Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Menjanda Kembali(Resmi bercerai)


__ADS_3

Kini Aku kembali duduk diruang persidangan,berhadapan kembali dengan para hakim yang setahun lalu memproses perceraianku dengan alm mas adrian.terlihat dari sorot mata mereka seakan saling mengkode penuh tanda tanya dan heran,karena mendapati proses perceraian sepasang suami istri,yang ternyata si wanitanya sama seperti tahun lalu namun pria nya saja yang berbeda.


entahlah apa yang sedang mereka fikirkan karena memang kenyataannya aku memang wanita yang dua kali menjanda dalam kurung waktu satu tahun lebih saja karena pernikahanku dengan mas damar memang baru hitungan bulan dan masih seumur jagung.karena tidak ke hati hatianku dalam memilih pasangan hidup.tapi aku tidak ambil pusing karena tujuan utamaku adalah proses perceraian ini cepat selesai.


Aku sadar mungkin dulu setelah bercerai dari alm mas adrian aku kembali labil,emosiku tak terkontrol,fikiranku pun tak jernih dan tak bisa memilah milah mana yang baik dan mana yang buruk,sehingga aku sangat mudah segali tergoda dan kembali masuk ke lobang yang sama,yaitu di khianati kembali.padahal dulu seharusnya aku bisa berfikir lebih dalam lagi sosok pria seperti mas adrian saja yang notabenya pria pendiam,alim pun bisa berkhianat padahal rumah tangga kami sudah berjalan hampir 7 tahun,dan sebelum berumah tangga pun kami sudah lama mengenal.


Sedangkan pertemuanku dengan mas damar terlalu singkat dan banyak sekali perbedaan kita,mulai dari status yang dia masih single dan aku janda,belum lagi perbedaan dari segi status sosial,dia anak orang kaya sedangkan aku berasal dari keluarga biasa biasa saja,kenapa dulu aku tak sampai berfikir sampai kesana,hemmm entahlah mungkin aku memang terlalu bodoh karena dulu diselimuti rasa sakit hati atas perceraianku dengan mas adrian,sehingga aku gampang sekali luluh tanpa memikirkan jangka panjangnya.hingga akhirnya aku benar benar merasa kembali jatuh cinta lagi dengan mas damar dan di saat aku sudah jatuh kedalam kepelukannya,aku pun kembali mengulang kepahitan kembali yaitu mendapat penghianatan kembali,dan mungkin ini jauh lebih sakit dari yang sebelumnya.


Entahlah menyesalpun tiada guna karena nasi sudah menjadi bubur,sekarang yang bisa ku ambil dan ku petik hikmahnya adalah sebuah pembelajaran hidup,bahwa aku sekarang harus menjadi sosok wanita yang kuat dan sangat sulit disentuh hati dan fisiknya,aku harus benar benar bisa membentengi diri supaya tak jatuh dilubang yang sama,dan akhirnya penyesalan yang ku terima dan lagi lagi anak anak yang akan menjadi korbannya.


Setelah ini aku harus jadi wanita yang sukses,sukses dalam arti berhasil membesarkan anak anak dengan baik supaya tak diremehkan oleh mereka mereka yang berhati busuk.aku harus menjelma seperti sekuntum bunga mawar yang indah namun berduri,sehingga sulit untuk disentuh oleh kumbang manapun,meskipun kumbang itu adalah rajanya kumbang.hahaha aku tertawa miris meratapi kemalangan nasibku.


Tak lama kemudian sidang pun kini mulai digelar,Aku dan mas damar pun kini duduk sejajar,dan berjarak sekitar satu meter sambil duduk berhadapan dengan Hakim.Terlihat mas damar pun menoleh kearahku.karena aku bisa menangkapnya lewat ekor mataku,tapi aku mengacuhkannya tanpa membalas menoleh kearahnya,aku pun tetap fokus menatap lurus kedepan menyimak hakim membacakan poin poin pentingnya saja.hingga putusan hakim pun keluar.


***Jumat, 25 Februari.....


Dengan ini kami para Hakim memutuskan Saudari Erika Rahmania Bulan sebagai pihak penggugat,dan saudara Damar Narendra sebagai pihak Tergugat dinyatakan telah Resmi ' Bercerai '...


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara putusan dari para hakim diiringi oleh ketukan palu,bahwa tanda kami telah resmi bercerai,maka berakhir sudah hubungan sebagai sepasang suami istri diantara kami,maka berakhirlah sudah rumah tangga kami.


Aku kembali diam sejenak,lalu membuang nafas dalam dalam mengeluarkan rasa sesak yang hinggap dihatiku,meski aku merasa lega karena akhirnya bisa lepas dari mas damar,namun masih ada momok besar yang kembali menyelimuti fikiranku,yaitu ancaman mama iren yang kini menjadi mantan mertuaku,jika bayi yang ku kandung ini lahir maka dia akan merebut hak asuh anak ini,Tapi kali ini aku harus tetap kuat aku tidak boleh lemah,apapun yang terjadi nanti aku harus berjuang mati matian memperjuangkan anak ini,aku tidak ingin mereka yang menikmati kesusah payahku dalam mengandung dan melahirkan,meski aku punya dua anak lainnya,tetap saja naluriku sebagai ibu tidak rela jatuh ke tangan mereka meski status mereka ayah kandung dan neneknya sendiri.apalagi mas damar sudah punya istri baru lagi otomatis anakku akan diasuh mama sambungnya dan aku tidak akan membiarkannya terjadi. mengingat sosok seperti apa wanita yang dinikahi oleh pria yang statusnya kini sudah sah menjadi mantan suamiku itu.


Dengan ku ucap Bismilahirrohmanirahim mulai detik ini aku harus siap melewati apa yang akan terjadi dikehidupanku selanjutnya,dan ku awali semua kehidupan baruku bersama anak anak.


Setelah proses sidangnya selesai,akhirnya kami semua keluar dari ruang persidangan,terlihat mas damar dan istri barunya berjalan secara angkuh melewatiku duluan bersama aqlan,disusul mama iren yang duduk di kursi roda sambil di dorong oleh mama ratih berjalan melewatiku,barulah aku dan juga Aqlan menyusul keluar dari ruang persidangan.


" Aku harap kamu tidak lupa akan kata kata mamaku tadi bulan." ucap mas damar ketika kami sudah berada di luar persidangan dan aku bersiap untuk pulang,namun langkahku kembali berhenti karena mantan suamiku beserta rombongannya sudah menghadang kami berdua

__ADS_1


"Jangan mimpi,karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi.!" Tegasku sambil membalas tatapan mata tajam dari mantan suamiku


" Kita lihat saja nanti,karena aku tidak akan menyerah begitu saja." Ucap mas damar dengan angkuh


Aku tersenyum miring menatapnya." Mas mas kenapa kamu jadi orang tidak pernah bersyukur." seruku sambil memberi tatapan mengejek,entahlah saat ini yang ada hanya rasa kesal terhadapnya,entahlah rasa cinta yang pernah timbul untuknya seakan terasa lenyap seketika melihat sifat angkuhnya saat ini.


" Apa maksudmu.?" tanyanya sambil memicing


" Sudahlah mas sebaiknya kamu lupakan saja tentang bayi yang ku kandung,anggap saja kau tak pernah menanam benih dirahimku,toh hubungan kita juga sudah selesai,kamu dan mamamu juga bakal mendapatkan anak dari barumu kan,jadi dengan tidak mengurangi rasa hormat saya,aku minta kamu dan mamamu mulai sekarang stop mengganggu kehidupanku dan juga anak anak.!" Tuturku dengan lugas dan tegas penuh peringatan


" Sembarangan sekali kamu kalau ngomong,enak saja suruh melupakan,kau lupa kau damarlah yang lebih berhak karena dia adalah ayah biologisnya,bersama ayahnya masa depannya akan terjamin,dibanding denganmu yang hanya seorang janda tidak mempunyai penghasilan,yang ada malah menjadi gembel.."Cerocos mantan mama mertuaku yang tiba tiba memotong pembicaraan kami dan memberi celaan padaku,membuat darah ku kembali mendidih dan emosi,namun belum sempat aku membungkam mulutnya tiba tiba aku dikagetkan oleh suara tegas milik Aqlan yang memperingati wanita paruh baya ini.


" Stop.!" sentak Aqlan dan membuat mataku melotot,terlihat sekali rahang tegasnya pun ikut mengeras menahan amarah." Berhenti anda menghina bulan nyonya iren dan tuan damar yang terhormat.!" hardiknya kembali


" Lancang sekali kau membentak kami hah,siapa kau beraninya sama kami.!" Bentak mas damar sambil mencengkram kerah baju milik Aqlan namun segera di hempas kasar oleh pemuda itu


Dengan santainya Aqlan menepuk nepuk pelan jas miliknya seakan memastikan tak ada kotoran yang menempel disana,lalu tersenyum miring menatap wajah kesal mantan suamiku itu.


" Hahaha Klien katamu?klien seperti apa yang kau maksud?klien seorang janda yang status jandanya sudah kau tunggu?atau klien yang nantinya ingin kau tiduri secara gratis karena aku yakin klien istimewamu ini tidak akan mampu membayar jasamu kecuali menyerahkan tubuhnya secara gratis." Ucap mas damar sambil menyeringai menatap kami berdua,kali ini kata katanya benar benar menyakitkan,sungguh aku tidak mengira ternyata mantan suamiku tidak berperasaan sama sekali.


Plakkkkkkkk


Spontan saja tanganku langsung mendarat di pipinya,entah apa yang mendorongku menamparnya,karena rasanya aku sudah tidak tahan dengan hinaannya kali ini.


" Kauuuuù....!" Tudingnya menatap tajam padaku,dan tangannya siap siap ingin membalas tamparanku,namun segera ditahan oleh Aqlan lalu dihempasnya dengan kasar.


" Anda terlalu picik menilai seseorang,hati dan pikiran anda yang kotor itu sebaiknya perlu mendapatkan pengobatan,bukankah anda seorang dokter." Seru Aqlan memperingati mas damar dengan tatapan mengejek." jadi anda lebih tepat pengobatan seperti apa yang saya maksud." sambungnya lagi


" Ayo mbak bulan kita pergi dari sini." Ajaknya


" Iya." jawabku


" Permisi Assalamualaikum." pamitnya dan langsung berlalu meninggalkan mereka yang melongo,sedangkan aku bisa mendengar mas damar tak hentinya mengumpat kami.

__ADS_1


_______


Didalam mobil kami hanya saling diam,terlihat Aqlan terus fokus menyetir dan aku yang kini duduk di samping kursi kemudi terdiam sembil memainkan buku buku jariku,sebelum akhirnya Aqlan membuka suaranya.


" Maafkan saya tadi mbak,yang sudah lancang panggil mbak bulan nama saja." katanya


" Ehh i iya nggak masalah kok." jawabku gugup


Aqlan pun tersenyum kecil sambil menolehku sekilas lalu kembali lagi fokus menyetir.


" Aku kira anda bakal marah sama saya mbak."cicitnya


" Marah?kenapa harus marah?justru saya yang harus berterimakasih karena sudah membela saya tadi." Ujarku dengan wajah sedikit ku tekuk.


Aqlan tersenyum manis padaku." Itu sudah kewajiban saya sebagai kuasa hukum mbak bulan karena mbak bulan adalah klien saya,jadi saya harus menjaga mbak bulan dari kemungkinan kemungkinan serangan dari pihak tergugat mengingat mbak bulan adalah pihak penggugat bukan?" ucapnya dengan santai dan masih tetap fokua menyetir.


" Iya kamu betul,sekali kali lagi terimakasih ya Aqlan lagi lagi kamu menolongku." ucapku


Pria muda itu pun kembali mengulas senyum hangat pada ku." lagi pula aku tidak akan tinggal diam melihat harga diri mbak bulan dijatuhkan,karena dulu saya pernah berjanji pada alm pak adrian untuk menjaga mbak bulan dan anak anak sampai tiba nanti waktunya." ucapnya dan seketika langsung membuatnya membungkam seketika


Sedangkan aku,aku pun terdiam sambil mencoba berpikir keras apa maksud dari ucapannya.


" Ba bagaimana maksud nya...?" tanyaku pada Aqlan yang kini gestur wajihnya setengah panik dibalik dia mengemudi


_Bersambung__


Happy reading


Note; jangan minta othor double up ya karena othor sudah ada porsinya masing masing di kehidupan nyata dan halu.maka dari itu othor up nya cuma bisa pas malam aja,mengingat kesibukan othor didunia nyata ngurus anak anak.


jadi silahkan kasih dukungannya jika suka dengan karya receh othor ini,insyaallah cuma sampai episode 100 nggak lebih.


Terima kasih semoga suka

__ADS_1


__ADS_2