
" A Aku ingin Bersama Di Dia...." Tunjuknya Kearah Sosok Suamiku yaitu Mas Damar yang kini tengah berdiri Disampingku.
Mas Damar pun terkejut bukan kepalang,begitupun Aku yang Sudah merasa Kakiku lemas sekali sulit untuk digerakan.sedangkan Ummi dan Abinya pun tak kalah Kaget dan Terlihat sedang Menelan Ludahnya...
" A Apa Maksudmu berkata se seperti I itu Zah Zahra.?" tanyaku dengan Terbata bata dengan diikuti nafas yang memburu
" A Aku ingin bersama Di dia mbak." jawabnya dengan terbata bata
" Apa?"pekikku namun Zahra memberi tatapan seolah jangan salah paham dulu.membuat kepalaku serasa nyut nyutan
" Zahra Katakan yang benar nak." bujuk Abi
" A aku ingin bersama Di dia Abi."Kata Zahra yang sorot matanya masih tertuju pada Suamiku
" Maksudmu Suamiku?"
Dia pun menggelengkan kepalanya dengan Pelan.
" Bu bukan mbak."
" Lalu?"
" A Aku ingin Pe pergi ber sama Wina melanjutkan S2 ku di Ya yaman mbak,Abi Ummi."
Aku pun Langsung menghela Nafas Lega bahwa yang dimaksud Oleh Zahra Adalah Seorang Gadis berkerudung yang Tak lain adalah sahabatnya,yang kini tengah berdiri tepat dibelakang Mas Damar.
Suamiku pun lantas Tersenyum lalu menjawil daguku hingga aku menoleh kearahnya,dan mendapat kedipan mata darinya." Alhamdulilah ya sayang Ternyata bukan Aku yang diinginkannya." Bisiknya diiringi senyum Menggoda membuat bibirku mencibik dan mencubit pinggangnya pelan.
" Ba bagaimana A abi?" tanya Zahra dengan Mimjk wajah memelas
Terlihat Pria paruh baya itu menghela nafasnya sebelum akhirnya angkat bicara.
" Baiklah jika memang itu kemauanmu,insyallah Abi akan menuruti keinginanmu,asal Kamu Harus cepat pulih dan sembuh dulu." Tuturnya sambil membenahi Kacamata miliknya
" Maafkan Abi dan Ummi ya nak,selama ini abi dan ummi tidak peka akan maksudmu." Sambung Ummi dengan lembut.
" I iya Ummi,Zahra Janji A Akan ja jadi anak yang baik." jawabnya dengan diiringi Seulas senyum tulus.
Dan Akhirnya Kami semua bisa merasa Lega mendengar Penuturan Dari Zahra,yang Awalnya membuat suasana tadi sempat Tegang.
Setelah Memastikan keadaan Zahra Yang mulai Kembali Normal,dia pun langsung dipindahkan ke Ruang perawatan untuk Rawat inap.
Aku dan Suamiku pun akhirnya pamitan untuk pulang karena Hari sudah mulai menjelang Petang.
" Kalau begitu Kami permisi pamit Pulang dulu ya pak Haji,Ummi,karena Hari sudah semakin larut."Ucap Mas Damar
" Iya Nak Damar,sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak dan juga minta maaf,karena selalu menyusahkan kalian berdua." Ujar Ayahnya Zahra Dengan raut wajah menyesal
" Tidak Apa apa pak,kami Mengerti." Jawab Mas
Damar.
" Sekali lagi Ummi Ucapkan terimakasih pada kalian nak,kami sangat menghomati dan menghargai niat baik kalian,kalian berdua sama sama mempunyai jiwa besar.ummi Harap kita semuw masih bisa terjalin Tali silaturahmi meski berjauhan." Umminya Zahra menimpali dan mendekat menyalamiku.
" Iya ummi Sama sama." balasku dengan tersenyum sambil menggandeng lengan kekar milik suamiku dengan posesife
" Kalau begitu kami berdua pamit dulu ya." ucapku lalu beralih menatap kearah Zahra." kamu cepat sembuh Ya zahra, semoga kamu tetap bisa bersabar menghadapi cobaanmu,jadikan ini semua sebagai penggugur dosamu serta ladang pahala untukmu Zahra." sambungku lagi
" Insyallah Mbak,dan terimakasih sudah memberiku Semangat." ucap Zahra
" Tetap semangat untuk Sembuh Ya,supaya bisa segera melanjutkan study belajarmu di Yaman." Suamiku menimpali ucapanku,selaligus memberinya semangat.senyum di bibir zahra pun terbit mendengar Ucapan suamiku
" Terimakasih Atas dukungannya mas." Ujar Zahra
" Sama sama." balas suamiku sambil tersenyum
" Kalau begitu kami pamit permisi dulu ya,Assalamualaikum."
" Walaikumsalam." jawab mereka kompak.
Dan Akhirnya kami pun keluar meninggalkan Ruangan tersebut dengan perasaan Lega tanpa beban.
***
" Maaf ya sayang,tadi kotak makanannya ku buang disampah." Ujar mas Damar sambil fokus menyetir,karena tadi mas Damar datang membawa mobilnya
" iya mas Nggak Apa apa.aku ngerti kok."
" Habisnya aku panik tadi lihat Pemuda itu pegang pegang tanganmu." Ucapnya dengan kesal
" Ya Allah Mas,Aku minta maaf ya kalau sudah buatmu kesal,tapi sungguh aku tadi juga sempat terkejut." ucapku menjelaskan
" Iya sayang aku percaya kok sama kamu,yang jelas mulai sekarang jangan sampai kamu bertemu lagi dengan pemuda itu,aku tidak suka." ucap mas damar tidak bisa dibantah
" Iya mas Iya." ucapku sambil menahan tawaku dalam Hati melihat Aksi cemburu buta dari seorang Damar Narendra suamiku.
" Kita makan dulu di Resort kita ya sayang,sekalian bawain makan untuk bapak ibu sekaligus Anak anak." ujarnya setelah mobil kami sampai di pelataran Resort mewah miliknya yang beberapa waktu lalu sempat ku kunjungi bersamanya
" Iya mas terserah kamu saja."
" Yuk Turun." Ajaknya keluar dari Mobil.dan Kami berdua pun masuk ke Dalak dan mulai memesan makanan dan tak lupa memesankan beberapa kotak makanan untuk kami bawa pulang.
*****
Tak lama kemudian mobil kami pun sampai Dipelataran Rumah,saat kami masuk kedalam Rumah Ibu dan bapak ternyata masih menunggu kami didepan Ruang Tamu.sedangkan Anak Anak masih main di Ruang Tengah lagi asyik menonton tv.
" Assalamualaikum." sapa kami dan langsung mencium punggung tangan milik bapak dan ibu bergantian.
" walaikum salam ." jawab ibu dan bapak bersamaan.
" Kalian sudah pulang nak?ibu pikir kalian akam tetap menginap disana." ujar ibu
" Nggak kok buk,tadi Orang tuanya Zahra sudah datang,jadi kami segera pulang.kan besok kami akan bersiap siap pindah ke rumah mamanya mas damar."
" Alhamdulilah." ucap ibu dan bapak." jadi kalian besok rencananya akan pindah langsung?" tanya ibu lagi.
" Iya bu." jawabku
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu lebih baik kalian langsung istirahat saja dikamar,sekalian siap siap." ucap ibu
" Ini bu tadi sekalian mampir ke Resort mas Damar,kami bawakan Makanan untuk bapak dan ibu juga anak anak." ujarku menyerahkan kantong plastik yang berisi kotak makanan
" Kalian sudah makan?" tanya ibu
" tadi kami sudah makan disana bu,Anak anak mana ya buk?" tanyaku
" Ada diruang tengah lagi nonton tv." jawab ibu
" Yasudah aku nyusul kesana ya bu sekalian mau suapin makan mereka."
" Iya nduk."
Aku pun bangkit dari tempat Dudukku dan menuju ke ruang tengah membawa dua kotak dus makanan,sedangkan bapak dan Mas Damar masih diruang tamu berbincang bincang sama bapak.
" Bunda..." Seru Kyla dan Saga menghambur memeluk pinggangku
" Anak anak bunda tadi Rewel nggak sama Nenek?" tanyaku lembut ke mereka
" Enggak dong bunda." serru Kyla
" Anak pintar." ucapku
" Bawa bunda apa?" tanya Kyla
" Bawa bunda Makanan Buat Kyla dan Saga,Nasi Goreng special plus ayam goreng." ucapku
" Yeeee Ayam Goreng.ayam Goreng." Seru Kedua anakku
" Bunda Suapin Adek Saga nya ya sayang,Kakak Kyla makan sendiri ya,kakak kan sudah besar." Ucapku
" Oke Bunda." jawab Kyla penuh semangat
Setelah Selasai makan,Tak lama kemudian Mas Damar pun datang menghampiri kami.
" Hallo kesayangan kesayangan papa..."
Mas Damar pun menghampiri kami,sedangkan Kyla dan Saga nampak canggung.
" Om Damar." Celetuk Kyla dengan Wajah malu malu
" Lhoh kok Om sih cantik manggilnya,Papa Dong." Ujar Mas Damar sambil tersenyum
" Papa?" Tanya Kyla dan Saga
" Iya sayang,kan sekarang Om damar sudah jadi papanya Kyla dan saga,karena bunda Sudah menikah sama Om Damar." Ucapku memberitahu sekaligus pengertian pada putraku.
" Emm ya sudah deh,Kyla panggilnya Om papa boleh?" celetuk Kyla
" iya Om papa?" timpal Saga
Aku dan Mas Damar saling melempar pandangan satu sama lain,sebenarnya aku ngerasa tidak enak dengan Mas Damar karena kedua Anakku memanggil papa masih dikasih embel embel Om.
Dan Ternyata Senyum mengembang dari Suamiku itu terbit membuatku merasa sedikit lega.
" Ye Hore Kita sekarang Punya Om papa ya dek." Celetuk Kyla disertai tawa riangnya sedang saga Adiknya pun Ikut Tertawa Riang bersamanya.
Sungguh Hatiku serasa damai melihat pemandangan didepanku,Di Anugerahi Suami yang bisa menerimaku Apa adanya dan juga sayang kedua Putra putriku.
Setelah Puas Bermain bersama,Aku pun Menemani kedua Anakku untuk tidur,karena besok pagi harus berangkat ke rumah mama.setelah Kedua Anakku tidur dikamar mereka,kini aku dan suamiku pun Masuk kedalam Kamar satunya untuk beristirahat.
" Sayang...." tiba tiba Aku merasakan Tangan Kekar melingkar dipinggang Rampingku saat aku kini sedang menyisir Rambutku didepan Cermin.
" Mas." Aku mendesah pelan saat aku merasakan ada Hembusan nafas di belakang tengkuk leherku menimbulkan Rasa Geli
" Tidur Yukkk." Ujarnya lembut sambil memelukku dari belakang
" i i iya mas." jawabku gugup karena tangan Mas Damar mulai merambat menyentuh perut rataku
" Tapi sebelum tidur ,aku kok pengennya dimanjain dulu ya sama kamu." ujarnya menggoda
" Ih apaan sih.udah ayo tidur istirahat mas,besok kita pagi pagi harus siap siap pindah ke rumah Mama." Ucapku dengan bibir mencebik.membuat Mas Damar Terkekeh terlihat dari pantulan Cermin
" Iya iya sayang."
" Ehhh, mas." Aku tersentak kaget saat tiba tiba saja Mas Damar membopongku dan kedua tanganku sudah Mengalung di lehernya.
" Mas Turunin Aku." Aku tersipu malu saat mendapat tatapan hangat dari suamiku
" Kenapa harus malu malu gitu sih sayang,aku ini suami kamu lho."
" Iya ta tapi turunin Aku."
" Iya Nanti setelah suamimu ini puas Gendong kamu ya sayang." Ucapnya dan langsung membawa ke tempat peraduan dimalam Indah kami.
Dan Akhirnya aku hanya bisa Pasrah Menuruti Suamiku ketika saat ini dia Meminta Haknya,akhirnya Malam kami pun berakhir Dengan Malam Yang Panjang....
***
1 minggu kemudian
Setelah kepindahan Kami di rumah Mamanya Mas Damar Aku pun mendapat Kabar Jika Hari ini Zahra sudah Sembuh dan Akan melanjutkan Study S2nya di Yaman.Di akun Sosmed Instagramnya nampak disedang mengunggah Story menampilkan Dirinya yang kini mulai Ceria,memasang Foto Dirinya yang menggunakan Gamis Ungu Lilac senada dengan Hijabnya sambil berselfi Ria sedang Tersenyum dibawah pemandangan Terik matahari dipagi Hari.
( Assalamualaikum mbak bulan,aku hanya ingin memberitahu mbak,kalau lusa depan aku akan berangkat ke Yaman,doakan Semuanya Lancar ya mbak)
satu pesan Dari Zahra pun ku terima,aku pun tersenyum lalu membalas Pesannya.
( Walaikumsalam Zahra,Alhamdulilah kalau begitu,sukses selalu ya tetap sehat dan selalu tersenyum) balasku
( Terimakasih ya mbak atas suportnya,aku benar benar terharu, kupikir mbak bulan dulu adalah wanita yang Angkuh,keras kepala,ketus dan baperan,namun kenyataannya aku salah menduga,mbak Bulan adalah wanita baik berhati lapang,dan mudah memaafkan kesalahan orang lain,maafkan semua kesalahanku dulu ya mbak)
( Sudahlah Zahra,yang lalu biarkan semua berlalu,jangan diingat ingat lagi luka lama itu,mari kita saling mendoakan satu sama lain semoga dilimpahi kebahagiaan dan juga menata lembaran Baru) balasku
( Alhamdulilah mbak,dari kejadian ini aku bisa memetik pelajaran hikmahnya,aku bisa belajar kuat dan Mandiri dalam menyikapi semua musibah yang menimpaku,dari Mbak bulan aku bisa belajar Banyak,kamu benar benar sosok Yang bisa memberiku inspirasi mbak)
( Alhamdulilah Kalau begitu Zahra)
__ADS_1
Percakapan kami pun berakhir karena sudah menginjak malam,ku letakan Ponselku diatas Nakas,sambil menunggu Suamiku yang masih berada Didalam kamar mandi karena sepulang kerja tadi.Aku bisa bernafas Lega,akhirnya semua masalah selesai dan Berakhir dengan melegakan semua orang.Alhamdulilah dibalik semua ujian Yang Diberikan Oleh Allah bisa ku ambil berkah dan Hikmahnya.
Memang Benar kata Orang jika setelah banyak sekali Badai Hujan Datang menerpa,pasti bakal ada setelahnya muncul pelangi yang menghiasi dan memberi secercah Harapan kebahagiaan jika kita mampu bersabar serta ikhlas dalam menghadapinya.
" Hayo kok Senyum senyum Sendiri.." Tiba tiba suamiku sudah keluar dari kamar mandi hanya dengan bertelanjang dada,hanya ada Handuk putih yang melilit pinggangnya dan menampilkan Dada Bidangnya yang seperti Roti Sobek
" Eh mas udah selesai mandinya." Pipiku merah merona karena ketahuan Mengerjab memandanginya dengan setengah melamun
" Udah dong sayang,ini udah seger Ganteng lagi." Ucapnya sambil mengedipkan mata dan menyugar Rambutnya yang basah menambah kadar ketampanannya semakin membuatku terpesona
" Emm ka kalau gitu aku keluar dulu ya mas,aku juga sudah siapin baju ganti untukmu." Ujarku sambil bangkit dari Tempat tidurku
" Mau kemana?"
" Siapin makan malam untukmu mas." jawabku gugup karena Mas Damar tiba tiba menarik tubuhku hingga jatuh kedalam pangkuannya yang sudah dudul terlebih dulu di atas Ranjang
" Tidak perlu sayang,karena malam ini aku inginnya makan kamu."Ujarnya sambil merengkuh pinggangku dan menatap dalam padaku.
" Ta tapi mas."
" Aku kangen kamu sayang,seharian kepikiran kamu terus,pengennya deket deket sama istriku tercinta." ucapnya dengan lembut sambil mencium keningku dan beralih kedua pipiku
" Dihh tumben sekali sih kamu gombal mas." aku berusaha menutupi rasa gugup
" Hey bukannya suamimu ini selalu bersikap Romantis dan Sweet sama kamu sayang." Dia mengedipkan mata menggoda padaku
" Huh dasar Raja Gombal ." aku menjawil hidung mancungnya,sedang dia tergelak melihat tingkahku yang Malu malu dan jaim
" Tapi kamu suka kan?" Godanya
" Ihh apaan sih."
" Aku ingin sesuatu darimu sayang." Dia semakin merengkuh pinggangku dengan tatapan penuh gairah,lalu dengan Cepat dia pun mengangkat tubuhku kedalam gendongannya.
" Mas turunkan aku." Pekikku setengah kaget sambil memukul mukul kecil dada bidangnya
" Aku nggak mau,malam ini aku ingin bermanja manja dengan istriku sampek aku puas." ucapnya sambil mengunci Tubuhku kedalam pelukannya lalu membaringkan ku diatas Ranjang miliknya.
Dan sudah dipastikan malam ini akan berakhir seperti biasa,bergulat dan bercinta dengannya.
*****
Seperti biasanya,pagi ini aku melakukan aktivitasku seperti biasa,usai Sholat aku pun menyiapkan Pakaian Untuk suamiku dan Anak anak.tapi saat aku menuruni tangga untuk menyiapkan sarapan,tiba tiba saja mama sudah sibuk di dapur bersama bik irah Asisten Rumah tangga Mas Damar.
Memang setelah kepindahanku dirumah mertua,kehidupan kami agak berubah dan lebih tertata lagi,mas Damar selalu memanjakanku dan juga Anak anak,perasaanku juga tenang karena ibunda Mas Damar juga sangat baik dan juga perhatian kepaku dan juga kedua anak anakku.
Betapa beruntungnya aku,dan aku sangat bersyukur atas Apa yang sudah diberikan Allah padaku.
" Lho ma,kok mama yang nyiapin sarapanya?maaf ya aku telat bangunnya,jadinya mama yang repot repot nyiapin sarapan." ucapku sungkan sambil tersenyum hangat pada Bi irah
" Nggak apa apa sayang,mama paham kok." ujar mama sambil mengulum senyum seakan tau sesuatu." Lagian Kegiatan masak memasak itu membuat pikiran mama jadi Fress dan Tenang." sambungnya lagi
" Tapi kan nanti mama bisa capek." Aku pun ikut membantu mama menyiapkan makanan diatas meja makan
" Kalau mama cuma duduk duduk saja tanpa banyak gerak,nanti akan jadi penyakit,sarapan semuanya sudah siap.bekal buat Anakmu kyla juga sudah siap.kamu tinggal Panggil mereka untuk sarapan ya,nanti biar mama saja yang antar Kyla ke sekolah." Ujar Mama sambil tersenyum
" Ya Allah mama baik banget,terimakasih ya mah." ucapku sambil memeluknya dan beliau pun membalas Pelukan hangatnya pula
Tak lama kemudian Suamiku dan juga kedua anakku pun turun ,Sambil menggendong kedua anakku dan menghampiri kami.lalu kami pun mulai Melanjutkan Sarapan pagi kami sebelum melakukan Aktivitas kami seperti biasanya.
*****
Dua Hari berikutnya Aku pun mendapatkan pesan Dari Zahra yang akan pamit berangkat Ke Yaman.
( Mbak bulan,sekarang aku berada di depan rumahmu mbak,aku ingin pamit sama mbak sebelum berangkat) begitulah pesan dari Zahra
Aku pun langsung bergegas keluar rumah dan menyuruh penjaga Rumah membuka pintu pagar,dan benar saja Kini sudah Ada Zahra Didepan pagar rumahku sedang berdiri menungguku,Dia tampak cantik dan Anggun menggunakan Gamis Warna Hijau muda lengkap dengam hijab pasmina senada dengan gamisnya
" Assalamualaikum mbak." sapanya yang langsung memelukku.
" Walaikum salam Zahra,ayo masuk dulu."
" Tidak usah mbak,aku tidak lama." Jawabnya
Lalu Dia terlihat Menghapus Air matanya dan tersenyum lalu menggenggam tanganku penuh dengan tangis haru
" Sekali lagi maafkan segala kesalahanku ya mbak,karena selama ini sudah banyak menyakiti dan terlalu menyusahkanmu mbak." Ucapnya dengan mata yang berkaca kaca
" Kan sudah ku bilang tidak perlu diingat ingat lagi." Ucapku sambil mengelus pundaknya
" Aku datang kesini cuma mau pamit dan memohon Doa restu padamu mbak,karena aku akan segera berangkat ke Yaman untuk menuntut ilmu mbak, Doakan ya mbak agar Ilmu yang kudapatkan disana lebih bermanfaat untuk diriku sendiri dan Orang lain." ucapnya
" Amin Insyallah Zahra,tetap semangat ya dan jangan melupakan Allah." ucapku memberi nasehat dan dia menganggukan kepalanya
" Mas Damar kemana mbak?" tanyanya lagi
" Mas Damar sudah berangkat kerja Zahra."
" Ya sudah kalau begitu titip salam aja ya mbak,Aku harus segera berangkat sekarang.Assalamualaikum mbak." pamitnya
" Walaikumsalam Hati hati." Jawabku
Sekali lagi dia memelukku kembali,lalu sesaat kemudian kami saling melepas pelukan,dia pu melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil sambil melambaikan tangannya padaku dan kubalas dengan lambaian tangan juga kearahku.
Kalau sudah seperti ini Ada Rasa Haru Sedih dan campur Aduk,meski Dia dulu aku sangat membencinya tapi semua orang berhak berubah dan Aku harus memaafkannya,karena Tuhan Saja mau memaafkan segala kesalahan umatnya ,apalagi aku yang hanya sebagian dari umatnya.
Ku panjatkan Doa untuknya,Doa untuk wanita yang pernah menjadi bagian dalam hidupku bersama Mendiang Alm mas Adrian.
" Semoga Allah selalu menjaganya didalam kebaikan."
_Bersambung_
Hayo Siapa yang sudah Suudzon nih.maapin Othor ya sudah buat Readers Pada senam Jantung terus.
Semoga Suka
Happy Reading.
__ADS_1