Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Semakin Murka


__ADS_3

Pria paruh baya yang kini sedang berada diatas kursi itu berkali kali menghela nafas kasarnya,Dia beberapa kali membenahi Bingkai kacamata miliknya yang menghiasi wajah tuanya.lalu setelah itu beliau Membuka percakapan kembali setelah kami semua sesaat sama sama diam larut dengan pemikiran kami masing masing.


" Baiklah jika Keputusan yang kamu ambil seperti itu nak bulan,toh saya pun juga tidak bisa terlalu memaksamu,tapi Coba pikir matang matang lagi karena ini menyangkut kebaikan Kita semuanya." Ucapnya lagi yang membuat aku dan bapakku mengerutkan dahiku


" Maksud Anda bagaimana pak haji Qoshim?saya sudah tegaskan jika tidak akan pernah menerima permintaan Anda." Ujarku dengan kesal


" Maksudku sangat simple sekali bulan,aku hanya ingin kamu berpikir ulang kembali,karena hal ini menyangkut tentang harga dirimu dan juga kehormatan keluargamu." tuturnya sambil Menaikan sebelah alisnya disertai Senyum licik terhadapku


" Katakan dengan jelas pak haji Yang terhormat,jangan bertele tele." Ujarku mulai semakin kesal sedangkan ibukku mencolek Lenganku sambil memberi kode gelengan kepala supaya aku tetap sopan pada pria tua ini.


" Aku punya beberapa sedikit bukti,yang akan membuatmu bakal memikir ulang jika kamu menolak penawaranku." Katanya dengan Tegas


Dia pun mengambil satu amplop coklat lagi dari santrinya,lalu menyodorkannya diatas meja,lalu membukannya.lalu mengeluarkan isi dari amplop tersebut.namun betapa terkejutnya aku ketika melihat isi dari amplop coklat tersebut yang tak lain adalah beberapa lembar Fotoku bersama Dokter Damar.


Ternyata mereka menangkap gambar kami kemarin tadi petang ,dan beberapa foto kedekatan kami di dapur tempatku bekerja,serta salah satunya saat Dokter Damar kemarin dengan posisi dekat memegang dan menarik tanganku didalam mobil,serta saat kami saling bersitatap satu sama lain.


" Apa maksudnya Haji Qoshim!" Desisku dengan Emosi yang siap meletup


" Sangat menarik bukan?kalian tampak mesra sekali." Ucapnya disertai senyum Smirknya mengintimidasiku


" Dari mana anda mendapatkan ini semua pak?" tanyaku dengan tegas


"Hal ini bukan yang sulit buatku nak bulan,kamu tidak perlu tau saya mendapatkan ini semua,tapi kamu cukup memikirkan ulang,bagaimana berita ini jika tersebar dan menjadi berita hangat,sungguh sangat tidak bagus bukan?" tanyanya dengan Tertawa pelan tanpa dosa


Sungguh benar benar keterlaluan pria tua ini,barj saja dia meminta maaf padaku dan juga kedua orang tuaku,sekarang dia sudah berubah seperti serigala buas yang mulai memunculkan taringnya untuk menerkam mangsanya kembali,benar benar tidak layak di sebut pemimpin yang akan haus dengan kekuasaan yang dimilikinya.


" Ini semuanya fitnah Haji Qoshim,jangan membuat berita miring,saya tegaskan bahwa saya tidak mempunyai hubungan apa dengan dokter Damar,bagaimana bisa anda menjadika Foto yang tidak sesuai dengan kenyataannya menjadikan alat untuk memfitnah saya.!" Kataku sambil menatap tajam padanya


Aku yakin siapa saja orang yang melihat foto itu akan berpikiran yang tidak tidak,meski Foto tersebut memang diriku,tapi kenyataannya kan tak seperti itu,apalagi sampai menimbulkan fitnah keluargaku,aku memikirkan perasaan bapak dan ibuku yang terlihat shock saat ini.


" Oh ya benarkah seperti itu.?" tuturnya sambil menyeruput Teh yang tadi disediakan oleh ibukku


" Maksud anda dan keinginan anda adalah orang yang melihat foto ini berpendapat jika saya telah melakukan perselingkuhan dengan Dokter Damar,begitu maksud anda.?" tuturku


" tepat sekali,saya tau jika kedekatan kalian itu sudah cukup lama bukan?bahkan sebelum kamu bercerai dengan Adrian,saya jadi berfikir apa karena dokter tampan ini yang sudah membuatmu jatuh cinta lagi sehingga meminta cerai dengan suamimu?" tuturnya disertai dengan senyum mengejeknya.

__ADS_1


" Astlagfirullah tuduhan anda sangat kejam Haji Qoshim.!" Aku geram sekali dengan Mulut seenaknya pak tua ini


Seketika itu pula amarahku langsung membuncah,dadaku serasa ingin meletup letup mendengar ucapannya yang penuh penekanan itu,aku pun langsung berdiri dan menyambar Cek sekaligus kertas gambar foto diriku dan dokter damar lalu ku robek menjadi beberapa bagian,dan melemparkannya ke udara.


" Begini cara anda menekanku?setelah gagal menggunakan cara halus membeli harga diriku,anda menggunakan cara lain dan membuat Semacam fitnah keji seperti ini." Tudingku tak terima


Dia pun mengangguk dengan wajah datar sambil diiring tawa kecil lalu berkata." Dengarkan saya bulan,sebenarnya saya pun tidak ingin melakukan cara seperti jika kamu mau menerima niat baik saya."


" saya benar benar tidak menyangka dengan sikap anda yang sama sekali tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin yang Alim Pak haji Qoshim yang terhormat."Ucapku dengan penuh penekanan


" Kau tidak perlu membawa Profesi dan lebelku kedalam masalah ini nak bulan,yang perlu kamu lakukan hanya menerima permintaanku,kau harus sadar diri jika posisimu sekarang terjepit dan sangat tidak menguntungkan bukan?" tuturnya dengan Tidak tau diri


" Anda tidak punya Hak menekan dan mengancam Anak Saya Pak Qoshim!" Cetus Bapakku yang sudah mulai Geram


" Ini bukti sudah kongkrit didepan mata pak mahfud,bagaimana anda bisa mengelak dan membela putri anda jika ini memang kenyataan terjadi." Tandasnya disertai senyum penuh kemenangan


" Jaga bicara Anda,karena saya lebih mengenal anak saya dengan baik,saya yakin anak saya tidak akan berbuat macam macam seperti itu.!" Tegas bapak dengan Suara bergetar


" Meskipun anda bilang mengenal baik anak anda,tapi tidak menutup kemungkinan merubah kelakuan seseorang,apalagi dibelakang anda bukan?" Pria tua itu semakin merongrong kami


" Cukup Pak haji yang terhormat!,saya heran tak habis pikir dengan kelakuan Anda,yang sama sekali tak mencerminkan seorang pemimpin sekaligus Guru dipesantren anda,anda orang yang pandai dalam menyangkut soal agama,tapi anda seperti orang yang tak mengerti aturan Agama,anda seperti pemuka agama yang tidak punya basic agama,yang hanya adalam pemimpi yang haus akan kekuasaan dan pemimpin yang sibuk dengan pencitraan diri anda sendiri.!" tudingku berapi api yang langsung membuat pria tua tersebut ikut tersulut emosi


" Jangan sembarangan bicara kamu!" Hardiknya dengan berteriak marah padaku


" Berani sekali andal berteriak dirumahku,jika kamu datang kemari hanya untuk sekadar meminta maaf palsu lalu mengintimidasi anakku,lebih baik silahkan kau pergi dari sini.!" Usir bapakku dengan emosi yang tak kalah terpancingnya


" Baiklah kami akan pergi,tapi pikir ulang lagi kemungkinan yang terjadi setelah ini." Ucap Haji Qoshim sambil memberi isyarat pada kedua santrinya untuk keluar dari rumahku


" Jangan pernah datang kembali ke rumahku dan mengusik anakku." bentak bapak


" Semua orang ingin melihat anaknya bahagia dan tidak terusik,maka dari itu saya sedang mengusahakan itu.l" Cetusnyaa


" Memalukan anda Memalukan sekali bahkan didepan para santri anda." Geram bapak sambil terus menekan dadanya yang mulai terasa sakit.


" Mereka orang orang kepercayaanku kenapa saya mesti malu." Ucapnya terus memancing bapakku

__ADS_1


" Dasar tidak waras kamu Qoshim,berani sekali kau berbuat seperti ini pada anakku,setelah kau berhasil menghancurkan rumah tangga anakku,


kini dengan seenaknya kau datang kerumahku dan menyuruh anakku kembali rujuk pada menantumu,saya tidak akan pernah membiarkan itu kembali,rawat sendiri saja menantu cacatmu itu.!" Ketus bapak


" bapak sudah pak sudah ayo kita masuk kedalam ,biarkan mereka pergi dari rumah kita." Ajak ibu sambil menuntun bapakku berdiri dan mengajaknya masuk kedalam kamar


" Lebih baik anda pergi dari rumah saya Pak hani yang terhormat." Usirku


" Kau pikir saya betah lama lama berada disini." tutur pria tua laknat itu


" Aqlan tolong bawa pimpinanmu keluar dari rumahku,sebelum aku bertindak diluar kesadaranku." Ujarku pada pemuda yang sedari tadi menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan


" Baik mbak,sekali lagi kami minta maaf." Katanya mulai beranjak mendorong kursi roda pria tua itu keluar


Aku hanya menghela nafas kasarku setelah kepergian mereka,aku pun segera menutup pintu rumahku dan menguncinya rapat rapat ,lalu aku menghampiri bapak dan ibu yang tengah berada didalam kamarnya yang pintunya tidak ditutup karena ibu baru saja mengambilkan bapak segelas air putih untuk diminumnya.


" bapak tenang ya pak." Ujarku duduk bersebelah dengan ibu didepan bapak


" bagaimana bapak bisa tenang bulan." kata bapak dengan kondisi sudah agak rileks


" Owalah pak pak,kenapa bapak mesti kepancing sih pak.nanti bapak bisa sakit lagi."keluh ibu sambil memijit kaki bapak


"bagaimana bapak ndak kepancing emosi bu,melihat anak kita dihina seperti itu,bapak gak terima bu." ujar bapak


"Sabar pak sabar." kata ibu sambil mengelus dada bapak supaya emosinya teredam


" Bapak doakan semoga Dia dan juga anak anaknya hidup susah,mereka pantas mendapatkan balasan yang setimpal." Dan Ucap sumpah serapah dari bapakku pun keluar begitu saja.


Aku dan ibu hanya bisa mengelus dada dan saling memeluk bapak bersamaan.


_bersambung_


Happy Reading.


jangan lupa tinggalkan jejaknya ya Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2