
Keesokan Harinya,Mas Adrian pun datang ke Rumah sakit untuk menemuiku,dia meminta salah satu temanku untuk menyuruhku datang disebuah Taman Yang tak jauh dari Halaman gedung Rumah sakit ini.
Terlihat Sosok Mantan suamiku kini sedang Berdiri dari tempat duduknya,sambil terus menatap Kearahku yang berjalan menghampirinya.
" Ada Apa mas kamu mencariku kesini.?" tanyaku dengan ketus
" Aku sengaja datang kemari untuk menanyakan sesuatu Hal padamu." Tuturnya dengan Suara agak dingin.
" Tanya apa.?"
" Apa benar jika Saat ini kamu sudah menjalin hubungan dengan pria lain?bahkan sebelum kita berpisah kamu sudah Punya Hubungan khusus dengan pria lain itu." Cetusnya degan tegas dan Gamblang tanpa basa basi sedikit pun
Aku tertegun lalu membuang nafas kasarku.
"memangnya siapa yang bilang?kenapa jadi menyalahkanku?bukankah kamu sendiri yang sengaja menyuruh orang orangmu untuk datang ke rumahku menyebar Fitnah dan mengancam ibukku mas.!" Ucapku dengan penuh penekanan
" Lhoh kok kamu sekarang jadi nuduh aku?kamu kan tau kalau semenjak aku kehilangan calon bayinya Zahra,aku tidak pernah keluar rumah dan bertemu dengan siapapun,kenapa kamu sekarang jadi ganti menuduhku." Ujarnya mengelak perkataanku.
"Kamu tau mas,kalau kemarin ada Beberapa orang datang ke rumahku dan mengancam ibuku dengan peringatan supaya akau menjaga nama baik kamu,lantas siapa lagi kamu bukan orang orang suruhanmu mas.!" Cetusku sambil menahan debaran Emosi yang tengah mulai menguasaiku
" Sungguh aku benar benar tidak tahu soal itu bulan." ujarnya sambil menatapku dengan serius."justru sebaliknya aku datang kesini cuma mau memastikan apa benar sebelum kita berceraj kamu sudah berselingkuh dulu dengan pria lain dibelakangku?" Tuduhnya kembali
" Astagfirullah mas,tega sekali kamu bicara seperti itu,belum puas kamu udah nyakitin aku,sekarang kamu malah memfitnah keji seperti itu padaku,belum puas kamu mas!" sentakku pelan sambil menekan ucapanku
Mas adrian Hanya terdiam sambil terus menatap tajam kearahku dengan tangan yang sudah mengepal.
"Berarti keputusanku berpisah denganmu memang keputusan yang benar mas." ujarku lagi
" Kok kamu ngomongnya gitu." Cetus mas Adrian tak terima
" Memang Itu kenyataan yang sebenarnya,karena kamu itu pria egois mas,gampang terpengaruh dan tidak punya pendirian,buktinya kamu dengan mudah menelan mentah mentah omongan orang yang belum tentu benar,terus apa namanya hah?lagian selama aku jadi istrimu apa pernah aku punya hubungan khusus dengan pria lain.?" Ucapku dengan menggebu gebu
" Aku sendiri pun tidak yakin,tapi Setiap kali aku melihat kamu jalan sama dokter itu,membuatku berfikir jika kalian berdua memang seolah olah punya hubungan special dibelakangku." jawabnya angkuh
" Lantas kamu percaya dengan omongan mereka jika aku sudah merusak kehormatanmu,Luar biasa sekali kamu mas." Aku bertawa hambar dan bertepuk tangan didepannya,tidak habis pikir dengan jalan pikiran mantan suamiku itu
" Maksudku bukan seperti itu bulan."
" Sudah cukup mas,aku udah muak dengan semuanya." Kataku beranjak dari tempat dudukku."sekarang katakan apa maumu datang kesini mas ,aku tidak punya waktu cukup lama untuk berdebat denganmu disini." Cetusku lagi
" Bulan A aku hanya ingin.-----"
" Kamu menginginkan apa mas?ingat mas kita sudah resmi bercerai,ku mohon jangan pernah menemuiku lagi mas,karena aku sudah tidak mau lagi melihatmu,sudah cukup aku mendapatkan banyak masalah darimu mas,sudah cukup aku tidak mau menambah banyak masalah lagi." ujarku dengan tegas
" Aku tau bulan aku salah,tapi mungkin ini semua hanya sebuah kesalahpahaman saja." ujarnya menahanku
" Dengar ya Mas ,selama aku mengenalmu aku fikir kamu adalah pria yang baik dan bijak,tapi tidak untuk akhir akhir ini kau seperti bukan orang yang ku kenal selama ini,kamu terlalu buru buru menghamiki seseorang tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu mas,jujur aku sangat kecewa sekali denganmu saat ini." Kataku
" Bulan dengarkan aku dulu----"
" Sudah lah mas,sebaiknya kita akhiri semuanya ini,aku capek mas jika harus berurusan terus sama kamu,sebaiknya kamu jangan pernah lagi temui aku mas,dan aku juga sangat berterimakasih padamu atas tuduhanmu selama ini."Aku beranjak mulai melangkahkan kaku
" Bulan tunggu bulan,tolong maafkan aku " pintanya memelas dan kembali menahanku
" Kamu nggak perlu minta maaf mas,pulanglah temui istrimu mas,aku akan baik baik saja sama Kyla dan juga saga,kamu jangan khawatirkan soal itu." Ucapku sambil mulai melangkah menjauh darinya,namun lagi lagi dia kembali menahanku
" Tunggu bulan dengarkan aku dulu."
" Apa lagi sih mas?" aku mengela nafas kesal padanya
" Aku janji akan buktikan jika fitnah yang ditujukan ke kamu,adalah sebuah tuduhan dari segelintir orang yang tidak menyukaimu bulan." jawabnya meyakinkan
" Sudahlah mas,tidak ada gunanya kamu melakukan itu karena aku sama sekali tidak membutuhkan pembuktian itu,sudah cukup mas aku sudah lelah dengan semua ini."
" Bulan tunggu bulan." teriaknya mencoba memangilku yang sudah melangkahkan kaki terlebih dahulu dan aku tidak menghiraukannya
__ADS_1
" Jika kamu terus keras kepala,maka untuk Urusan Harta gono gini akan menjadi Rumit bulan." Teriaknya sambil mengancamku,aku pun berhenti sejenak lalu menoleh kearahnya
" Kalau itu maumu mas,maka ambil saja semuanya,karena aku sudah tidak peduli,mungkin dengan cara memakan hasil keringat orang lain,kalian akan merasa senang dan puas." Cetusku
" Kalau begitu tolong dengarkan aku dulu bulan,aku datang kesini ingin bicara baik baik soal ini." Ujarnya lagi namun aku segera membalikan badan tanpa menyauti ucapannya dan terus melangkah pergi mengabaikan pria yang masih berdiri dibelakangku itu.
*******
Dua jam kemudian,salah satu teman kerjaku bilang jika ada tamu yang datang ingin menemuiku.
" mbak bulan,kamu dicariin tuh didepan."
" Siapa?"
" Nggak tau tuh mbak bulan,Ada beberapa pria disitu yang sedang cariin kamu." katanya
" Ya sudah kamu bilang saja sar kalau mau temui aku dirumah saja,saat ini aku sedang sibuk." ucapku pada sarah teman kerjaku
" tapi kalau mereka nggak mau gimana mbak?"
" Ya sudah panggilkan saja security,gampang kan."
" Ya sudah deh kalau gitu."dengan langkah gontai Sarahpun keluar dan melakukan apa yang kusuruh tadi.
*****
saat ini kami berlima tengah menikmati makan malam kami,tiba tiba saja ada yang mengetuk pintu rumah kami,aku dan kedua orang tuaku saling menatap ,lalu kuletakan kembali sendokku di atas piring lalu beranjak membukakan pintu.
" Assalamualaikum." Ucap seorang pria yang kutaksir seumuran dengan mantan suamiku.
" Walaikumsalam,maaf cari siapa ya?" tanyaku
" Cari mbak bulan." jawabnya
" Iya saya sendiri.maaf ada perlu apa ya?"
" Iya silahkan masuk." Aku mempersilahkan masuk pria itu diiringi dengan dua temannya yang mengekor dibelakangnya.
Saat ini kami sedang berads di ruang tamu,begitu pun bapak dan ibuku ikut menemuiku,sedangkan Kyla dan Saga ku suruh untuk masuk ke kamar dan tak lupa ku nyalakan tv acara kesukaan mereka.
" Bisa Anda jelaskan maksud dari kedatangan kalian?" Ujarku tanpa basa basi lagi karena aku merasakan ada sesuatu yang aneh
" Begini mbak bulan,sebelumnya kami minta maaf atas kelancangan kamu datang kerumah mbak bulan dan juga bapak dan ibu,kami datang ke sini sebagai perwakilan keluarga Mas Adrian,ingin menyampaikan maksud dan kedatangan kami." ucap si pria itu
" Katakan."
" Maksud dan tujuan kami adalah ingin mendiskusikan status Rumah serta harta goni gini mbak bulan dan Mas Adrian." Ujarnya menjabarkan maksud kedatangannya
Emosiku langsung memuncak saat mendengar penuturan dari pria berpenampilan rapi dan sopan ini.
" Oh jadi kalian semua sudah tidak bisa bersabar hingga esok hari,sehingga malam malam datang kesini untuk membicarakan Hal yang tidak masuk akal ini hah?!" Sentakku
" Bukankah jika lebih cepat semuanya akan lebih baik mbak." Ucap sipria itu mengulas senyum tipisnya
" Astagfirullah.." Gumamku menggerutu." Lantas kenapa tidak mas Adrian sendiri yang datang atau keluarganya yang kesini?" semburku
" Disini saya sebagai kuasa hukum beliau mbak,dan saya juga sebagai keponakan Pak Qashim,mertua dari mantan suami mbak bulan."
" Jadi apa mau kalian?"
" Kami ingin mbak bulan menandatangani surat akta penyerahan Rumah tersebut pada Mas Adrian dan Juga mbak Zahra." Ucapnya dengan tak tau diri,pria itu pun mengangsurkan selembae kertas tersebut diatas meja.membuat Emosiku semakin memuncak
" Apa kau bilang penyerahan Rumah katamu hah?jangan mimpi ya kalian." Aku langsung berdiri dan menatap nyalang kearah mereka."enak saja mereka yang sudah merenggut semuanya dariku kini merebut apa yang seharusnya jadi milik anak anakku "
Aku tidak habis pikir dengab jalan pikiran mereka khususnya zahra kenapa dia harus meminta Rumahku yang kutaksir harganya sekitar 350 jutaan itu padahal kedua orang tua zahra pun kaya mereka kan seharusnya bisa mendapatkan rumah yah jau lebih mewah lagi.
__ADS_1
" Kalau mbak bulan tetap bersikukuh tidak mau menandatangani surat ini,maka anda harus siap siap menyerahkan Hak asuh anak pada Mas adrian dan juga mbak zahra." Tuturnya enteng sekali dia ngomong seenak jidatnya
" Dengar baik baik ya,anak yang dibawah umur enam tahun harus berada dalam asuhan ibu kandungnya sendiri,kau bilang kau tau agama Hah!" Sentakku yang sudah tidak bisa lagi membendung emosiku
" Bulan tenang nduk."ibu mencoba menenangkanku sedakan bapak terlihat diam sambil menekan dadanya.
" Baiklah kalau mbak bulan tetap bersikeras dengan keinginan mbak bulan,kami pamit permisi."
" Dengar ya kalian tidak akan mudah membohongi saya,dasar manusia manusia laknat." teriaku meluapkan amarah
" Sabar nduk sabar." ibu terlihat panik mencoba menenangkanku
" tidak bu ,ini tidak bisa dibiarin ,aku harus kerumah mas Adrian sekarang juga." Kataku lalu beralih menatap pria tadi yang hendak berdiri" dan kamu harus ikut ke rumah Mas adrian sekarang Juga." Titahku tidak ada penolakan .akhirnya kami pun menuju ke rumah mantan suamiku itu.
Tak lama kemudian mobil kami pun sudah mendarat di depan pintu gerbang rumah mantan suamiku,aku pun lalu keluar dari mobil dan membuka pintu gerbang tersebut dengan kasar.
"Maaf mbak ini mau kemana.?" salah satu seorang pria mulai menghadangku ku perkirakan dari salah satu anak buah mas Adrian atau mertuanya yang menjaga rumah ini
" Awas minggir kalian,ini Rumahku!" Teriaku penuh emosi,aku pun merampas tas pria yang datang kerumahku tadi.
tanpa basa basi lagi aku pun langsung masuk kedalam rumah tersebut.
" Mas Adrian,Zahra Haji Qashim keluar kalian." Teriaku melengking mengisi Sudut ruang utama tersebut memanggil ketiga orang bersangkutan tersebut
Tak lama kemudian Mas Adrian dan Haji Qashim saja yang keluar menemuiku diruang utama
" Bulan ada apa?" tanya mas Adrian dengan ekspresi bingungnya
"Apa ini mas,?!" tanyaku sambil memperlihatkan selembar kertas tadi depan mas Adrian
" Maksud kamu apa bulan?"
" Berani beraninya kalian Berbuat seperti ini padaku,dengar ya pak Haji Qashim yang terhormat,anak anda sudah merebut suamiku dan kini anda dan anak anda ingin merampas Harta yang menjadi hak atas kedua anakku,manusia macam apa kalian ini." Bentakku
Mereka pun terdiam dan saling menatap satu sama lain.
" Bulan ada apa ini.?" tanya mas Adrian dengan wajah bingung
kulempar kertas dari pengacara itu tepat diwajah mantan suamiku dengan kasar,dia pun langsung mengambil dan membacanys sambil menggelengkan kepala dan menatapku kembali
" Tapi bulan sungguh bukan aku yang melakukan ini,aku tidak tau apa apa soal ini." Ujar mas Adrian
dengan bantahannya
" Dengar ya mas,kau pikir aku akan tinggal diam saja dengan apa yang kalian lakukan saat ini hah!"
" Bulan dengarkan aku ----"
" Maaf kalau saya lancang,saya disini hanya ingin mengamankan Zahra putri saya,jiks kelak dia punya anak lagi." Potong pria paruh baya itu
" Mengamankan dengan cara merampas hak orang lain hah?Orang suci macam.apa kallian?" dan Anda pak Haji Qashim yang terhormat.apakah semua ini termasuk permintaan anda?" Desisku mendelik kearah beliau
" Sebagai Orang tua saya ingin memberikan yang terbaik untuk anak anak kami," ujarnya lalu menatap kearah mas adrian." Maafkan abi Adrian,abi hanya ingin berkonsultasi saja,tidak sampai ingin berbuar jauh seperti ini." Sambungnya lagi
Aku tertawa getir melihat sikap Mertua sekaligus ayah angkat dari mas Adrian yang sama sekali tidak punya rasa bersalah sedikitpun.membuatku Kehilangan Rasa hormat pada beliau,sedangkan mas Adrian masih dengan ekspresi bingungnya
" Baiklah kalau kalian menginginkan Rumah ini dan merebutnya dari anak anaku,silahkan Ambil saja!,tapi ingat sehelai Rambutpun aku tidak akan Pernah Ridho dengan kedzaliman kalian .!" Ujarku penuh berapi api dan beranjak pergi meninggalkan Manusia manusia laknat seperti mereka.
" Bulan tunggu bulan."mas Adrian mencoba menahanku didepan pintu rumahnya.
" Lepas jangan sentuh aku!" Sentaku sambil mendorong Mas Adrian hingga hampir terjungkal kebelakang,sedangkan aku terus berlari pergi dari rumah itu dan mengabaikan Teriakannya memanggilku
_Bersambung_
Lagi lagi Othor mohon maaf ya Telat terus Updatenya,karena Kesibukan othor didunia nyata,terimakasih buat para readers yang masih tetap mau membaca kelanjutan Cerita othor ini.
__ADS_1
Happy Reading
semoga suka