
Setelah acara prosesi Resepsi semuanya sudah selesai,semua para tamu undangan pun sudah bubar,begitupun dengan ibu bapak dan juga mama mertua bersama kedua anakku pun mereka ajak pulang,dan kini tinggalah kami berdua yang hanya menginap dihotel.
Mas Damar telah memesankan Kamar hotel khusus untuk pengantin supaya kita bermalam disini dulu,meski Awalnya aku sedikit keberatan namun aku pun sedikit menyerah mengingat tubuhku sangat letih sekali setelah rangkaian acara kami tadi,hingga mas Damar memutuskan sementara malam ini kita beristirahat disini dulu,itupun juga karena saran dari ibu bapak serta mamanya mas Damar.
Aku pun masuk kedalam kamar dibantu oleh petugas Mua pengantin untuk melepaskan sanggul serta baju pengantin yang terasa berat ditubuhku ,mengganti dengan baju gamis rumahanku,tak lama kemudian Petugas Mua pun keluar dari Kamar.lalu aku pun segera beranjak menuju kamar mandi serta mengambil baju piyamaku untuk berganti buat tidur.dan membersihkan diriku.
Seusai membersihkan diri,aku pun bergegas keluar ke kamar mandi dengan memakai balutan piyama tidurku tadi,tak lupa dengan Jilbab pasminaku.Ku lihat Ruangan tempat tidur lampunya sudah dibikin temaram lengkap dengan beberapa lilin dibiarkan menyala diatas meja,sedangkan nampak Ranjang Kingsize pun sudah dipenuhi dengan taburi bunga mawar yang begitu cantik sehingga menambah kesan Suasana yang begitu Romantis di malam pengantin ni.
Tak Lama kemudian suara ketukan pintu kamar pun terdengar dan terbuka,terlihat sosok pria tampan yang kini sudah resmi menjadi suamiku pun muncul disana,Mas damar pun menyunggingkan senyumnya kearahku lalu masuk kedalam dan menutup kembali pintu kamar.
" Bosan ya nunggunya lama.?" tanya mas Damar ketika berjalan menghampiriku
" Nggak kok mas." jawabku sambil mengulas senyumku
" Maaf ya tadi aku antar ibu bapak sama anak anak didepan."
" Lhoh memangnya mereka pulang.?" tanyaku sedikit terkejut
" Iya sayang,ibu sama bapak membawa anak anak untuk pulang,dan menyuruh kita menginap dihotel hanya berdua saja." jawabnya sambil duduk disampingku dan membelai wajahku
" Emm Lalu mama.?" gumamku sedikit gugup karena posisi kami dekat.
Mas Damar menoel hidungku sambil tersenyum."ya pulang lah sayang,mama kan juga ingin kita menikmati malam yang indah buat kita saat ini."
Aku pun tertunduk malu dan Gugup,apakah Malam ini mas Damar benar benar memintah hak nya,tapi bukan kah itu tidak salah jika mas damar meminta haknya malam ini,toh aku sekarang sudah resmi jadi istri sahnya saat ini.
" Kenapa hemm.?" mas Damar mengangkat daguku supaya wajahku terangkat dan berani menatap wajahnya.
" Ee enggak apa apa mas." Tiba tiba aku mendadak mati gaya didepan suamiku sendiri hingga sulit mencari kata kata lain
Mas Damar pun mencium keningku dengan lembut." Aku mandi dulu ya sayang, Gerah."
Aku pun menganggukan kepala tanda mengiyakan,dan diapun segera berdiri meraih handuk lalu beranjak masuk kedalam kamar mandi.
Jantungku saat ini rasanya berdebar debar tak menentu,ada Rasa gugup dan entahlah aku tidak bisa menjelaskannya.
Lima belas menit kemudian Mas Damar pun sudah keluar dari dalam kamar mandi,dan hanya memakai handuk yang melilit dibagian pinggangnya,menampilkan tubuh tegapnya yang sixpack serta menyugar rambutnya yang masih basah,dan beberapa tetesan Air dari rambutnya jatuh di pundak kekar miliknys membuat kadar ketampanannya meningkat diatas rata rata.membuatku sedikit menelan Ludah menikmati Ciptaan Tuhan yang begitu sempurna itu.
Mendapati aku sedang mencuri pandang dirinya,Mas Damar pun menyunggingkan senyumnya dan berbalik menatapku,membuat wajahku merahn merona dan tertunduk malu.
" Kenapa menatap suamimu seperti itu?Tampan ya.....?" Godanya membuat Ku malu setengah mati.dia pun terkekeh melihat Wajahku yang sudah berubah seperti kepiting rebus itu.
" Ternyata disini ada banyak baju juga ya,kira kira besok pagi harus pakai yang mana ya.?" ujarnys sambil menatapku penuh arti dan membuka lemari yang berisi beberapa baju disana
" Emmm itu terserah mas saja,mas mau pakai yang mana,biar aku siapin." kataku sedikit gugup
" Emmm gimana kalau nggak usah pakai baju Aja biar Ademm." Katanya sambil tersenyum menggodaku.
Aku pun semakin Kelimpungan ketika mas damar berjalan menghampiriku tanpa mengambil baju piyamanya dari lemari itu.
" Mas ma mau ngapain.?" tanyaku sambil sedikit memundurkan Langkahku
" Mau memakanmu sayang ." jawabnya sambil menatapku penuh gelora
" Ja jangan mas." kataku Reflek membuat Mas Damar sejenak berhenti dan menatapku
" Kenapa hemmm?"
Kini dia pun menarik Tubuhku hingga jatuh Kedalam pangkuannya yang sudah duduk diatas ranjang terlebih dulu.
" A aku,------"
" Ayolah bulan ini malam pengantin kita,malam yang indah untuk kita lewati bersama." katanya dengan lembut sambil membingkai wajahku
Ku pandangi wajahnya yang terlihat segar dengan Rambutnya yang masih basah,tatapan kami saling terkunci satu sama lain,jemari Mas Damar pun menyapu bibir tipis miliku dengan penuh kelembutan.
" Apa kamu bahagia menjadi istriku bulan.?" tanyanya dengan lembut
" Ya aku bahagia mas."
Diraihnya tanganku lalu dikecupnya,sedang sorit matanya tak lepas menatapku dengan pancaran mata yang penuh Berbinar binar.
" Alhamdulilah jika kamu bahagia bulan." ujarnya sambil menatapku dalam dalam
" Aku tidak menyangka jika pengantin wanitaku begitu cantik sekali saat ini." katanya lagi berbisik ditelingaku membuat Wajahku tersipu malu akan pujiannya
" Ka kamu bisa aja mas." Aku mencoba tenang menahan gugup akan debaran yang menggebu gebu di hati.
" Apa kau gugup?" tanyanya dengan tatapan mendamba
__ADS_1
" I i iya mas,se sedikit."
" Kenapa jilbabmu belum dilepas sayang." Ujarnya sambil tangannya mulai melepas bagian lilitan jilbab pasminaku dileher membuat diriku seketika tegang.
" A anu mas,a aku.--"
Dan hanya dalam beberapa detik kini Jilbaku sudah terlepas,menampilkan Rambut panjang hitamku yang tergerai indah.
kedua bola mata mas Damar terpukau melihat penampilanku tanpa menggunakan jilbab.membuat semakin salah tingkah mendapat tatapan teduh darinya,aku pun sedikit gelanggapan ditatapnya seperti itu karena memang selama ini aku tidak pernah melepaskan jilbabku selain dihadapan Orang tua dan suamiku sendiri.
" Kamu Sangat cantik sekali Bulan,Rambutmu indah aku suka." ujarnya dengan lirih
" Kita sholat dulu ya sayang." ucapnya sambil menyuruhku berdiri,dia pun langsung meraih Baju koko dan Sarung miliknya lalu mengambil wudhu, tak lupa setelah itu menghempaskan sajadahnya,aku pun ikut bergegas mengambil mukenah ku dan kami pun melaksanakan ibadah dulu.
Setelah usai Melaksanakan sholat isya sekaligus sholat sunnah mas damar pun memanjatkan doa dan aku pun mengaminkannya dan juga mencium punggung tangannya.
Tak lama kemudian Mas Damar pun membuka baju koko dan sarungnya dengan Piyama tidur begitu pun aku yang sudah melepas mukenahku,kami pun Beranjak naik ke atas ranjang tempat tidur kami.
" Bolehkah aku berdoa dipucuk kepalamu bulan?" tanyanya dan ku jawab dengan anggukan kepala dia pun tersenyum lalu mulai memanjatkan doa diatas pucuk kepalaku.
(Allahumma jannibnasy syaithon wa jannibisy syaithon Ma Rozaqtanaa )
(Ya Allah jauhkanlah kami dari setan,dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau karuniakan pada kami )
" Aku berharap Semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan dipernikahan kita,dan aku berharap kau lah satu satunya wanita terakhir dalam hidupku hingga mau yang memisahkan kita sayang." ucapnya dengan lembut
" Amin ya Robbalalamin mas." jawabku mengaminkannya.
" Aku mulai sekarang ya sayang." ucapnya dengan lembut.dan aku pun menganggukan kepalaku tanda aku mengiyakannya.
Perlahan Dia mencium keningku pipiku lalu merambat ke bibirku.lalu Merebahkan tubuhku diatas Ranjang dan menindihku,akan tetapi kedua tangannya ditekuk untuk menopang Tubuhnya yang kini berada diatasku.
" Emmmhh mas." Aku tak Bisa menahan suara desahannku ketika lidahnya mulai menyusuri Leher jenjang milikku,dan berganti mencium Bibirku dengan penuh Gairah
Hingga tak terasa bibir kami saling terpagut satu sama lain ketika aku membuka sedikit mulutku dan dia dengan Lihai menyusuri rongga mulutku dengan lidahnya,saling menyecap dan bertukar saliva satu sama lain membuat ciuman kami menjadi ciuman panas.
" Aku menginginkan Anak darimu Bulan." Ucapnya diseĺa sela ciumannya,lalu kembali mencium bibirku dengan Penuh gairah.
Dan beberapa detik Berikutnya mas Damar sudah berhasil melecuti pakaian ku dan pakaian nya hingga tubuh kami Sama sama polos.
" Arkhhh.." Pekikku saat Mas Damar berhasil masuk kedalam liang kenikmatan milikku.
********
Kini matahari sudah muncul diufuk timur,menampilkan sinarnya,kedua mataku sudah terbuka namun sedikit terperanjat kerena mendapati sebuah pantulan bias cahaya mentari yang sudah menyusup dibalik Gorden.beruntung kami tadi sempat bangun Pas waktu subuh dan melaksanakan sholat subuh setelah itu kami tidur kembali hingga bangun kesiangan seperti saat ini.
Perlahan ku sibakan selimut hangat nan tebal yang membungkus tubuh kami berdua yang kembali polos usai menjalankan ibadah sunnah kami sehabis subuhan tadi,entah sudah berapa kali Mas Damar suamiku,meminta haknya hingga membuat tubuhku serasa remuk olehnya.
Aku pun tersenyum saat melihat ada tangan kekar yang telah melingkar dibagian perut rataku.ku pandangi paras Wajah tampannya yang begitu tenang terlelap dalam tidurnya.
" Kenapa sayang?pasti kamu diam diam lagi mengagumi paras Wajah tampan suamimu ini kan?" Gumamnya sambil mengulas senyum namun matanya masih terpejem
" Ih apaan sih." cetusku sambil mencubit perutnya membuatnya tersenyum meledek.
" Ya ketahuan kan...." Godanya setelahb membuka matanya sambil terkekeh meledekku
" apanya yang ketahuan.?"aku memberengut kesal ditertawainya.
" Ketahuan lagi muji ketampanan suamimu ini kan?hayo ngaku." Dia terus menggoda
" Ih apaan sih,udah cepet ayo bangun mas." aku mencoba melepaskan pelukannya lalu menarik tangannya untuk bangun
" Tapi aku masih ngantuk sayang,bentar lagi ya." Gumamnya sambil menarik tubuhku kembali dalam pelukannya sambil menciumi tengkuk leherku.aku dapat merasakan deru nafasnya menghangat menyentak sisi bahuku.
"Mass.."
" Aku tidak menyangkan sama sekali bulan,ternyata menikah itu semenyenangkan ini,dan Rasanya indah sekali."Gumamnya sambil terus memelukku dari belakang
" Memangnya Dulu apa yang ada difikiran mas tentang menikah.?" tanyaku penasaran
"Tidak ada yang ku fikirkan sih,selain membayangkan sebuah tanggung jawab terhadap istri dan anak anakku kelak." jawabnya
" Aku bersyukur memiliki suami sepertimu mas." ucapku penuh syukur
" Benarkah?" tanyanya sambil membalikan nadan ku berhadapan dengannya
" Iya mas Aku bahagia." jawabku dan dia langsung
mendaratkan bibirnya mencium di bibirku,lalu ********** pelan,membuat bulu kudukku kembali meremang.
__ADS_1
" Boleh aku meminta mengulangi kegiatan itu kembali.?" tanyanya penuh harap dan Tangannya pun dengan cepat sudah menelusuri Tubuhku membuatku mengiyakan permintaanya.
" I itu hak mas." ucapku dengan nafas tertahan
" Terimakasih sayang."
Dan Akhirnya Kami pun mengulangi pergulatan panas kembali......
******
Tepat pukul Dua belas siang kami pun keluar dari hotel menuju Ke rumah Kedua orang tuaku untuk menjemput anak anak serta bersiap siap pindah kerumah Mertua yang Juga Rumah mas Damar.
" Jangan Khawatir sayang aku akan mengantarmu kerumah ibu kembali dan menjemput anak anak untuk pulang ke rumah mama." ucapnya sambil menyisir Rambutnya didepan cermin
" Iya mas."
" Yuk sayang." ajaknya dan kami pun keluar dari dalam kamar,setelah menyelesaikan administrasi kami pun berjalan keluar menuju parkir mobil dan dan setelah itu kami pun masuk kedalam mobil meninggalkan Area Gedung Hotel tersebut.
" Aki nanti nggak ikut mampir kerumah ibu dulu ya sayang,soalnya aku harus segera ke rumah sakit." ucapnya sambil tetap fokus menyetir
" Lhoh memangnya ada keperluan apa mas?bukannya mas masih cuti.?" tanyaku
" Benar sayang,tapi keadaanya ini sedikit mendesak.ada seorang pasien yang harus dioprasi jantungnya sekarang.kebetulan kan aku tidak.sedang diluar kota jadi aku menerima tawaran oprasi tersebut." Ujarnya membuatku nampak sedikit berfikir.
" Bukannya dirumah sakit masih banyak dokter yang lain mas.?" tanyaku sedikit kecewa.
"Banyak sih sayang,tapi itu semua dokter umum bukan dokter spesialis jantung." ucapnya
" Baiklah mas nggak apa apa." ucapku mendesah pelan antara kecewa dan tidak ingin berdebat panjang serta mencampuri urusan pekerjaanya.
"emm tapi kalau boleh tau siapa orang yang akan di oprasi itu mas.?"
" Namannya Agnes Hendrawan putri dari bapak Hendrawan seorang pengusaha tekstil dan Termasuk orang terpandang dikota ini."
" O..Gadis yang kemarin kita bantu ke kamar mandi itu mas.?" aku mulai menebak apa yang sedang ku fikirkan
" Iya sayang benar sekali." ucapnya sambil tersenyum
Dan aku pun menyerah pada keputusannya,toh aku juga tidak boleh mencampuri urusan pekerjaannya.bukankah dia seorang dokter yang harus mempunyai sikap tanggung jawab melayani masyarakat.
Tak lama kemudian mobil mas damar pun sudah sampai didepan halaman Rumah ibu.
aku pun bergegas Keluar dari dalam.mobil
" Hati hati ya mas,bawa mobilnyw nggak usah ngebut ngebut." kataku sebelum masuk kedalak.rumah
" Iya sayang.maaf ya aku nggak bisa mampir dulu,titip salam buat Bapak dan ummi ya,nanti sore ku jemput." ucapnya sambil mengecup tanganku
" Iya mas kamu hati hati ya."
" Iya sayang,aku pergi dulu ya Assalamualaikum." ujarnya sambil menstarter mobilnya
" Walaikum salam mas." jawabku sambil melambaikan tanganku mengiringi kepergian mobil mas damar dari halaman rumahku
****
Aku pun langsung melangkahkan masuk kedalam rumah dan ibu pun langsung menyambutku didepan pintu dengan wajah setengah penik.
" Assalamualaikum bu." sapaku "
"Walaikum salam nduk.alhamdulilah akhirnys kau pulang juga duk." ujarnya." didalam ada tamu nduk"
" Siapa bu.?' tanyaku penasaran
" Zahra nduk." bisik ibu pelan sambil mengarahkanku melihat Sseorang wanita berjilbab sedsng duduk diruang tamu
Wanita yang kini sedang duduk di sofa ruang tamu sambil berhadapan dengan bapakku kini menoleh kearahku,diapun langsung bangkit dan memelukku.membuatku terkejut.
" Mbak tolong aku mbak." ucapnya disela sela terisak dari tangisny
" Tenanglah Zahra,kamu bisa ceritakan semuanya padaku," ucapku dan kini aku sudah mengajak zahra duduk kembali berhadapan denganku
" Aku kabur dari rumah mbak,aku kabur.aku nggak mau dijodohkan." ucapnya lirih dan setengah parau.
aku pun terkejut mendengar pengakuanya,dia pun menggenggam tangan ku erat erat sambil terus terisak dari matanya,terlihat Tubuhnya pun juga bergetar penuh dengan ketakutan
" Ya Allah Apalagi ini." batinku.
_ Bersambung_
__ADS_1
Happy Reading