Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Hawaii


__ADS_3

Hawaii.ya siapa yang tidak kenal dengan Hawaii?salah satu destinasi wisata paling favorit diseluruh dunia karena memiliki sejuta pesona pemandangan alam yang sangat menakjubkan mulai dari pesona wisata pantainya yang terkenal eksotis hingga wisata pegunungannya yang sangat memanjakan mata bagi siapa saja yang memandang karena pesonanya yang indah dan menakjubkan.


Negara Amerika serikat bagian selatan ini menempati sebagian besar kepulauan di samudra pasifik tengah, untuk sebab itu Hawaii terkenal dengan sebutan surga dunianya di samudra pasifik.dan saat ini aku benar benar tidak menyangka jika saat ini kakiku bisa berpijak di bumi penuh akan pesona alam ini,bersama orang terkasih,tentu hal itu membuatku senang,meski harus menikmatinya tanpa hadirnya kedua anakku,meski ada rasa berat dihati namun aku berpikir akan membawakan oleh oleh sepulang dari Sini.


" Bulan sayang..." Lengan kokoh milik suamiku tiba tiba saja sudah mengalung indah di bagian perut rataku yang kini berbalut dengan Piyama tidur.Ya Saat ini kami sudah berada di sebuah Kamar Hotel mewah dimana beberapa hari kedepan akan menginap disini untuk menikmati masa masa liburan kami


" Mas Damar." Pekik ku pelan,sambil memejamkan kedua mataku,karena merasakan hembusan nafas suamiku yang tengah mencium lembut leher jenjangku dari belakang,karena memang aku sudah melepaskan Hijab instanku.


" Aku ingin Anak darimu bulan." Ujarnya setengah berdesis karena terus melanjutkan aksinya.


Kedua mataku masih terpejam,merasakan antara geli dan juga sisi kewanitaanku bereaksi karena ulah suamiku yang terus memancing libidoku.Dengan lembut dia membalikan tubuhku dan menuntun supaya berhadapan dengannya.lalu dengan cepat dia menyambar bibirku dan ********** dengan lembut.


" Masss..."


" Akku ingin kamu malam ini sayang.."


Dan Ciuman kami yang tadinya lembut,kini berubah saling menuntut,untuk melepaskan dahaga kami,membawa kami kembali mereguh nikmatnya surgawi.mas damar mengangkat tubuhku dan membawaku kedalam Ranjang Kingsizenya yang sudah di desain Khas seperti kamar pengantin baru,sungguh membuatku merasa bahagia karena dijadikan seperti Ratu olehnya.


Drt Drtt Drttttt


Dammmmmmtttt


" Akh Sial siapa sih malam malam telpon,menggabggu saja." Gerutunya,saat kami sedang saling panas panasnya,tiba tiba saja Ponsel milik suamiku terus bergetae,membuat ku tak nyaman dan menghentikan aktivitas kami yang masih saling bercumbu.


" Diangkat dulu mas siapa tau penting." ucapku sambil menahan lengan kokohnya yang kini tubuhnya masih posisi menindihku


" Nggak usah." jawabnya singkat dan melanjutkan aktivitasnya lagi mencumbui setiap inci tubuhku


Drrrrrttt Drrrrtttt


Dan Lagi Lagi,ponsel mas damar bergetar kembali,hal itu tentu membuat aktivitas kami mulai berhenti


" Akhhhhhhh." Teriaknya kesal


" Udah diangkat dulu ya sayang." pintaku dengan lembut dan terkesan sedikit merengek manja,hal itu membuat wajah Suamiku berubah pias antara gelora hasratnya semakin meningkat atau kesal menahan marah,sedangkan aku pun tidak sadar jika suaraku kurasa memang sedikit manja.


" Jangan berbicara seperti itu."


" Kenapa.?" aku pun mengerutkan dahi


" Semakin membuatku tidak tahan dan ingin langsung menerkammu." jawabnya


" Ishhh...udah sana diangkat dulu." ucapku sambil merasakan pipiku berubah merah merona karena mendapat sentuhan hangat dari tangan suamiku


Mas damar pun akhirnya bangkit,dan meraih ponselnya lalu dia pun beralih sedikit menjauh mengangkat telpon yang entah dari siapa itu.tak lama setelah itu pun dia kembali menghampiriku yang masih duduk selonjoran diatas ranjang.


" Udah mas.?" tanya ku

__ADS_1


" Beres." katanya langsung mulai menyergapku kembali,namun lengan kokohnya kembali ku tahan.


" Kenapa bulan.?" tanyanya


" Tadi siapa yang telpon.?" bukannya menjawab aku malah balik bertanya karena rasa penasaranku


" Biasa klien." jawabnya singkat lalu kembali mendekatkan wajahnya,namun aku kembali menahannya


" Malam malam gini telpon?" tanyaku penuh penasaran


" Ya karena memang ada yang penting bulan." Cetusnya,sesekali ku lihat wajahnya memerah karena mungkin menahan kesal


" Harus gitu telpon diwaktu jam malam,tidak etis sekali untuk seorang rekan kerja." ujarku setengah menyindir


Kulihat rahang kokohnya mulai mengeras


" Kamu ini kenapa sih,hal sepele saja harus dipermasalahkan,ingat tujuan kita kesini bulan.!" sentaknya dengan Tegas membuatku sedikit terperangah


" Kenapa kamu jadi mudah marah sih mas,aku kan cuma bertanya jadi wajar dong,karena aku tidak ingin kamu menutupi sesuatu dariku." Aku pun tak kalah ngototnya


" Oke terserah apa katamu." ujarnya lalu berdiri


" Mas kamu mau kemana.?" panggilku saat mas damar meraih kemeja miliknya dan memakainya


" Keluar cari angin.udah nggak selera." Ujarnya Geram lalu pergi meninggalkan aku dan menutup pintu kamar dengan sedikit keras.


Ya Allah apa aku salah sebagai seorang istri bertanya seperti itu pada suamiku,sebagai seorang istri instingku mengatakan kalau ada sesuatu yang tengah disembunyikan oleh suamiku,aku pun beranjak dari tempat tidur dan mengganti piyama tidurku dengan baju gamisku,aku pun berniat untuk mengikuti kemana suamiku keluar.aku tidak ingin terjadi hal buruk dengannya apalagi dia pergi dengan membawa kemarahan.


Namun saat aku akan mengunci pintu kamar,tiba tiba saja kepalaku pusing,tubuhku limbung dan semuanya gelap lalu aku pun tidak sadarkan diri,entah setelah itu apa yang terjadi,tiba tiba saja aku sudah berada di rumah sakit.


" Bu bulan Anda sudah sadar bu.?" Tanya seorang Wanita cantik yang ternyata seorang dokter


Kedua mataku mengerjab menerima cahaya lampu,sambil menahan sedikit pusing dikepalaku


" Saya dimana dok?dan apa yang sudah terjadi pada saya.?" tanyaku


" Semalam anda ditemukan pingsan didepan pintu kamar hotel anda oleh petugas Cleaning Servis dan dibawa kemari." Jawab dokter cantik itu


"Pingsan dok.?" tanyaku


" Iya Bu bulan."


" Lalu dimana suami saya dok .?"


" Suami anda katanya sudah di hubungi dan masih dalam perjalanan."


"Begitu ya dok." ujarku sedikit lesu

__ADS_1


" Selamat Ya bu bulan hasil pemeriksaan menunjukan bahwa anda Positif hamil." Ucapnya lagi sambil mengulurkan tangannya yang lalu ku sambut dengan wajah terperangah dan tak percaya


" Ap Apa dok Ha hamil.?" ucapku terbata bata


" Iya Bu,anda positif Hamil,dan usia kehamilan anda baru memasuki empat minggu,untuk itu itu tolong dijaga ya bu kehamilannya karena di usia yang masih muda sangat rentan resikonya." Terang si dokter cantik


" Jadi istri saya Positif Hamil dok. "


Suara itu milik Mas damar yang tiba tiba saja sudah berada diambang pintu dan langsung menghampir kami dengan nafasnya yang sedikit memburu,ku lihat juga penampilannya sedikit kusut dan acak acak kan.


" Mas damar." Ucapku pelan dan dia langsung menghampiriku lalu menggenggam tanganku sambil menatapku dengan tatapan yang sulit ku baca


" Kamu hamil sayang,buah hati kita." Ujarnya dengan tersenyum


" i iya mas." jawabku sedikit sungkan karena masih ada dokter dan suster


" Baiklah pak damar bu bulan,kalau begitu kami permisi dulu." Pamit Dokter cantik itu


" Baik dok terimakasih." Jawab mas damar dan dokter juga suster itu pun sudah pergi meninggalkan kami berdua


" Sayang akhirnya kamu hamil juga,Alhamdulilah sayang." Ujarnya dengan mata berbinar sambil terus mengecupi punggung tanganku.tatapannya begitu hangat,meski aku melihat ada yang aneh dengan penampilannya


" Iya Alhamdulilah." jawabku dengan tersenyum tipis


" Lusa kita pulang,karena aku sudah tidak sabar memberitahu mama jika kamu Hamil sayang." Ucapnya dengan bangga


" I iya mas."


" Aku sangat bahagia sekali bulan." ucapnya sambil menarik tubuhku kedalam dekapannya." terimakasih sayang." ucapnya dengan parau


Dan Hemmm bau parfum siapa ini,lagi lagi parfum yang sama beberapa waktu lalu pernah ku cium dari salah satu baju suamiku seusai pulang dari luar kota.Ya Allah sebenarnya apa yang sedang disembunyikan suamiku,kenapa perasaanku tiba tiba berubah tidak enak begini.


Aku pun menarik tubuhku dari dekapannya lalu menatapnya penuh curiga.


" Semalam kamu kemana mas,katanya yang antar aku ke rumah sakit itu petuga Cleaning servis.?" tanyaku penuh curiga,sedangkan wajah mas damar mulai gelanggapan namun kembali berubah tenang


" Kan aku sudah bilang cari angin." jawabnya santai


" Beneran kamu nggak bohongin aku mas.?" tanyaku sambil menatapnya tajam


" Ya Allah bulan kamu ini kenapa sih sayang,udah ya please stop mencurigaiku nggak jelas gini,sekarang kamu fokus pada kehamilanmu ya sayang oke." Ucapnya manis sambil mengelus pipiku lalu gantian mengecup keningku sambil tersenyum hangat padaku sedangkan aku masih memasang wajah Muramku karena tidak puas dengan jawabannya


" Ya sudah aku keluar dulu ya urus bagian administrasi lalu setelah itu kita pulang ke hotel." ucapnya sambil berdiri lalu keluar meninggalkan ruanganku


"Hemm aku tidak tau apa yang sedang kamu sembunyikan dariku mas,tapi aku akan tetap cari tahu,ku harap kamu tidak berbuat macam macam dibelakangku. " Ucapku dalam hati sambil mengepalkan kedua tanganku


_Bersambung_

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2