
Akhirnya Aku dan kedua anakku memutuskan kembali ke tempat permainan tadi setelah memberi minuman dan beberapa cemilan,menunggu mas damar kembali.
Tak lama kemudian ku lihat Langkah mas Damar dari kejauhan menghampiri kami sambil tersenyum pada kami.
" Itu Om papa bun." ucap Kyla ketika Mas damar selangkah lagi dihadapan kami.
" Gimana anak anak udah mainnya.?" tanya mas damar ketika tiba dihadapan kami
" Sudah Om papa." jawab Kyla dan Saga
" Yasudah sekarang kita cari makan Yuk,pasti kalian sudah lapar." ucapnya lembut
" Oke deh Om papa." ucap Kyla dengan semangat
Mas damar pun langsung menggendong putraku saga,sambil menggandeng tangan putriku Kyla.sedangkan aku masih diam mematung memikirkan apa yang barusan ku lihat tadi.Ya Allah apa memang aku yang terlalu mencurigainya tapi kenapa mas damar terlihat santai dan tidak ingin mengatakan sesuatu jika memang laki laki tadi itu dia,apa karena dia berfikir aku tidak melihatnya tadi,makanya dia merasa tidak perlu menjelaskan apapun padaku.
" Ya Allah bulan mikir apa sih kamu."
" Bunda...."
Suara Kyla yang memanggilku dari depan membuatku tersadar dari lamunanku.
" I iya nak."
" Ayo bunda kok malah bengong disitu." Kata kyla yang terlihat sudah tidak sabar
" Iya sayang ayo." aku pun bergegas menyusul mereka,lalu kami pun masuk ke sebuah Restoran cepat saji Mekdi(Mc donal) makan favorit anak anakku
Setelah itu mas damar pun memasankan makanan untuk kami,tak lama kemudian pesanan kami datang,dan kedua anakku dengan lahapnya memakan makanannya.sedangkan aku sama sekali tidak selera,melihat mereka makan dengan lahap sudah membuatku kenyang,ditambah lagi fikiran yang sejak tadi semrawut mengganggu pikiranku.
" Bulan kamu kenapa?" tanya mas damar karena melihat aku hanya mengaduk aduk minumanku
" Nggak apa apa mas,aku cuma lagi gak selera makan saja." jawabku
" Kenapa kamu nggak suka menunya?aku pesenin lagi menu baru ya.?" tawarnya
" Nggak usah mas aku masih kenyang kok,makananku nanti dibawa pulang saja ya biar nanti ku kasih bibi." ucapku
" Ya sudah nggak apa apa terserah kamu sayang." ucapnya sambil melanjutkan makanannya lagi
Aku pun hanya diam sambil sesekali menatapnya lekat lekat,sedangkan yang ku tatap sama sekali merasa tidak ada yang ingin disampaikan.hal itu membuat hati dan fikiranku semrawut dan gelisah,apakah benar yang kulihat tadi betul betul mas damar,tapi aku yakin kalau itu dia,mataku masih normal,dan kedua anakku pun tadi juga ikut melihatnya,Ya Allah beri hamba petunjukmu sebenarnya apa yang sudah terjadi pada suamiku kenapa dia tega membohongiku.
" sayang.....hei bulan." Mas damar menjentikan jarinya membuatku sadar dari lamunanku
" eh iya mas kenapa.?"
" Kok kenapa sih,kita udah selesai lhoh makannya,makanan kamu juga udah ku bungkus,sekarang kita pulang."ucapnya." tuh lihat saga udah tidur pules.dan Kyla juga udah ngantuk." sambungnya lagi sambil menggendong saga sedangkan kulihat Kyla juga sedang mengucek ngucek kedua matanya.
" Ya Allah mas maaf maaf tadi aku..."
" Kamu mikirin apa sih bulan,dari tadi diam saja?" tanyanya penuh selidik
" enggak kok nggak yaudah yuk kita pulang." ucapku lalu meraih kantok plastik berisi kotak makanan tadi dan meraih tangan Kyla." Yuk sayang kita pulang." ajakku dan mas damar mengekor dibelakangku meninggalkan restoran cepat saji itu.
_______
" Sayang kamu kenapa.?" tanyanya saat aku akan merebahkan tubuhku ke dalam ranjang tempat tidur
" Nggak apa." jawabku cuek dan sedikit ketus,entah kenapa rasa kesalku tak kunjung surut mengingat dia yang tetap tidak mau menceritakan sesuatu padaku
" Kok aku nya dari tadi cuekin sih.?"
" Nggak biasa aja."sautku menahan kesal
" Tapi aku ngerasanya gitu."
" mungkin perasaan kamu aja." jawabku memberengut
__ADS_1
" bulan." ucapnya sambil menarik kedua bahuku untuk berhadapan dengannya,dia pun menatap lekat lekat kedua mataku." Katakan kamu kenapa?aku ada salah sama kamu?ayo bilang sama aku bulan jangan diemin aku ssperti ini." ucapnya lirih sambil membingkai wajahku
" Mas beneran tidak ada yang ingin mas sampaikan padaku pas waktu mas tadi pergi ke toilet mall.?"
" Maksudmu?" tanya mas damar memicingkan kedua matanya
" Tadi aku dan anak anak sekilas melihatmu sedang bersama wanita lain." jawabku tanpa basi basi.dapat ku lihat ekspresi wajah suamiku sedikit terkejut namun dengan cepat dia merubah ekspresinya dan mengelus senyum
" Wanita?siapa?" tanyanya
" Ya mana ku tahu." sautku kesal
" Ow mungkin kamu salah lihat orang kali." ucapnya
" Enggak mungkin mas,jelas jelas itu kamu,anak anak aja juga lihat kok tadi." ucapku keukeh dengan pendirianku
Mas damar nampak berfikir sebelum akhirnya dia melanjutkan ucapannya." Oh itu tadi aku sempat ketemu temenku si linda terus ngajak aku ngobrol sebentar,soalnya dia mau konsul,anaknya mengidap penyakit jantung."
" Temen.?"
" Iya sayang temenku waktu kuliah dulu." ucapnya meyakinkan." serius aku nggak bohong sama kamu." sambungnya lagi dengan tatapan penuh keseriusan
" beneran kamu nggak bohong.?"
" Iya sayang serius beneran aku nggak bohong." ucapnya sambil menggenggam tanganku
" Terus kenapa tadi aku lihat kamu menarik tangannya dan terlihat pergi dengan tergesa gesa.?" jiwa kekepoanku terus saja meningkat saat ku temukan tetap ada kejanggalan dari ucapnya
" Ya karena......aku sedikit panik bulan,soalnya takutnya kamu dan anak anak cariin aku,lalu aku mengajak dia duduk di tempat yang agak sepi dan tidak terlalu ramai supaya kita ngobrolnya bisa sedikit enak." jawabnya terkesan gugup namun bisa diterima dengan masuk akal
" Oh jadi begitu..." ucapku
Cup
Mas damar pun melayangkan ciuman singkatnya di bibirku sambil mengelus pipi kananku.
Ya Allah maafkan ku yang sudah terlalu mencurigai suamiku sendiri karena memang jujur aku masih sangat trauma dengan kejadian di masa lalu dengan alm mantan suamiku.
" Iya mas aku percaya,tapi kamu harus ingat ya mas aku tidak mau kalau kamu sampai mengianatiku atau sampai diam diam nikah dengan perempuan lain,karena aku nggak akan pernah mau dimadu.!" ucapku dengan sorot mata tajam padanya
Mas damar pun mengulum senyumnya dan mengelus pipiku dengan gemas.
" Ya Allah sayang sangking segitu cintanya ya kamu sama aku,sampai sampai bisa berfikiran seperti itu." ucapnya diiringi dengan tawa renyanya menampilkan deretan gigi rapi putihnya
" Mas aku serius." ucapku dengan bibir menyebik
" hehehe iya sayang,aku tau dan aku juga serius sampai kapanku hanya kamu satu satunya wanita dalam hidupku,kamu percaya ya sama aku." ucapnya lalu meraih tubuhku kedalam pelukannya
" iya mas." jawabku
" Aku sangat mencintaimu bulan sangat." ucapnya lirih sambil terus mengeratkan pelukannya.
Dan setelah itu kami pun sama sama terlelap dan melanjutkan tidur kami.ya sedikitnya aku bisa merasa lega dengan mendengar penjelasannya meskipun tidak seratus persen mempercayai ucapannya,paling tidak aku bisa memejamkan mata dan tertidur lelap malam ini.
_________
Seperti biasa keesokan Harinya aku sudah kembali melakukan aktivitas seperti biasa membantu bibi menyiapkan sarapan untuk semuanya.usai semua selesai sarapan kami kembali melanjutkan aktivitas kami masing masing.dan seperti biasa aku tidak pernah terlepas dari tatapan sinis tante Ratih.namun aku tidak terlalu menanggapinya dan cuek.toh biarpun kita sudah sebaik apapun sama seseorang jika seseorang itu sudah tidak suka sama kita,ya intinya kita akan selalu salah dimatanya,dan aku belajar cuek akan hal itu dan tidak terlalu ambil pusing,toh suamiku dan juga mama mertuaku baik baik saja sama aku
" Aku berangkat dulu ya sayang." pamit mas damar
" Iya mas hati hati ya." ucapku sambil meraih punggung tangannya dan menciumnya
" Iya kamu baik baik ya dirumah jaga anak anak jangan capek capek.biar bibi saja yang ngerjain tugas semuanya." ucapnya sambil mengecup keningku,karena memang hari ini hari sabtu jadi Kyla libur sekolah dan mas damar ada tugas namun hanya setengah hari saja
" Iya mas."
" Ya udah aku pergi dulu.Assalamualaikum."
__ADS_1
" walaikumsalam."
Setelah Mobil mas damar pergi aku pun bergegas masuk kedalam rumah dan melanjutkan aktivitasku kembali,mengurus anak anak.
_________
Aku melihat bahan bahan makanan dikulkas sudah hampir habis aku pun mengirim pesan pada mas damar untuk ijin keluar pergi ke supermarket untuk belanja kebutuhan rumah bersama bibi
[ Assalamualaikum mas,saya mau minta ijin hari ini keluar sama bibi buat belanja bahan bahan makanan di supermarket ya ]
[ Walaikumsalam,iya sayang kamu pergi aja sama bibi ,jangan lupa minta antar supir ya ]
[ Iya mas,kalau begitu aku siap siap dulu ya kamu jangan lupa makan ya,assalamualaikum]
[ walaikumsalam istriku hati hati dijalan.]
Ya seperti itulah kebiasaanku dari dulu sampai sekarang,setiap akan keluar dari rumah tanpa suamiku aku akan selalu minta ijin terlebih dulu pada suami,karena kemana pun aku melangkah harus tetap ada keridhoan suamiku.
Aku dan bibi pun bergegas masuk ke dalam mobil,tak lupa ku ajak semua kedua anakku karena aku tidak ingin merepotkan mama mertuaku dan mengganggu waktu istirahatnya.
Sesampai di supermarket aku dan bibi bergegas masuk kedalam lalu mulai memilah milah bahan makanan,mulai dari sayur sayuran ,ikan,daging,susu,minuman,buah dll yang menjadi bahan pokok yang wajib ada di kulkas.sedangkan anakku duduk di kursi sambil menikmati es cream dan cemilannya di temani oleh pak supir.
Brukkk
" Eh maaf maaf mas."
Tiba tiba saja aku tidak sengaja menabrak seseorang,pria tersebut membantuku memunguti beberapa box susu yang tadi aku pegang dan memasukannya ke dalam ranjang belanjaanku.
" Mbak bulan." Seru pria itu membuatku lekas mengangkat wajahku
" Aqlan." Ucap ku sedikit terkejut
Pemuda itu pun lantas mengembangkan senyumnya padaku." Apa kabar mbak bulan,lama tidak jumpa." ucapnya memulai percakapan
" Alhamdulilah saya baik." ucapku
" Syukurlah kalau begitu,aku lega sekali mendengarnya." ucapnya yang membuatku diam sejenak
" Lagi belanja mbak?" tanyanya lagi
" Iya,belanja bulanan." jawabku datar
" Oh sama suami ?"
" nggak,sama bibi dan anak anak."
" Oh mana mbak Kyla sama Saga udah lama aku nggak lihat keponakan." jawabnya masih dengan senyum khasnya sambil menoleh kanan kiri mencari keberadaan kedua anak anakku
" ada didepan sama pak supir." jawabku
" Emm mbak bulan bisa kita bicara sebentar." ucapnya kembali serius
" Bicara soal apa?"
" Tentang Mbak Zahra."
_Bersambung_
NB :
Maaf ya Readers Othor nggak bisa update tiap Hari karena memang Akhir akhir ini Othor harus fokus buat nyiapin persalinan Othor jadi Updatenya pas ada waktu senggang saja,tapi insyaallah Othor tetap sempetin update kok.dan tetap bakal lanjutin Cerita ini.
Doain semuanya berjalan lancar ya. supaya othor bisa kembali updatenya tiap hari.
Terimakasih semuanya buat yang masih tetap setia melanjutkan cerita receh othor ini.
semoga suka
__ADS_1
Happy Reading