
Setelah tahu kabar kehamilanku,suamiku memutuskan untuk mengajakku pulang,meninggalkan tempat wisata yang penuh dengan sejuta pesona keindahannya ini.
Di sepanjang perjalanan pulang,fikiranku masih terlintas bayang bayang dimana malam kejadian perdebatan kami,mas damar memutuskan untuk keluar,dan aku yang tiba tiba jatuh pingsan lalu dibawq ke rumah sakit,setelah itu mas damar datang dengpan penampilan yang sedikit acak acakan,mungkinkah dia pergi ke club lalu minum minuman keras,karena frustasi akan kemarahannya,tapi jika minum aku merasa tidak mencium bau alkohol,justru yang tercium adalah bau parfum yang sama saat mas damar pulang dari luar kota.
" Ya Allah bulan kenapa kamu jadi berfikiran negative thinking gini sih sama suamimu." Rutuku dalam hati sambil ku gelengkan kepalaku mengusir pikiran pikran kotor yang berlalu lalang hinggap dikepalaku
sedangkan mas damar tertidur pulang disampingku,karena posisi kami berada dalam pesawat.
Aku pun beralih melirik kearahnya,menatap wajah tampannya bukan untuk menikmati Keindahan rupanya melainkan mencari celah dibalik wajah tampannya adakah kebohongan disana.
Ku usap pipinya pelan dan lembut,sambil ku tarik sudut bibirku,sungguh hati dan pikiranku tidak sejalan.
disisi lain jujur aku sudah mulai menyukainya bahkan dikatakan cinta,cinta yang datang seiring berjalannya waktu,dan melupakan kepahitan yang dulu pernah ditorehkan oleh alm mantan suamiku.namun ada rasa curiga dan takut yang teramat dalam jika mas damar melakukan penghianatan seperti apa yang pernah ku alami dulu.
" Ya Allah aku tau aku salah,tidak seharusnya aku punya curiga dengan suamiku,tapi kenapa hati kecilku seperti ada yang mengganjal dari diri suamiku,jika memang perasaanku salah,tolong hapus segala rasa curiga yang berlebihan ini pada suamiku,jika memang kecurigaanku benar tolong tunjukan kebenarannya Ya Allah." Batinku terus berucap hingga tanpa sadar pesawat yang kami tumpangi sudah sampai di bandara,lalu mas damar pun juga terbangun dari mimpinya
" Sayang....." ucapnya lirih khas suara serak orang bangun dari tidur
Aku pun tersenyum tipis setipis benang,mencoba menetralkan diri supaya tak lepas kontrol.
" Kita sudah sampai ya.?" tanyanya dan ku jawab dengan anggukan kepala,dia pun tersenyum lalu mengelus pipiku lembut,setelah itu dia menelpon supir pribadi mama mertua untuk menjemput kami.
Tak lama kami turun dari pesawat,mobil jemputan kami datang,lalu kami berdua pun segera naik kedalam mobil,setelah itu langsung menuju ke rumah kami,tepatnya rumah mas damar dan mamanya.
Tak lama kemudian mobil sampai dihalaman luas rumah milik mas damar,kedua anak anakku sudah menungguku didepan pintu rumah,dan menyambut kepulangan kami,tak lupa juga disana juga ada mama mertua,tante ratih dan juga tante dewi.aneh ya aneh sekali aku melihat wajah wajah tak bersahabat ke tiga wanita paruh baya yang termasuk juga mama mertuaku.
" Bunda,akhirnya bunda pulang juga,kyla kangen sama bunda." Cicit putri sulungku yang langsung menghambur kedalam pelukanku,sedangkan Saga berada didalam gendongan suamiku
" Iya sayang bunda juga kangen sama kalian." ujarku dengan memberi senyum pada putra putriku.
" udah ya kangen kangenanya,sekarang kita masuk yu,om papa bawakan oleh oleh banyak buat kalian." potong suamiku dengan menampilkan wajah raut bahagiannya.
" Yee Horeee." Teriak Kyla yang diikuti oleh adiknya.
Lalu kami pun masuk kedalam rumah dan sudah disapa oleh mama dan juga kedua tantenya suamiku
" Hari ini aku ingin memberitahukan sesuatu kebahagiaan pada mama dan juga tante ratih dan tante dewi." ujar mas damar dengan senyum yang terus memancar saat kami berada di ruang keluarga,sedangkan kedua anakku sedang asyik membuka paper bag yang berisi mainan yang sempat dibeli oleh mas damar
" Oh ya apa itu dam?" tanya mama dengan raut wajah penasaran
" Doa mama akhirnya terkabul ma." jawab mas damar dengan rona senyum yang mengembang
" Maksud kamu.?"
" Bulan Hamil ma." jawab mas damar dengan lugas
" Hamil." ujar mama
" Apa ha hamil." pekik tante ratih dan tante dewi yang saling melempar pandang
" Iya ma,bulan hamil,hamil anak damar ma." ujar mas damar dengan mantap,sedangkan mama mertua raut wajahnya berubah ceria dan penuh kebahagiaan mendengar aku mengandung benih dari putranya
" Ya Ampun syukurlah kalau begitu damar,mama begitu bahagia mendengar kabar ini." ucapnya yang langsung berdiri dan memeluk suamiku." Akhirnya mama punya cucu dari darah dagingmu sendiri dam,akhirnya kamu punya pewaris." ujarnya tanpa peduli dengan perasaanku.
__ADS_1
aku tersenyum tipis,dan meringis mendengar kata kata mama mertuaku yang begitu nyelekit dan terngiang ngiang di telingaku,baginya pewaris dari garis keturunannya sangat penting untuk wanita yang statusnya menjadi mama mertuaku itu,sangat miris sekali aku mendengarnya,dia bahkan tak menghargai perasaanku dan juga anak anakku,walau ku tahu anak yang ku kandung ini juga cucu kandungnya tapi seenggaknya dia tak berbicara seperti itu,apalagi didepan anak anak.
Aku menghela nafas kasar sedangkan suamiku terlihat biasa dan acuh sekali mendengar ucapan mamanya,mungkin baginya terkesan biasa atau mungkin dia juga ikut terlena dengan berita kehamilanku ini.
" Kalau begitu bulan,mulai hari ini kamu tidak boleh capek capek,harus banyak banyak istirahat,kamu harus ekstra hati hati jaga calon cucuku." seru mama mertuaku
" Iya ma." jawabku yang sangat malas sekali dalam hati
" Damar." panggil mama mertua
" Ya ma."
" Mulai sekarang,kamu juga harus ekstra jaga istrimu,pastikan kondisinya selalu sehat terutama untuk calon cucuku "
" Siap ma." jawab mas damar dengan raut wajah senangnya
" Kalau perlu kamu cari suster untuk jaga anak anaknya bulan supaya bulan bisa istirahat total dan hanya fokus dengan kehamilannya,jangan sampai dia kelelahan karena mengurus kedua anak anaknya." ujar sang mama mertua yang terkesan sangat berkuasa dan tidak bisa di ganggu gugat.
Aku melebarkan kedua bola mataku mendengar penuturan mama mertua yang seolah olah terkesan ingin menjauhkanku dari kedua anakku,kenapa dia seakan tak punya perasaan melarangku merawat kedua anakku,aku paham dia berbuat begini untuk memberikan yang terbaik untukku,tapi kenapa harus cara menjauhkanku dengan kyla dan saga,toh kedua anak anakku juga masih perlu mendapatkan kasih sayang denganku,toh usia kehamilanku juga masih sangat muda,apa beliau fikir aku ini mesin pecetak anak untuk pewaris kekayaannya sehingga beliau lupa kalau aku punya dua anak yang masih sangat butuh kasih sayangku,terutama saga putraku yang usianya masih kecil.
" Iya ma,nanti damar akan cari dua baby siter untuk menjaga dan mengasuh anak anak." jawab suamiku dengan gamblang
" Mas." Desisku tak terima,dan mas damar langsung menggenggam erat tanganku
" Tenang sayang,aku tau mana yang terbaik untukmu dan juga anak anak kita." jawabnya seenak jidad
Apa apaan dia,apa maksudnya dia berkata seperti itu,dengan kesal dan hati yang dongkol aku pun beranjak pamit meninggalkan dua manusia manusia egois itu dan mengajak kedua anakku masuk kedalam kamarnya masing masing,setelah itu aku pun kembali kekamar ku sendiri setelah Kyla dan saga sudah tertidur pulas.
" Maksudmu apa bulan.?" tanyanya yang seolah sok tidak mengerti maksudku
" Jangan pura pura kamu mas.!" Desisku gemas dengannya
" Pura pura?"
" Kenapa kamu seenaknya menyetujui permintaan mama untuk mencarikan babysiter untuk Saga dan kyla,ada aku bundanya mas,yang masih waras dan sanggup mengurusnya" ucapku geram sekali rasanya ingin ku cubit saja ginjal dari ayah calon bayiku ini
" Lhoh aku nglakuin ini karena kamu sedang lagi hamil bulan." ucapnya
" Aku cuma lagi hamil mas,bukan lagi sakit kenapa harus berlebihan.!" Suaraku tanpa sadar sudah naik satu oktav,sedangkan raut wajah mas damar kini sudah mulai memerah mungkin ikut kesal jadinya
"Aku tau bulan,justru karena kamu sedang lagi hamil makanya aku ingin memberikan yang terbaik untukmu,untuk calon anak kita." jawabnya yang sudah mulai terpancing emosinya
" dengan cara menjauhkanku dengan kedua anak anakku mas.!" Desisku
" Tidak begitu juga maksudku bulan,aku hanya ingin kamu fokus dengan calon bayi kita sampek lahiran nanti."
" Kamu lupa kalau Saga dan kyla juga masih butuh perhatian dan kasih sayangku mas,kamu lupa ?terlebih saga yang masih terlalu kecil untuk diberi batas waktunya dengan bundanya sendiri." ujarku parau dan tangisku pecah,entahlah semenjak aku mengetahui kabar kehamilanku,perasaanku sekarang lebih sensitiv dan mudah menangis
" Bulan maksudku bukan seperti itu sayang." jawabnya yang kulihat sedikit menurunkan emosinya dan ingin meraih tubuhku untuk dipelukanya namun aku segera menepisnya
" Lalu maksud yang seperti apa mas.?" aku semakin menangis menjadi karena tak mendapat jawaban memuaskan
" Maafkan aku bulan,maaf." Mas damar pun langsung menarik tubuhku kedalam pelukannya,menenggelamkanku kedalam dada bidang miliknya
__ADS_1
" Aku tidak mau dijauhkan dari anak anakku mas." ucapku lirih disela sela tangisku
" Iya sayang aku minta maaf." jawabnya dengan suara berat miliknya
" urungkan niatmu menuruti keinginan mamamu mas,yakinkan beliau jika aku masih bisa jaga diri meski harus mengurus Kyla dan saga." pintaku lirih
" Iya bulan aku akan memenuhi keinginanmu,asal kamu tetap harus fokus dengan kehamilanmu."
" Terimakasih mas."
------------
Drrrrrt Drrrrttt
Setelah perdebatan alot kami semalam,akhirnya menemukan titik cerahnya,mas damar mengurungkan niatnya mencari baby siter dan berhasil menyakinkan mamanya,walau melalui perdebatan alot,dan mama mertua meminta jaminan padaku supaya aku harus lebih hati hati dan lebih fokus dengan kehamilanku,aku pun menyanggupinya dan berusaha meyakinkan beliau kalau aku tetap fokus dengan kehamilanku meski harus mengurus Kyla dan saga,dan akhirnya mama mertua pun pasrah dan tidak menuntut kehendaknya,itu semua juga tidak lepas dari usaha suamiku,aku merasa lega dan senang karena ternyata suamiku masih berpihak denganku.
" Siapa sayang." Teriak suamiku dari dalam kamar mandi
" Enggak tahu mas,dari tadi hape kamu bunyi terus." aku pun menyaut dengan suara setengah berteriak
" Ya sudah tolong kamu angkat ya." Pintanya dengan suara berteriak dari dalam kamar mandi
" Iya...."
Aku pun bergegas menuju nakas dimana ponsel mas damar ditaruh disana,lalu mengambil ponsel tersebut.sedangkan tangan kiriku masih memegang gelas yang berisi jus alpukat yang baru saja ku buat,karena sudah menjadi rutinitas di pagi hari aku minum jus alpukat.
Aku mengeryitkan dahi saat ku tatap layar ponsel mas damar muncul nomor tak dikenal sedang memanggil,segera ku tekan tombol hijau dan mengangkatnya.
" Haloo damar.."
Dan suara dari seberang sana adalah suara perempuan,sehingga aku memutuskan untuk diam sejenak,ingin mendengar kata kata apa selanjutnya yang keluar dari dalam mulut wanita yang tengah menelpon suamiku pagi pagi ini.
" Hallo dam,Kamu dengar aku kan, Halooo."
Ya aku masih saja diam dan sipenelpon itu terus memanggil manggil nama suamiku
" Hari ini aku ingin bertemu denganmu dam,aku ingin bicara penting denganmu,aku tunggu di cafe glass yang depan kantormu ya,aku tadi sudah kirim wa ke kamu tapi kamu tidak membalas makanya aku telpon kamu." Ujar si wanita itu dengan nafas memburu mungkin menahan kesal karena tidak ada respon dari orang yang dia hubungi yang dia kira suamiku yang mengangkat telponnya padahal aku yang mengangkat telponnya
" Oke kamu diam tandanya kamu setuju akan datang menemuiku..aku tunggu sekarang kalau kamu memang tidak ingin terjadi apa apa dengan calon bayi kita."
Tuttttttttttttttt
dammmmmmmmtt
Prangggggg
sambungan telpon pun terputus seiring dengan jatuhnya gelas yang dari tadi kupegang,tiba tiba dadaku terasa sesak,kepalaku berputar putar pandanganku kabur dan akhirnya tubuhku limbung tak sadarkan diri
" Ya Allah Apa ini......" batinku disela sela ketidak sadaranku
_Bersambung_
Happy reading
__ADS_1