
" A aqlan..." Ucapku dengan suara lirih,sedang manik mataku menatap lekat lekat pria muda yang kini tengah tersenyum hangat didepanku
Tin Tin Tin
Kami pun lupa jika posisi kami masih berada ditengah jalan raya,Aqlan pun mengajak kami untuk minggir di trotoar dan dia masuk kedalam mobil lalu memarkirkannya di pinggir jalan.
" Mbak bulan dan anak anak habis pulang dari kondangan.?" Tanya Aqlan sambil mengamati kami bertiga dari atas sampai bawah."Terus suami mbak bulan mana?" sambungnya lagi sambil celingukan mencari keberadaan mas damar.
Sedangkan aku tersenyum kecut mendengar pertanyaannya yang mengira kami sehabis pulang dari Kondangan,karena melihat penampilan kami.bukan salah dia sih punya pemikiran seperti itu,karena kenyataanya kami memang habis menghadiri acara kondangan, Ya kondangan dihari pernikahan suamiku,tepatnya begitu bukan.
" Mbak,mbak bulan." panggil Aqlan Kembali ketika aku masih terdiam tidak segera menyauti pertanyaannya
" Eh iya kenapa.?" aku tersentak kaget saat Aqlan memanggilku kembali yang tengah melamun sambil tetap mendekap erat kedua anakku
Pria muda itu mengulas senyum manis padaku
" Mbak bulan kenapa?kok melamun?ada masalah?" tanyanya dengan lembut
Aku menggeleng pelan lalu membalas senyumanya dengan senyuman getir.
" Tidak ada apa apa,kalau begitu kami permisi dulu Aqlan." aku yang tengah gugup dan tidak ingin adik ipar dari alm mantan suamiku tahu keadaanku, membuatku segera memilih menghindarinya,karena aku tidak ingin dia menganggapku wanita lemah dan dikasihani karena kembali mengulang kisah yang sama.
" Mbak bulan sama anak anak mau kemana?mana suami mbak bulan.?"tanyanya kembali dan berusaha menghentikan langkahku,aku yang terlihat sangat gugup membuatnya mengerutkan dahi
" Mbak ...."
" Aku mau pergi kemana dan dari mana itu bukan urusanmu.." ucapku dingin dan tidak berani menatap wajahnya
" Bulan jangan Lari kamu...."
Suara teriakan mas damar yang jaraknya hanya beberapa meter dari kami pun,sontak membuatku menoleh kearah belakang,diikuti dengan Aqlan yang juga ikut menoleh kearah mas damar yang setengah berlari keluar dari dalam mobilnya
" Mbak,maksudnya ini apa kok suami mbak bulan pakai baju pengantin.?" Tanya Aqlan dengan raut wajah bingung,sedangkan aku kini kembali tegang dan gugup melihat tiba tiba mas damar berhasil mengejar dan menemukan kami
" Aqlan tolong bawa kami pergi dari sini." pintaku memohon supaya Aqlan segera membawa kami pergi
Aqlan pun yang menyadari wajahku yang terlihat ketakutan pun,akhirnya dia paham lalu mengangguk dan segera membawa kami pergi
" Ayo mbak ikut aku." Ajaknya yang langsung menggendong Kyla dan mengajakku yang tengah menggendong saga pun segera masuk kedalam mobilnya,dan aku tidak menyia nyiakan kesempatan
tok tok tok
" Bulan Keluar Kau.!" Suara teriakan mas damar diiringi dengan ketukan dikaca mobil milik Aqlan pun membuatku dan anak anak semakin takut
" Ayo cepat Aqlan jalankan mobilmu,cepat bawa kami pergi." ucapku mendesak Aqlan
" Baik mbak."Jawab aqlan lalu menyalakan mesin mobilnya untuk segera pergi
" Heii jangan coba coba bawa kabur istriku." Seru mas damar dibalik luar kaca mobil Aqlan
Dan Akhirnya Aqlan pun menancapkan gas mobilnya,sehingga membuat mas damar tersungkur dijalan sambil terus meneriaki kami.
Ku lihat kearah belakang,dia dengan susah payah kembali ke mobilnya,namun entah apa yang membuatnya tidak bisa mengejar kami,karena terlihat dia marah marah sambil menendang mobilnya dengan wajah lesu dan frustasi menatal kepergian kami
Aku pun akhirnya bisa bernafas lega karena mas damar sudah tidak lagi mengejar kami.
" Apa yang sudah terjadi mbak?kenapa mbak bulan lari ketakutan melihat pak damar.?" tanya Aqlan menoleh kearahku sekilas yang kini tengah duduk didepan disebelah kursi kemudi,sedangkan dia masih tetap fokus menyetir
Aku menggigit bibir bawahku sambil terus mendekap erat kedua anakku,air mataku kembali luruh dan secepat mungkin aku menyerkanya supaya tidak terlihat oleh Aqlan,namun percuma karena Aqlan masih bisa melihatnya.
" Lhoh kok mbak bulan menangis? mbak bulan kenapa ?" tanyanya lagi
" Aku baik baik saja Aqlan." jawabku lirih
__ADS_1
" Lalu kenapa mbak bulan menangis dan terlihat ketakutan.?" tanyanya penuh penasaran,sedangkan aku bingung harus jawab gimana,menyembunyikan kenyataan yang ada atau harus memberitahu yang sebenarnya
" A aku ba baik baik saja Aqlan." ucapku mengulang jawabanku lagi,namun nada suaraku kini lebih terdengar gemetar
" Oh ya.?" Kata Aqlan sambil menaikan Alisnya sebelah." Mungkin mbak butuh tempat untuk bercerita,percayalah mbak saya siap untuk menampung cerita mb bulan insyaallah akan membantu mbak kalau saya bisa." sambungnya lagi meyakinkan
sebenarnya sulit sekali aku kembali percaya pada seseorang yang tiba tiba datang dan menawarkan bantuan disaat aku mengalamu masalah,aku trauma saat dulu mas damar datang dan mulai memasuki kehidupanku juga dalam posisi ini.tapi kali ini aku tidak boleh mudah percaya dengan orang yang baru ku kenal lagi,tapi tiba tiba saja fikiran meminta bantuannya untuk mengurus gugatan ceraiku terhadap mas damar melintas mengingat dia dulu pernah menjadi pengacara dari pihak mas adrian,tidak ada salahnya aku meminta bantuan supaya cepat kelar.
Aku pun menganggukan kepalaku,dan Aqlan mengarahkan mobilnya berhenti didepan Garden Cafe dan mengajak kami masuk ke dalam
dia pun memesankan makanan untuk anak anak saja,karena aku menolak untuk dipesankan makanan,dan minta dipesankan minuman saja,setelah makanan datang anak anak mulai menikmati hidangan makanan,Kyla yang sudah besar bisa makan sendiri sedangkan saga masih ku suapi.
" Terimakasih Aqlan sudah menolong saya dan juga anak anak." ucapku sambil menyuapi makan saga
Pria muda yang kini sudah berubah penampilan itu mengulas senyum manisnya,ya dipertemuan kali ini dia lebih terlihat dewasa,berwibawa dan juga tampan.lebih tepatnya seperti seorang Eksekutif muda
" Itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang muslim." jawabnya sambil terus menatapku dengan tatapan yang sulit ku artikan,entahlah apa yang sedang dia fikirkan karena melihat penampilanku saat ini
Aku membalasnya dengan tersenyum tipis.
" Apa yang sudah terjadi mbak?maaf kalau saya begitu lancang,karena saya benar benar penasaran dengan apa yang saya lihat saat ini." Tanya Aqlan ,membuatku mau tidak mau menceritakan semuanya,aku harap Aqlan mau membantuku untuk menggugat cerai mas damar.
" Mas damar menikah lagi,dan aku hadir diacara pernikahannya." jawabku tanpa basa basi.
" Apa?Menikah lagi?Kok bisa?" Pekiknya dengan mata terbelalak
Aku tersenyuk kecut melihat ekspresi wajahnya.
" Kenapa tidak?bukankah sama juga seperti yang dilakukan alm kakak sepupu iparmu dibelakangku?" Jawabku
Dia pun menghela nafas,lalu kembali menatapku dengan serius.
" Maaf aku tidak bermaksud mengungkit masa lalumu mbak,aku hanya terkejut saja mendengar kabar kalau pak damar menikah lagi,bukankah beliau tahu jika dulu mbak bulan cerai dengan alm pak adrian karena beliau poligami,lalu kenapa pak damar mengulang hal yang sama lagi."
" Saya tau mbak bulan adalah sosok wanita hebat,kuat dan tegar dalam menghadapi setiap ujian yang diberikan Oleh Allah." Ujar Aqlan
" Terimakasih sudah memberiku semangat." Ucapku dengan tersenyum getir." Kamu benar aku harua kuat aku harus tegar aku harus jadi ibu yang hebat bagi ketiga anakku."
" Tiga?Maksudnya mbak bulan sekarang hamil.?" tanya Aqlan dengan ekspresi terkejutnya
Aku menganggukan kepala dan senyum yang ku paksa." Ya saat ini aku sedang Hamil anaknya,dan disaat aku hamil dia malah menikahi wanita lain yang datang datang mengaku hamil buah dari cinta masalalu mereka."
" Pak damar menghamili wanita lain?" tanya Aqlan
" Tepatnya wanita itu mantan kekasihnya."
" Astagfirullahaldzim." Gumamnya
" Entahlah takdir seakan mempermainkanku."
" Sabar mbak,kamu wanita kuat.!" Ucapnya dengan senyum lembut
" Ya aku memang harus kuat demi masa depan anak anakku." Aku Sengaja tak menceritakan peristiwa kekacauan diacara pernikahan mas damar tadi,karena bagiku itu tidak mungkin,entah itu terlepas yang dikandung clarissa anak mas damar atau anak pria yang datang meengaku sebagai kekasih clarissa,yang utama tujuanku adalah pergi dari kehidupan mas damar dan aku harap Aqlan bisa membantuku proses gugatan ceraiku
" Lalu sekarang apa rencana mbak bulan?" tanyanya
" Aku menggugat cerai suamiku." jawabku lirih
" Tapi posisi mbak bulan sekarang lagi hamil,apa mbak yakin?" tanya Aqlan
" Sangat Yakin." ucapku dengan mantap." Untuk itu saya mohon,tolong bantu saya karena ku pikir kamu orang yang tepat mengingat kamu lebih paham tentang hukum perceraian meski dalam keadaan si wanitanya hami."
Aqlan manggut manggut dan kembali menghela nafasnya."baiklah jika mbak bulan sudah sangat yakin dengan keputusan mbak bulan,saya akan mencoba membantu mbak bulan."
__ADS_1
aku pun tersenyum lebar mendapat jawaban dari pria yang usianya lebih muda dariku itu.
" Terimakasih Aqlan terimakasih." jawabku senang
Aku merasa lega sekali,akhirnya aku bisa terlepas dari tangan pria egois seperti suamiku
" Sama sama mbak." Ucapnya dengan tulus." Lalu sekarang mbak dan anak anak akan tinggal dimana biar saya antar." Tawarnya
" Entahlah aku bingung,mau pulang ke rumah bapak,tapi aku masih takut lebih tepatnya malu karena lagi lagi aku gagal mempertahankan rumah tanggaku." ucapku lirih
" Saya yakin orang tua mbak bulan pasti akan memahami keadaan mbak bulan."
" Tapi untuk saat ini saya belum berani menemui mereka,saya masih malu dan belum siap bertemu bapak dan ibu." Keukeh tetap pada pendirianku
" Baiklah kalau itu keinginan mbak bulan,kalau mbak bulan tidak keberatan mbak bulan bisa tinggal di Apartemen saya."
Spontan aku langsung memicingkan mata menatapnya penuh curiga dan waspada." Maksudmu kita tinggal satu atap begitu?" tanyaku dengan tatapan tak suka
Pria muda itu tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya." Anda jangan salah paham dulu mbak,saya meminta mbak bulan untuk tinggal di apartemen saya bukan untuk tinggal berdua bersama anak anak,melainkan mbak bulan dan anak anak saja yang tinggal diapartemen saya." jawabnya
" Lalu kamu sendiri ?" tanyaku memastikan,entahlah rasanya aku berhadapan dengan Aqlan tidak ada canggung canggungnya seperti saat dulu aku berhadapan dengan mas damar,mungkin karena usianya yang lebih muda dariku,aku pun menganggap Aqlan biasa biasa saja.
"Saya akan tinggal dirumah saya sendiri bersama adik saya mbak."
" Orang tuamu?"
" Saya Yatim piatu mbak." Jawabnya dengan senyum ramahnya
" Maaf saya tidak bermaksud menyinggungmu." Ucapku tak enak hati
Aqlan pun mengangguk dan mengulas senyumnya kembali."Tidak apa apa mbak,mbak bulan santai saja."
" tapi saya tidak mau tinggal diapartemenmu secara gratis,setidaknya saya akan bantu bantu bersih bersih,sebagai Art mungkin." Cerocos sedangkan Aqlan Hanya senyum senyum saja
" Kan saya belum berumah tangga mbak." jawabnya gamblang,sambil mengulum senyumnya." Kecuali kalau mbak mau berumah tangga dengan saya maka mbak bulan yang akan jadi pemiliknya." Sambungnya lagi diiringi dengan tawa kecilnya saat aku memberi plototan mata tajam kearahnya
" Saya Bercanda mbak bulan." Ucapnya lagi
" Bercandamu nggak lucu." Nadaku terkesan ketus
" Iya iya maaf,saya hanya sekedar ingin menghibur mbak bulan saja,supaya tidak larut dalam kesedihan,ingat saat ini mbak bulan sedang menggandung maka dari itu mbak bulan tidak boleh banyak pikiran yang membuat bulan stres,nanti kasihan calon debanya." Ucapnya panjang kali lebar,pemikirannya memang sangat dewasa sekali batinku dalam hati.
Arggh mikir apa sih bulan,ayo fokus pada tujuan pertamamu.
Aku pun mengulas senyum tipisku,aku paham kali ini yang dimaksudnya,mungkin pemikiranku saja yang terlalu dangkal hingga mudah sekali berfikiran buruk pada seseorang yang belum lama ku kenal.
" Maaf kalau sudah berperasangka buruk padamu." ucapku
" Tidak apa apa mbak,saya ngerti kok perasaan mbak bagaimana sekarang." jawabnya diiringi dengan menyeruput minumannya
" Makasih Aqlan." ucapku
" Udah makasih makasihnya,kalau sudah selesai makannya,mari saya antar ke apartemen saya." Ajaknya
Aku pun mengangguk dan menoleh kearah Kyla." Kyla sudah selesai beluk makannya?"
" Sudah bunda." jawab Kyla
" Ya sudah kalau begitu yuk kita berangkat sekarang." Ajak Aqlan dan dia langsung membayar bill pesanan kami.
setelah semuanya beres kami pun akhirnya keluar dari cafe tersebut lalu masuk kedalam mobil dan bergegas meninggalkan Cafe tersebut
_Bersambung_
__ADS_1
Happy ready