
Ku pacu mobilku membelah sepanjang jalan,menyusuri jalanan ibu kota yang sedikit lenggang.Perasaan kalut dan Frustasi kini menyelimuti pikiranku.ditambah Rintik rintik Hujan mengiringi Cuaca Di sore hari ini
tepat pukul 16.15 mobilku telah sampai Di Pekarangan Rumah Ibu dan bapakku.kubuka pintu mobil dan menurunkan Kyla dan saga Bergantian.
" Kyla,saga Ayo nak kita masuk." Ucapku." Kita sumpah sampai di rumah nenek ".
" Ayo bun." Ujar Kyla
lalu ku gendong Saga dan ku gandeng tangan Kyla untuk masuk kedalam Rumah Bapak.
" Bulan..." Panggil Bu wati tetangga sebelah Rumah bapak,aku pun langsung menghampirinya.
" Bapakmu tadi dibawa ke rumah sakit Bulan,tadi katanya tiba tiba pingsan dikamar mandi,mungkin sakit jantungnya kambuh." Ucapnya panik
" Apa Bu,Pingsan.?"
" Iya nduk."
" Ya Allah bapak,Bu wati kalau begitu saya boleh minta tolong buat titip anak anak,saya akan menyusul bapak di rumah sakit.
" Bisa nak." Ujar Bu wati
" Sini Cah ayu cah bagus iku si mbah dulu ya." ajaknya pada kedua Anakku,namun Anakku menolak.
" Nggak mau." Seru Kyla dan Saga berbarengan
" Kyla,saga ikut sama mbah wati dulu ya." Ucapku membujuk Kedua Anakku." Bunda mau jenguk kakek dulu di rumah sakit sayang."
" Kita ikut Ya bunda." Rengek Kyla
" Bunda cuma sebentar saja kok sayang,nanti setelah balik dari Rumah sakit,bunda bawakan Ice cream maghnum kesukaan Kyla dan Saga." Ucapku membujuk
" Nanti Cah ayu sama cah bagus,mbah Ajak metik buah Jambu sama lihat ikan dikolam mbah wati ya." Tawar bu wati.
Akhirnya Kyla dan Saga Mau dibujuk oleh Bu wati untuk sementara waktu ikut dengannya,setelah itu aku langsung melajukan mobilku menuju Rumah sakit.
" Ya Allah kenapa begitu banyak sekali kejadian yang menimpa diriku saat ini,kuatkan Hati hambamu ini ya Allah." Batinku dan tetap fokus mengemudi.
Tak lama kemudian mobilku sudah sampai di rumah sakit,setelah memakirkan mobilku aku pun bergegas masuk menuju Ruang Informasi dan menanyakan dimana Ruangan bapak dirawat.setelah mendapatkan kamarnya aku pun bergegas kesana dengan langkah lebar.
" Bapak." Aku langsung berlari kecil kearahnya ketika sampai di dalam kamar ruang inap bapak.ku tumpahkan semua rasa cemas khawatir disana.kupeluk Erat tubuh pria yang menjadi cinta pertamaku itu sejak kecil.
" Bulan kamu tau dari mana kalau bapak dilarikan ke rumah sakit.?" tanya ibu menghampiriku.
" Aku tadi pulang ke rumah ibu,lalu bu wati kasih tau kalau bapak di bawa ke rumah sakit,setelah itu aku langsung kemari bu."
" Terus kedua cucuku dimana nduk.?" tanya ibu
" Ku titipkan ke bu wati sementara bu." dan ibu terlihat sedikit lega
" Lhoh Memangnya Adrian kemana.?" tanya ibu.
setelah aku melepaskan pelukanku pada bapak,lalu ku hampiri ibu dan memeluknya sambil terisak menumpahkan segala keluh kesah ku disana.
__ADS_1
" Mas Adrian bu Mas Adrian tega berbuat jahat padaku." Ucapku sambil terisak
" Kenapa bulan?kok kamu malah menangis.?"
" Mas Adrian mengusir kami bu,dia sudah tak membutuhkanku." Ujarku tersedu sedu
" Kamu serius Bulan?Adrian mengusirmu.?" bisik ibu yang tidak ingin bapak terusik
" I iya bu." Kupeluk lagi ibu dan terus terisak
" Astagfirullah." Pekik ibu sambil mengangkat wajahku yang terlihat memar dan lebam.
" Terus wajahmu kenapa nduk?siapa yang melakukan ini?Apa adrian yang memukulmu.?" tanya ibu dengan serius sembari seksama memperhatikan wajahku.
aku terdiam dan tidak menjawab,namun ibu bisa menangkap dari arti Diamnya aku.melihat Luka lebam dan memar dari Pelipis mataku juga Bibirku.
" Ya Allah Ya Gusti." Berkali kali ibu mengusap dadanya sambil bergantian menatap wajahku dan bapak.
" Ibu bapak kenapa bu.?"
" Ibu tidak tau nduk,tadi pagi bapak tiba tiba pingsan Lalu ibu bangunin tapi tidak sadar sadar." Jawab ibu
" Ya Allah Bu,semoga Bapak baik baik saja,semoga Allah segera lekas memberi kesembuhan bapak bu."
" Sholatlah nak doakan bapakmu." Pinta ibu dengan lembut
" Baik bu."
Ku basuh wajah berkali kali sambil kulantunkan lafal doa supaya Sang pencipta mau mendengar Doaku.ku akhiri ibadah sholatku dengan bersujud Agak lama untuk memanjatkan doa pada sang pencipta supaya Allah segera mengangkat Rasa sesak didadaku.
Lama ku bersujud dalam keheningan,yang ku balut Dalam doa,tiba tiba ada suara seseorang memanggilku.
"Mbak.mbak baik baik saja.?" Terdengar suara seseorang menyapaku dari belakang.
Ku Angkat Wajahku setelah usai berdoa,terlihat seorang Pria Tampan dengan Senyum Ramahnya kini sedang berada didepanku.wajahnya terlihat Cerah ,bersih dengan Bibir Tipis dan Hidung mancungnya.dari Rupa dan Penampilannya aku bisa menangkap bahwa dia pria dari kalangan Terhormat dan berasal dari kalangan baik baik.
" Maaf." Ucapku lirih sambil mengulas senyum tipisku.
" Apa Anda baik baik saja?maaf sedari tadi saya melihat anda menangis." Ucapnya
" I iya saya baik baik saja." Jawabku setengah gugup
" Apa pun masalah Anda,semoga Allah segera mengangkat beban Anda,karena seberat Apapun ujian Anda,Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuannya." tuturnya bijak
" Terimakasih Doanya pak,tapi untuk saat ini saya benar benar berada dititik terendah saya." Ucapku aku segera menangkup wajahku yang sudah tidak mampu lagi membendung Airmataku.
" Dari wajah Anda terlihat sekali wajah anda tegang dan terlihat depresi bu."
" Mungkin itu salah satunya pak." Jawabku.
" Panggil saya Damar."
" Saya Bulan,pak Damar." Balasku sambil mengatupkan kedua tanganku
__ADS_1
" Kalau mbak bulan tidak keberatan,mbak bulan bisa Ceritakan masalah mbak bulan pada saya." Ujarnya diiringi senyum lembut.
Aku terdiam,dan nampak sedikit Ragu,lalu dia pun seakan mengerti Pikiranku,lantas dia Berseru kembali sambil tersenyum
" Insyaallah Saya Orangnya Amanah mbak,kalau mbak bulan keberatan,saya tidak akan memaksa." Ujarnya
" Orang tua saya sedang sakit,dan sampai sekarang belum sadar,ditambah lagi masalah pelik yang saat ini sedang ku hadapi membuatku hampir Putus Asa." Akhirnya aku mengungkapkan unek unekku yang entah kenapa bisa keluar begitu saja yang jelas aku menuruti kata hatiku.
" Umm maaf,kalau boleh tau mbak bulan sedang mengalami masalah Apa? kalau mbak tidak keberatan mbak bisa cerita ke saya." Ucapnya sambil Tersenyum tulus yang ku tangkap dari raut wajahnya.
Akhirnya Aku mulai menceritakan Rentetan Kejadian kehancuran Rumah tanggaku,aku bingung harus berbuat Apa,ku rasa Dengan berbagi sedikit masalahku Akan Merasakan diriku Lebih baik dan bebanku sedikit Terangkat.dengan seksama dan wajah antusias dia mendengarkan keluh kesahku.
Dia menatapku sekilas lalu menganggukan kepala nya pelan." Sabar Ya Mbak Bulan,saya yakin Allah pasti Akan memberikan jalan keluar yang terbaik,mbak Harus banyak banyak bersabar dan berserah diri pada_Nya." Ujarnya penuh nasehat yang menyejukan Hati
" Terimakasih pak sudah mau menampung keluh kesah saya." ucapku dengan tulus
" Sama sama mbak bulan,oiya mbak bulan saya juga bekerja disini,kalau mbak bulan butuh Apa apa mbak bulan bisa ngomong ke saya." tuturnya dengan lembut.
" Begitu ya mas.?"
" Iya mbak bulan,jika terjadi apa apa saya siap membantu mbak bulan kapan saja." Ujarnya sambil berdiri dan mengulurkan tangannya
Ku balas Uluran tangannya dan ikut berdiri." Terimakasih Pak Damar."
" Sama sama mbak bulan,kalau begitu saya permisi dulu." Pamitnya
" Iya pak silahkan." Jawabku.
********
Setelah itu Aku pun kembali ke Ruang Inap bapak,dan mendapati Ibu disana sedang menangis kebingungan.terlihat ada beberapa perawat dan dokter sedang memompa Denyut jantung Bapak.
" ibu,apa yang terjadi sama bapak bu.?" tanyaku pada ibu
" kondisi bapakmu menurun Lagi Nduk,napasnya tadi sesak.jantungnya tadi juga melemah." Ucap ibu di selingi isak tangisnya.
" Ya Allah Bapak."Seruku kaget sambil memeluk ibu." Tolong selamatkan bapak Ya Robb."
"Cepat panggil dokter Damar kemari." Seru dokter yang menangani bapak.
" Baik Dok."
Tak lama kemudian sosok yang ku temui tadi dimusholla pun datang dengan langkah kaki lebar.
sosok berkemeja Warna Cream itu kini tengah menggunakan Jas Dokternya,sambil berlari menuju kearah Pembaringan bapak.Aku pun Terkesiap melihatnnya ternyata sosok yang Tadi Menjadi tempat Curhatku adalah Sosok seorang Dokter yang kini sedang berusaha memberi pertolongan pada bapakku.
Dengan Tindakan Cepat sosok Pria yang tadi ku temui itu memberi penangan Tepat memeriksa bapakku.hingga sepuluh menit berjuang kini kondisi bapak mulai stabil lagi.
" Alhamdulilah." Gumamku bersamaan dengan Dokter Bernama Damar itu
_Bersambung_
Happy reading
__ADS_1