
" Terimakasih ya Dok ,anda sudah menyelamatkan bapak saya." kataku pada Dokter yang telah berdiri dihadapanku sambil menyunggingkan senyum tipis kepadaku.
" Tidak masalah mbak bulan,mbak bulan jangan terlalu sungkan karena itu memang sudah kewajiban saya,oh ya mbak bisa ikut keruangan saya.?" Ujarnya
" Baik dok." Jawabku sambil mengikuti langkahnya keluar dari ruangan bapak dan masuk kedalam Ruanganya.
" Silahkan duduk dulu mbak bulan." pintanya mempersilahkan aku duduk.
" Terimakasih dok,em soal tadi dimushola maaf ya saya tidak tau kalau ternyata anda seorang dokter." Ucapku dengan wajah Sungkan
Dokter Damar pun Tersenyum hangat padaku." Ah iya mbak bulan tidak masalah." jawabnya
" Ini saya tuliskan Resep obat untuk bapak ya mbak bulan,mohon nanti Ditebus di apotik." Ujarnya sambil menyodorkan secarik kertas ditangannya.
Aku pun menerimanya,lalu memperhatikan daftar catatan yang kulihat di kertas kecilku membuatku sedikit Agak Ragu.
" Dok.?"
" iya mbak bulan."
" Apakah bapak saya akan baik baik saja dan bisa sembuh dok.?" tanyaku ragu ragu
" Insyallah mbak bulan,kita Rawat sambil terus berdoa untuk kesembuhan bapak mbak bulan ya."
jawabnya sangat lembut diiringi ulasan senyum khas miliknya
" Apakah bapak saya akan di oprasi dok.?"
" Nanti saya lihat dulu kondisi setelah observasi dan pengecekan bapak anda mbak bulan,jika terpaksa dan tidak ada jalan maka jalan satu satunya yang Harus kita lakukan dengan Jalan Oprasi." tuturnya
" Lalu berapa ya dok kira kira biayanya.?" tanyaku dengan jantung berdebar debar.
" Estimasi biayanya kurang lebih sekitar 80sampai 160 juta mbak bulan.tapi tergantung juga keadaan bapak mbak bulan." ujarnya
" Ya Allah banyak sekali." Kataku dan Aku sudah tidak bisa membendung lagi Air mataku.
Dokter Damar menatapku dengan Prihatin,lalu menyodorkan Tissu kearahku.
" Hapus dulu Air matanya mbak." Ujarnya
Lalu ku terima tissu itu dan Aku pun segera menyerka Air mataku." Terimakasih dok.?"
" Kenapa mbak?mbak baik baik saja?"
" Entahlah dok perasaan saya saat ini kacau dan sangat khawatir soal bapak,apalagi dalam kondisi saya saat ini,saya takut Saya tidak sanggup dengan biaya oprasi bapak,saya Hanya berharap semoga ada keajaiban buat bapak saya dok." jawabku blak blakan.
__ADS_1
" Semoga saja ya mbak,mbak saat ini tenangkan diri mbak dulu,insyallah nanti pasti ada solusinya.sebaiknya mbak juga harua jaga kesehatan mbak,emm apa lukanya perlu di obato.?" tanyanya dan langsung membuatku terkesiap,lalu dia pun bangun dari kursinya dan mengambil sesuatu
" aduh e enggak perlu dok,ini hanya luka biasa saja." Jawabku gugup dan tak enak.
Dokter Damar hanya tersenyum tipis sambil meraih Alat dimeja kecil yang terletak tak jauh dari belakangnya.
Diapun berdiri dihadapanku yang tengah masih duduk dikursi,perlahan dia menggunakan sarung tangan lalu menuangkan cairan Alkohol dan cairan Antibiotik ke kapas yang dipegangnya,lalu mulai menyeka bagian pelipis dan sudut mataku yang lebam karena mendapat tamparan keras dari mas adrian.juga menyeka bagian sudut bibirku yang terluka
" Sakit.?"
" Aduh." aku meringis karena cairan itu yang terasa Sedikit perih itu.
" Maaf maaf." ujarnya sambil menatap lekat lekat manik mataku dengan lembut,sehingga membuat jantungku berdesir Begitu hebat
" Sudah selesai." Tuturnya sambil membereskan kapas dan sarung tangannya.
" Terimakasih dok sudah mengobati luka saya,anda baik sekali." Ucapku
Dia tertawa kecil sambil kedua matanya menyipit dan mengulas senyum manisnya.
" Mbak bulan bisa panggil saya Damar saja jika kita sedang berdua." Pintanya
" Baik Mas Damar." ehh mas seriusan nih duh kok jadi gimana gitu ya. " Aku membatin
Dia tersenyum seakan mengerti Apa yang sedang ku pikirkan ,lalu aku pun segera mengalihkan Kearah lain.
" Kalau mbak bulan mengajukan pasti bisa,namun saya Rasa mungkin hanya separuhnya saja." Tuturnya sambil terus menatapku yang terlihat sedikit gelisah
Aku pun langsung terdiam memikirkan sesuatu
mengingat saldo Rekeningku yang Hanya cuma 20 Juta saat mas Adrian Akan meminjamnya,untung ku tolak dengan tegas dan juga Mobil Brio yang ku bawa saat ini,aku tau dengan mengandalkan Uang itu dan mobilku ku jual pasti biaya bapak masih cukup bisa tertanggung,namun Aku masih memikirkan hal lain,sedang disisi lain Aku punya dan belum memiliki pekerjaan,tapi sepertinya aku harus mencari pekerjaan.
" Mbak bulan memikirkan Apa.?" tanyanya saat melihatku yang hanya diam seperti Orang kebingungan
" Jujur,dalam kondisi seperti saya saat ini,saya benar benar sangat khawatir soal biaya Mas Damat ,terlebih lagi saya juga punya Anak." Jawabku
" Saya Akan usahakan untuk membantu mbak bulan sebisa saya." Ucapnya penuh serius
" Kalau Begitu saya minta maaf karena sudah banyak merepotkan mas damar,maaf mas tapi mas Damar tidak perlu memikirkan itu,insyallah saya akan cari Jalan keluarnya sendiri." ucapku penuh keyakinan
Dia pun menganggukan kepalanya,lalu tersenyum kembali." Baiklah kalau begitu saya akan memeriksa pasien lagi,lain kali kita bisa menyambung lagi Obrolan kita." Ucapnya
" Baik Mas Damar,kalau begitu say permisi kembali ke ruangan bapak saya dulu." Ucapku sambil mulai berdiri dari tempat dudukku
" Oh ya tunggu mbak bulan."
__ADS_1
Aku pun terhenti dan mengurungkan niatku untuk melangkah pergi dari ruangannya.
" Kenapa Dok.?"
" Emm apakah mbak bulan malam ini Akan menginap.?" tanyanya
" Saya belum tau,soalnya saya harus melihat anak saya dirumah." Ujarku
" Bagaimana nanti pulangnya bareng saya.?" tawarnya
" Tidak usah Dok,nanti merepotkan Anda."
" Tidak mbak bulan,selama saya tidak sibuk." Jawabnya meyakinkan.
Aku sebenarnya sedikit Ragu ,namun kulihat tatapannya begitu tulus dan meyakinkan membuatku sungkan dan mengiyakan tawaranya.
" Baik Dok kalau begitu." Ucapku dan diapun tersenyum senang
*****
Pukul Delapan Lewat 15 menit,seorang petugas dapur mengantarkan sebuah kotak makanan
" Permisi,maaf ada mbak bulan disini.?"
Aku segera berdiri dan segera menghampiri petugas dapur diambang pintu.
" Maaf tapi tadi bapak sayah makan tadi petang." ucapku
" Maaf tapi ini untuk mbak bulan." sambil mengulurkan kota makanan itu
" Tapi saya merasa tidak memesan makanan mbak." Tolakku lembut yang terlihat Agak Ragu
" Tapi ini Dokter Damar yang meminta saya,untuk mengantarkan makanan pada Mbak bulan." Ujarnya sambil memberikan kotak makanan itu.
" Terimakasih mbak." Kataku sambil menerima kotak makan itu
"Sama sama mbak,kalau begitu saya permisi dulu." Pamitnya pergi dari Hadapanku
Ku tatap bingkisan kotak makanan yang masih terasa hangat di telapak tanganku,
kuperhatikan ada secarik kertas diselipkan diatas kotak itu.lalu ku buka kertas itu dan mulai ku baca.
[semoga bubur Lezat ini,menghangatkan Lambung,serta meredekan Sedikit gundah dan gelisah untuk mbak bulan]💕 😊
_Bersambung_
__ADS_1
Happy Reading