saja ponselku berbunyi dan mendapat panggilan dari Bulan
" Hallo Mas Kamu dimana?" terdengar suaranya sedikit panik
" Aku masih dijalan bulan,kenapa?" tanyaku tak kalah cemasnya
" *Bisa tolong kesini tidak?bapak tiba tiba nafasnya sesak dok*." ucapnya dari seberang dengan nada bicara panik
" kamu tenang ya bulan,aku akan segera kesana."
Aku pun langsung mematikan panggilannya dan cepat cepat masuk kedalam mobilku dan bergegas melesatkan kendaraan mobilku dengan kecepatan tinggi, selang 15 menit kemudian mobilku pun sudah mendarat dirumah Orang tua bulan.
Dengan langkah blingsatan aku pun langsung turun dari mobil dan masuk kedalam Rumah.
" Assalamualaikum." Sapaku
" Walaikum salam,akhirnya kamu datang juga mas." jawab Bulan yang sudah Terlebih dulu menyambutku." Ayo mas masuk,bapak lagi dikamarnya sekarang." sambungnya lagi
Dan kami pun segera masuk kedalam kamar pak Mahfud.terlihat wajah Pak mahfud sedikit pucat.segera aku memeriksa detak jantungnya dan juga tekanan darahnya,beruntung semuanya berangsur normal,hanya saja mungkin dia tadi mengalami sedikit shock hingga membuat Nafasnya tersengal sengal.
" Bagaimana keadaan bapak saya dok.?" tanya bulan
" Alhamdulilah keadaanya mulai berangsur membaik,hanya perlu banyak istirahat dan tidak mendapat tekanan dan pikiran." Ucapku
__ADS_1
" Syukurlah." Ujar ibu kinasih ibunya bulan dengan perasaan lega
" Bulan boleh kita bicara sebentar didepan." Ucapku,karena ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengannya.
" Baik dok." Kami pun permisi ijin samal bapak dan ibu keluar dari kamar beliau,dan pergi kedepan Ruang tamu.
" Ada apa mas.?" tanya bulan setelah kami Duduk di sofa ruang tamu berseberangan
" Aku cuma mau tanya sama kamu,kenapa beberapa hari ini kamu sering balas chatku dan menjawab telponku.?" tanyaku yang langsung sukses membuat mata indah miliknya membola,sedangkan aku terus menatapnya lekat lekat membuatnya terlihat gugup dan salah tingkah
" Sssst jadi dokter selain datang kesini untuk membantu bapak ,dokter juga ingin menanyakan tentang masalah lupa balas chat.?" tanyanya dengan Ekspresi wajah Gemasnya membuat aku terkekeh dengan tingkahnya,sedangkan terlihat wajahnya ditekuk menahan kesal karena aku terus menggodanya.
" Iya Kan aku Rindu bulan." jawabku sambil terus melempar senyum menggoda kearahnya sehingga membuatnya kembali melotot dalam keterkejutannya.
" Ya Mas,bisa bisanya kamu memikirkan hal konyll seperti itu." Gerutunya
" Lhoh apanya yang konyol?itu kenyataan kalau aku memang Rindu." Jawabku gamblang
" Modus kamu mas,padahal kan tiap hari juga ketemu ditempat kerja." Cetusnya
" Ya kan masih kurang,pengennya sama kamu terus." Jawabku enteng
" Sudahlah mas jangan bicara nglantur terus."
"Makanya nanti setelah massa iddahmu selesai ijinkan aku segera mempersuntingmu bulan." Ujarku dengan menatap lembut padanya sesaat membuat pandangan kami bertemu lalu detik berikutnya bulan mengalihkan pandangannya
" Nggak usah bercanda mas." ucapnya
" Aku serius." kataku dengan tegas sambil menatapnya yang kini menjadi salah tingkah
Tiba tiba saja aku menangkap dari bayangan sorot matanya sedang menyimpan sesuatu.
" Ada apa bulan?ada masalah?" tanyaku memastikan
" Sebenarnya aku baru saja mengalami sedikit Rumit mas." Jawabnya sambil menghela nafas kasarnya
" Masalah apa?coba ceritakan padaku."
Lalu akhirnya dia pun menceritakan semuanya,kejadian yang baru saja terjadi termasuk penyebab Nafas bapaknya kambuh lagi,aku pun begitu memperhatikan semua ceritanya dengan seksama.
" Tenanglah,aku akan memecahkan masalah ini dan mencari solusinya,kami jangan terlalu khawatir ya." Ujarku meyakinkannya
" Memangnya Apa yang mas Akan lakukan?aku khawatir sama kamu mas,karena ini juga menyangkut nama baikmu." ucapnya dengan sorot mata penuh kecemasan
" Jadi kamu mencemaskanku bulan.?" tanyaku dengan senyum penuh arti
" Masss." keluhnya." aku serius." katanya lagi
" Iya iya,kamu jangan terlalu khawatirkan aku,aku pastikan semuanya baik baik saja." ucapku
" Tapi bagaimana dengan,----"
" Adrian maksud kamu?" potongku cepat dan dia hanya diam." apa kamu menghawatirkannya.?" tanyaku lagi
"bukan seperti itu mas,aku hanya kasian saja padanya." katanya ragu ragu sangat terlihat jelas dia masih menghawatirkan mantan suaminya itu,tapi sebisa mungkin aku mengerti keadaanya karena bagaimana pun mengingat pria yang menjadi rivalku itu adalah ayah dari anak anaknya.
" Baiklah kalau begitu aku yang akan turun tangan sendiri untuk melihat kondisi Adrian dan merawatnya." Jawabku dengan lugas membuatnya sedikit terkejut akan ucapanku
" Apa kamu serius mas?" tanyanya tak percaya
" Ya aku serius." jawabku
" Lalu bagaimana dengan mertuanya ,mungkin saja mereka tidak akan menginginkannya."
" Saat ini yang perlu kamu waspadai adalah kamu harus hati hati dengan mereka bulan,jangan sampai kamu terjebak oleh rencana jahat mereka."ucapku." lagian aku yakin pelayanan dirumpah sakit itu sangat baik,apalagi mereka juga orang kaya bukan.?" sambungku lagi.
" Tapi mas yang aku tidak mengerti kenapa mereka terus saja menghubungiku,lalu memintaku begini begitu lah,aku pun tak habis pikir dengan jalan pikiran mereka." Ucapnya dengan wajah sedihnya
" Intinya begini bulan,mereka hanya tidak ingin melihatmu bahagia." kataku mempertegas
" Lalu apa yang Harus aku lakukan mas.?" tanyanya dengan sorot mata sendunya
" Kita harus membuktikan dan menggagalkan rencana jahat mereka."
" Dengan cara apa.?" tanyanya
Aku pun meraih kedua tangannya lalu menggengamnya erat." Dengan cara kamu harus selalu bahagia." Kataku dengan menatapnya dalam.
Sesaat pandangan mata kami beradu pandang dalam diam,kami sama sama terhanyut dalam pikiran kami masing masing.yang jelas aku selalu kagum dengan Sosok pribadinya dan semua apa yang didalam dirinya selalu membuatku kagum dan benih benih cinta ini semakin tumbuh.
Tanpa kami sadari ternyata bapak dan ibunya telah memperhatikan kami berdua yang sedang beradu pandang,bapak dan ibunya pun menghampiri kami ,sedangkan bapak berdehem pelan dan ibu menyapa kami sambil membawa secangkir teh diatas nampan
" Ehem."
" Diminum dulu nak Damar teh nya mumpung masih anget." Ujar sang ibu aku pun langsung bangkit dan menyalami mereka berdua karena tadi tidak sempat karena panik
" terimakasih bu." Ujarku sedikit canggung
" Justru ibu dan bapak yang harus berterimakasih padamu nak Damar,karena berulang kali sudah menolong kami." ucap ibu
" Benar nak Damar,bapak ucapkan terimakasih lagi padamu,kamu memang pemuda yang sangat baik."
" itu semua sudah menjadi kewajiban saya pak bu,apalagi bapak juga menjadi salah satu pasien saya,jadi bagaimana pun saya harus tetap mengontrol terus perkembangan kesehatan bapak." kataku dengan Ramah
" Benar benar Menantu idaman ya pak Nak Damar ini." Celetuk ibu
" Buuuuu." Desah bulan dengan wajah tersipu malu
" Alhamdulilah bu kalau memang begitu." Ucapku dengan Peraasaan campur aduk,sedang Bulan kembali melotot kearahku sedang aku hanya menimpalinya dengan menyunggingkan senyum bibirku
" silahkan diminum dulu nak damar." ujar bapak
" Baik pak." jawabku sambil menyeruput teh hangat bikinan calon mertua,untung saja aku tadi sempat membersihkan luka sudut bibirku sebelum sampai,sehingga mereka tidak bertanya curiga pada luka sedikit di sudut bibirku.
aku tidak ingin mereka bertambah khawatir dengan kondisiku yang tadi sempat berkelahi yang justru akan menambah beban pikiran mereka.
" Kalau begitu saya pamit permisi dulu ya pak bu,bulan." Ujarku lalu mengambil paper bag yang tadi sempat ku bawa." oh ya ini ada sedikit makanan buat bapak dan ibu dan juga anak anak." Ujarku menyodorkan Paperbag berisi beberapa kotak makanan siap saji yang sempat ku beli tadi sebelum berangkat kerumah bulan.
" Terimakasih banyak Nak Damar,kamu sangat perhatian sekali dengan keluarga ibu." kata ibu sambil menerima paper bag dariku
" sama sama,lagian tadi kebetulan saya mampir di resto dan membelikan untuk dibawa kemari." jawabku sambil menampilkan Senyum ramahku sedangkan Bulan hanya menggelengkan kepalanya.
" Kalau begitu aku antar mas Damar kedepan ya pak bu." ucap Bulan
" Saya pamit dulu bu,pak assalamualaikum." ucapku sambil menyalami mereka bergantian untuk pamit pergi
" Walaikumsalam." jawab ibu dan bapak.
lalu kami berdua pun beranjak keluar dari Rumah.
" Kamu ada ada saja sih mas sampai sempetnya bawain oleh oleh buat bapak ibu dan anak anak."
katanya
__ADS_1
" Ssstt itu semua untuk mengambil hati calon mertua dan anak anak." Kataku dengan santai sehingga kami tergelak dan tak mampu menahan tawa.
"Bisa saja sih kamu mas.dasar modus." Cetusnya
sambil mencubit kecil lengpanku
" Maka dari itu kamu mulai saat ini kamu harus belajar menyukaiku dan menerimaku bulan."Ucapku
" Ishhhhhh apaan sih mas."
" Aku benar benar sudah tidak sabar untuk menjadikanmu istriku bulan." Kataku sambil menatap lekat lekat kedua manik matanya
" Baiklah kalau begitu aku pergi dulu ya bulan,aku khawatir jika kita terlalu lama saling menatap seperti kamu pasti nanti tidak bisa tidur dengan nyenyak karena terus membayangkan wajah tampanku."Aku tersenyum menggoda kearahnya sambil menaik turunkan alis tebalku
" Ihhh Dasar percaya diri sekali anda." Cetusnya sambil mengalihkan pandangannya kearah lain sedang aku terkekeh melihat tingkahnya yang malu malu
" Aku pergi ya sekalian menjenguk Adrian ." Pamitku
" Mas Yakin.?" tanyanya
" Aku hanya ingin memastikan keadaannya jika sama sekali belum mengalami perkembangan malah semakin memburuk seperti yang kamu katakan beberapa waktu lalu." ucapku sambil beranjak mulai melangkahkan kakiku
" Hati hati mas."
aku pun menganggukan kepalaku." Assalamualaikum." Ucapku sambil meninggalkan Rumahnya
" Walaikumsalam." jawabnya
******
Ku kendarai mobilku menuju Rumah sakit Fatma medical canter,Rumah sakit swasta yang cukup baik Pelayanannya Tempat Adrian mantan suami Bulan dirawat.
Setelah sampai diparkiran Rumah sakit aku pun segera keluar dari mobilku dan kususuri koridor lorong Rumah sakit tersebut.ketika sampai diujung paling kanan terlihat beberapa pemuda lainya tengah menunggu didepan pintu Ruangan Adrian.
" Assalamualaikum,bagaimana perkembangan Pak adrian apa sudah ada perkembangan baiknya?" tanyaku
" Walaikumsalam pak,sampai saat ini Pak adrian kondisinya masih belum menandakan tanda tanda kebaikan." Jawab salah satu pemuda itu.
" Lalu apa dia masih sering mengeluh kesakitan?" tanyaku memastikan
" Lumayan masih pak,tapi dokter sudah menyuntikan Obat pereda rasa sakit." jawabnya
" Lalu apa dia sudah dipastika makan dan minum secara tepat waktu.?" tanyaku lagi
" Sudah pak."
" Kalau begitu apa boleh saya menemuinya.?"
" Silahkan pak." santri itu mengangguk dan mempersilahkan aku masuk kedalam Ruangan.
Ketika baru saja aku masuk kedalam Ruangannya,indera penciumanku langsung menangkap bau luka luka dan obat obatan yang berkumpul menjadi satu,sesaat Membuatku terenyuh dan merasa iba podo sosok pria tak berdaya dan lemah yang kini tergolek diatas brankar tersebut.
" Assalamualikum." sapaku lalu diapun menoleh sambil memberi isyarat untuk aku lebih mendekat kearahnya
" Apa anda sudah merasa lebih baik mas Adrian.?" tanyaku dengan penuh rasa iba
Dia pun menggeleng lemah,dan dari sudut matanya terlihat ada buliran bening yang menetes dikedua pipinya,hal itu melihatnya aku merasa kasihan dan sedih.melihat keadaan kondisi tubuhnya yang nyaris terbakar semua,terlihat lukanya juga belum kering malah semakin mengelupas pasti rasanya sangat perih,aku pun sedikit heran,karena sudah lebih satu minggu tapi belum ada perkembangan baik yang signifikan.
" Sabar Ya Mas Adrian,mungkin ini semua sebuah ujian yang diberikan oleh Allah supaya mengangkat dosa kita dan mengangkat derajat kita." Ucapku
Dia pun terlihat tak menjawab namun air matanya semakin deras membasahi pipinya.
" Saya yakin ada banyak Hikmah yang bisa kita ambil dan dijadikan pelajaran dari kejadian ini.anda hanya perlu bersabar dan ikhlas mendekat kan diri pada Allah." Kataku lagi
" I i iya.." Ucapnya terbata bata dengan suara lirihnya
" Bu bulan...Ky Kyla Sa saga..." ucapnya lirih yang masiih bisa ku dengar,terlihat dia mungkin merindukan Anak anaknya.
" Mereka semua baik baik saja Mas Adrian." ujarku tersenyum
" To to long ja jaga me mereka." ucapnya lagi dengan terbata bata dan suara lirihnya
"Insyaallah saya akan menjaga mereka." ucapku sambil mengulas lembut padanya
" M Ma maafkan a aku." ujarnya lagi mendengar suaranya yang nyaris tak terdengar membuatku semakin kasian padanya
" Apakah anda haus dan ingin minum?" tawarku
Diapun menganggukan kepalanya pelan,lalu kusodorkan padanya segelas air putih disertai pipet dan dia pun menghisab pipetnya dengan sedikit kesusahan.membuatku kasihan.
Tak lama kemudian suara pintu terbuka sedangkan aku masih sibuk membantu adrian untuk meminum
" waow ternyata ada Dokter Damar disini." sapa seseorang dari belakangku,aku pun menoleh kearahnya dan disana sudah ada salah satu muridnya yang mendorong kursi Rodanya dan satunya lagi ku tangkap Wanita Bergamis Hitam senada dengan Hijabnya sedang menatap lurus kearah kami
" Betul pak haji,kebetulan saya tadi lewat kesini dan mampir melihat keadaan Mas Adrian."ujarku lalu teringat dengan keadaaanya beberapa waktu lalu." Oiya bagaimana keadaan pak haji apa sudah baik baik saja ?" tanyaku lagi
" Seperti yang kamu lihat aku masih Selamat dan sehat,saya ucapkan terimakasih karena sudah menolong saya dan santri saya,tapi untuk keadaan Adrian kamu tak perlu ikut menghawatirkannya,karena saya pasti akan memberikan yang terbaik untuk anak anak saya."
" Jujur saya memang sedikit menghawatirkannya,karena setiap saya datang kemari dia selalu sendirian." ucapku
" Maksudnya kamu menuduhku tak mengurusnya dengan baik.?" Dia memicing kearahku dan terlihat tak terima
"seperti yang saya lihat,sepertinya dia kurang perhatian,andai saja dia lebih disuport lagi oleh keluarga dekatnya untuk kesembuhannya,pasti pemulihannya akan lebih cepat lagi.dan mentalnya juga tidak akan se drop ini." Ucapku dengan lugas." maaf jika saya terlalu ikut campur dan menggurui." Kataku lagi dan mendapat tatapan tajam dari Pria tua didepanku ini
" Kalau begitu saya pamit permisi dulu pak haji." pamitku namun langkahku terhenti
" Lain kali saya harap kamu tidak sembarangan berada disini dan mencampuru urusan kami,karena kami juga punya privasi." tuturnya dengan tegas
" Abiii...." Seru Wanita berhijab hitam itu yang tak lain adalah Zahra
" Sebaliknya Saya pun berharap hal demikian,baik bulan atau saya pun juga punya privasi tersendiri,saya dan bulan tidak mau diikuti oleh orang orang anda apalagi sampai berani mencampuri bahkan mengancam bulan untuk memenuhi keinginan anda,karena secara teknis saya maupun bulan bukan bagian dari keluarga anda jadi stop mencampuri urusan pribadi kami,saya mohon pengertiannya." ujarku dan beliau hanya diam saja.
" Saya permisi Assalamuaikum." ucapku lagi sambil beranjak meningggalkan Ruangan tersbut sedang Pria paruh baya itu hanya tertegun mendengar Penuturan dariku.
Namun langkahku tiba tiba terhenti saat ada suara seorang wanita yang memanggilku dari Arah belakang.
" Dokter Damar Tunggu."
Aku pun berhenti dan membalikan badanku lalu menatap Seorang wanita yang tengah memanggilku ternyata adalah istri dari Adrian
" Zahra.Untuk apa dia memanggilku." ucapku membatin sambil mengeryitkan dahiku saat melihat Wanita itu berjalan kearahku sambil menatapku lurus
_Bersambung_
Happy Reading
Sudah aku panjangin ya babnya buat ngobatin Rasa kangen sama mbak bulan....
Bagi yang merasa Bosan membaca Cerita othor ini bisa di skip tidak apa apa,karena saya tidak memaksa siapun untuk membaca karya saya.karena alur yang saya buat sudah sesuai dengan Alur sebelumnya.jadi tetap ikuti Alurnya ya.
Dan Saya ucapkan terimakasih bagi yang sudah bersedia tetap membaca cerita saya.
janga lupa tetap kasih dukungannya ya supaya othor lebih semangat lagi.
__ADS_1
Semoga suka.....