
Seminggu Kemudian..
Kini Kakiku berpijak bertumpuan diatas Pasir pantai.terlihat deburan Ombak meliuk liuk kesana sini disisi Dermaga.disertai Iringan Awan Cerah disore Hari menghiasi Cakrawala langit disore Hari.
Ku lihat pemandangan Itu Sangat membuatku Iri,karena Terlihat tanpa beban,tak perlu memikirkan Hal dimasa depan.
Aku pun tersenyum getir melihat pemandangan itu,sambil jemariku meremas remas Besi pagar Dermaga itu.yang menjadi pembatas antara daratan dan lautan.Begitu banyak kenangan dan memori kebersamaan kami disini.mulai dari Awal perkenalan kami,setelah menikah hingga sampai Hadirnya dua malaikat kecil kamu pun terukir indah Di tempat ini dan sekarang Hanya tinggap menjadi kenangan saja.
Setelah puas bermain kejar kejaran di tengah riuknya deburan ombak dipantai,maka kami akan mengakhir dengan Suasana Hening.aku berdiri Menatap Lautan Luas yang membentang samudra ini,dan dia akan memelukku dari belakang sambil merengkuh pinggangku lalu dagunya ia tempelkan ditengkuk leherku seperti Cicak yang menempel di dinding.
tanpa sadar buliran bening menetes membanjiri Kedua pipiku kala mengingat kehangatan Kami waktu itu.
" Mas Adrian,kini jarak diantara kita semakin membentang jauh." Ucapku lirih sambil menyerka buliran Air mataku.
" Kini semua Hanya Tinggal sebuah kenangan diantara kita........"
Meski Aku sangat membencinya,tetapi tetap saja Ada Ruang Rindu direlung Hatiku untuknya,tak bisa ku pungkiri Dialah sosok yang Beberapa tahun mengisi Relung Isi Hatiku.sekuat Apapun Aku mendendam dan membencinya tetap saja Bayangan senyum Teduh miliknya melintas Dipelupuk kedua mataku.Kehangatannya,senyumnya,sentuhannya,Aroma bau tubuhnya seakan sudah Menempel Pekat diotakku.
Ada Sejuta kebimbangan dalam Mengakhiri Hubungan ini,yang membuatku melintasi diantara Muara penuh kebimbangan,tapi Aku sadar jika tidak segera mengakhiri semua ini maka Aku juga Akan merasakan sakit yang amat dalam.sudah Tekad bulatku dan tidak ada pilihan lain untuk aku tetap bertahan,sedangkan ada Zahra disana yang sekarang menduduki posisiku...
Meski aku tak nyaman menyebutnya sebagai penghalang dan Perusak Rumah tanggaku meski memang benar Adanya.
Sudahlah semua sudah menjadi bubur,apapun jalannya akan aku tetap lewati.aku harus kuat dan berjuang demi Anak anak.aku yakin suatu saat Anak anak perlahan akan bisa menerima keadaan kedua orang tuanya.
Kulangkahkan kakiku,untuk meninggalkan Dermaga itu dan menuju mobilku yang terpakir tidak jauh dariku.
belum sempat aku menekan Handle Pintu mobilku tiba tiba suara tak asing memanggilku.
" Mbak bulan.." Aku pun langsung menoleh kearah belakang dan Ternyata Zahra maduku yang tengah memanggilku dan sudah berada tepat dibelakangku.
" Zahra....Sedang Apa kamu ada disini.?" Tanyaku heran
" Aku kesini sedang membawa Mas Adrian menikmati Senja disore Hari mbk.kata dokter itu salah satu Proses untuk penyembuhan mas Adrian." Ucapnya
Dug
Hati ini semakin Teriris saat mendengar Penuturan Zahra yang begitu menusuk reluk jiwaku.Kini Zahra benar benar telah sempurna mengganti posisiku saat ini.Tempat yang menjadi favorit kini telah menjadi tempat favoritnya bersama dengan istri barunya.
" Oh..baiklah kalau begitu aku permisi dulu." ucapku sesantai mungkin meski ada luka yang menganga Yang harus ku pupuk.
" Tunggu sebentar mbak." Ujarnya sambil menahan lenganku.dengan ekspresi wajah gugupnya
" Ada apa.?" tanyaku sambil menautkan alisku
" Boleh aku bicara sebentar denganmu mbak tapi aku juga tidak ingin membuat mbak bulan marah." Ujarnya
Aku tersenyum getir menatapnya." Kau tau Zahra sesuatu apapun yang akan kau bicarakan padaku adalah sumber Yang menyakitkan untukku,apalagi menyangkut tentang suamiku." Pungkasku penuh nada penekanan diakhir kalimat." Cepat katakan apa yang ingin kau bicaraka,karena aku masih banyak urusan." Sambungku
" A aku hanya ingin menanyakan sudah sejauh mana Mbak bulan menyelesaikan masalah mbak dengan Mas Adrian a apa sudah mulai Ada ti titik terang.?"
__ADS_1
Aku mengeryit Heran mendapat dari pertanyaannya yang Ambigu,sebenarnya jawaban apa yang dia harapkan dariku
" Maksudmu apa Zahra?apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?Perceraian....?"
" A Aku Sedang Hamil mbak,hamil anaknya mas adrian." Cicitnya pelan
" Apa Mas adrian sudah tau kehamilanmu?"
" Sudah mbak."
" Lalu dimana dia sekarang?"
" Itu dia sedang Duduk dibangku sana mbak." Tunjuknya pada sosok laki laki yang baru kupikirkan itu,Ya Mas Adrian duduk disebuah bangku kosong tak jauh dari kami.
" Selamat kalau begitu."Ujarku singkat padat dan jelas
" Beri Aku kepastian mbak." Ujarnya dengan Raut wajah ragu
" maksud kamu?"
" Aku yakin Baik kamu atau aku pasti ingin mengamankan posisi anak anak kita,iya kan mbak.?" Tanya nya kini dengan percayadiri
Aku menarik sudut bibirku dan menatapnya." Bukannya kamu saja yang ingin mengamankan diri?kalau Aku apa yang ingin ku ingin amankan?" sautku dengan wajah sinis
" Aku ingin mbak segera menyelesaikan masalah kita mbak,mbak harus ambil keputusan untuk berpisah dengan mas adrian atau kembali bersamanya." Ujarnya dengan tanpa beban.
Aku langsung mengepalkan tanganku,dan menatapnya penuh Emosi yang meletup letup.berani sekali dia secara gamblang memintaku memberi keputusan tentang perpisahan.dasar wanita tak tau malu.
" Apa ini kelakuan Anak seorang Pemuka Agama,apa beliau sama sekali tidak mengajari Anak perempuanya tentang Menghargai seorang wanita,disini posisimu sebagai pelakor di pernikahanku,lalu sekarang dengan gamblang memintaku segera berpisah dengan suamiku.!"sentakku penuh Emosi menggebu gebu.
Sontak membuat dia menggelengkan kepalanya cepat." Maksudku bu bukan seperti itu mbak.aku hanya ingin,-----"
" Cukup Zahra!hentikan Omong kosongmu itu,aku tidak sudi melihat airmata buayamu itu." Tudingku penuh emosi melihat Dia mulai mengeluarkan jurus andalannya.
" Mbakk..." Tatapannya penuh mengiba
" Hapus airmata buayamu itu,semua orang bisa menyalah artikan seolah olah jika aku yang sudah menyakitimu padahal itu samua tidak benar." Semburku dan dia mulai menghapus leleran Air matanya yang jatuh dipipinya yang sudah basah
Lalu aku menatap sinis kearahnya.
" Kau bilang ingin mengamankan anakmu kan?sama begitupun juga Halnya aku yang ingin menyelamatkan Mental anakku dari drama atas perbuatan menjijikan kalian."Aku menarik Sudut bibirku yang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian."Aku benar benar salut dengan keberanianmu Zahra,aku Tidak menduga dibalik sifat lembutmu ternyata mampu membunuh banyak disekitarmu,kau berani datang kerumah Orang tuaku dan menciptakan Drama,dan kini kau sudah terang terang memintaku untuk segera bercerai." Aku mendengkus kesal."Huh,aku benar benar kagum denganmu."
" Tapi sejauh ini aku tidak melihat tanda tanda jika mbak bulan dan Mas Adrian akan berdamai." jawabnya dengan suara lirih
Aku tersenyum licik kearahnya."Lalu bagaimana jika Aku memilih damai dan bersatu kembali,apa kau siap untuk mati berdiri.?"
kedua bola matanya membola dalam keterkejutannya.
" Jika Saja Aku mau bermanuver dan membalikan Fakta sebenarnya dan membuat Drama sepertimu,aku yakin mas Adrian akan langsung mendepakmu dari rumah itu ,jika perlu mentalak tiga sekaligus." Ketusku penuh senyum kelicikan saat melihat perubahan raut wajahnya yang langsung berubah pucat dan tubuhhnya sedikit gemetar.
__ADS_1
" Kau tau Zahra,jika saja aku mau berbuat licik dan lebih kejam darimu akupun bisa."Aku tersenyum remeh padanya."Tapi untuk Apa hah?Itu semua percuma dan Hanya akan merusak ibadahku dan menurunkan Harga diriku."
" Ku pikir Aku bisa menghargaimu ,tapi melihat sosok Aslimu yang sebenarnya,membuatku jadi ingin merebut Rumah itu kembali karena ku pikir aku tidak Rela memberikan Rumah itu pada manusia macam kalian." Ujarku penuh ketegasan
" Apa mbak bulan tega akan melakukan itu pada mas Adrian dan bayiku mbak,aku yakin mbak wanita yang berhati mulia."pintanya dengan sorot mata memelas." aku minta maaf mbak atas kata kataku yang begitu lancang tadi.aku mohon mbak
jangan lakukan itu."ujarnya mengiba." Mbak tau sendiri kan kondisi mas Adrian sekarang,Begitupun dengan ekonominya yang sekarang mulai tidak stabil."
" Dengan melihat kekurangajarmu saat ini,membuatku puas jika melihat kemalangan Kalian berdua." ketusku
" Mbak kumohon mbak jangan lakukan itu,apa mbak tega melakukan itu pada suamimu.?"
" Kenapa tidak?bukankah dia juga tega tiba tiba menghadirkan adik madu yang begitu cantik tanpa seijinku." Jawabku dan berlalu dari hadapan Zahra lalu masuk kedalam mobilku.
" Mbak tolong buka kaca mobilnya mbak." Dia berusaha mengetuk ngetuk kaca jendela mobilku.
"Apa lagi?"dengusku kesal saat membuka kaca mobilku.
"Ku mohon mbak jangan usir kami." Rengeknya
" Bukankah kamu dari keluarga terpandang dan kaya Raya?balik saja ke rumah orang tuamu.bereskan kan." Jawabku enteng
" Itu tidak mungkin mbak,dan pasti membuat harga diri mas Adrian jatuh dan juga memalukan bagi kami mbak,----" dia memelas padaku
Aku menghela nafas kasar dan menatapnya tajam." Kalian tau dari awal kalian itu sudah memalukan!sebelumnya aku berfikit jika akan bersikap legowo dan ikhlas dengan keadaanku lalu pergi dari Kehidupan kalian,tapi setelah ku pikir pikir kalian harus merasakan apa yang Aku rasakan." Ujarku penuh Berapi api.
" Tapi mbak,mas Adrian sudah mendapatkan balasannya mbak." elaknya
" Hukuman yang dia dapatkan ditempat kerjanya terlalu ringan untukny,dibanding dengan Menyakiti istri dan menghianati istri yang mengabdi padanya." Ujarku marah
" mbak tunggu."
Tanpa basa basi lagi aku langsung menutup kaca jendela mobilku dan langsung memutuskan Pergi dari pelakor berwajah tanpa dosa itu.sebelum mas Adrian menyadari keberadaanku aku pun bergegas melajukan mobilku.
Aku pun terus memijit keningku yang terasa pening,masyaallah ku sadari memang semenjak kehadiran Zahra di rumah tanggaku membuat sifatku berubah tempramen dan serinh berbuat kasar pada suamiku,meski sesunguhnya aku tak ingin melakukan itu namun Rasa sakit mengalahkan semuanya.
Aku sangat muak dengan wajah polos sok suci wanita perusak rumah tanggaku itu,memang benar meski Berasal Dari latar belakang manapun tak menjadi Jaminan sifat seseorang tersebut.
Tiba tiba aku pun mendapat Notif pesan Dari pengadilan jika ada beberapa Berkas yang Masih sedikit kurang ,namun meski demikan Proses gugatanku tetap masih berjalan dan lusa Aku disuruh untuk datang ke pengadilan guna melengkapi berkas berkas tersebut.
" selamat tinggal mas Adrian,mungkin ini jalan satu satunya yang terbaik untuk kita,sebentar lagi semua Hanya Akan tinggal kenangan."
_Bersambung_
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Gaes..
sabar tetap Ikuti alurnya ya Readers
maaf Upnya agak telat telat.🙏🙏
__ADS_1
Happy Reading