
Sesampainya Mobil kami Tiba Di rumah sakit,kami segera turun.setelah mobil kami sudah terparkir Di tempat parkir Rumah sakit.
" Makasih ya Mas tumpangannya."
" Sama sama bulan."
" aku Turun duluan ya mas." Pamitku sambil membuka pintu mobil dan segera cepat cepat mengambil tasku.karena Harus mengejar waktu Finger Absenku.
" Tunggu bulan,Ada yang Kelupaan." ujarnya menghentikan Langkahku
Aku pun langsung berbalik badan,dan bertanya cepat padanya." Apaan mas?"
" Lupa kasih senyuman manismu."
" Ya Allah Mas." Desahku sambil menggelengkan kepala,ada ada saja Dokter Ini gk inget umur pakai Acara Merayu segala
" Ini Aku sekarang Serius bulan,kamu ada yang lupa." Ujarnya lagi dengan Mimik wajah meyakinkan ketika aku kembali menoleh kearahnya
" Apaan sih dok?" Tanyaku sedikit Gusar karena dikejar waktu buat Absen
"Lupa Terima Cintaku..."
Blushhhhhhhhhhhh
Pipi seakan langsung bersemu Merah mendengar Rayuan mautnya kali ini,aku pun menggelengkan kepala serta tak habis fikir tentang apa yang diucapkannya,sedangkan dia dengan posisi yang sama,masih menatapku sambil melempar senyum termanisnya.
Aku hanya menanggapinya dengan gelengan kepala sambil terus melangkahkan kakiku,kalau terus seperti ini bisa bisa Goyah juga pertahananku,untuk tidak cepat cepat membuka hatiku kembali untuk Pria lain,sedangkan Massa iddahku juga belum genap tiga bulan.jadi Sebagai seorang wanita aku harus benar benar Membentengi diriku sendiri.
" Ayolah Setidaknya Tolong beri aku kepastian jika Aku boleh Berharap padamu." Teriaknya dari dalam mobil sedangkan aku hanya melambaikan tangan dan meninggalkanya
Jujur Dengan Sikap hangatnya seperti ini aku tidak menampik jika aku mulai Merasakan Ada Debaran debaran kecil atas sikapnya.pipi ini pun mulai ikut memanas dan memerah seperti kepiting Rebus. akibat Godaan kecil serta senyum mautnya.Hanya saja Aku tetap berusaha menahan Diri supaya tidak terlihat seperti Gampangan didepannya.
Bisa saja Dia sengaja Menggodaku sebagai cara untuk mengujiku,apakah aku tipe wanita yang bisa menjaga diri atau tipe wanita yang gampang dan mudah Dirayu.dalam hal ini aku sungguh berhati hati.
****
terlihat kini sudah menunjukan pukul Dua siang,itu tandanya sudah waktu nya jam istirahat.namun tiba tiba saja Sosok Dokter Tampan Bertubuh Tegap dan berkulit Bersih itu sudah Bersender
di Rak Dorong dimana Aku akan menata piring pasien pasien.
" Ya Allah Dokter,Dokter sedang Apa disini?" Tanyaku sedikit terkejut melihat Kehadiran dokter Damar yang datang secara tiba tiba.
Kini Dia pun Beralih menatap Kedua manik mataku lekat lekat dan begitu dalam,sehingga pandangan kami saling bertemu dan Beradu satu sama lain.hal ini membuat rasanya jantungku berdegub lebih kencang Dan hatiku meleleh mendapat tatapan mautnya.
" Menatap Indahnya Rembulan Dimatamu." Ucapnya santai dan sukses membuat kedua mataku membola.
" A A apa Dok?" Ucapku Gugup dan Tidak yakin dengan apa yang ku dengar tadi.
" Aku Sedang menatapmu bulan." ucapnya lagi.
" Ya Allah Dokter." kedua bola mataku membulat penuh agar supaya dia memelankan suaranya,aku malu jika teman temanku mendengar rayuan mautnya dan pastinya aku pasti jadi bulan bulanan mereka,sedangkan Dokter tampan itu hanya Terkekeh melihat ekspresi wajahku
" Kenapa sih bulan,Wajahnya kok merah gitu?" Dia kembali Menggodaku sambil tersenyum usil dan bersidekap dada
" Stttttt,dok jangan keras Keras nanti lainnya denger." Desisku memperingatinya namun Dia hanya terkekeh sambil terus menatapku
" Memangnya kenapa kalau mereka denger,toh memang kenyataannya aku lagi ngebet banget sama seseorang.." Ujarnya begitu santai sedangkan aku semakin melotot dibuatnya
__ADS_1
" Udah deh mending aku kabur aja,capek aku ngomong sama kamu." Ujarku menghindar darinya yang terus tersenyum dan menatapku dengan tatapan sorot mata memuja yang akhir akhir ini membuatku selalu gelisah dan terjaga dari tidurku
Setelah merasa agak jauh darinya aku pun menyenderkan tubuhku di dinding Dapur,sambol menetralkan debaran jantungku yang terus memacu.seperti orang lari maraton
" Ya Allah Perasaan apa ini,ada apa dengan jantungku,jangan biarkan aku masuk kedalam cinta buta Ya Rob.tunjukan jalanmu supaya aku tidak terjebak dalam hasrat duniawi Ya Allah." Batinku sambil memegangi dadaku dan mengatur nafasku
Setelah beberapa menit ku Rasa Dokter Damar sudah pergi dari tempatku tadi,akhirnya aku pun memutuskan untuk kembali kedapur,karena khawatir teman temanku mencariku karena aku belum selesai Wrapping makanan.
Baru saja aku melangkahkan kakiku untuk masuk kembali ke dapur,tiba tiba aku dikagetkan dengan kemunculan Dokter damar yang sudah berada di hadapanku sambil posisi menyender ke dinding,sedangkan kakinya sebelah kiri dia naikan kebelakang hingga sejajar dengan lututnya sambil memasukan salah satu tangannya kedalam kantong celananya.
" Sudah belum sembunyi sembunyinya?" tanyanya santai sambil tersenyum menggoda dan menaik turunkan alis tebalnya
" Astagfirullahaldzim Ya Allah Dokter." aku pun tersentak kaget dan Terkejut Bukan main melihat kedatangannya yang tiba tiba.
" Kenapa?kalau mau pingsan ,pingsan saja aku siap kok menggendongmu." tuturnya sambil menunjukan Lengan kokohnya dengan percaya Diri,seperti dukun saja ini Orang pikirku yang bisa membaca Isi pikiranku.
Karena Reflek,ku tutup wajahku dengan kedua telapak tanganku sambil berusaha menghindarinya namun terus serasa sulit karena dokter Damar terus saja mengikis jarak diantara kita.
" Kenapa sih dokter menggangguku terus?" Ujarku sambil membalikan badan membelakanginya.
" Mau gimana Lagi,habisnya aku suka sekali menggodamu." Jawabnya santai dan kini beralih berdiri di hadapanku
" Tapi akunya ni yang nggak nyaman dok."
" Buat Dirimu senyaman mungkin dong bulan,bukankah Aku sudah pernah mengatakan bahwa Cepat atau lambat aku akan menjadikanmu istriku.?" katanya santai.
" Ya Allah Mas." Desahku sambil terus menutup wajahku karena salah tingkah dibuatnya.
" Bulan." Dan Kini Jarak Kami Hanya tinggal sejengkal saja.
" I Iya..." Jawabku Gugup karena Dia menarik tanganku pelan supaya aku membuka wajahku
" Tapi mas.?"
" Sudah lama aku ingin mengatakannya dari dulu,tapi waktunya belum tepat." Katanya lembut sambil menatap Lekat lekat Mataku dengan Tatapan penuh cinta.
" La Lalu..?" Tanyaku Gugup
" aku Tidak mau menyia nyiakan kesempatan ini untuk mengungkapkan perasaanku ke kamu bulan." Jawabnya dengan tatapan serius
" Ta tapi mas.---"
" Tidak ada penghalang lagi untuk kita bulan,selain waktu satu bulan kedepan.aku akan mempergunakan waktu itu sebaik baiknya untuk lebih dekat lagi dengan keluargamu terutama kedua anak anak mu dan Bapak ibumu." ujarnya dengan tatapan penuh serius namun lembut.
" Kamu yakin dengan keputusanmu mas?mengingat statusku single parent dari ibu dua anak?apalagi aku juga dari kalangan keluarga sederhana mas." jawabku dengan bibir sedikit bergetar.
Tanpa ku duga,tiba tiba saja dia meraih tangan jemariku dan menggengamnya Erat sambil terus menatapku.aku benar benar menelan Ludahku melihat tingkahnya saat ini.
" Mata indahmu lah yang sudah berasal menawan dan memikat hati ku bulan." Katanya lembut serta deru nafasnya bisa ku rasakan Hangat di pipiku,membuat wajahku semakin memerah
" Mas ,A aku.." aku gugup dan kehabisan kata kata ketika tatapan matanya mengunciku
" Sejak pertama kali aku melihatmu di Masjid itu,kamu sudah menggetarkan hatiku bulan,dan sejak detik itu pula aku memutuskan untuk menjagamu selamanya." Ungkapnya dengan tatapan penuh serius yang mampu membuatku tercengang.
" Mas."
Aku semakin terkejut dan terkesiap saat tiba tiba Kecupan Hangat mendarat dikeningku.setelah itu dia melepaskan tanganku dan kemudian mundur perlahan.sambil tersenyum menyunggingkan bibirnya yang meneduhkan hati.
__ADS_1
" Tadi aku sudah Pesankan makan siang untukmu,jangan lupa dimakan ya,aku nggak mau wanita yang kucintai nanti sakit karena terlalu sering telat makan." Ucapnya sambil berlalu dari Hadapanku.
Astaga Gamblang sekali dia berkata seperti itu,rasanya jantungku benar benar mau copot saat ini.sedangkan aku terus menatap Punggungnya yang perlahan lenyap dari Pandanganku.
Tak lama kemudian salah satu temanku Tia menepuk pundakku dari belakang sehingga menyadarkan dari lamunanku.
" Bulan,lhoh kok kamu ada disini,ayo masuk.kami dari tadi mencarimu lhoh." Ucap Tia salah satu seniorku
" iya mbak tadi habis dari toilet." Aki beralasan supaya mbak tia tidak curiga
" Ya udah ayo masuk,hari ini kita kedatangan teman baru lhoh." Ajaknya sambil menggamit lenganku masuk ke dalam dapur
Kami pun berdua langsung masuk ke dapur.dan menemui Wanita muda mengenakan Jilbab warna putih lengkap dengan pakaian kerja yang baru saja diberikan.terlihat dia masih sangat muda.
" Perkenalkan Nama saya Rita,disini saya meminta bimbingannya ya mbak mbak,karena saya masih baru.saya minta dibimbing dan kerja samanya."
"Baik Rita." jawab kami kompak
"Terimakasiih." ujarnya lalu bergantian menyalamii kami.
" Mbak bulan kan.?" tanyanya sambil menunjukan Name tage diseragamku.
" Iya Rita." jawabku sambil membalas uluran tangannya dan tersenyum dengan tulus
" Saya mohon bimbingannya ya mbak." ucapnya dengan sopan
" Iya."
Kami pun Kembali Dengan tugas kami masing masing,sedangkan Gadis bernama Rita itu pun diajak Keliling dapur oleh Mbak Tia sebagai Kepala dapur.untuk menjelaskan Tugasnya dan seluk beluknya.
Namun setelah ku perhatikan,kenapa Diam diam dia menatapku,saat aku balik menatapnya dia terkesan gugup dan menghindar sambil membuang pandangannya kearah lain,ketika aku tak melihatnya dia kembali melirik kerarahku sambil terus memperhatikan Setiap langkah gerak gerikku.hal itu membuatku semakin tak nyaman.
apakah Ini sebuah Isyarat supaya aku lebih berhati hati dengan seseorang,terlebih dengan Orang baru?entahlah kukira aku merasa tidak mempunyai Musuh disini,tapi Kenapa gadis itu diam diam terus saja memperhatikanku.
sampai menjelang Sore dan Selesai Jam kerjapun gadis itu terus saja memperhatikanku.aku jadi bingung apa Gadis itu punya niat buruk atau niat lain kah?entahlah yang jelas aku tidak boleh su'udzon dulu sama seseorang,mungkin saja Itu semua Perasaanku saja.
aku pun tanpa pikir panjangpun langsung bergegas Pulang dan keluar dari rumah sakit.dan aku pun memesan taksi online.
Ku hempaskan Tubuhku diatas Jok Grabcar Yang tadi ku pesan.ku pinta pak sopir mengantarkanku pulang ke rumah Orang tuaku.
Srakkkkkk
Tiba tiba Saja mobil taksi pun Mengerem mendadak saat ada tiba tiba mobil yang menyelip didepan.
" Ada apa pak?" tanyaku sedikit terkejut
" Itu didepan Ada Yang meminta untuk berhenti mbak." kata pak supir.
Aku pun Mengeryit Heran dan Menatap Mobil Berwarna putih yang tidak asing Bagiku itu tengah berada didepan mobil kami.
_Bersambung_
Hayo kira kira siapa ya,yang menghadang jalannya bulan?
Maaf Akhir akhir ini Jarang Up karena Urusan Othor Masih banyak di dunia nyata.tapi tetep othor sempetin Up kalau ada waktu luang meski Upnya tengah malem kayak gini.
Jangan lupa tetep Dukung Othor ya.
__ADS_1
Happy Reading