
" Jangan Macam macam kamu bulan.!" Ucap Mas damar dengan tegas,dan menatap tajam padaku.
Tapi aku tak takut sekali mendapat tatapan menusuk dari pria yang statusnya masih menjadi suamiku ini,aku kembali pasang badan dan membalas tatapan tajamnya dengan tatapan menantang.
" Kalau kamu bisa berbuat macam macam dibelakangku,kenapa aku tidak mas?." sungutku tak mau kalah.
" Kau mau melawanku.!aku ini masih sah suami kamu lhoh." Seru mas damar
" Aku melawan sama kamu,karena kamu sendiri yang membuatku seperti ini mas !" ucapku dengan tegas
" Sekarang juga kamu masuk kamar.!" titahnya
" Enggak.!"
" Masuk.!"
" Enggak Mau.!"
" Aku bilang masuk ya masuk bulan.!" Ucapnya dengan tegas
Namun bukannya aku menurutinya,aku malah ingin berbalik ke kamar anak anak,aku ingin membawa anak anak pergi dari rumah yang penuh dengan hawa panas seperti neraka ini.
" Mau kemana kamu." Mas damar tiba tiba mencekal lenganku sehingga langkahku terhenti seketika
" Aku mau ke kamar anak anak,aku akan bawa mereka pergi dari tempat terkutuk ini.!" ucapku penuh emosi menggebu gebu
" Aku tidak akan membiarkan itu,sekarang juga kamu masuk ke kamar kita.!"
" Aku sudah tidak sudi."
" Ayoo...." Seru mas damar sambil mencengkram erat lenganku dan berusaha membawaku masuk kedalam kamar kami.
" Lepasin aku mas." Aku berusaha meronta untuk dilepaskan dari cengkramannya,namun tenaganya terlalu kuat,dengan langkah setengah terseret mas damar terus memaksaku untuk masuk ke dalam kamar
Bugggg
" Auukh..." Pekikku pelan,ketika mas damar menghempas tubuhku diatas ranjang milik kami,tidak keras sih namun sedikit membuat tubuhku terguncang
" Maafkan Aku bulan..." ucapnya setengah membungkuk,mengamati tubuhku apa ada yang sakit karena perlakuannya.
__ADS_1
Aku segera menepis kasar tangannya,ketika dia akan menyentuh perutku." Apa ada yang sakit.?" tanya mas damar
" Jangan pedulikan aku mas,karena aku tidak akan pernah lagi tersentuh dengan perlakuan manismu yang ternyata semua itu adalah palsu." Kataku dengan ketus
" Kamu istriku dan kamu juga mengandung anakku darah dagingnku,jadi aku harus peduli denganmu." ucapnya
" Kalau begitu aku akan segera menggugurkan bayi ini,jadi kamu tidak perĺu mengingakatku terus mas."
" Bicaralah sesukamu,karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi.kamu tetap akan melahirkan calon anak kita,dan tetap jadi istriku selamanya.!" ucapnya dengan tegas
" Kamu lupa kalau ada wanita lain yang menunggu pertanggung jawabmu mas." Kataku
" Aku akan tanggung jawab.!"
Spontan aku langsung menatapnya dengan senyum mengejek.
" Kamu jangan serakah mas,sampai matipun aku tidak akan pernah sudi di poligami.!" ucapku dengan tegas
" Disini aku kepala keluarga,jadi aku yang berhak memutuskan,setuju atau tidak kamu tidak berhak melarangku bulan.!" katanya dengan tegas
" Dasar pria serakah Egois kamu mas." Aku berucap setengah teriak saat dia melangkah akan meninggalkanku di dalam kamar
" Maafkan aku bulan,aku tidak bisa kehilangan kamu,tapi aku juga harus menikahi clarissa sebagai wujud rasa tanggung jawabku." Ucapnya lirih dan perlahan melangkah pergi meninggalkan aku.
-----
Sudah beberapa jam aku merenung seorang diri didalam kamar,berfikir keras mencari cara supaya bisa pergi dari sini dan membawa anak anak tanpa sepengetahuan mas damar dan yang lainnya.
Aku juga kepikiran kyla dan saga,apa mereka sudah makan atau belum karena seharian ini aku dikurung didalam kamar,pintunya pun dikunci,bahkan aku dari pagi belum makan,entah mas damar lupa atau dia memang sengaja ingin menghukumku,tapi aku juga enggan untuk menelponnya untuk membukakan pintu kamar dan mengambil makanan didapur.karena rasa lapar dan haus seakan hilang begitu saja,namun aku seharusnya tidak boleh egois dan memikirkan diriku sendiri,setidaknya aku harus memikirkan nyawa yang ada dalam perutku,mesti tadi aku sempat berfikir dan mengancam mas damar akan menggugurkan calon bayi ini,tapi tetap saja naluriku menjadi ibu tidak tega,anak ini tidak salah kenapa dia harus menanggung beban orang tuannya.
Aku menggelengkan kepalaku sambil mengelus perutku yang masih rata,namun sudah dihuni oleh malaikaat kecil itu.
" Maafkan bunda ya sayang,bunda harus membawamu disituasi yang sulit ini,bunda janji akan melindungimu dan membawamu pergi bersama kedua kakakmu dari sini." Ucapku lirih sambil mengelus perutku
KLEK
Pintu kamar pun terbuka,terlihat dua sosok wanita cantik namun beda usia itu tengah berada diambang pintu sambil tersenyum kemenangan itu perlahan melangkah menghampiriku
" Mau apa kalian kesini.?" tanyaku tanpa basa basi pada Clarissa dan tante ratih
__ADS_1
Mereka tersenyum miring menatap kearahku
" Hahaha tentu saja melihat keadaanmu yang sedang hancur ini jendes gatal" Seru tante Ratih
" Aku bukan janda,aku masih istri sah Damar Narendra ,aku ingatkan lagi kalau tante ratih lupa.!" ucapku dengan tegas,aku terpaksa berkata seperti itu karena aku sudah risih dengan kata kata tante ratih yang selalu mencemoohku dan selalu merendahkanku
" Tapi secepatnya akan jadi Mantan istri,iya kan tante." Sahut Clarissa dengan diiringi kekehannya terhadapku
" Hahaha betul sekali Rissa,setelah ini dia akan kembali lagi ke status awalnya yaitu Jendes.J.A.N.D.A. iya kan....." jawab tante ratih sambil tertawa mengejekku
" Iya karena hanya aku yang akan jadi satu satunya Nyonya Damar dirumah ini." Ujar Clarissa dengan bangganya
Aku tersenyum kecut mendengar celotehan dua wanita ular ini,sebisa mungkin aku harus tetap kuat dan tegar menghadapi dua wanita ular ini,aku tidak akan membiarkan mereka berdua menganggapku lemah.
" Kamu yakin mas damar akan menjadikanmu nyonya satu satunya saja dirumah ini?" tanyaku memancing emosinya
" Yakinlah,cepat atau lambat kamu bakal ku tendang dari rumah ini." ucap clarissa dengan tegas
Aku mengangkat sudut bibirku,mungkin dengan cara memanfaatkan Clarissa aku bisa keluar dari rumah ini.
" kalau kamu mau membantuku keluar dari kamar ini,aku akan langsung pergi tanpa kamu harus memikirkan cara susah susah untuk menendangku dari rumah ini." ucapku mulai mempengaruhinya
" Kamu pikir aku bodoh hah,?enak saja." cetusnya
" Maksudmu.?"tanyaku penasaran
" Bulan bulan dasar janda tidak punya otak,kalau membantumu pergi dari sekarang itu sama saja bodoh,damar tidak akan mau menikahiku,kecuali kalau damar sudah menikahiku maka dengan senang hati aku akan menendangmu dari sini." ucapnya dengan senyum licik
Aku menghela nafas,susah juga ternyata meyakinkan wanita ular ini.
" Baiklah kalau begitu apa maumu sekarang.?" tanyaku tanpa basa basi
" Kau cukup merestui pernikahanku besok lusa,dan hadir disana setelah itu aku akan bantu kamu keluar dari rumah ini...." ucapnya sambil tersenyum licik penuh kemenangan bersama tante ratih
Hal itu membuatku dilema,harus merestui pernikahan mereka atau tidak,jika aku merestui pernikahan mereka itu sama saja aku mau dimadu,tapi kalau aku tak mengiyakan permintaannya maka aku akan tetap terkurung disini.
" Kenapa aku harus ikut hadir,bukankah kalian bisa menikah tanpa mendapat restu dariku,karena aku tidak akan sudi dimadu,aku akan segera minta cerai dari mas damar." jawabku
" Karena aku ingin melihatmu menangis menderita bulan melihat pernikahanku dengan damar." Ucapnya dengan tersenyum puas
__ADS_1
_bersambung_
Happy reading