
Sudah dua minggu Aku pergi dari Rumah suamiku,selama itu pula aku tidak pernah bertemu darinya,namun proses gugatan ceraiku terus berjalan,dan pastinya Aqlan lah yang selama ini membantuku menangani proses gugatan ceraiku pada Mas Damar.
" Assalamualaikum mbak bulan." Sapanya setelah aku membuka pintu Apartemen miliknya,sebenarnya tanpa aku membuka pintu pun Aqlan bisa saja langsung masuk karena dia punya kode akses masuk Apartemennya kapan saja,tentu saja dia tidak melakukan itu karena menghormatiku sebagai seorang wanita,dan dia menjadi tamu milik apartemennya sendiri.
" Walaikumsalam Aqlan,silahkan masuk." jawabku dan dia pun tersenyum hangat sambil menganggukan kepalanya pelan,lalu melenggang masuk kedalam.
" Mau minum apa?Kopi,teh,Jus?" tawarku dan Aqlan mendaratkan bokongnya diatas sofa empuk miliknya.
" Panas panas begini enak nya minum yang seger kaki ya mbak." Ujarnya sambil tersenyum manis padaku
" Baiklah,aku bikin kah jus jeruk dulu ya." balasku sambil membalas senyuman manisnya,dan melenggang pergi kearah dapur
Hanya beberapa menit saja,jus jeruk dan Cemilah Rempeyek udang yang ku bentuk bulatan kecil kecil ku masukan kedalam toples,lalu ku taruh diatas nampan bersama dengan jus yang ku buat tadi.
" Terimakasih mbak bulan." Ucapnya sambil meneguk jus jeruk yang aku buatkan." Alhamdulilah seger banget." Sambungnya lagi
" Iya sama sama." jawabku sambil tersenyum
" Yang ditoples ini apa mbak.?" tanyanya melihat toples yang tadi ikut ku suguhkan
" Itu rempeyek udang yang ku bentuk kecil kecil biar Kyla dan saga mudah memakannya." Jawabku
" Oh,kayaknya enak nih.mbak sendiri yang buat.?"
" Iya aku sendiri yang buat,ayo cicipin dulu." Seruku
Dia pun lagi lagi mengulas senyum manisnya sebelum akhirnya membuka toples dan mencomot Rempeyek udang itu.
" Renyah,enak dan gurih." Serunya sambil mengunyah
" Emm Aqlan.."
" Ya kenapa mbak?" tanyanya dan dia langsung memasang badan tegapnya dan serius fokus menyimak pembicaraanku
" gimana soal proses gugatan ceraiku dan mas damar,?" tanyaku hati hati
Aqlan menatap manik mataku dengan serius." Masih sama seperti sebelumnya mbak,pak damar tetap keukeh tidak mau hadir di persidangan,kecuali..."
" Kecuali apa.?"
" Mbak bulan mau bertemu dengannya terlebih dalu." ujar Aqlan membuatku menghembus nafas kasar.
Ya karena selama ini aku meminta Aqlan memproses sidang perceraianku lewat aqlan dan aku meminta Aqlan untuk mewakilkannya tanpa harus bertatap muka dengan mas damar terlebih dulu,karena aku sudah tidak sudi bertemu dengannya kembali.
" Kenapa dia terus memperumit keadaan,bukankah dia sekarang sudah ada Clarissa istri barunya,kenapa susah sekali menerima gugatan ceraiku sih." Gerutu kesal
" Alasan pak damar tidak ingin menceraikan mbak bulan karena mbak bulan mengandung anak beliau."
" Tapi kamu sudah lampirkan alasan kuatku menggugat cerai dia di dalam berkas berkas nya kan Aqlan.?" tanyaku memastikan.
karena menurut undang undang perkawinan maupun kompilasi hukum islam,tidak ada pernyataan yang melarang perceraian sekalipun si istri sedang hamil.bahkan mayoritas ulama pun setuju jika perceraian saat hamil tidak melanggar kaidah dan norma hukum atau Agama.
Namun dalam pandangan islam ada hal penting yang harus diperhatikan dalam perceraian.yaitu tentang massa iddah bagi wanita setelah bercerai ataupun kematian suami.bagi wanita yang bercerai dalam kondisi tidak mengandung maka massa iddahnya selama 3 bulan,namun jika si wanita bercerai dalam kondisi mengandung,maka massa iddah tersebut sampai dia melahirkan anaknya.sebagian besar ulama dan perundangan undangan diindonesia memang mengizinkan bercerai meski dalam keadaan hamil.namun dalam segi etika akan terlihat tidak elok sebab bayi yang akan dilahirkan tidak dapat merasakan kasih sayang utuh dari kedua orang tuannya,namun semua itu kembali pada ke pribadi masing masing apabila pernikahan sudsh tidak bisa dipertahankan dan salah satu dari penggugat atau yang digugat tetap berkeingan untuk tetap bercerai maka sah sah saja.
Dan bahkan menurut hukum islam pun mantan suami pun masih wajib menafkahi mantan istri yang mengandung sampai melahirkan,bahkan setelah anak itu lahir si mantan suami masih berkewajiban memenuhi kebutuhan anaknya hingga dewasa.
sementara didalam aturan hukum yakni pasal 28 uu perkawinan dan pasal 2 KUHP,hubungan mantan suami istri dan anak tidak terputus setelah perceraian.berbeda lagi jika anak yang dikandung meninggal saat dilahirkan,maka sang mantan suami sudah putus hubungan dengan mantan istri karena calon anak mereka dianggap tidak ada,dan untuk hak asuh tetap jatuh pada ibu karena anak masih di baeah umur.begitulah penjelasan yang ku tangkap dari Aqlan saat menjelaskan prosedur perceraianku dengan mas damar yang berbeda dengan proses perceraianku dulu dengan alm mas adrian.
" Saya sudah lampirkan alasan alasan mbak bulan diberkas perceraian di pengadilan,namun dari pihak pak damar saja yang tidak mau menanggapi dan tetap tidak mau hadir kecuali mbak bulan juga ikut hadir di persidangan juga." Tutur Aqlan membuatku memijit pelipisku karena pening
" Ku pikir aku bisa dengan mudah lepas darinya." ujarku lemah
" Saya yakin mbak bulan mampu menghadapinya." ucap Aqlan memberiku dukungan
" Kamu yakin jika aku ikut hadir dipersidangan mas damar bersedia menyutujui gugatan ceraiku dan langsung memberik talaq.?" tanyaku memastikan
" Saya akan usahakan mbak,dan akan terus mendampingi mbak bulan sampai proses perceraian mbak bulan selesai." ucapnya dengan mantap
Aku pun mengulas senyum padanya." Terimakasih ya Aqlan kamu sudah sangat baik sama aku dan juga anak anakku."
__ADS_1
Pria muda yang usianya lebih muda dariku empat tahun itu mengangguk dan tersenyum hangat padaku."selagi aku bisa membantu mbak bulan,aku akan tetap berusaha membantu mu mbak." jawabnya dengan tatapan sorot mata tulusnya.
" Oiya satu lagi ni...." ucapku menggantung
" Apa ada hal lain yang mbak bulan ingin sampaikan?"tanyanya sambil menautkan alis tebalnya
" Emm sebenarnya aku ingin mencari pekerjaan,karena tabunganku sudah mulai menipis,dan juga aku tidak enak terus menerus hidup numpang di tempat tinggalmu secara gratis,belum lagi biaya sewa jasamu untuk proses cerai ini,jadi aku harus mencari pekerjaan." ucapku hati hati
Namun Aqlan sedari tadi hanya diam dan terus menatapku sambil tersenyum kecil namun sulit ku artikan,membuatku semakin salah tingkah
" Kok diam saja,malah ngelihatin aku segitunya?" tanyaku heran sedang yang ku tanyai malah terus menebar senyumnya
" Ehemm.." Aqlan pun berdehem sebelum akhirnya membuka suaranya." perlu mbak bulan tau bahwa saya benar benar tulus membantu mbak bulan tanpa meminta imbalan sedikitpun jadi saya minta mbak bulan tidak perlu punya fikiran seperti itu.cukup mbak bulan fokus pada anak anak dan proses perceraian mbak bulan supaya cepat kelar,Okey...." tuturnya lagi
" Tapi kenapa kamu begitu sangat baik sama saya...?" tanyaku penuh selidik karena aku tidak mau suatu saat kebaikannya suatu saat akan menjadi bumerang bagi kehidupanku
" Percayalah mbak Allah selalu pertolongan kepada Hambanya yang membutuhkan pertolongan,seperti mbak bulan ini,dan mungkin lewat saya pertolongan itu dikirim untuk membantu mbak bulan." tuturnya dengan lembut
" Kamu yakin suatu saat tidak menyesa menolongkul karena tidak mendapatkan imbalan apapun dariku.?" aku terus saja memberondong pertanyaan padanya namun pria muda ini tetap terlihat tenang dan terus menerus mengulas senyum manisnya
" Insyaallah saya tidak akan menyesal mbak,karena saya tulus membantu mbak bulan karena saya yakin jika saya tulus membantu seseorang,maka suatu saat jika saya mendapat kesulitan maka Allah akan menolongku lewat jalan manapun." Ucapnya yang langsung seketika membuatku nyes dihati pria muda ini benar benar sangat dewasa dan bijak serta tutur katanya sangat sopan untuk segi umurnya.
" Baiklah kalau begitu saya sudah tidak bisa berkata apa apa lagi selain banyak banyak berucap terimakasih,karena mungkin saya tidak akan pernah membalas budi kebaikanmu,biarlah Allah yang membalas kebaikanmu suatu saat nanti." Ucapku
" Amin Amin Ya robbalamin...." jawabnya mengaminkan sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya
" Tapi tetap saja setelah proses perceraianku selesai,aku akan tetap keluar dari tempat tinggalmu ini aqlan lalu mencari kontrakan dan juga pekerjaan,benar benar tidak ingin bergantung padamu,apa kata orang orang terhadapmu jika kamu memberiku tempat tinggal pada wanita yang statusnya janda tiga anak,sungguh itu akan membuat citra buruk terhadapmu Aqlan." cerocosku panjang kali lebar
Aqlan pun mengangguk dan tersenyum kecil." Iya mbak saya paham maksud mbak bulan,yang terpenting senyamannya mbak bulan saja enaknya gimana,saya akan selalu siap membantu mbak bulan dengan senang hati." tuturnya dengan santai
Aku mengukir senyum kecil padanya." Terimakasih banyak Aqlan...."
_______
Hari ini Aku bersama Aqlan bergegas menuju kantor pengadilan Agama,untuk menghadiri sidang proses lanjutan dari sidang pertama.sedangkan Kyla dan saga Aku titipkan sementara di rumah Teman kerjaku dulu di rumah sakit dimana aku dulu bekerja bersama mas damar.
Aku pun menganggukan kepala." Bismillah insyaallah saya siap." jawabku yakin dan mantap
Aqlan pun tersenyum dan melangkah terlebih dulu lalu aku .menyusulnya dari belakang,dan kini berjalan beriringan dengannya.
" Bulan..."
Deg
" Bulan istriku..."
Jantungku seakan mencelos mendengar suara yang sangat ku kenal memanggil namaku.,ya suara itu adalah milik mas damar.
Aku pun terdiam sesaat sebelum akhirnya aku berani menoleh kearah belakang diiringi oleh Aqlan yang juga ikut menoleh kebelakang.
Terlihat Seorang Pria tampan bertubuh tegap yang kini sudah berdiri kokoh tepat dibelakangku yang hanya berjarak beberapa meter dariku.namun ku lihat ada yang aneh dari penampilannya kali ini setelah hampir tiga minggu lebih tak bertemu dengannya.Wajahnya nampak lesu,kedua matanya terlihat sayu dan sedikit hitam,mungkin efek kurang tidur entah karena mungkin dia sangat menikmati pernikahan keduanya kali ini yang mungkin saja membuatnya sulit tidur.terlihat jambang jambang tipisnya di rahangnya pun mulai tumbuh seakan tak dicukut beberapa abad,rambut hitam legamnya pun terlijat kusut dan seperti tak terawat.Ya Allah kenapa baru beberapa minggu saja penampilan Suamiku yang sebentar lagi akan berubah status menjadi mantan suami semakin awut awutan begini ya pikirku.
" Bulan istriku...Aku sangat merindukanmu..." Ujarnys dengan suara lirih,dan tangannya terulus ingin menyentuh pipiku namun segera ku tepis pelan dan menghindarinya.
" Jaga sikapmu mas,sebentar lagi kita akan segera resmi bercerai dan sebentar lagi aku bukan istrimu lagi." Ucapku dengan nada ketus dan tatapan dinginku
Dia tersenyum getir sambil mengusap wajahnya kasar.lalu menatap lekat lekat kedua mataku." kita baru saja ketemu lhoh bulan,bisakah kita berbicara baik baik,aku sungguh merindukanmu." katanya dan lagi lagi dia ingin menyentuh pipiku namun segera kutepis tangannya dan menatapnya tajam
" Kuperingatkan sekali lagi mas jaga sikapmu karena aku sudah tidak sudi dengan basa basimu.!" Tegasku
" Hahaha baiklah maafkan aku,emmm apa kabar dengan calon bayi kita ?apa dia sehat sehat saja.?" tanyanya sambil sorot matanya beralih menatap kearah perutku yang masih terlihat rata
" Kau tidak perlu menanyakan keadaanya mas,bukankah kau sendiri akan mendapat seorang anak dari istri barumu,jadi lupakanlah jika kau pernah akan punya anak dariku ,karena sebentar lagi kita akan berpisah." ucapku dengan lugas dan tegas
" Tapi bayi yang kamu kandung itu juga anakku bulan,aku papa kandungnya."tuturnya tanpa dosa
" Itu dulu sebelum kau menghianatiku dan menghancurkan rumah tangga kita mas,sekarang Kau tidak perlu beranggapan lebih pada calon bayi ini.karena bagiku papa kandung calon bayi ini sudah mati.!"
" Jaga bicaramu bulan.!" sentaknya dengan sorot mata tajam dan memerah membuatku mataku tambah memanas
__ADS_1
" Jangan membentakku mas!karena aku tidak suka kau merendahkanku didepan umum.!"
" Kalau begitu hargai aku yang detik ini masih sah suami kamu.!" Tegas mas damar
" Kalau begitu talaq aku sekarang juga supaya proses perceraian kita segera selesai.!" tantangku padanya
" Baiklah kalau itu maumu,kamu benar benar istri pembangkang.!mulai sekarang aku jatuhkan talaq tiga untuk Erika rahmani bulan.!" Ucapnya dengan lantang dan penuh emosi terlihat kedua matanya memerah menahan antara amarah dan kesal
Jlebbbb
Tes
Luruh juga Air mataku jatuh di pipiku,secepat mungkin aku menyerka leleran air mataku,karena aku tidak ingin terlihat lemah didepan pria yang kini sudah menjatuhkan talaq tiga sekaligus padaku,meski aku tahu dia dalam keadaan emosi namun tetap juga bagiku dengan begitu berakhirlah ikatan hubungan suami istri diantara kita dan dengan begitu maka proses ketuk palu pun akan semakin mudah,meski Ada rasa sesak sakit menyelimutiku karena ternyata mas damar begitu mudah melepaskanku dan mengucap kata talaq untukku,namun aku bukannya harus bersukur karena aku tidak akan susah payah mengemis talaq padanya seperti perceraianku sebelumnya dulu dengan alm mantan suamiku mas adrian
" Terimakasih mas." ucapku lirih bahkan nyaris saja tak terdengar
" Bu bulan a aku,-----" ucapnya dengan terbata bata dan wajahnya mulai panik
" Terimakasih karena mempermudah proses perceraian kita ..."
" Bulan a aku arggggghhhh." Teriaknya sambil menjambak rambutnya." maafkan aku,aku menyesal bulan..." ucapnya lirih dan menatapku dengan mata nanarnya
sedangkan terlihat tak jauh dari kami Clarissa bersama mama iren mama mertuaku dan juga tante ratih berbondong bondong menghampiri kami.
" Damar kamu baik baik saja kan?" tanya clarissa yang setengah panik melihat wajah suaminya nampak frustasi namun mas daamar malah menepis kasar tangan istrinya saat akan menyentuh lelangnya
" Diam kau.!" Hardiknya
" Damar...." Cicitnya sambil menggigit bibir bawahnya dengan wajah sedihnya
" Urus saja bayi yang ada dikandungmu itu tidak usah mengurusiku.!" Bentaknya pada clarissa
" Tapi dam aku benar benar mengandung anakmu." Seru clarissa diiringi tangisnya yang entah tangis sungguhan atau tau tangis air mata buaya
" Cihhh aku tidak akan mengakui bayi itu anakku sebelum hasil test DNA itu keluar..." ujar mas damar,membuatku pusing melihat drama pertengkaran kalian
" Keterlaluan kamu dam.hiks hiks hiks." seru clarissa sambil memeluk tante ratih
" Sudah sudah kenapa kalian jadi malah bertengkar." Seru mama iren yang kini terlihat duduk di kursi roda terlihat wajah cantiknya kini sedikit pucat karena tak terbungkus make up tebal seperti biasanya ku lihat selama aku jadi menantunya
" Tapi ma,damar benar benar keterlaluan dia,----"
" Sudah diam.!" bentak mama iren pads clarissa membuat wajah clarissa pucat pasi dan diam seketika
Mama iren beralih menatapku." Sekalipun Kau sudah bercerai dari damar ,saya akan memperjuangkan bayi itu ketika sudah lahir,karena yang pantas dan sanggup merawat cucuku adalah damar putraku,karena kalau hak asuh jatuh ditanganmu akan jadi apa anak itu dia pasti tidak akan punya masa depan sepertimu." Tuturnya yang masih saja sempat menghinaku di detik detik terakhir aku jadi menantunya
" Stop merendahku nyonya iren yang terhormat,suatu saat aku akan buktikan bahwa aku bisa sukses membesarkan anak anakku tanpa campur tangan dari anda.!" Ucapku dengan tegas dan menatap tajam pads wanita paruh baya yang sebentar lagi resmi statusnya jadi mantan ibu mertuaku
" Cuihhhh membual saja seenakmu aku akan pegang kata katamu wanita gila harta." Ucap mama mertua meremehkanku
" AKU BUKAN WANITA GILA HARTA !." Suaraku begitu nyaring membentaknya
Plakkkkkkkkkk
Tiba tiba saja tangan kokoh mas damar mendarat begitu saja di pipi kananku,membuat pipiku memanas dan memerah seketika karena mendapat tamparan keras
" berani sekali kau membentak mamaku.!" Hardiknya menatap tajam
" Sudahlah aku sudah muak dengan kalian semua,sebaiknya kita selesaikan langsung urusan kita dimeja hijau,aku sudah tidak sabar mendengar ketukan palu tanda hubungan kita berakhir mas damar narendra." Cetusku geram
" Okee aku ladenin kamu sekarang juga.!"katanya
Dan langsung ku tinggalkan saja wajah waja manusia manusia licik seperti mereka,aku pun segera bergegas memasuki ruang persidangan diikuti oleh langkah Aqlan.karena aku sudah tidak sabar meresmikan statusku kembali menjadi mantan istri dan takdir mengantarkanku kembali menjadi seorang janda,sungguh aku harus kuat karena aku yakin aku pasti bisa melewati ini semua.
" Bismillahirrahmanirrahim,kuatkan Aku Ya Robb." Batinku disela sela langkah kakiku
_Bersambung_
Happy reading
__ADS_1