
Hai hai othor balik lagi nih.Maap Ya Hampir mau Sebulan Nggak Nongol,Karena Memang Lagi banyak kesibukan di dunia Nyata Othor.buat Readers yang masih ikutin Alur ceritanya,Othor ucapkan banyak terimakasih ya,buat readers yang udah pilih untuk berhenti membaca ceritanya,Othor juga ucapkan terimakasih banyak karena udah sempetin baca karya receh Othor ini.
Oke jangan Lupa kasih Like,komen,favorit,dan vote nya ya jika suka.
Terimakasih\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Hari Hariku bersama Mas Damar semakin diliputi kebahagiaan,Kehidupan Rumah tangga kami terlihat adem Ayem tanpa ada gangguan dari mana pun,Mas Damar pun semakin Memanjakan aku dan juga kedua Anakku dan tentunya semakin sayang,sungguh aku merasakan Syukur yang berkali kali lipat karena Allah Telah menganugerahi Sosok suami seperti Mas Damar,yang sholeh Tampan baik hati serta tulus menyayangiku dan juga kedua Anak anakku.
" Masak apa sayang."
Aku tersentak kaget,saat tangan kekar Mas Damar kini sudah melingkar di Pinggang Rampingku,dia memelukku dari belakang sambil menenggelamkan kepalanya di ceruk leherku yang terbungkus dengan jilbab pasminaku.
" Mas.." Desahku saat merasakan Hembusan nafas Mas damar terasa hangat.
" Iya sayang kenapa." Suaranya terdengar serak sambil terus mengeratkan pelukannya dipinggang rampingku
" Jangan seperti ini mas,nanti kalau ada yang lihat gimana." Aku sekuat tenaga untuk melepaskan pelukan suamiku,namun mas damar malah semakin mengencangkan tangannya
"Kenapa..hmm?kan kamu istriku."
"Mas.."Rengekku pelan
" Habis subuh tadi mama pergi ke Rumah Tante Ratih sayang.katanya ada urusan."
" Tante Ratih?" tanyaku penasaran
" Iya dia saudara sepupu Mama." Jawabnya
" Maaf aku nggak tau mas." cicitku pelan
" Iya sayang,aku ngerti kok lagian kemarin tante Ratih memang nggak sempet datang ke acara pernikahan kita,karena beliau lagi ada diluar negeri." Ucap suamiku
" Emm yaudah mas,Lepasin gih aku mau ngelanjutin masak."
"Nggak ah,aku maunya nempel kamu terus kayak gini."ucapnya sambil mengeratkan pelukannya.
" Mas nanti kalau bibi lihat gimana?" tanyaku sedikit khawatir
" Bibi kan lagi ke pasar sayang." jawabnya enteng
" Nanti anak anak bangun dan bisa lihat kita gimana?"
" Masih jam 6 sayang,anak anak tadi masih pules boboknya." Jawabnya dan langsung mengangkat tubuhku kedalam gendongannya membuatku memekik kaget
" Mas Damar." Pekikku kaget dan entah kenapa tanganku langsung reflek mengalung dilehernya,membuatnya tersenyum puas melihat wajahku yang sudah merah merona.
" Yok bikin Adek lucu lucu buat Kyla dan saga." ucapnya sambil tersenyum genit
" Ihhh ini udah pagi mas."Aku memukul kecil dada bidangnya." Lagian kamu hari ini juga harus siap siap berangkat kerja." sambungku lagi dengan suara setengah gugup karena Mas damar terus menatapku
" Tenang sayang masih ada dua jam lagi,kita maen maen dulu yuk dikamar." ajaknya dengan senyum menggoda
" Aku belum selesai masak."
" Nggak perlu,nanti biar di lanjut si bibi." Ucapnya tanpa menghiraukan perkataanku,dan langsung menggendong tubuhku masuk kembali kedalam kamar kami.
Dan Akhirnya Acara Masak memasak pun jadi terbengkalai karena Ulah Mas Damar yang entah sudah berapa kali membuat tubuhku kembali Remuk.dan Aku pun kembali mandi keramas dipagi Hari Lagi.
" Maaf Ya bi,Bulan bangunnya kesiangan." ucapku pada bibi Sumi,Art Mama Iren mama mertuaku
" Aduh neng nggak apa atuh neng,lagian ini udah tugas bibi,neng nggak perlu merasa tak enak gitu." Cetus bi sumi
" Hehehe,iya bi.emmm aku bantuin apa ya bi?" tanyaku
" Ini udah selesai semua kok Neng bulan,tinggal neng bulan panggil den damar sama anak anak buat sarapan aja."
" Oh iya bi,kalau gitu aku panggil mereka dulu ya bi."
__ADS_1
" Iya neng bulan."
Aku pun bergegas membangunkan Kyla dan Saga,karena sebelumnya aku kembali kekamar ku dulu mengecek apakah suamiku sudah bangun atau belum,dan ternyata sudah karena aku mendengar suara gemericik air di kamar mandi,dan ternyata dia sudah bangun.aku pun beranjak keluar dari kamar setelah menyiapkan baju kerja untuk mas damar dan menuju ke kamar kedua Anakku.
" Sayang ayo bangun nak udah jam 6 ini." Aku membangun Kyla putriku yang terlihat masih sangat mengantuk
" Emmm Bunda." Kyla menggeliat dengan mata yang masih setengah terbuka
" Ayo buruan sayang bangun,hari ini kamu kan harus sekolah." ujarku lembut
" Iya bunda." jawab Kyla dan segera lekas turun dari tempat tidurnya.
Sedangkan Aku beralih membangunkan Saga putraku dan memandikannya sekalian,sedangkan Kyla putriku sudah selesai mandi sendiri dan memakai baju seragamnya tinggal aku merapikan rambutnya dan semuanya selesai.setelah itu kami bertiga pun langsung turun menuju Meja makan.
" Pagi kesayangan kesayangan Om papa."sapa Mas Damar sambil mengecup kening kedua Anakku bergantian.hatiku merasa damai melihat kedekatan mereka yang sudah seperti ayah dan anak kandung sendiri
" Pagi Juga Om papa." Timpal Kyla dan Saga Kompak.
" Ya udah yuk kita lanjut sarapanya." Ucapku dan langsung melayani mereka.
Aku pun bergantian mengambil Nasi goreng beserta lauk pauk seperti Ayam goreng,nugget,tahu menaruh kedalam piring mereka masing masing.
Setelah selesai Sarapan,Aku mengantarkan Mas Damar ke depan bersama Kyla yang juga akan berangkat sekolah bareng Mas Damar.
" Aku berangkat dulu ya bulan."pamitnya dan aku pun mencium punggung tangan miliknya
" Iya mas Hati hati ya."
" Bunda,Kyla berangkat ke sekolah ya bun." ucap kyla yang juga meraih punggung tanganku untuk di kecupnya
" Iya sayang ,kyla jangan nakal ya disekolah."
" Siap bunda." jawab Kyla sambil tersenyum lebar menampilkan deretan gigi putih yang tertata rapi.
" *A**ssalamualaikum bulan."
" walaikumsalam*...hati hati." ucapku setengah teriak saat mobil mas damar sudah mulai meninggalkan halaman Rumah.
Setelah itu aku pun kembali masuk kedalam kamar dan beberes rumah,karena rutinitasku sekarang sudah berubah menjadi ibu rumah tangga.ya seminggu yang lalu mas damar memintaku untuk resign dari pekerjaanku untuk fokus menjadi ibu rumah tangga dan mengurus keperluannya dan juga Anak anak.
Awalnya aku merasa keberatan,namun mas damar meyakinkan aku jika sudah menjadi tanggung jawabnya penuh menjadi tulang punggung keluarga kecil kami,dan sudah tugas dia mencari nafkah sedangkan aku tugasnya mendidik dan mengurus anak anak dirumah.sebenarnya bukan hal itu yang mengusik pikiranku,hanya saja aku masih merasa sungkan karena mas damar menafkahi penuh kebutuhanku dan juga ke dua anakku,padahal mas damar tidak mempermasalahkan hal itu.hanya saja perasaanku saja yang masih merasa tak enak dengannya.
_______
Pukul Dua siang aku mendengar sayup sayup beberapa suara Orang sedang berbincang bincang di ruamg tengah,sesekali diiringi oleh candaan dan tawa.hal itu membuatku penasaran dan menghampiri tempat itu dan melihat siapa disana.
" Eh bulan sini nak." Ucap mama iren mama,ketika melihatku yang berdiri tak jauh darinya
aku pun tersenyum dan mengangguk kepala dengan segan,kulihat ada dua orang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik,terlihat sekilas mirip dengan mama iren dan mungkin seusia dengannya.
" Iya ma,mama kapan pulang.?" kataku sambil mendekat kearahnya dan mencium punggung tangannya
" Barusan tadi bulan." jawab mama iren lalu beralih menatap kearah dua sosok temannya tadi." Ratih,Dewi kenalin ini mantuku namanya bulan." sambung mama iren memperkenalkanku." bulan kenalin ini tante ratih dan juga tante dewi mereka sepupu mama."
" Saya bulan tante." ujarku sambil meraih punggung tangan kedua wanita paruh baya itu lalu menyalaminya secara bergantian
" Saya dewi." ujar tante dewi sambil tersenyum ramah padaku
" Ratih." Ujar tante Ratih yang terdengar sedikit ketus dan menatapku sinis,namun aku tak mempermasalahkan itu.
" Saya buatkan minuman dulu ya ma." ucapku
" Iya bulan makasih ya nak." ucap mama
Aku pun langsung bergegas masuk ke dapur untuk membuatkan minuman,dan beberapa kue camilan sudah ku taruh diatas nampan,setelah itu aku kembali bergegas ke ruang tengah tadi sambil membawa nampan.
" Silahkan diminum tante." ucapku sambil meletakan cangkir berisi teh hangat didepan mereka.
Tante Dewi pun membalas dengan senyuman lalu menyeruput teh buatanku.namun aku dibuat terkejut saat melihat tante ratih menyemburkan minumannya tepat didepan wajahku.
__ADS_1
Byurrrrr
" Ratih." sentak mama iren pelan
" Maaf maaf,tante nggak sengaja." ujarnya sedikit panik namun aku masih bisa melihat jelas tatapan sinisnya kearahku
" I iya tante nggak apa apa." ujarku setengah kaget yang juga mengusah wajahku karena terkena semburan teh hangat tadi.
" Kamu nggak apa apa bulan.?" tanya mama dengan khawatir
" nggak apa apa ma,emm bulan ke belakang dulu ya ma." Aku pun pamit ijin ke belakang untuk mengganti bajuku yang sedikit basah dan mencuci wajahku karena sedikit memerah
Terdengar sayup sayup aku mendengar mama iren menegur sikap tante Ratih terhadapku ,namun aku tak mengindahkannya dan tetap bergegas masuk kedalam kamar untuk segera mengganti pakaian dan kembali menemui mereka kembali.
" Duh maaf ya bulan,tadi tante benar benar nggak sengaja." ucap tante ratih
" Iya tante nggak apa apa."
" Oh ya,denger denger Damar nikahin kamu itu dalam posisi status janda dua orang anak ya.?"
Pertanyaannya kini mampu menyita perhatian semua orang,termasuk aku yang merasa kaget mendengar ucapan tante ratih,apa maksudnya berbicara seperti itu.
" I iya benar tante." jawabku setengah gugup
" Wahh kalau begitu kamu hebat dong,sekaligus wanita paling beruntung." ucapnya dengan diiringi tawa yang pecah,seakan meledekku
" Ratih....--" Sergah mama iren memperingati tante ratih
" Lhoh benar kan mbak,si bulan ini wanita beruntung yang dinikahin oleh keponakanku si damar." ucapnya sambil mengulas senyum remeh kearahku."Damar tampan,muda,kaya dan pastinya statusnya masih single,banyak lho gadis gadis yang suka ngejar ngejar dia,tapi akhirnya memilih menjatuhkan pilihannya dengan seorang Janda beranak dua ,apa bukan seorang wanita beruntung namanya." ucapnya lagi sambil menatap kearahku dengan tatapan tajam seakan mengintimidasiku
" Ratih bicara apa sih kamu." ucap mama tak suka
" Aku bicara kenyataan mbak,Damar rela meninggalkan Clarissa demi wanita janda ini.benar benar sungguh disayangkan.." Cetus tante ratih
" Ratih udah..." tegur tante dewi
" apanya yang sudah mbak,lihat dia hanya seorang wanita janda yang menjadi rival putri kesayanganmu mbak." ucap tante ratih dengan nada suara menggebu gebu
Sedangkan aku hanya bisa tertegun dan syok mendengar kalimat tante Ratih yang terang terangan menunjukan ketidaksukaannya padaku,dan tadi dia bilang nama Clarissa Oh Tuhan apakah yang dimaksud tante ratih itu Clarissa mantan kekasih mas damar yang beberapa tempo hari bertemu dengan kami.
" Ratih mbak nggak suka ya kamu bicara seperti itu." protes mama iren
" Sudahlah mbak,mbak itu seharusnya harus buka mata mbak dong,masa iya anak satu satunya rela menikahi janda dua anak,mbak nggak malu apa.?" ucap tante ratih
Tanpa aku sadari kedua mataku sudah mengembun mendengar kata kata nyelekit dari tante suamiku.
" Ratih jaga bicaramu.!"
" ah sudahlah percuma ngomong sama kamu mbak,mending aku masuk kamar aja." ucap tante ratih dan langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menuju ke kamar tamu
Terlihat mama Iren menghela nafas kasar melihat sikap adik sepupunya,sedangkan tante dewi terlihat mengukir senyum kecil yang terlihat samar.
" Bulan jangan dimasukin ke hati ya omongan tante ratih." pinta mama iren
" I iya ma." jawabku sedikit terbata bata
" Kalau begitu saya pamit pulang dulu ya mbak iren,supir saya sudah datang didepan rumah mbak." pamit tante dewi
" Iya wi,kalau gitu ayo aku antar ke depan." timpal mama iren
" Tante pulang dulu ya bulan,kapan kapan main ke rumah tante." ucap tante dengan dengan ramah
" i i ya tante insyaallah.hati hati ya tante." jawabku sambil menyalami punggung tangannya.
lalu mama iren pun pamit mengantarkan tante dewi ke depan,sedangkan aku tidak tau harus berbuat apa setelah ini.
_bersambung_
happy reading
__ADS_1