Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Quality time


__ADS_3

" Sayang kamu kenapa hmm.?"


Aku sedikit tersentak kaget saat tiba tiba ada tangan kekar milik suamiku kini melingkar kembali pinggang rampingku,deru nafasnya pun kini terasa hangat menyentuh kulit Area belakangku,mas damar tak henti hentinya mengecupi pundak polosku setelah beberapa menit lalu usai kami bergelut dan saling bertukar keringat.


" Apanya yang kenapa mas." suaraku terdengar lirih dan sedikit bergetar,hal itu sontak membuat mas damar merasa jika sikapku sedikit aneh malam ini.ya saat ini aku sedang berpikir keras tentang clarissa,apa benar clarissa yang dimaksud tante ratih itu adalah clarissa mantan kekasih mas damar.


Mas damar pun membalikan tubuhku untuk saling berhadapa,namun wajahku yang lekas menunduk pun membuat mas damar mengulurkan tangannya untuk menarik daguku sehingga menatap wajahnya.


" Ada apa sayang,apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu.?" tanya mas damar sambil membingkai wajahku


" Enggak ada apa apa kok mas."


" Ayolah,aku ini suami kamu,aku tau betul dengan sikapmu yang seperti ini pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku." ucap mas damar dengan tegas sambil menatap tajam kedua mataku


" Aku boleh tanya sesuatu sama kamu.?" tanyaku dan mas damar pun menganggukan kepalanya.


" Boleh, tanya apa.?"


" Apa Mantan kekasihmu yang bernama Clarissa itu masih sepupumu mas.?" tanyaku dan Ekspresi wajah mas damar pun terlihat sedikit terkejut namun dia lekas mengulas senyum tipisnya


" Kenapa tanya seperti itu hmm?" tanyanya dengan lembut


" Aku butuh jawaban darimu mas." ucapku pelan tapi tidak dengan sorot mataku yang begitu tegas menatapnya


Mas damar pun menghela nafas panjangnya." Iya Clarissa masih sepupuku,dia anak tante dewi adik sepupu mama." jawabnya yang membuatku langsung memejamkan mata sekilas dan beralih menatapnya kembali dengan sorot mata yang sangat sulit ku artikan sendiri


" Maaf ya sayang aku belum sempat memberitahumu tentang clarissa." ucapnya lagi yang seakan tahu apa yang sedang ku fikirkan saat ini


" Jadi itu sebabnya aku pernah melihatnya hadir diacara pesta pernikahan kita.dan ternyata dia bukan hanya sekedar pacar tapi nyatanya masih ada hubungan keluarga,itu sebabnya mama mengundangnya." kataku


Mas damar pun menganggukan kepalanya." Kamu jangan terlalu berfikiran aneh aneh ya."ucapnya lalu menggenggam erat tanganku."Percayalah aku sudah tidak ada hubungan apa apa sama clarissa,selain hubungan saudara saja." sambungnya lagi meyakinkan


Aku pun tersenyum,walau dalam hati ada keresahan yang tidak mungkin ku jelaskan,aku sadar aku tak boleh egois dan aku harus percaya sama suamiku,aku yakin dia tidak akan berbuat macam macam dibelakangku,dan hubungan mereka sudah berakhir karena mas damar sudah memilihku menjadi istrinya.


" Iya mas,aku percaya sama kamu." ucapku sambil mengulas senyuk tipis padanya


" Terimakasih sayang,aku tau pasti hati dan fikiranmu sekarang sedang terusik,tapi aku pastikan aku akan berusaha untuk tidak membuatmu kecewa,karena aku sangaaaaaaat mencintaimu bulan." ucapnya dengan lembut dengan sorot mata penuh ketulusan


" Iya mas aku juga sangat mencintaimu." balasku dengan menampilkan wajah manisku,membuat mas damar langsung menjatuhkanku kedalam pelukannya.


hal itu membuat diriku kembali mendapatkan kenyamanan didekatnya,akhirnya terjawab sudah kegelisahanku saat ini.


Masih dalam pelukan hangatnya,tiba tiba saja kepalaku mendadak pusing,dipagi hari ini.entah kenapa tiba tiba saja aku merasa tidak enak badan.


" Huekkk " reflek tanganku membungkan bibirku dan berusaha bangkit untuk segera ke kamar mandi,hal itu membuat mas damar ikut bangun ketika aku berusaha melepaskan tangannya yang masih melingkar dipinggangku.


" Sayang kamu kenapa.?" tanyanya dengan wajah cemasz,saat ini kami sudah saling posisi duduk diatas ranjang


" Nggak tau mas tiba tiba saja kepalaku pusing dan sedikit mual."


" Aku antar ke kamar mandi." dengan cepat dan sigap tubuhku sudah digendongnya,dan mas damar pun membawaku masuk kedalam kamar mandi.


Aku pun segera memuntahkan cairan bening di closet, ya tidak ada apapun yang keluar,hanya keluar cairan bening saja dari mulutku.setelah puas memuntahkan semua yang ada diperutku aku pun keluar dan mendapati mas damar masih berada diambang pintu


" Gimans sayang,kamu baik baik saja?" tanyanya khawatir


" Entahlah mas,kepalaku pusing." ucapku sambil memijit keningku yang terasa pening


" Bulan."


" Kenapa mas?"


" Kamu terakhir menstruasi kapan.?"tanyanya


" Emmm." aku pun berfikir sejenak dan mengingat kapan aku terakhir datang bulan." sepertinya bulan ini aku belum menstruasi mas,terakhir bulan kemarin itu awal bulan." jawabku lagi


" Sayang jangan jangan kamu,-----"


terlihat sorot mata mas damar berbinar,dan aku pun ikut menerka nerka apa yang difikirkan mas damar,tapi aku sedikit ragu karena memang siklus menstruasiku tidak teratur.


" Jangan jangan apa mas?" tanyaku sedikit ragu


" Jangan jangan kamu hamil sayang." ucapnya dengan senyum mengembang.


" Ha hamil." jawabku terbata bata


Mas damar pun menganggukan kepalanya lalu menggenggam tanganku." bentar ya sayang aku keluar ke apotik sebentar beli tespek." ucapnya dengan nada terburu buru.


" Mas.." aku memanggilnya namun langkah mas damar terlalu cepat dan keluar dari kamar.


Selang beberapa menit mas damar pun kembali dan membawa kantong plasting berwarna putih,dan didalamnya sudah ada beberapa jenis tespek.


" Dua puluh tespek mas.?" tanyaku terperangah karena mas damar membeli tespek terlalu banyak


" Sudahlah sayang,ayo cepatan kamu coba satu satu ya." pintanya penuh harap


" Tapi mas kenapa harus beli tespek sebanyak ini.?" aku benar benar tak habis pikir dengan pola pikiran mas damar saat ini


" biar hasilnya lebih maksimal sayang.ayo buruan." serunya sambil mendorongku pelan masuk kedalam kamar mandi


Aku pun langsung masuk kedalam kamar mandi dan perlahan membuka bungkus tespek tersebut lalu menenggelamkannya di wadah kecil yang sudah berisi air kencingku.


Aku pun memejamkan kedua mataku,rasa was was sekaligus deg deg an menyelimuti tubuhku,aku takut jika yang ada garis satu bukan garis dua yang diingankan suamiku.

__ADS_1


" sayang,gimana sudah."


terdengar suara mas damar memanggilku dari luar,dan aku pun segera manyautnya.


" Iya mas bentar." kataku sambil meraih benda kecil tadi dari dalam wadah tanpa terlebih dulu aku melihatnya


Ceklek


Pintu kamar mandi pun terbuka,dan mas damar sudah menungguku di depan pintu dengan wajah tidak sabaran


" Gimana sayang hasilnya.?" tanyanya


Aku pun mengulurkan tanganku dan memberikan benda kecil itu padanya.


" Negative." Ucapnya pelan sehingga membuatku mengangkat wajahku


" Maaf mas,aku kembali mengecewakanmu." ucapku lirih.namun mas damar malah tersenyum hangat padaku dan menarik tubuhku kedalam dekapannya


" Sabar ya sayang mungkin Belum rejeki kita." Kata mas damar dengan suara beratnya,sambil memeluk tubuhku dengan erat.


_______


" Bunda,Kyla mau nasi goreng sosisnya dong." pinta Kyla ketika mereka kini sedang menikmati sarapan pagi.


" Iya sayang bentar ya bunda ambil minuman dulu ya buat Papa damar sama nenek." ucap Bulan yang masih mondar mandir sibuk menyiapkan sarapan pagi mereka.


Tak lama kemudian Mama iren dan Tante Ratih pun datang lalu di kursi mereka masing masing.


" Menu nya cuma ini aja." Celetuk tante Ratih sambil menatap remeh menu makanan diatas meja


" Maaf tante, saya tadi cuma masak nasi goreng sama capcay dan ayam goreng crispy plus sambal terasi aja tante." ujar Bulan


" Kampungan banget sih mbak menantumu ini,oiya aku lupa beda kelas sih sama clarissa." Ucap Tante Ratih,kata katanya begitu nyelekit dan menusuk hati.


" Ratihhhh." Tegur mama tak suka


" Maaf tante,tolong jaga ucapan tante." Protes Mas damar sambil menatap tajam ke arah tante Ratih


" Ops maaf deh,tante Terlalu jujur damar." Ucap tante ratih sambil mengulum senyum remehnya


" Damar mohon dengan sangat sama tante tolong harga bulan sebagai istri damar,kalau tante masih ingin tinggal dirumah ini.!" ucap Mas damar dengan Tegas


" Mas Damar,Udah.---" aku menarik lengan mas damar supaya bisa sedikit tenang


" Damar damar segitu cintanya ya kamu sama janda dua anak ini,sampai sampai kamu lupa cara menghormati tante kamu sendiri." Seru Tante ratih tak terima


" karena itu sudah menjadi Tanggung jawab saya,siapapun yang menyakiti istri dan anak saya maka aku tidak akan membiarkanya."ucap mas damar dengan tegas membuat tante ratih tersenyum kecut.


" Kamu bisa lihat kan bulan,kamu sudah berhasil membuat keponakanku menjadi tidak punya rasa hormat denganku,tante kandungnya sendiri.!" Hardik tante ratih padaku


" Sudah sudah,kenapa kalian jadi berdebat dimeja makan seperti ini sih." potong mama melerai perdebatan antara suamiku dan tante ratih."Ini masih terlalu pagi lhoh kenapa harus bertengkar sih...." Cetus mama iren menatap bergantian kearah anak dan adiknya itu


" Sudahlah mbak saya jadi nggak selera makan kalau jadu begini." sambil membanting sendoknya di piring dan segera bergegas pergi masuk kekamarnya lagi.


Mas Damar pun menghela nafas kasar melihat kepergian tantenya itu.


" Selalu saja kekanak kanakan,tidak pernah berubah." Ujarnya


" Sudahlah Damar,seharusnya kamu tidak usah meladeni tantemu,kamu tahu sendiri kan semenjak kematian Om mu,tantemu itu menjadi lebih sensitive."Ucap mama memperingatkan


" Tapi Damar tetap tidak suka cara dia berbicara memojokan Bulan mah."


" Iya iya mama ngerti,pelan pelan nanti mama akan coba menasehatinya ya." ucap mama." kamu sama bulan harus sabar dan memakluminya."sambungnya lagi


Ya Saat ini Tante Ratih memang lagi mengalami keadaan Emosional yang tak menentu,jiwanya terguncang pasca kematian alm suaminya dua tahun yang lalu,hal itu membuat emosinya tidak stabil dan naik turun,Sebenarnya sudah beberapa kali damar mengusulkan pada mamanya untuk membawa ke rumah sakit jiwa.namun karena tidak tega mama iren pun tidak mengindahkan ucapan damar dan hanya membawanya ke psikiater dan mendapat rawat jalan dengan harapan bisa sembuh.


Mas damar pun menoleh kearah kedua anakku yang menyembunyikan wajahnya di perutku


" Lhoh sayang kalian kenapa?" tanya mas damar


" Mungkin Kyla sama saga cuma shock aja mas ketika melihatmu tadi marah sama tante ratih." ucapku mencoba memberitahu


" Ya Allah maafin Om papa ya sayang,Om papa nggak bermaksud membuat kalian takut." ucap mas damar dengan menyesal lalu meraih saga kedalam pangkuannya." Sini jagoan papa,jangan takut ya nanti malam papa ajak jalan jalan deh ke mall kalian bisa main ditempat permainan sepuasnya." Ucapnya lagi dan langsung disambut senyuman gembira oleh kedua anakku


" Ye Ye Ye Main." ucap Kyla dan saga kompak


" Benaran kan om papa nggak bohong.?" tanya Kyla memastikan


" Iya dong cantik." jawab mas damar dan membuat Kyla tersenyum senang


" Ya sudah kalau begitu kalian selesaikan dulu ya sarapannya,habis itu siap siap berangkat ke sekolah." ucapku


" Oke bunda." jawab Kedua anakku dan mas damar dengan Kompak.aku dan mama iren pun hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum akan kekompakan mereka.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah mengepalkan tangan dan menatap tatapan penuh kebencian melihat kebersamaan mereka.


__________


" Kamu sudah siap sayang."


Aku tersentak kaget saat tiba tiba tangan kokoh milik suamiku melingkar di pinggang ramping,sambil memelukku dari belakang yang kini tengah berdiri didepan cermin merapikan jilbab pasminaku.


" Astagfirullahaldzim mas,kamu membuatku kaget."

__ADS_1


" Hmmm kamu fikir aku siapa hantu?" tanyanya


" Ya bisa jadi,habisnya kamu ngagetin aku sih." Ucapku sambil menyebikkan bibirku


" Mana ada coba Hantu tampan begini,kamu aneh aneh deh sayang." Cetusnya sambil mengerucutkan bibirnya


Aku pun memalingkan wajahku dan memutar tubuhku supaya berhadapan dengannya.


" Iya ya Suamiku tampan kayak gini malah ku bilang setan,maaf ya mas." ucapku mencoba merayunya


" Nah itu sadar kalau suaminya tampan." Ucapnya


" Iya iya suamiku yang tampan." Seruku sambil mencubit gemas rahang pipinya yang kokoh


"Hmmm udah mulai pandai merayu ya,mulai mancing mancing nih." Ucapnya dengan senyum smirknya yang penuh arti


" Ih apaan sih mas nggak usah berfikir aneh aneh,yaudah yuk kita berangkat ,sebelum nanti keburu malem." ucapku mengalihkan pembicaraan.


" Sebenarnya malam ini aku kepingin ngajakin kamu dinner ke sebuah tempat romantis sayang,tapi berhubung ada kejadian tadi pagi kita tunda dulu ya,buat nyenengin anak anak dulu supaya mereka senang." ucapnya disertai ulasan senyum tipis yang bisa ku tangkap arti senyumnya itu adalah senyuk paksaan membuatku jadi tidak enak


" Maaf ya mas." ucapku


" Maaf untuk?"


" Ya karena adanya anak anakku,aku jadi terbatas ada waktu bersama kamu." ucapku lirih


" Astagfirullah bulan kenapa bicara seperti itu." ucapnya tak suka


" Aku merasa bersalah dengan statusku mas dan membawamu kedalam kehidupanku yang mungkin tanpa ku sadari lama lama akan membuatmu jenuh."


" Hei kenapa kau bisa bicara dan berfikiran seperti sayang,aku siap mengambil keputusan menikahimu berarti aku juga harus siap menerima keadaanmu dan juga menerima kedua anak anakmu." ucapnya dengan tegas


" tapi mas aku benar benar merasa tak pantas denganmu,mungkin benar apa kata tante rat,-----"


" Sssssst." Ujung jari mas damar menempel di atas bibirku dan menatapku dengan sendu." Jangan diterusin lagi,aku nggak mau mendengar kata kata apapun lagi yang akan memicu pertengkaran untuk kita,sebaiknya kita keluar ya anak anak sudah menunggu kita didepan." sambungnya lagi


" Iya mas."


Lalu kami berdua pun keluar dari kamar,setelah berpamitan dengan mama iren dan tante Ratih yang lagi bersantai di ruang keluarga,akhirnya kami pun berangkat pergi ke sebuah Mall di kawasan Kota yang tidak jauh letaknya dari Rumah mas Damar,dan tak lama kemudian Mobil kita pun sampai,setelah mas damar memarkirkan mobilnya kami pun bergegas masuk kedalam mall tersebut.


Terlihat sekali kedua anak anakku sangat gembira ketika memasuki area permainan.aku dan mas damar dengan telaten mengawasi kemana pun mereka pergi.aku sangat senang sekali Mas damar mengajak Kami untuk Quality time bersama,supaya hubungan kami semakin dekat.


" Sayang aku ke toilet dulu ya." ucap mas damar


" Iya mas."


" Kamu nggak apa apa kan aku tinggal sendiri?" tanyanya memastikan


" Ya Allah mas nggak apa apa lah.khawatir banget aku diculik orang,lagian aku disini tuh ngawasin anak anak main." Ucapku gemas


" Ya apa salahnya sih khawatirin istri sendiri."


" iya iya mas,makasih.yaudah buruan sana." ucapku.


" Kalau begitu aku tinggal bentar ya sayang."


" iya mas."


Setelah berpamitan mas Damar pun pergi meninggalkan aku ditempat permainan,untuk pergi ke toilet.namun sekilas samar samar aku menangkap seorang wanita mengikuti mas damar dari belakang.aku pun berniat menyusulnya namun urung ketika Kedua anakku terlebih dahulu menghampiriku.


" Kenapa sayang?"


" Bunda Kyla Haus."


" Saga juga bunda." Saut Saga


" Ya sudah kalau begitu kita beli minuman dulu yuk." ajakku


" Om papa mana bunda?" tanya Kyla disela sela kami berjalan mencari kedai tempat penjual minuman


" Om papa ketoilet sayang."


" Oh.." ucap Kyla sambil menoleh kesana kemari


" Eh bunda bunda.tunggu deh." Ucap kyla lagi dan menghentikan langkah kami


" Kenapa Kyla?"


" Itu bukannya Om papa?" Kata Kyla sambil menunjuk kearah Sosok pria yang sekilas postur tubuhnya sangat mirip dengan mas damar,karena terlihat dari samping.


" Mana sayang.?" tanyaku sambil mengikuti Kyla dimana dia menunjuk


" Itu lhoh bun,tapi kok sama cewek ya."


Dan ya benar ternyata aku melihat disamping Pria yang ku yakini itu adalah suamiku sedang Bersama seorang wanita,Terlihat si wanita itu sama persis dengan wanita yang ku lihat sekilas tadi.terlihat Sekali mas damar tergesa gesa menarik tangan perempuan tersebut pergi entah kemana.karena suasananya juga cukup ramai jadi aku dan Kedua anakku kehilangan jejak mereka.


" Apa kita susul om papa saja ya bunda.?" tanya Kyla


" Nggak usah sayang,kita kembali ke tempat main tadi aja ya,sekarang kita beli minuman dulu." ucapku mengalihkan suasana.sebenarnya mengalihkan suasana hatiku yang sekarang tiba tiba berubah kacau


" Ya Allah,apa benar tadi yang kulihat suamiku,lalu siapa wanita itu,Tolong lindungi suamiku Ya Allah " batinku dalam hati


_Bersambung_

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2