
Terdengar Suara ponselku berdering,membuatku kembali membuka mataku.lalu aku segera mengangkat telpon itu.karena semalam aku pulang sebentar melihat Kedua anakku,lalu kembali kerumah sakit dan menginao menjaga bapak bersama ibu.sedangkan Kyla dan saga masih ku titipkan sama bu wati tetangga sebelah yang kebetulan punya cucu sebaya anakku.
Ku lirik ponsel dan tertera nama Bu Wati yang menelponku .
" Iya Halo bu ada Apa.?" Sapaku
" Aduh nduk,bibik harus bagaimana ini." Terdengar suaranya bergetar seperti orang khawatir
" Anu nduk itu tadi pagi Ayahnya Kyla dan saga datang ke rumah,dab membawa Kedua anakmu,bibi tadi sudah berusaha menahan,namun Ayahnya bersikeras mau membawa,katanya cuma mau diajak jajan sebentar ke Indomart ,tapi kok sampai sekarang belum balik juga ya."
Deg
Seketika itu pula aliran darahku seakan disuruh berhenti mendadak.emosiku kembali,lalu segera ku raih kunci mobil dan bergegas meninggalkan Ruangan bapak.
" Mau kemana nduk.?" tanya ibu
" I itu mau lihat Anak anak sebentar bu."
" Apa sedang terjadi sesuatu nduk.?"
" Tidak kok bu,cuma mau lihat anak anak sebentar saja,sekalian mau mandi di rumah." ujarku sedikit berbohong tak ingin membuat ibu khawatir.
" Hati hati ya nduk." Ucap ibu
"Iya bu,Bulan pamit pulang dulu, *Assalamualaikum."
" walaikumsalam* "
Segera ku susuri Lorong Rumah sakit dengan langkah kaki lebarku penuh dengan Rasa panik dan takut.
" Mas Adrian,beraninya dia membawa putra putriku pergi,awas saja akan ku buat dia menyesali perbuatannya." Gumam dalam Batin sambil terus mengutuk suamiku
setelah aku sampai diparkiran,aku pun langsung masuk kedalam mobilku.hatiku masih ketar ketir hingga jemariku bergetar karena diliputi Rasa cemas.
__ADS_1
Kunci yang kucoba untuk memasukan untuk menghidupkan mobilpun sempat terjatuh,tapi Aku segera meraihnya kembali.aku benar benar khawatir jika mereka membawa kedua anakku pergi jauh dan aku tidak bisa menjangkaunnya kembali.
setelah mesin berhasil ku nyalakan,langsung ku tancapkan Gas mobilku meninggalkan Rumah sakit.
Sepanjang perjalanan Aku tak mampu membendung Air mataku,saat ini Aku benar benar takut jika Aku dipisahkan oleh kedua anakku.
setelah lima belas menit berkendara lalu sampailah aku didepan Rumah Bu wati yang sudah menungguku didepan teras rumahnya dengan Raut wajah cemas.
" Aduh nduk,maafkan bibi." Keluhnya saat menghampiriku dan membuka pintu pagar rumahnya
" Mana Kyla dan Saga bu.?" tanyaku yang juga ikutan panik.
" Gak tau nduk bibi juga bingung,tadi katanya mau diajak jajan sebentar,kok sudah satu jam belum diantar pulang nduk." Jawab Bu wati.
" Ya sudah kalau gitu bu,saya coba cari dulu mereka ."
" iya nduk hati hati." Ujarnya yang tak kalah panik
Aku pun langsung bergegas menaiki mobilku,sambil menancapkan kembali Gas mobilku membelah jalannan.ku coba menghubungi Nomor ponsel mas Adrian satu kali dua kali terhubung namun sama sekali tidak diangkat.hal itu membuatku semakin panik dan meradang.
" Ya Allah izinkan aku untuk bisa bertemu kembali dengan kedua anakku." Batinku dan terus memanjatkan doa
Tak jauh dari mobilku tiba tiba ku tangkap sosok pria yang sangat tak asing bagiku,bahkan postur tubuh tingginya pun hampir sama dengan mas Adrian,terlihat tak jauh dari pria itu pun juga ada seorang wanita yang tengah menggendong anak kecil laki laki,sedang pria itu menggandeng anak perempuan.
Mereka berempat nampak seperti keluarga yang bahagia.
Lalu perlambat Laju mobilku untuk menghampiri mereka,dan ternyata benar saja ternyata pria itu adalah Mas adrian bersama istri mudanya sedang mengajak bermain Kyla dan Saga disebuah tempat bermain.
Dengan Cepat ku tepikan mobilku,bahkan belum sempat kumatikan mesinnya dan berlari cepat kearah mereka,lalu ku tarik tangan putriku dan satunya lagi aku langsung menggendong saga
" Berani sekali kau membawa Kedua Anakku." Tudingkan tepat dihadapan Mas Adrian,yang sontak mengundang perhatian orang orang.
" Apa maksudmu?Mereka Anakku!" sentaknya tak terima
__ADS_1
Aku tertawa jahat mendengar Ucapannya sambil menatap tajam istri mudanya yang sedari tadi memegang dua balon warna pelangi bertuliskan nama kedua anakku.
" Hei Kau Pelakor,sekarang Apalagi modusmu,setelah Puas mencuri suamiku,kini kau mau mencoba mengambil hati kedua Anakku!" Teriaku penuh Amarah
" Astagfirullah mbak,kenapa mbak punya pikiran seperti itu mbak." Suaranya terdengar memelas sambil menggelengkan kepalanya.
" Berani sekali ya kalian membawa Anak anakku tanpa izin dariku.!" Sentakku.sehingga banyak pasang mata yang kini sudah teruju ke kami dan mengerumuni kami
" Aku Ini Ayahnya.!"
" Tapi Aku ibunya,aku yang melahirkan mereka berdua,jadi Aku yang lebih berhak atas mereka!" teriaku
" Hei untuk kalian semua saya mau tanya sama kalian,suami saya ini punya istri muda,lalu dengan seenaknya dia membawa pulang ke rumah kami,saya dijadikan pembantu dirumah sendiri,sampai Akhirnya saya memutuskan pergi karena sudah tidak tahan lagi,lalu menurut kalian gimana?Apa saya juga Harus merelakan Anak saya?"
Orang orang yang berkerumunan pun menatap kami bergantian,dan mulai mencibir dan memandang sinis kearah Mas Adrian dan Juga Zahra,terlihat Mas Adrian sangat menahan malu didepan Orang orang,sedang Istri mudanya cuma bisa diam dan menunduk.
" Hei kalian,mereka berdua itu anak saya."
" Sadar,kau sudah tidak memikirkan Kami." Selakku dan membuat Mas Adrian tak bisa mengelak lagi sedangkan para Orang orang pun meneriaki mereka berdua penuh suara Ejekan
" Huùuuuuuuuuuuuuuuu......." suara para warga menggema dan Mengadu
" Mas sebaiknya kita pergi saja." Ajak Zahra dengan Suara lembut menarik lengan Adian hingga masuk kedalam
" Awas kau bulan,aku pasti Akan datang lagi." ancap mas Adrian dengan nada suara menggancam.
" Huuuuuuuuuùuuuu." Teriakan Warga semakin gencar dan bahkan ada sebagian dari mereka memvideokan Adegan pertikaian kami.
Setelah mereka pergi ku gendeng Putraku sedang putri ku menggengam lengan Erat punyaku
_Bersambung_
maaf Author baru sempet Up karena banyak Kesibukan
__ADS_1
Semoga suka
Happy Reading