Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
POV Adrian Firmansyah


__ADS_3

Flasback Off


12 Tahun yang Lalu,ku lihat seorang Gadis kecil sekitar berusia 9 tahun itu sedang bersenandung Ria tengah Menungguku Disebuah Kolam Ikan dekat halaman Pondok yang juga dekat dengan Rumah Abinya.


Waktu itu usiaku baru menginjak 18 tahun.aku baru saja pulang Dari Kuliah,tiba tiba dia langsung berlarian Kearahku sambil memelukku Erat.dia pun dengan Manja menggandeng dan bergelayut manja dilenganku,sambil menyanyikan Lagu Sholawat kesukaannya.aku pun Tersenyum kecil melihat tingkah adik angkatku itu.sambil mengelus pucuk Rambutnya yang terbungkus hijab dengan lembut.


" Mas Adri,Alangkah Indahnya jika seandainya kita terus bersama sama terus,tanpa harus memikirkan banyak hal,seperti belajar dan lain lain mungkin." Cetusnya sambil meletakan kepalanya diatas pundakku,ya saat ini kami sedang duduk berdua disebuah kolam ikan menikmati angin sepoi sepoi di sore Hari.


" Lantas nanti kamu mau jadi apa jika harus bersantai santai saja Zahra,sedangkan masa depanmu pun masih panjang.sama seperti mas yang juga ingin mewujudkan cita cita mas." Ucapku sambil membelai lembut pucuk kepalanya.


" Iya kalau Mas Adri enak bicara seperti itu,karena mas Adri kan siswa pintar,jadi terlalu pusing tentang soal pelajaran,sedangkan aku masih butuh banyak bimbingan supaya bisa memahami pelajaran Ustadz atau ustadzah mas,terkadang itu sangat melelahkan." Ucapnya dengan Wajah Cemberut dan muka ditekuk


" kamu itu gadis yang Cerdas Zahra,percayalah."


" Huh." Dia memberengut kesal mendengar ucapanku


" Kenapa?kok manyun gitu.?" tanyaku ketika zahra menegakan tubuhnya


" Mas Adri selalu saja begitu,selalu menganggap hal biasa dengan keluhanku,padahal kenyataanya aku tak sepintar dirimu." Keluhnya


" Sudahlah jangan ngambek begitu,mas janji mas akan selalu berusaha membantumu sepanjang waktu." Ucapku memberi pengertian pada gadis kecil didepanku


" Yang benar saja,aku yakin meski mas bilang seperti itu,tapi pasti mas tidak bisa menolongku setiap waktu kapanpun Aku butuh " keluhnya." Buktinya mas adri selama ini juga sibuk dengan sekolah mas Adri,belum lagi tugas Dari Abi,apalagi setelah ini Mas akan lulus pasti akan lebih jauh lagi dariku." Sambungnya lagi


" Mas Janji Zahra,mas akan selalu berusaha menolongmu kapanpun jika mas bisa." Kataku sambil tersenyum lembut padanya


" Mas Janji?" Matanya berbinar cerah dan senyum mengembang.


" Iya Zahra,mas janji." Kataku memberi penegasan.


" ayo janji kelingking dulu mas." Katanya sambil menyodorkan jari kelingkingnya supaya aku ikut menautkannya dan mengucap janji.


" Apa perlu harus membuat janji semacam itu Zahra.?" tanyaku sambil menyengir


" Harus dong,biar mas selalu tepati janji mas." katanya penuh semangat


" Ada ada aja kamu." Ujarku


" Ayo mas janji."Rengeknya supaya aku menautkan jemariku ke jemarinya


" Oke baiklah." Dan mau tidak mau aku harus menuruti kemauanya.toh Hanya sebuah Janji pada seorang anak kecil bukan?aku rasa setelah nanti dewasa dia juga bakal lupa dengan sendirinya.


Dia pun terlihat tersenyum puas setelah kami membuat kesepakatan.


" Mas."


" Hmm?"


" Boleh nggak aku tanya sesuatu?" tanyanya lagi


"Apa?"


" Bagaimana nanti jika suatu saat aku udah gede ada seseorang yang berusaha menggangguku dan mendekatiku?" tanyanya dengan wajah yang sulit ku artikan


" Ya kalau Orangnya baik ya tanggapi saja sesuai dengan isi Hatimu." Jawabku tanpa beban


Gadis kecil yang baru duduk dikelas 6 SD itu tampak Cemberut,sambil memonyongkan bibirnya yang tipis,membuatnya terlihat tampak menggemaskan.


" Memangnya Mas Nggak Marah?" Tanyanya dengan sorot mata sendunnya.


" Enggak.kenapa mesti marah?" jawabku enteng.


" Ya Ampun Mas Ini benar benar tidak peka ya." ucapnya lagi dengan wajah cemberut


" Lhoh kok Ngambek non,senyum dong." Aku mencubit pipinya berusaha menghiburnya yang sedang merajuk


" Aku pikir Mas Adri bakalan marah,jika nanti ada seseorang Yang mau menggangguku apalagi mendekatiku." Ucapnya pelan dengan tatapan penuh harap.


Aku pun tersenyum sambil mengelus pucuk Kepalanya." Kamu itu gadis yang Judes juga Galak Zahra,energik dan pintar,mana ada orang yang berani mengganggumu." Jawabku memberi pengertian.


" Tau ah,sebel jadinya." Cetusnya sambil beranjak dari tempat duduknya


" Hei Tunggu Zahra,Apa maksudmu?" ucapku setengah berteriak ketika dia mulai melangkahkan kakinya


" Sudahlah." dia tetap berjalan sedangkan aku berusaha mengejarnya lalu menghentikan langkahnya


" Zahra tunggu." Cegahku saat kami sudah saling berhadapan


" Apa lagi sih mas."


" Memangnya apa yang kamu inginkan dari mas,jika ada yang Mengganggu sekaligus menggodamu?kasih tau mas lah." Ucapku berusaha mengambil hatinya

__ADS_1


" Mas Adri Harus selalu menjagaku dan melindungiku dari Mereka.selamanya.!" Ucapnya dengan Tegas


" Apa kamu yakin mas bisa melakukan itu semua?" tanyaku ragu


" Yakin! dan Mas Harus melakukannya.!" Jawabnya tidak ada penolakan,sehingga aku terpaksa menganggukan kepalaku supaya dia berhenti Merajuk.dan Akhirnya dia pun tersenyum bahagia.


 


Seiring berjalannya Waktu,serta janji yang telah terucap pada gadis itu ,membuatnya semakin hari semakin menempel terus kepadaku dan Selalu bersifat manja,aku maklum dengan sikapnya yang memang membutuhkan sosok figur seorang kakak yang sangat menyayanginya,karena aku juga telah menganggapnya seperti adik kandungku sendiri,apalagi mengingat jasa jasa Abinya yang telah dengan suka rela memungutku dijalan sejak aku masih kecil hingga sekarang membuatku harus arti tentang balas budi.aku yakin suatu saat aku bisa membanggakan Ummi dan Abinya yang sudah dengan tulus mau membesarkanku dan membiayai Hidupku selamq ini.


Abinya Mempunyai Posisi penting Di lembaga pesantren ini,dia selain seorang Haji juga seorang Guru besar di Pondok pesantren,sehingga banyak para murid dan kalangan pejabat luar sangat segan dan menghormatinya,karena beliau terkadang menjadi tempat nasehat bagi para pejabat yang ingin memenangkan berbagai pemilihan kepala daerah,sekaligus pemilik pondok pesantren ini.


Haji Qoshim beliau menurutku sosok yang baik, dan lembut,beliau juga banyak hal membimbingku.serta membentuk karakterku berdasarkan Filosofi hidup serta mengajarkan Prinsip bagaimana seorang Pria.


Hanya saja jika menyangkut tentang putrinya ia selalu mengalah dan menuruti kemauan Putrinya karena Cinta dan kasih sayangnya terlalu besar pada Putri semata wayangnya.


" Adrian kemarilah." Ujarnyq ketika kami sedang berada disebuah Ruangan tempat dimana kami biasanya bertukar pikiran


" enjeh Abi." Kataku mendekat sambil duduk sila berhadapan dengannya


" Abi mau bilang jika abi tidak punya apa apa untuk Diwariskan padamu,abi cuma ingin berpesan padamu."


" Apa itu Abi,insyallah Adrian akan mendengarnya" kataku


" Kau tau selama ini Abi telah menganggapmu seperti Putra abi,mengingat Kamu sudah menjadi Anak abi bertahun tahun." Ucapnya dengan Sorot mata yang sulit ku artikan


" inggih Abi,adrian paham." Jawabku mantap


" Berjanjilah padaku Adrian,jika kau akan selalu menjaga putriku,Zahra.berjanjilah jika kau akan selalu melindunginya dari segala macam gangguan berjanjilah Putraku." Ucapnya penuh ketegasan


" Abi tidak tau sampai kapan Abi akan hidup,tapi abi ingin kamu menjaganya dan memastikan massa depannya nanti Cerah dan terlindungi olehmu." Katanya sambil menghela nafas beratnya.


" Insyallah Abi,saya akan berusaha berjanji untuk melindungi putri Abi." Jawabku sambil menunduk penuh Rasa hormat pada sosok Pria yang nyaeis tidak pernah terlihat marah kepada siapun itu.


" Abi titipkan putri Abi Padamu,jagalah Zahra seperti engkau menjaga dirimu sendiri,sayangi dia,serta muliakanlah dia seperti engkau memuliakan ibumu sendiri,Abi mohon berjanjilah Adrian putraku." Ucapnya dengan nada Lirih dengan sorot mata sendunya


" Baik Abi Insyallah Saya berjanji akan menjaganya." Kataku


********


Tak lama kemudian Aku lulus dari pendidikan MAN di pesantren, aku pun mendapat Tawaran Khusus beasiswa dari pesanteren ke jenjang perguruan yang lebih tinggi lagi.aku pun meminta ijin pada abi dan ummi untuk melanjutkan pendidikanku di perguruan tinggi di luar kota supaya biasa menambah pengalaman dikota lain serta mewujudkan cita citaku untuk menjadi Orang Sukses dan berguna supaya bisa membanggakan mereka beliau.


Alhamdulilah mereka tidak menentang keinginanku malah mendukung dan menyokongku biaya,dan memberiku dana untuk biaya kuliahku disana,supaya aku bisa menuntut ilmu dengan lancar dan sukses


Terlihat kedua bola matanya berkaca kaca menatap kepergianku.


" Hati hati ya mas,cepat kembali." Ucapnya lirih disertai isakan kecil


" Iya Zahra,nanti setelah Mas menyelesaikan pendidikan serta mendapat pekerjaan yang mapan,yang bisa membanggakan Ummi dan Abi,mas akan kembali secepatnya." Ucapku sambil mengusap pucuk kepalanya


" Aku akan menunggumu mas." Katanya lirih dan aku pun menganggukan kepalaku


Setelah itu aku ganti menyalami kedua orang tua angkatku sekaligus berpamitan kepada mereka.


" Hati Hati Adrian,Ummi Doakan Semoga kamu kelak berhasil meraih Cita cita mu." Ujar Ummi mengelus pundakku sambil menahan Tangis


" Terimakasih atas doannya ummi.Adrian pamit dulu ummi,ummi dan Abi jaga kesehatan." ujarku sambil beralih memeluk pria yang menjadi Ayah angkatku selama ini.


" Hati hati dijalan." ucapnya sambil menepuk pundakku


" baik abi." kataku


" Ingat Pesanku Kemarin Adrian." katanya sambil melepaskan pelukan


" Insyallah Abi." aku beralih menatap ketiganya." Adrian Pamit dulu.Assalamualaikum."


" Walaikumsalam." Jawab Mereka serempak.


Perlahan kakiku melangkah meninggalkan Halaman Gerbang pondok tersebut.sambil membawa Tas Ransel dipundakku.kulambaikan tanganku sebelum Akhirnya Bus yang kutumpangi pergi ke kota itu telah tiba.aku pun segera masuk kedalam bus.sedangkan Zahra si gadis kecil nan manis itu terus melambaikan tangannya menatap kepergianku.


******


Tak terasa sudah tahun demi Tahun,aku sudah Berjuang melewati Rintangan demi menempuh Pendidikanku.hingga tak terasa aku pun sudah Sudah Berhasil menamatkan Pendidikanku,dan hari ini hari Wisudaku digelar,aku pun mengundang mereka untuk menyempatkan hadir sidang Wisudaku.tapi sayang mereka berhalangan untuk hadir sehingga tidak bisa Menghadiri sidang kelulusanku.tapi tidak apa apa aku paham dan memaklumi keadaan mereka,meski berhalangan hadir kami tetap Berkomunikasi lewat video call.


Selapas mendapat Ijazah dan menyandang gelae sarjana dengan Kelulusan nilai terbaik,akhirnya aku melamar disebuah Perusahaan Benefit swasta,dan Alhamdulilah aku Diterima di perusahaan tersebut.


Hari demi Hari karirku semakin menanjak,mulai dari Karyawan Biasa menjadi karyawan Tetap.sehingga tanpa sengaja aku dipertemukan dengan Seorang Gadis cantik berwajah teduh dan Kalem.Dia adalah Bulan.Erika Rahmania bulan nama lengkapnya.wanita yang berhasil mengunci dan menawan Hatiku.Ya dia bekerja satu perusahaan denganku,cuma dia dibagian Resepsionis sedangkan Aku sebagai Staf biasa waktu itu.


Hingga akhirnya Hubungan kami semakin dekat,dan benih benih cinta itu tumbul dihati kami seiring Berjalannya waktu,benar kata orang witing tresno jalan saka kulino.hingga hari dimana aku memutuskan untuk meminangnya dan Menjadikannya Seorang istri sekaligus primaisuriku.


" Bulan." kataku menatap lekat lekat Mata teduh miliknya.

__ADS_1


" Iya mas." Jawabnya terlihat agak gugup disertai rona merah diwajahnya


" Maukah kamu menjadi istriku?ibu dari anak anakku.?" ucapku sambil menggenggam telapak tangannya


Dan Tanpa menunggu lama dia pun dengan mantap menganggukan kepalanya,hal itu membuatku Senang bukan kepalang.


" Yes yes yes Terimakasih bulan terimakasih." Sangking senangnya aku sampai melompat lompat seperti mendapat Jekpot.sedangkan Bulan tersenyum malu malu ketika aku mengeluarkan Kotak bludru berwarna merah dan menyematkan sebuah Cincin sederhana melingkar dijari manisnya.


Hingga Akhirnya hari Dimana kami melangsungkan pernikahan kami telah tiba.namun kedua orang tuaku tidak bisa Datang karena suatu Hal.padahal aku sudah berkali kali menghubungi mereka lewat via telpon tapi tetap mereka tidak bisa datang.jadi dihari bahagiaku kali ini mereka tidak bisa datang kembali.tapi aku tetap memakluminya karena Jarak dan Waktu serta kesibukan mereka masing masing,tapi mereka tetap memberi Doa Restu untukku.


-----


Beberapa tahun kemudian kehidupan Rumah tanggaku berjalan dengan lancar,Istriku Bulan sangat pengertian dia menemaniku Hingga aku sukses dan bisa memiliki rumah sendiri,kami pun dikaruniai dua buah hati beriringan dengan karirku yang perlahan mulai menanjak,menjadi Staf Manager di perusahaanku.dan aku pun bersyukur atas nikmat dan karunia yang diberikan Allah kepadaku.Diberi Istri Yang berhati lembut sholehah serta penurut dan juga kedua anakku yang cantik dan tampan.menambah berkali kali aku berucap sukur pada sang pemberi kehidupan.


-----


Hingga suatu Hari ,Hari dimana aku Di hadapkan dengan Pilihan tersulit itu tiba.seorang santi yang juga kepercayaan Haji Qoshim pun datang kekantorku untuk menemuiku,dan memberitahuku jika Ayah angkatku saat ini sedang sakit keras dan tidak berdaya,untuk itu aku disuruh datang menemuinya.


Akhirnya setelah mendapat ijin dari Istriku bulan,aku langsung meluncur kekota dimana aku pernah menghabiskan masa kecil dan remajaku disana.supaya Istriku tidak merasa khawatir aku pun memberinya pengertian jika urusanku diluar kota untuk mengunjungi Kedua orang tua angkatku serta sekaligus tentang pekerjaan.


awalnya dia ingin ikut namun Aku menyuruhnya untuk tidak ikut dulu mengingat perjalanannya sangat jauh dan kusuruh menjaga anak anakku yang masih kecil.lagian Putri kecilku juga Belum liburan sekolah jadi kuputuskan untuk pergi sendiri.


Sesampainya disana aku pun langsung masuk kedalam paviliun utama,tempat dimana kedua orang tua angkatku tinggal.


Ku dapati Ummi diruang tamu yang langsung menyambutku dengan Isakan tangisnya.


" Assalamualaikum Ummi." Sapaku sambil meraih punggung tangannya lalu menciumnya


" Walaikumsalam,adrian akhirnya kamu pulang juga nak." Ucapnya


" Aku sudah pulang ummi,abi dimana abi?"


" Abimu ada dikamar,temuilah beliau menunggumu." Katanya


" Baik ummi."


Aku beranjak menuju kamarnya lalu ku buka pintu kamarnya,aku pun menghampirinya dan meraih punggung tangannya lalu memciumnya dengan penuh Hormat


" Assalamualaikum Abi." Kataku


" Walaikumsalam Adrian,akhirnya kamu datang juga,abi sudah lama menunggumu." bisiknya lirih.


" Maaf Abi,adrian baru sempat mengunjungi Abi,kenapa keadaan Abi jadi begini?" tanyaku dengan nada penuh khawatir


" Mungkin Abi tidak tau sampai kapan abi akan bertahan hidup Adrian." Katanya dengan lirih sambil menggengam erat tanganku." Abi cuma ingin kamu segera mengambil Zahra sebagai istrimu." Sambungnya lagi yang langsung membuatku terkesiap mendengarnya


Bibirku membungkam seketika mendengar penuturannya,aku pun terkesiap sekaligus terkejut.bagaimana mungkin aku menikahi gadis yang sudah ku anggap sebagai adikku sendiri.


" Bagaimana mungkin bi,Zahra pasti tidak akan mau,dia juga masih sangat muda." aku seakan kehabisan kata kata


" Justru karena dia mencintaimu membuat abi ingin menikahkanmu dengannya Adrian.lagi pula abi akan sangat lega dan tenang jika ku titipkan padamu dan menjadikannya seorang istri." Ujarnya dengan nada bergetar.


" Tapi Abi saat ini Adrian sudah menikah dan memiliki Dua orang anak." Kataku jujur dan gamblang


Terlihat Abi nampak sedikit terkejut namun setelah itu dia berkata lagi.


" Tidak masalah buat abi dan juga Zahra,mungkin nanti dengan berjalannya waktu kamu bisa mengkondisikan segalanya,ku mohon terima permintaan Abi untul terakhir kalinya,bukankah kamu sudah berjanji akan menjaga anak abi?" katanya yang nyaris membuatku tak bisa berkutik


saat ini aku benar benar sangat dilema,disatu sisi abi adalah orang tua angkatku yang sudah berbaik hati memungutku dari jalanan dan membesarkanku,dan aku pun punya hutang buda kepada mereka,namun disisi lain ada anak dan istriku yang kehidupannya sangat bergantung padaku,aku takut membuat mereka kecewa tapo aku juga tidak punya pilihan lain saat ini.


" Abi mohon Adrian dengan kemurahan hatimu."Ucapnya lagi dengan wajah memelas." Abi akan memutuskan Hak waris lembaga dipesantren Abi atas namamu dam juga Zahra,sehingga kalian bisa hidup berbahagia,dan abi akan merasa tenang jika sewaktu waktu Allah memanggil abi kehadapanya." Sambungnya lagi dengan wajah penuh harap.


" Tapi adrian Ragu apakah Adrian bisa mengemban semuanya abi,sedangkan Adrian masih belum bisa menjadi pria sempurna." Kataku dengam wajah tak enak dan ragu


" Sungguh adrian engkau adalah pemuda yang amanah,abi yakin kamu bisa mengemban amana abi."


" Tapi abi."


" Abi mohon terimalah permintaan abi untuk terakhir kalinya,Zahra adalah anak perempuan Abi satu satunya,buah hati abi,permata abi ,abi yakin kamu bisa membahagiakannya.ku mohon jangan menolak permintaan abi." Katanya tidak ada penolakan


Dan akhirnya aku tidak punya pilihan lain untuk menolak permintaanya,hingga saat itu juga pernikahan Kami dilaksanakan,dengan Berbekal Dana semuanya dariku,meski abi berniat membiayai semuanya,namun sebagai seorang pria aku menolak dan mengurus semua kelengkapan acara pernikahan,resepsi hingga Mahar dengan Uangku sendiri sekaligus uang tabunganki sendiri sebagai perwujudtan tanggung jawabku menikahi seorang Putri Guruku sekaligus orang tua angkatku.


Hingga Akhirnya aku mengajak Zahra pulang kerumah istriku bulan,ku pikir Bulan istriku akan senang hati menerima keputusanku mengingat dia wanita yang sangat patuh dan penurut.tapi semua diluar dugaanku.


Semuanya Hancur seketika saat Istriku menolak mentah mentah menjadi istri kedua ku sekaligus adik madunya.hingga Berakhir dengan menuntut cerai dariku.semuanya hancur,Karirku rumah tanggaku pekerjaanku keuanganku hingga Rumah yang kami bangun berdua pun ikut hancur dilalap si jago merah.


Kini Aku tengah tergolek lemah tak berdaya dirumah sakit,menunggu keputusan Allah apakah aku masih bisa diberi kesempatan untuk hidup menebus semua kesalahanku,atau semuanya harus berakhir seperti ini.aku kehilangan istri yang sangat tulus denganku,sedangkan istriku Yang satunya entah kemana ,dia sama sekali tidak ingin berada didekatku.


Oh Tuhan mungkinkah ini Balasan atas perbuatanku selama ini.


_Bersambung_

__ADS_1


aku udah panjangin babnya ya.maaf baru sempat update .jangan lupa kasih Dukungannya biar Othor semangat dan Rajin upnya.


Happy reading.


__ADS_2