
Perlahan Kini kesadaranku mulai membaik, Saat ku buka Kedua mataku,yang pertama ku lihat adalah dinding berwarna putih serta cahaya lampu yang begitu terang dilengkapi Gorden khas Rumah sakit.
" Bulan sayang its Okey..?"
Suara yang pertama kali ku dengar adalah milik mas damar,suamiku.dia berada tempat disampingku sambil menggenggam jemariku,dan menatapku dengan mimik wajah penuh kecemasan,aku yang mulai mengerjabkan kedua bola mataku pun masih tergugu dan mencoba mengingat kenapa aku bisa berada disini.
" Mas..aku dimana.?" bukannya menjawab pertanyaannya,malah aku bertanya dengan lirih.
" Kamu dirumah sakit sayang."
" Apa yang sudah terjadi denganku ?"
" Kamu tiba tiba pingsan sayang." jawabnya dengan lembut
" Kandunganku.?" tanyaku tentang keadaan bayi yang ku kandung,sambil meraba perut rataku
" Alhmdulilah calon bayi kita baik baik saja bulan." Aku merasa lega mendengar ucapan mas damar yang mengatakan kalau keadaan janinku baik baik saja
" Makannya kamu itu jangan bawel kalau dikasih tau,nggak usah terlalu capek capek ngurus Kyla sama saga,biar Damar cari suster buat urus kebutuhan mereka,sedangkan kamu harus lebih fokus sama kandunganmu,calon cucuku.!" Seru mama inez yang tiba tiba menyambar ditengah tengah perbincangan kami berdua
" Mama tolong hargai perasaanku,bagaimana pun Kyla dan Saga itu anakku juga.cucu mama juga kan." aku sudah geram dan risih untuk tidak membalas kata kata pedas
" Ya betul mereka Anakmu tapi bukan Anak damar jadi bukan cucuku !, Cucuku hanya anak yang kau kandung saat ini jadi kau harus benar benar menjaganya baik baik !" Ucapnya dengan tegas dan lantang,seketika Air mataku luruh mas damar yang menyadari itu langsung memelukku dan menegur ibunya.
" Mama cukup ma,jangan mendesak bulan seperti itu,nanti dia bisa stres dan itu sangat mempengaruhi kandungannya.!" Sentak mas damar
" Tuh kan mbak,bahkan putramu sendiri saja sekarang sudah berani melawanmu demi membela wanita janda itu,benar benar keterlaluan kan." Tante Ratih yang sedari tadi diam kini mulai mengompori mama mertuaku
" Diam tante.! Bulan istriku.!" sentak damar
" kamu yang harusnya diam dam,bukan malah membentak kami demi menuruti istrimu yang egois itu.!" Ketus mama dengan raut wajah marah
" Mah,-----" ujar mas damar
" Mending kita pulang aja rat,tidak ada gunanya kita disini." Seru mama Inez dan beralih menatapku." Mama peringatkan sekali lagi sama kamu,mulai sekarang kamu harus lebih hati hati dan fokus menjaga calon cucu mama,kalau kamu sampai lalai lagi seperti ini,mama tidak akan segan segan mencari suster untuk kedua anak anakmu yang badung itu,bahkan mama bisa kirim mereka ke asrama penitipan balita,Ingat itu.!" Cetusnya dan berlalu meninggalkan kami,membuatku tak sempat membantah perkataannya.
" Mama kamu mas.." Desisku dengan kedua mataku memerah menahan antara amarah dan kesedihan
" Iya sayang,maafin mamaku ya." ucapnya lembut sambil membelai rambut hitam lebatku yang kini sudah tak terbungkus jilbab instanku
" Aku ingin kamu lebih tegas lagi mas terhadap mama,bagaimana pun kyla dan saga itu anak anakku,aku tidak mau mama menjauhkanku dari mereka." Ucapku setengah menjerit,sedangkan mas damar mulai menenangkan ku
__ADS_1
" Iya sayang iya tapi kamu harus janji,kamu harus tetap sehat demi calon bayi kita."
Aku yang kini mulai sadar dan teringat akan sesuatu,mulai menarik tubuhku dari dekapan Mas damar dan menatap kedua mata nya lekat lekat,membuat mas damar mengerutkan dahinya dan mengangkat salah satu Alisnya.
" Ada apa bulan,apa ada sesuatu yang mengganjal dihatimu.?"
" Ya ada,sangat mengganjal bahkan sesuatu itu yang membuatku berada disini mas." Seruku dengan nada dingin,dan terus menatapnya tajam penuh curiga
" Hah?Apa itu.?"
" Siapa wanita itu mas.!"
" Wanita? wanita siapa.?"
" Wanita itu siapa mas,aku mau kamu jawab yang jujur." Desakku.
"Maksudmu apa bulan.?" tanyanya dengan raut wajah bingungnya entah dia pura pura bodoh atau memang bodoh benaran,aku rasa aku sudah tidak tahan untuk mengintrogasinya langsung saat ini
" Wanita yang sudah kamu Hamilin Mas Damar Narendra.!" Ucapku dengan Lugas dan Tegas,disertai Luruhnya Air mataku sedangkan suami mulutnya terkunci,sambil terus menatapku dengan tatapan yang sulit ku artikan.
" Ayo mas jawab." Aku mengguncang kedua bahunya,namun dia tetap saja diam membisu,dan itu semakin membuat dadaku sesak,membayangkan jika apa yang selama ini aku fikirkan benar benar terjadi,yaitu penghianatan dari seorang damar
" Mas damar jawab kenapa kamu diam saja.!"
" Bulan tenang dulu sayang aku bisa jelaslan dulu."
" Aku nggak butuh penjalasan mas tapi yang kubutuhkan hanya jawaban, Ya atau tidak.!" Teriakku
" Bulan,----"
" Cepat jawab mas,jangan ada dusta lagi." ucapku sangat lirih dengan bibir bergetar,sedangkan mas damar terlihat bingung dan tetap tidak memberiku jawaban hal itu membuatku semakin murka
" Ku mohon mas katakan yang sejujurnya." pintaku dengan tatapan memohon
Mas damar pun menghela nafasnya lalu perlahan menganggukan kepalanya." Baiklah aku akan katakan yang sejujurnya sama kamu bulan." jawabnya dengan tatapan mata nanarnya
" Maafkan aku,aku menyesal." ucapnya lagi sambil menundukan kepalanya lalu kembali menatapku yang sudah berleleran air mata
" Ma maksudmu gimana mas.." ucapku terbata bata,rasanya suaraku searasa hilang tenggorokanku tercekat.
" Ja jadi be benar ka kamu sudah menghamili wa wanita lain."
__ADS_1
" Maafkan aku sayang,aku khilaf." jawabnya dengan tatapan penuh penyesalan
Allahuakbar
Bak disambar petir disiang bolong mendengar kenyataan yang paling menakutkan,dikhianati suami lagi,apalagi ini sampai hamil
" Si siapa wanita itu mas?"
" Wanita itu adalah Aku......."
Jedarrrrrrrr
Tiba tiba saja sosok seorang perempuan cantik bertubuh proposional yang sangat tidak asing bagiku,sudah berada diambang pintu mengagetkan kami,dan berjalan menghampiri kami dengan elegantnya.
" Clarissa...." Seru mas damar dan langsung berdiri dari duduknya sedangkan aku menatap mereka dengan hati hancur,dan sampai rasanya susah sekali membuka suara
" Maaf Dam,aku terpaksa kesini karena beberapa hari ini kamu sulit sekali dihubungi." jawab wanita itu sambil tersenyum miring kearah kami berdiri
Mas damar pun dengan kasar menarik tangan Clarissa dan menatapnya tidak suka
" Untuk apa kamu datang kesini hah?kau ingin membuat kondisi istriku semakin drop.!" Sentaknya sambil mencengkram lengan wanita itu hingga meringis kesakitan
" Auhh sakit damar,lepasin." rengeknya
" Sekarang juga kamu pergi dari sini,pergi." Bentaknya mengusir Clarissa
" Enggak,aku nggak akan pernah pergi sebelum kamu mau bertanggung jawab atas janin yang ada diperutku damar." Ucap Clarissa dengan nada suara marah
Sedangkan aku terus menekan dadaku yang terasa sesak dan sakit,Ya Allah cobaan apalagi ini disaat aku hamil kenapa Suamiku menghamili wanita lain,dan wanita itu adalah mantan kekasihnya.
" Dengar ya sebenarnya aku tidak terlalu yakin jika bayi yang ada dikandunganmu itu anakku Rissa,aku perlu bukti supaya aku yakin jika memang itu anakku." Ucap mas damar dengan rahang kokohnya yang sudah mengeras
" Oke Nikahin aku dulu setelah itu kamu boleh test DNA calon bayi kita......" Ucap Clarissa dengan Lantang
Jlebbbbbbb
" Hahahaha jangan mimpi ris,karena aku tidak akan terpedaya kedua kalinya sama kamu,cukup waktu itu kau berhasil menjebakku,kali ini aku tidak akan gampang terpercaya denganmu." Tuding mas damar sembari menatap kearahku yang kini mulai kehilangan keseimbangan dan akhirnya aku pun tak tersadarkan kembali.
" Bulannnn sayang....." Teriak mas damar disela sela alam bawah sadarku
_bersambung_
__ADS_1
Happy reading