Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Cemburu buta


__ADS_3

Lantuan Suara Adzan subuh menggema,membangunkan ku.kusibak selimutku lalu beranjak dari tempat tidurku.segera ku beranjak dari kamar mandi lalu membersihkan badan dan mengambil Wudhu untuk menunaikan ibadah sholat subuh.selalu kesempatkan membaca Ayat suci AlQuran hingga Fajar sedikit menyongsong,supaya memberi kedamaian dihatiku.


Namun ketika aku merapikan sajadah dan beranjak akan keluar kamar,tiba tiba aku mendengar Suara seseorang sedang menggoreng sesuatu dari arah dapur.cepat cepat ku pakai jilbab instanku lalu ku bergegas menuju dapur.sampai disana Aku nyaris Shock bukan maen kedua mataku terbelalak melihat dapurku yang sudah mengepulkan Asap yang sangat luar biasa pekat serta bau gosong memenuhi Ruangan.


" Ya Allah ,Apa ini.?" Kataku menjerit,lalu kuhampir kompor yang sudah mengepulkan Asap itu,bahkan isi Wajan diatas kompor itu pun mengobarkan Api,dengan Cepat kumatika api,lalu ku taruh Wajan itu ke wastefel.


" Apa yang sedang kau lakukan.!" Bentakku histeris


" Aku ta tadi Lagi Goreng Telur mbak." Jawabnya terbata bata.


" Ya Allah Zahra,Goreng telur saja Gosong.!" Aku mendelik tajam kearahnya sambil berkacak pinggang.


" Ma maaf mbak tadi Aku kelamaan." Bisiknya ,mungkin takut terdengar Mas Adrian yang masih Tidur dikamarnya,sedangkan Suaraku sudah gas pol nggak bisa ku rem lagi.


" Kamu nggak bisa masak?"Tanyaku dan dia sedikit Ragu menganggukan kepalanya.


" Terus bukannya kemarin kemarin malam kamu kan sering menyiapkan makan malam buat mas Adrian.?"


" Bukan aku yang memasak mbak,tapi Aku pesan dari Grabfodd." Jawabnya pelan dan Lirih


" Subhanallah kok ada ya wanita sepertimu didunia ini." Gumamku penuh Nada Sarkastik " kalau saja aku sedikit lalai bisa bisa Rumah ini hangus terbakar ." Cetusku sambil terus beristighfar dalam Hati.


" Ya Allah sabarkanlah hatiku."


Ku cuci wajan yang Gosong tadi dengan Hati Setengah dongkol bukan main,kemarin saja dia merusak panciku sekarang wajanku,besok besok Apalagi,bisa bisa Aku gila menghadapi wanita model kayak gini.


" Mbak ma maafkan Aku,a aku tidak se sengaja." Ujarnya sambil menghampiriku dan menyerka Ajr matanya


Aku menoleh kearahnya dan kutatap Dia dengan seksama dan mencernanya kenapa dia bisa menangis hanya saja aku mengambil alih masakannya yang sudah Gosong dan tak layak dimakan manusia.


" Aku minta maaf karena sudah datang ke kehidupan keluargamu dan menjadi istri suamimu,lalu mengacaukan semuanya." Dia menangis tersedu sedu didepanku


" Memang kenyataan kalau kamu memang sudah merusak segalanya,lalu kamu baru sadar begitu.?" Cetusku menatapnya tajam." Jadi tidak ada alasan buatku untuk menerimamu.tapi untuk menyuruhmu pulang ke rumah Ayahmu menjadikanku wanita kejam dan melampau batas,aku bingung harus berbuat apa,tapi kalau boleh jujur Aku sangat membencimu." Hardikku

__ADS_1


Bibirnya Semakin bergetar,dan isak tangisnya semakin menjadi jadi." Hiks hiks,mbak Tolong berikan aku kesempatan untuk menjadi Adikmu kumohon."


"tidak masalah jika kau saat ini ingin menjadi Adikku,tapi Kamu harus sadar posisimu saat inj adalah maduku,tentu saja seorang wanita akan marah jika melihat suaminya tengah membagi cinta dan kasih sayangnya dengan wanita lain,rasa sakit hati,iri,cemburu pasti jadi satu." Tukasku penuh penekanan.


" A aku sadar Hal itu mbak,untuk itu aku minta maaf padamu." jawabnya terbata bata dan sesenggukan.


" Aku harap kamu bisa segera pisah dengan Suamiku."


" Maaf mbak tapi aku tidak bisa." Jawabnya


" Oh ya Aku Lupa ya jika Aku lihat selama ini Mas Adrian juga memiliki perasaan untukmu,dan tak ingin meninggalkan salah satu diantara kita."


" Maafkan Aku mbak,aku dan mas Adrian kami saling memiliki perasaan." Ucapnya tanpa beban dan sukses membuatku tercengang dan terpancing Emosi


" Oh ya benarkah begitu?Oke mulai sekarang Kau Harus bersaing denganku,kau juga Harus merasakan Rasa cemburu,bukan Aku saja." Timpalku dengan ketus dan mendelik tajam kearahnya.


" Mbak......." Tiba tiba di bersimpuh memegangi lututku


" Apa Lagi.?" Tegasku


" Maksudmu kamu dengan terang terangan ingin meminta suamiku begitu.?" Cetusku.lalu aku mendengus kesal." Huh Jangan mimpi kamu.!"


Ku tinggalkan Dia sambil meraih sapu dan melewatinya untuk membersihkan Rumah,bisa gila kalau aku terus meladeni Celotehanya


" Berikan Aku kesempatan mbak,tidak kamu kasihan padaku,aku disini merasa tidak dianggap mbak." Dia berasa Mengejarku dan berusaha mengajaku berbicara,aku kesal sekali apa yang sebenarnya diinginkannya.


" Memang kenyataannya tidak ada tempat untukmu dirumah ini,karena sejatinya dalam membina Mahligai Rumah tangga hanya untuk berpasangan bukan diisi dengan tiga orang." Ketusku.


" Aku tak pernah menentang Abiku dan Agamaku mbak." Jawabnya dan terus mengikutiku kemanapun Aku pergi.


" Apa yang kau Harapkan dengan mengatakan Hal ini.?" aku bersiap sial mengangkat gagang sapu ditanganku,dan dia pun mengambil ancang ancang mundur selangkah


" Apa kau berfikir aku Akan mencontoh suri tauladan dari mu ,hai wanita yang meras paling sok suci.?" Sungutku lagi

__ADS_1


" A Aku..." Dia langsung menjauh saat Melihatku yang tengah menatapnya nanar dan penuh berapi api yang siap melahapnya menjadi Abu gosong


" Minta Suamimu untuk segera membelikanmu Rumah sendiri,karena aku tidak sudi berlama lama bila harus berbagi Rumah denganmu." Ketusku aku langsung Meninggalkannya yang tengah tertunduk itu ,entah dia mengindahkan ucapanku atau tidak,aku tidak peduli.


Lalu Aku bergegas menuju kamar Anak anakku,dan membuka pintu kamarnya,kulihat Kyla dan Saga tengah Tidur bareng ayahnya sambil berpelukan.


" Ya Allah betapa indahnya pemandangan didepanku ini." Aku meremas dadaku merasakan sesak campur Haru disana.


Aku menerawang jauh jika Kebahagian itu buyar menyisakan Luka,Aku membayangkan Jika Zahra Hamil dan memberikan Keturunan Lagi untuk mas Adrian.bisa jadi Kedua putra putriku akan kehilangan kasih sayangnya dari Ayahnya karena Harus dibagi.lalu sedikit demi sedikit Ayahnya lebih Condong sayang pada Anaknya Zahra,menjadikan Kedua anakku pribadi yang Rendah diri karena kekurangan kasih sayang dari Ayahnya sendiri.


Ku hampiri mereka,lalu duduk ditepi Ranjang dekat mereka bertiga.kubelai wajah suamiku pelan dan dengan Lembut bergantian dengan kedua Anakku.mereka sangat berharga sungguh aku tidak mau kehilangan dari salah satu mereka.aku tidak mau.


" Bunda." Suamiku bergumam Lirih,dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Rampingku.


" i iya mas Apa.?" Aku sedikit terkejut karena tiba tiba bangun duluan dan langsung melingkarkan tangannya


" Jangan pernah tinggalkan Aku ya Bunda." Ucapnya lirih sambil memindahkan kepalanya diatas pangkuanku.


" Maaf mas,sepertinya Aku tidak bisa jika Harus terus menerus menjalani semua ini,Kamu membagi cintamu dan sungguh itu membuatku sakit." Balasku


Air mataku begitu saja lolos dan jatuh membanjiri Kedua pipiku." Aku tersiksa dengan semua ini mas aku Rapuh mas,aku nggak kuat,sekeras apapun Aku menahannya tapi jiwa dan Hatiku sudah Hancur."


Suamiku langsung memelukku lalu menjatuhkanku didekatnya dan membisikan sesuatu


" Maafkan Aku Sayang." Ucapnya penuh keseriusan.


" Sudahlah mas,aku tidak mau mendengarkan Rayuanmu." Jawabku


" Aku sangat Mencintaimu Istriku."


Diwaktu bersamaan Ternyata Zahra mengetuk pintu Kamar yang sudah terbuka itu,mungkin dia masih ingin bicara padaku dan mendapati posisi kami masih dalam berpelukan. kulihat dia menjadi salah tingkah,jangan bayankan lagi Posisi dan Ekspresi Wajahnya yang Berubah pias dan terkejut melihat kami masih dalam berpelukan.


Aku menarik Kedua sudut bibirku melihat dirinya langsung berlari pergi dari depan kamar,dan Kurasa dia melanjutkan drama tangisan kepiluannya.

__ADS_1


Bagaimana Zahra,apa sudah Impas ,tentang Apa yang Aku rasakan selama ini.


_Bersambung_


__ADS_2