
Kg
ulihat Zahra sedang menikmati makanannhya didapur.lalu dia bergegas menyiapkan makan Untuk kedua putra dan putriku.lalu melihat kedatanganku,terlihat gesturnya tidak nyaman dan menjadi salah tingkah.lalu menarik diri dari meja makan.
" Tunggu Zahra,aku mau bertanya,kapan kamu akan segera pindah dari rumah ini.?" tanyaku saat tiba didepannya.
" Aku be belum tau mbak,masih tunggu Mas Adrian." Jawabnya dengan Terbata bata.
" kamu pasti tau kan,kalau suamiku meminjam padaku hanya untuk membelikanmu Rumah.?apa menurutmu kalau jadi aku,?apa kau akan meminjamkannya.?" Tanyaku penuh Nada menyindir
Dia terlihat berpikir sejenak sebelum Akhirnya membuka suara."Entahlah mbak aku juga Bingung." Jawabnya
Aku hanya menggelengkan kepala dan bersidekap dada dan bersender dimeja makan dan menatapnya penuh intimidasi.
" Kau sendiri tidak pakai uangmu sendiri,bukankah kau Anak dari Orang kaya.?" cetusku." Aku heran sekali sama kalian berdua yang tidak punya sedikitpun rasa tau malu,aku baru saja lho menemui Manusis seperti kalian yang sepertinya punya muka tebal." Ujarka dengan ketus entah kenapa aku tidak bisa menahan emosi Jika bicara dengan Wanita ini
" Maaf mbak,Hentikan semua Hardikan mbak terhadap saya,tapi Uangku memang sudah habis untuk membeli perlengkapan kebutuhan saya." Dia menundukan kepalanya
" Membeli Kebutuhan kosmetik dan satu set Lingerie plus BH dan CDnya yang Harganya hampir Dua juta kan,iya kan.?"
" Hmmm i iya mbak." Jawabnya dengan Lirih.
Aku tersenyum sinis padanya." lalu Uang Maharmu kemarin berapa dari Mas Adrian.?" pancingku
" Nggak Banyak Kok mbak."
" Berapa.?"
" 38 Juta Mbak." jawabnya yang sukses membuatku membulatkan kedua mataku.
Apa?banyak sekali?bahkan biaya pernikahanku dulu yang sederhana Hanya mengeluarkan Budget 9 juta saja.itupun Hanya ijabQabul dan hanya mengundang para tetangga saja untuk memberi Doa,sedang Uang Mahar dari Mas Adrian Hanya seperangkat alat Sholat dan Uang tunai 300 ribu saja.
mungkin benar kata orang,jika sekarang jamanya susah mencari wanita yang hanya mau mahar uang tunai sedikit dan Seperangkat Alat Sholat saja.
" 38 Juta itu Apa sudah semuanya.?" tanyaku
" Tidak mbak.itu hanya mahar untukku saja,biaya acara dan Resepsi itu lain lagi mbak." Jawabnya Lirih.kejujurannya sangat menyakitkan hatiku saat ini.
" Apa Ayahmu juga ikut membayar semuanya.?"
__ADS_1
" Tidak mbak,semua pakai uangnya mas Adrian."
" Berapa memangnya.?"
" Kurang lebih Hampir Seratus juta mbak."
Subhanallah jadi Gaji dan Tabungan miliknya selama ini sudah habis terkuras untuk biaya pernikahannya dengan seorang wanita yang bahkan tidak becus Mencuci piring dan memasak ini.
Lalu ku Ambil kursi yang Berhadapan Didepannya,lalu Aku duduk didepannya.
" Begini Ya Zahra,aku ingin berbicara sama kamu dari Hati ke hati,sekarang aku tanya sama kamu,umurmu sekarang berapa.?"
" Dua puluh satu tahun mbak." jawabnya
" Ya Aku rasa kau sudah bukan Anak kecil lagi,dan sekarang Aku mau tanya sama kamu sebagai seorang wanita." ujarku
" Ya Mbak."
" Coba kau bayangkan jika pernikahanmu yang baik baik saja dan bahagia,tiba tiba diusik wanita lain dan menghancurkan pernikahannya dengan Cara merebut suaminya,dan menjadi Duri rumah tangganya,bagaimana perasaanmu.?" Tuturku lugas dan Tegas
Dia tak menjawab pertanyaanku,sambil terua menundukan kepalanya sambil memainkan sendok makanya diatas piring.
" Bayangkan kau harus berbagi tempat tinggal bahkan menyaksikan suamimu berbagi Cinta dan waktu juga perhatiannya.?"
jawabnya dengan lirih sambil terus menundukan Kepalanya.
" Jangan Munafik kamu Zahra.!" Seruku." Aku minta Segera juga kau tinggalkan tempat ini." Semburku penuh dengan Penekanan.
" Nggak bisa mbak,Rumah ini kan Rumah Mas Adrian jadi Semua berhak tinggal disini." Ujarnya membantah membuat Emosiku semakin ingin meledak.
" Asal kau tau Zahra,didalam Rumah ini ada beberapa tetes keringat dari Hasil jerih payahku,aku Sering berhemat dan Pulang kerja dalam keadaaan mengandung Saga dalam Keadaan Berjalan kaki dari tempat kerjaku." Ujarku menggebu gebu
"kami bertiga bahkan Rela memakan dengan Lauk krupuk saja ,demi mengumpulkan uang untuk membeli Material rumah ini dan membangun rumah ini kau tau itu?dan sekarang kamu dengan seenaknya ingin ikut menimbrung menikmatinya hah.?" semburku dengan nada suaraku yang sudah mulai meninggi.
Sedangkan dia semakin menunduk dan meremas ujung bajunya karena ketakutan.
" Kupikir kau mempunyai Hati yang Luas untuk berbagi kebahagiaan mbak." Jawabnya dengan wajah takut takutnya.
" Sebenarnya aku sudah sangat lelah meladenimu,marah marah dan mencari masalah denganmu,tapi itu semua kamu yang memulainya,jika saja dari awal terbuka mungkin saja aku bisa Ikhlas jika ada seorang mencuri dariku." Ujarku penuh Nada Sarkasme
__ADS_1
Dia langsung mengangkat wajahnya dan menatapku nanar." Aku bukan pencuri mbak."
" Kau ini anak seorang Haji dan tau agama,seharusnya kau punya Adab.harusnya kau berfikir dan menimbang perasaan istrinya sebelum kau merebutnya." Aku semakin meradang
" Itu bukan aku yang salah." Jeritnya dengan suara bergetar
" Terus salah siapa hah?lantas siapa yang salah,siapa yang mau dinikahi lalu ditiduri.?" Aku semakin menyudutkannya
" Kamu kasar sekali sih mbak."Ucapnya tak terima sambil mendelik kearahku
" YA KARENA KAMU PELAKOR "
BRAK
Aku berkata sengit sambil menggebrak meja didepannya.
" Aku bukan Pelakor!." Teriaknya
" Lantas Apa namanya?Perawan suci yang sudah ngebet Kawin sehingga merampas Suami Orang.!" Sentakku
" Cukupp.!" Teriaknya
" Baik Sekarang Silahkan Pergi Dari Rumah ini." Ujarku sambil menunjuk pintu kearah pintu luar Rumah.
" Arrrrrrrrgggggggggg........."
Dia menjerit Frustasi karena kalah adu argumen denganku,Disaat yang sama aku tidak ingin melawatkan momen ini,untuk melampiaskan sakit Hatiku,mumpung Mas Adrian sedang dikantor,sedangkan kedua Anakku ku titipkan di Rumah Mba ima tetangga sebelah dan bermain dengan teman sebayanya.
Ku hampiri si Zahra,lalu ku tarik Gamis dan Kuseret keluar dari dapur.dia pun tak kalah melawanku,dan berusaha mencakar wajahku.dan menjambak rambutku,hingga jilbab kami sudah sama sama terlepas.aku pun tak tinggal diam kubalas juga dan menjambaknya dengan kasar Hingga Rambutnya banyak tercabut dari Akarnya dan tertinggal ditelapak tanganku.
Satu tanganku mencengkram rambutnya,dan satu tanganku lagi menghujani Wajah wanita Tamparan keras dan bogeman mentah,sungguh Tiba tiba kekuatannku muncul begitu saja Hahaha.
Dia pun menjerit kesakitan,dan berusaha menendangku,sedangkan Aku terus beraksi meninju wajahnya,memelintir pangkal telingannya,yang bisa kujangkau.sungguh aku menjadi beringas saat ini.
Ketika kami Asyik Bergelut dan saling jambak menjambak dan adu jotos ala emak emak kekinian,tiba tiba ku tangkap Sosok Mas Adrian Berlari tergopoh gopoh dari Luar dan menghampiri kami.
kami pun langsung terperangah dan saling melepas diri ketika mas Adrian menatap kami dengan Nanar dan Sorot mata tajam dan berkilat Penuh kemarahan Memandang kami bergantian.
" HENTIKAN! WANITA MACAM APA KALIAN INI.!"
__ADS_1
_Bersambung_
Happy Reading