Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Apa Maksudnya


__ADS_3

Tak Lama kemudian kami pun sudah sampai di Rumah sakit.dan Zahra pun langsung dibawa masuk ke Ruang UGD sedangkan aku dan suamiku pun masih menunggu didepan pintu bersama kelima pemuda tadi,termasuk Reno teman Mas Damar.kami semua diam dan masih dalam Kebisuan dengan pikiran kami masing masing masing.


" Sayang,apa sebaiknya Mas Antarkan kamu pulang duluan Ya." Suara Mas Damar memecah keheningan sambil mengelus pucuk kepalaku dengan lembut.


" Nggak Apa apa mas,biar aku saja yang disini ,sebaiknya mas saja yang pulang duluan." jawabku sambil beralih menatapnya


" Tapi sayang."


" Nggak Apa Apa,sekalian mas ganti baju." ujarku lalu melirik kearah baju kemeja miliknya yang telah kotor karena bekas bercak darah." tuh baju mas kotor kan?sebaiknya mas saja yang pulang,biar aku yang menunggunya disini." sambungku lagi


" Tapi apa kamu yakin akan baik baik saja sendirian disini?" tanya mas damar dengan mimik khawatir


" Percayalah Tidak akan terjadi apa apa padaku mas,percayalah." ujarku meyakinkan


" Baiklah kalau begitu,sekalian nanti aku belikan makanan untukmu ya sayang."ucapnya


" Iya mas." kataku sambil tersenyum


" Ya sudah aku pergi dulu,kalau ada Apa Apa cepat hubungi aku." ucapnya sambil melirik kearah kelima pemuda tadi


" Iya mas."


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam." jawabku


Lalu suamiku pun Bangkit dari tempat duduknya,bersama Reno temannya tadi.mereka pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkanku yang masih dudul di lorong Rumah sakit.


Sebenarnya Aku dan suamiku bisa saja meninggalkan Gadis itu sendiri bersama kelima pemuda tadi,tetapi karena bentuk Rasa moral tanggung jawab kami,akhirnya aku memilih untuk tetap menunggunya disini.


Satu jam kemudian,Rombongan kedua Orang Tua Zahra pun datang,Aku pun langsung berdiri dari tempat dudukku untuk menyambutnya.namun Pandanganku tak sengaja bertemu dengan seorang pemuda yang beberapa waktu sempat ku kenal dan memberi Informasi tentang keadaan mantan suamiku,Siapa lagi kalau bukan Aqlan keponakan dari Abinya Zahra.


" Assalamualaikum nak bulan,bagaimana keadaan Anak saya?" Uminya Zahra langsung menghambur kearahku sambil menangis tersedu sedu


" Saya belum tau Ummi,tapi insyallah keadaanya Baik baik saja,kita doakan saja." ucapku sambil menepuk pelan punggung wanita paruh baya itu yang tadi sempat memelukku


" Baik baik saja kau bilang hah?Ini semua gara gara Kau dan Suamimu itu!."Bentak Haji Qoshim sambil mencengkram erat tongkatnya dan menundingku dengan tatapan mata menyalang.


" Apa maksud Anda?" tanyaku tak terima


" Kalau saja kalian tidak ikut Campur dengan Urusan kami,Putriku tidak akan mengalami ini semua,kalian sudah ikut andil penyebab kecelakaan putriku.!" Ucapnya dengan tegas


" Pak de sabar pak de istighfar." Aqlan mencoba menenangkan Pria paruh baya itu


" Saya makin tidak mengerti dengan maksud Anda,Disini putri anda sendiri yang tiba tiba datang kerumah kami dan meminta perlindungan dari kami,saya bisa saja langsung mengusirnya,tapi putri anda tetap memohon pada kami,dia bilang anda ingin menjodohkannya dengan pria yang tidak dia cintai,dan ingin bebas dari tekanan dari Anda pak.!" Tuturku dengan tegas


" Jangan Sok tau kamu,aku tidak pernah memaksanya,hanya saja aku memberinya sebuah pilihan." Bantahnya


" Entahlah saya tidak tau bagaimana persisnya keadaan Keluarga Anda,yang jelas disini niat saha baik ingin membantu Anak Anda."


" Dengan Cara memperumit keadaan seperti ini?" tudingnya terus memojokan ku


" Maaf jika anda Tidak suka dengan tindakan saya dan suami saya,lebih baik saya pergi dari sini." kataku yang tidak ingin berdebat lama lama dengan Ayah angkat mantan suamiku.


Aku pun beranjak meninggalkan Tempat itu,namun Urung ketika Pemuda bernama Aqlan memanggilku yang tak jauh dari dari tempat itu.


" mbak bulan tunggu." ucapnya sambil berlari kecil mengejarku,dan aku pun berhenti lalu menoleh kearahnya


" Ada apa?"


" Maaf Atas perkataan yang kurang mengenakan dari Pak de saya tadi." katanya sambil menatapku tidak enak


" Iya." jawabku singkat sambil membalikan badanku


" Tunggu mbak." Ucapnya sambil menahan lengangku membuatku sedikit tercengang,terlihat sekali dari sorot matanya ada sesuatu yang ingin disampaikan


" Jangan Sentuh Istriku!"

__ADS_1


Pada waktu bersamaan Mas Damar pun datang dan sudah berdiri tepat dihadapan kami,dengan kasar Mas Damar menampik Tangan Aqlan yang tadi mencekal lenganku


" Ma Maaf pak Damar,saya tidak bermaksud,----"


" Sekali lagi Kau lancang Menyentuh istriku walau hanya seujung kuku pun,aku tidak akan segan segan mematahkan tanganmu.!" Sentak Mas Damar dengan tatapan tajam Kearah Aqlan


" Mas,Sudah." Aku menarik Tubuh suamiku dan menenangkannya.


" Apa yang sudah terjadi sayang?" tanya suamiku beralih menatapku


" Sebaiknya kita pergi saja dari sini mas." kataku setengah berbisik


" Apa yang sudah terjadi bulan?" tanyanya sambil memicingkan mata penuh curiga melihat wajahku


yang terlihat sedikit sedih dan murung.


" Aku khawatir jika kita terus lama lama disini,nanti mereka akan semakin menyalahkan kita mas." bisikku


" Apa maksudnya Apa yang mau disalahkan,menyalahkan siapa." ucapnya dengan Lantang lalu menghampiri Mereka didepan Ruang UGD dan mengundang perhatian mereka semua.


" Mas Udah ayok pulang." Aku mencoba mencekal dan menarik tangan suamiku namun percuma,karena mas Damar pun menghampiri Mereka


Beberapa pemuda tadi dengan Sigap berdiri tegap dan mengambil Ancang Ancang membentuk perisai hidup seolah olah melindungi pimpinan mereka,membuat aku dan suamiku sedikit terkejut akan respon mereka.


" Ada Apa?" tanya Haji Qoshim menatap tak suka kearah kami


" Disini saya hanya ingin tau,apa maksud anda menyalahkan saya dan juga istri saya,alasan apa yang membuat anda menyalahkan kami." Suara Mas Damar terdengar Tegas dan tidak terima,aku paham posisinya sekarang sangat kecewa dan marah


" Kau pikir penyebab Anak saya jadi seperti ini tidak Ada sangkut pautnya Dari kalian?" Tuduhan Dari pria paruh baya itu semakin membuat suamiku semakin meradang


" Anda benar benar keterlaluan." Tuding suamiku." Apa yang perlu disalahkan pada kami justru itu semua Akibat perbuatan Anda sendiri.!" Tegas Suamiku


" Apa Anda mencoba mengintimidasi Guru kami?"


Salah satu pemuda yang memiliki tubuh sedikit tambun dan tinggi pun mengambil ancang ancang sambil melingkis lengan bajunya.


" Disini saya tidak bermaksud untuk mengurangi rasa Sopan dan Hormat saya,saya tegaskan kembali jika saya dan istri saya hanya berniat untuk menolong Zahra,tidak lebih dari itu." ucap mas Damar dengan Tegas


" Ayo sayang kita pergi " Ajak suamiku sambil menggamit lengan tanganku untuk segera pergi


Tak lama kemudian salah satu pemuda tadi pun menarik bahu mas Damar,lalu secepat kilat memberi serangan pukulan pada mas damar hingga suamiku terhuyung dan membentuk sebuah pintu


" Astagfirullahaldzim mas Damar." Pekiku setengah menjerit melihat keadaan suamiku


Mas Damar pun tak tinggal diam,diapun langsung bangkit dan memberi pukulan lalu menendang pemuda itu hingga nyaris tersungkur,Mas Damar pun berjongkok dan kembali memberi serangan pukulan lagi membuat pemuda itu tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya lalu tersungkur ke lantai.


Pemuda lainnya pun ikut mengkroyok suamiku namun dengan cepat Suamiku menghindar lalu memelintir tangan kedua pemuda yang ikut menyerangnya hingga mengerang kesakitan dan Terbentur di tembok.


satu orang pemuda lagi pun ikut maju dan menyerang suamiku,namun dengan cepat Suamiku menangkis dan memutarnya ke belakang hingga pemuda itu memekik kesakitan,lalu mas damar pun menghempaskannya ke lantai.


" Argggghh." Jerit pemuda itu


" Kalian benar benar sungguh ingin mencari keributan rupanya,cihhh." Ujar suamiku."Apa kalian lupa jika di sini banyak cctv yang sedang merekam aksi kalian?" sambungnya lagi


Mereka berempak mendongakan kepala dan saling menatap satu sama lain memberi kode ingin menyerang kembali,namun Berhenti ketika Pemuda bernams Aqlan tengah tergopoh gopoh dengan Uminya Zahra menghampiri kami


" Hentikan Kalian." Serru Aqlan sambil menuntun ibundanya Zahra


" Kalian ini bisanya cuma keroyokan saja.memalukan." Hardik uminya zahra lalu beralih menatap aku dan mas damar


" Nak bulan dan Nak Damar,Ummi benar benar minta maaf ya nak,Maafkan juga atas sikap Abi tadi,mungkin beliau masih sedikit shock dengan putri semata wayangnya mendapat kecelekaan,kami semua dalam keadaan Tidak stabil dan sangat cemas menghawatirkan zahra,maafkan kami ya nak sungguh kami tidak ada maksud menyakiti kalian." Ucap Ummi dengan memohon pada kami.


Emosi Mas Damar mulai surut usai mendapat ucapan permintaan maaf dari umminya zahra.


" Maafkan kami ya nak,maafkan kami." Ummi mengulang lagi dengan wajah memelas


" Iya ummi kami mengerti." jawabku sambil mengulas senyum kearah mereka

__ADS_1


Tak lama kemudian seorang Perawat keluar dsri Ruang UGD dan memanggil kami.


" Maaf pasiennya sudah sadar,pasien meminta pihak keluarga untuk menemuinya." seru perawat tersebut menyuruh kami semua masuk kedalam


Kami pun semua segera masuk kedalam ruangan tersebut.Kulihat Dia sedang tergolek lemah diatas Brankar,bagian kepalanya sudah dipasang perban,sedang bagian Hidungnya dipasangan selang oksigen dan wajahnya pun sudah dibersihkan dari noda darah,nampak sekali wajahnya sangat pucat.


" Mbak bulan." Dia memanggilku dengan suara lirih dan pelan sambil memberi isyarat padaku supaya aku mendekat kearahnya


" iya Zahra."


Terlihat dia sedang merintih kecil serta air matanya sudah meleleh membanjiri pipinya,terlihat bibirnya bergetar dan ingin mengatakan sesuatu.


" Jangan banyak bergerak dulu Zahra,kondisimu saat ini masih lemah." ucapku


" Zahra Anakku,apanya yang sakit nak." Seru Umminya sambil membingkai wajah putrinya dengan lembuh sambil menangis


" Katakan nak,apa kamu perlu sesuatu?" tanya umminya lagi dan Zahra pun mengangguk lemah.


Aku teriris menyaksikan Pemandangan Haru antara ibu dan Anak itu.


" Ap apa um ummi janji." ucap Zahra terbata bata


" Ummi dan Abi janji nak,kalau kamu sudah sehat akan mengabulkan semua permintaan dan keinginanmu." Ucap Ummi sambil menggengam erat tangan putrinya supaya lebih meyakinkan anaknya


" A Aku ingin Pergi yang Ja jauh Um mi." Lirih Gadis itu dengan terbata bata


" Pergi jau kemana sayang.?" sambung abinya


" Pokoknya Ja jauh Abi, A aku ingin sen sendiri." jawabnya terbata bata


" Nggak bisa nak,ummi dan Abi nggak bisa jauh tanpamu nak,jangan bicara seperti itu." Timpal sang ummi


" Su Suamiku ,a aku ingin su suamiku,Di dia pergi ja jauh karena A Abi,di dia Korbannya Abi A aku ingin Suamiku a aku ingin mas Adrian." ujarnya dengan Suara terbata bata dan deraian penuh air mata di pipinya.


" Kamu jangan bicara seperti itu Zahra." ujar Abi


" Ta tapi itu ke nyataannya Abi,aku ingin su suamiku kembali." jawabnya lirih


" Abi akan berusaha membuatmu bahagia nak abi janji." ucap Abinya lagi


" tidak mungkin,ka kalian ti dak akan pe pernah memberikan ku ke bahagiaan." ucap lirih gadis itu


" Abi Janji akan mencarikan calon suami yang bsik untukmu nak." ucap Abinya dengan serius


" Ba baiklah bi biar A aku sendiri yang me me miihnya " Ucap Zahra sambil beralih menatap kearah aku dan Suamiku secara bergantian


" Katakan nak." timpal sang Ummi


Hening sejenak membuat perasaanku kembali tidak nyaman saat sorot mata zahra tertuju pada kami berdua


" A Aku ingin Bersama Di Dia....."


Jedaaaaaaarrrrrr


Dia menunjuk Kearah..............


Oh Tuhan Suamikuu


Ya Allah Apa maksudnya ini.


Kaku serasa Lemas sekali.......


_Bersambung_


Note: Maaf ya Readers Othor Sekarang bakal Jarang Update kalau bukan karena ada waktu senggang,mengingat kesibukan Othor di dunia nyata mengurus Balita dan Othor Juga sedang Hamil jadi Waktu Update Othor sangat terbatas.mohon dimaklumi ya,ini aja ngetik Satu bab aja Hampir mau dua Hari,soalnya Waktunya gak ada.


Dan Sebelumnya Othor Juga mau minta maaf jika Dalam beberapa Bab Othor Sudah bilang kalau dalam beberapa ban kedepan akan bikin Senam jantung para readers,terserah kalian mau tetap mau lanjut baca atau tidak othor Nggak maksa.hehehe maaf ya Othor malah curcol

__ADS_1


Semoga Suka


Happy Reading


__ADS_2