Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Adrian Vs Damar


__ADS_3

Aku dan Mas Damar Sempat terkejut melihat sikap Anehnya yang terlihat sedikit Absurd,Dia tiba tiba datang dan berteriak dikantin,membuat beberapa pasang mata mengalihkan pandangannya kearah kami.sedangkan Aku dan Mas Damar pun saling melempar pandangan satu sama lain.


" Mas Adrian,apa apaan sih kamu." Aku membalas tatapan matanya yang membeliak kepadaku.


" Kamu yang Apa Apaan bulan.!" sentaknya sambil menatap tajam kearahku.


" Mas,apa sih maksud kamu.?" Aku sedikit bingung dengan Ucapanya


" Jadi Gini kelakuan kamu,kamu pergi dari rumah dan disini kamu malah duduk enak enakan sama pria lain." Sungutnya


" Ya Allah mas,mas itu sadar nggak sih apa yang barusan mas katakan,ini itu Rumah sakit mas, ya kira kira aku mau nongkrong nongkrong saja dirumah sakit ini." Balasku dengan kesal


" Ya mana aku tau kegiatanmu disini,mungkin saja kau memang sengaja kan bertemu dengan pria ini yang entah siapa ini." Ucapnya sambil menuding nuding kearah Mas Damar


Dokter Damar pun Berdiri dari tempat duduknya,lalu menghampiri mas Adrian Dengan langkah santai namun tegas Dia menatap mas Adrian Tajam,sedangkan mas Adrian tak kalah sengit menatap Mas Damar.mereka saling bertatapan penuh tajam seperti musuh bebuyutan.


" Anda kah Orangnya yang membuat mbak bulan,wajahnya lebam dan luka luka." Tanya dokter Damar yang semakin maju kearah Mas Adrian dengan Tegas,sedang Mas Adrian pun sudah mulai pasang badan untuk melawan.


" Peduli Apa Kau Tentang ISTRIKU!!!!." mas Adrian menyentak Dokter Damar untuk menggertaknya


" Istri katamu?lalu kau sendiri peduli Apa tentang istrimu?apa yang kau peduli tentangnya,dan Apa kau tau juga apa yang sudah terjadi padanya saat ini.?" Balas Dokter Damar sambil menatap Penuh ejekan pada Mas Adrian


Mas Damar dan Mas Adrian saling mendekat hingga Dada bidang mereka Saling menubruk.


" Oh jadi sekarang kau ingin mengatakan,jika kau lebih mengenal Istri saya.?"


" Sebentar ini semua salah paham." Ujarku sambil merangsek melerai Mereka berdua dan berdiri ditengah tengah mereka berdua.


" Nggak Usah Banyak Alasan kamu!,kemana aja kamu berhari hari.?" bentaknya yang sukses menarik pengunjung kantin dan membuatku malu setengah mati


"Kamu nggak usah pura pura mas,kemarin kan kamu jemput Anak anak di rumah Bu wati,rumahnya juga berhadapan dengan Rumah bapak,nggak mungkin kalau bu wati nggak kasih tau kamu kalau bapak sakit." Ucapku tak terima


" Alah jangan banyak Alasan kamu.!" tuduhnya sambil mengibaskan tangannya ke udara


" Kamu yang udah buta mas,kamu sudah kehilangan Rasa empati pada Orang lain."


" Jangan banyak Alasan,ngaku Aja kamu,aku sudah lihat dengan mata kepalaku sendiri,jika kau disini sedang ingin berduaan dengan Pria ini kan.!"


Bentaknya,dis tetap kukuh pada tuduhannya.


Bugh


Gubrakkk


Tiba tiba sebuah Bogeman mentah dari dokter Damar mendarat di wajah Mas Adrian,hingga dia terjungkal kebelakang.menabrak Meja dan Tersungkur diantara beberapa kursi.sontak membuat suasans dikantin menjadi Ricuh


karena keributan ini.

__ADS_1


" Argggh B*ngsadt.!" Mas Adrian menggeram,lalu segera bangkit menarik kerah baju dokter Damar dan bersiap siap akan melayangkan pukulannya.tapi dengan Sigap Dokter Damar pun langsung menangkap lengannya lalu memelintirnya kebelakang,sambil menyentak hingga dia kembali tersungkur kembali.


" Mulut Anda seperti Orang yang tidak pernah mengenyam bangku pendidikan.!" Sentak Dokter Damar." Anda Menuduh Istri Anda lalu berteriak didepan banyak orang ,anda ingin bilang kalau anda punya Adab saat ini.!Anda benar benar sudah sangat kelewatan." Mas Damar terlihat begitu Marah,wajahnya pun sudah berubah merah padam penuh Amarah menatap sengit ke arah mas Adrian.


" Anda Lupa jika Anda sudah menelantarkannya,memukulnya.dan sekarang mertua Anda sakit,anda malah bikin keributan disini,dimana akal Anda." tutur Mas Damar penuh berapi api." Sebagai seorang Laki laki saya sangat malu dengan kelakuan Anda.!" Sambungnya lagi sambil membenahi kemejanya setelah itu dia melirik kearahku sekilas dan langsung pergi berlalu meninggalkan tempat ini.


" Bulan,oalah nduk nduk." tiba tiba ibu datang dengan langkah tergopoh gopoh dan terlihat wajahnya panik.


" Ada Apa bu.?" tanyaku yang tak kalah ikut panik.


" Anu bulan,bapakmu bapak." ucap ibu terbata bata membuatku jadi ikut panik.


" Ibu tenang bu,katakan bapak kenapa.?"


" Dokter Damar kemana nduk?bapakmu tiba tiba keadaanya memburuk."


" Ya sudah bu ayo kita lihat." Aku pun langsung menarik lengan ibu,sambil menggandeng tangan Kyla,sedangkan Saga langsung ku gendong.


Semantara Mas Adrian terlihat gugup dan salah tingkah ketika Tatapannya bertemu dengan ibu.


" Bu,Apa Adrian boleh ikut buat lihat bapak.?" Tanya Mas Adrian Ragu ragu


Ibu Hanya menatapnya sekilae tanpa menjawab pertanyaan Mas Adrian,beliau langsung menyusulku untuk segera lekas ke ruangan bapak.


Kami pun terus berjalanan menyusuri koridor Rumah sakit,hingga saat akhirnya tiba di ruangan bapak.terlihat Dokter Damar disana tengah memberi penanganan cepat Pada bapak.memeriksa denyut jantung serta tekanan darah.dan membenahi selang selang yang tertancap di tubuh bapak.dibantu beberapa perawat untuk membantunya.


Sedangkan pria yang kini masih berstatus menjadi suamiku,hanya berdiam diri diambang pintu


terlihat Ragu dan tak dapat berkata apa apa.


" Bapak..bapak bisa dengar saya,mohon tarik nafas pelan pelan lalu hembuskan,jangan panik perlahan lahan saja pak." Dokter Damar mengintupsi bapak untuk memberi Arahan Aba Aba pada bapak.


Selang beberapa menit,keadaan bapak akhirnya kembali stabil.nafasnya tidak tersengal sengal seperti tadi.Dokter Damar pun memberikan Suntikan Agar bapak bisa tenang dan beristirahat kembali.


" Ibu,ibu jangan Panik ya,nanti kalau bapak kambuh lagi panggil saja saya diruangan." Ujar Dokter Damar setelah selesai memeriksa bapak dan menghampiri kami


" Terimakasih dokter,anda sudah sangat sering membantu kami." jawab ibu


" Itu sudah tugas dan kewajiban saya bu."


Dokterpun melirik kearahku." Dok terimakasih sudah selalu ada membantu kami disaat panik,anda sungguh dokter yang berdedikasi,maaf atas kejadian tadi dok." Ujarku tulus sambil terbata bata dan beberapa kali menyerka Air mataku,sungguh sebenarnya aku sangat malu pada beliau tentang kejadian barusan di kantin


" Sudahlah mbak bulan,mbak bulan jangan


menangis lagi,kita doakan saja,supaya bapak mbak bulan cepat pulih dan lekas sembuh." Ujarnya Lembut." kalau begitu saya permisi dulu ya." Pamitnya


Saat Dokter Damar membalikan badan dan segera keluar dari ruangan bapak.ia berpapasan dengan mas Adrian diambang pintu,terlihat Mas Adrian hanya diam saja dan salah tingkah.

__ADS_1


" Maaf." Gumam mas Adrian pada Dokter Damar,sedang dokter Damar terlihat hanya menggelengkan kepalanya.mungkin dia tak habis pikir dengan Mas Adrian,setelah itu dokter Damar pun benar benar pergi


" Bu ,Adrian minta Maaf bu." ucapnya lirih sambil menghampiri ibu,sedangkan Aku duduk disebelah pembaringan bapak bersama kedua anakku.


Ibu menatap Mas Adrian dengan tatapan tidak suka." Adrian,selama ini ibu tidak pernah ikut campur rumah tangga kalian,tapi Kali ini ibu benar benar sangat terkejut dengan tindakanmu kali ini." Ucap ibu dengan suara dinginnya


" Ma maafkan Adrian bu,tadi Adrian benar benar kepancing Emosi karens melihat bulan sedang makan siang bersama pria itu." Jawab mas Adrian sambil menundukan kepalanya


" Kamu yang terlebih dulu menyakiti Hati anak ibu,kamu bberpoligami tanpa izinnya,kamu memukulnya dan kini kamu malah menuduhnya selingkuh,Mudah sekali Yan kamu mengucap kata maaf pada ibu." Cetus ibu


" Adrian tidak bermaksu begitu bu." Elaknya


" Ibu benar benar tidak Ridho melihat Anak ibu disakitin terus menerus,karena ibu juga yakin kalau Anak ibu bisa menjaga kehormatannya." jawab ibu dengan tegas


" Maafkan Adrian bu."


" Ibu kecewa sama kamu Adrian,kamu sudah sangat keterlaluan." Ibu membuang muka." Ibu juga dengar kau telah merampas Hak haknya,kalau memang begitu tidak masalah,sekalian Total kerugianmu semuanya ketika masih menghidupinya,insyallah ibu akan membayar semuanya.!"


Mas Adrian mengangkat wajah dan menggeleng cepat." ti tidak bu jangan begitu."


" Terserah kau saja,yang Jelas Ibu sudah tidak setuju bulan kembali bersamamu lagi." ucap ibu dengan tegas lalu menggandeng kedua cucunya untuk berlalu meninggalkan kami berdua.


tak lama setelah itu aku mengajak mas Adrian untuk duduk di sofa yang agak sedikit menjauh dari pembaringan bapak.lama kami saling diam dan berpandangan satu sama lain,sebelum Akhirnya Mas Adrian Angkat bicara.


" Hati mas benar benar sakit,melihatmu duduk saling berhadapan dengan dokter itu,kamu terlihat tersenyum bahagia padanya,apalagi ketika melihatnya memegang tanganmu,dadaku terasa sakit dan sesak,panas sekali aku melihat itu bulan." Ucapnya lirih


" Oh ya mas.?" Balasku tanpa menatap wajahnya


Dia pun menghampiriku lalu meraih jemariku pelan,dia lantas memegang daguku dan mengangkat wajahku supaya pandangan kami bertemu." Aku nggak suka melihat istriku sedang berduaan dengan pria lain,aku nggak suka,aku sakit melihatnya aku cemburu." Tegasnya


" Lalu bagaimana denganku mas,Apa mas pikir Aku tidak merasakan itu ketika kamu sedang bersama Zahra, lebih terlihat memamerkan kemesraan mas dan terlihat bahagia,lebih lebih saat mas membelanya.." Aku menghela nafas kasar,sedang suamiku masih menatapku dengan wajah sendunya.


" Bulan Aku,------"


" Beri aku waktu mas,aku butuh waktu untuk menenangkan diri." Ucapku


" Bulan Ku mohon,A aku,-----"


" Pergilah dari sini mas,bapak sedang istirahat,aku tidak ingin mengganggu beliau." pintaku agar dia segera pergi meninggalkan Ruangan ini.


Melihat hal itu,mau tidak mau Mas Adrian Harus terpaksa Pergi meninggalkan Ruangan bapak dengan langkah Gontai.aku tau pasti dia merasakan sakit hati dan terluka,tapi biarlah sesekali dia merasakan Rasa itu,perasaan yang amat sakit jika diabaikan


" Maafkan Aku mas."


_Bersambung_


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2