
Gadis Berkerudung Coklat Muda memakai Gamis Hitam itu yang tak lain adalah Zahra Maduku,dengan wajah setengah menunduk dan memainkan buku buku jarinya kini sedang berdiri didepan kami.
Bapak dan ibu saling Melempar pandangan satu sama lain.sedangkan Aku menyoroti Zahra dengan tatapan penuh kesinisan.
" Assalamualaikum." Ucapnya
" walaikum salam nduk ,silahkan duduk." Jawab ibu dan bapak,sedangkan aku membalas Salamnya dalam hati.
" Makasih bu." Jawabnya setelah beradu pandang denganku
" Siapa nduk namamu.?" tanya ibu
" Untuk Apa kau kesini.!" Aku menyelak dengan nada sinis
" Nduk...." bapak menggeleng memberi isyarat supaya Aku bisa berkata lebih Rendah sedikit
" Nama saya Zahra pak,bu." Dia mulai memperkenalkan diri
" Iya Nak Zahra,ada keperluan Apa nak Zahra datang kesini.?" Tanya ibu
" Saya datang kesini untuk berbicara dari Hati kehati sama bapak,ibu dan juga mbak bulan." Jawabnya
" Bicara soal Apa.?" Ketusku
" Tentang saya,mbak bulan,dan mas Adrian."
" Owalah,jadi kamu Istri barunya Adrian toh nduk." Celetuk ibu dan menatapnya dengan seksama
Zahra Perlahan menganggukan kepalanya,Aku Jengah sekali melihat sikapnya yang terlihat Sok rama didepan ibu dan bapak,aku juga sedikit Kesal karena sikap lembut bapak dan ibu pada Gadis sok suci didepanku itu.tapi Aku tak bisa melarangnya karens memang sifat dasar Kedua orang tuaku yang berjiwa lembut dan penyayang.
" Katakan saja,ada Apa nduk.?" tanya bapak
" Aku minta tolong sama mbak bulan,untuk sekiranya kembali kerumah,kita bisa memulai lembaran baru lagi." Jawabnya sambil menatap bapak dan ibu penuh Rasa Hormat dan Harap
Bapak Diam sejenak untuk mencerna ucapannya,lalu saling menatap kami bergantian.
" Bulan sudah tidak sudi tinggal satu atap dengan Mereka pak." Ucapku dengan nada Lirih namun sedikit ku tekan.
bapak menghela nafasnya sejenak." Apa ada masalah lain lagi.?" Kata bapak
" Bulan sudah tidak bisa pak,sungguh bulan sudah tidak sanggup untuk memaksakan diri tinggal bersama mereka pak." Jawabku
" Tapi mbak,setelah mbak bulan pergi dari Rumah,Keadaan Dirumah Jadi kacau dan terbengkalai,Mas Adrian jadi sering uring uringan,Depresi ,Kacau dan tidak fokus Bekerja mbak." Dia menyela Pembicaraan kami seakan mengadu keluh kesahnya yang bakal Aku terima.
" Depresi dan kacau bagaimana maksudnya nak Zahra.?" tanya bapak
" Mas Adrian Tersiksa batinnya pak,Mas Adrian tidak bisa hidup bahagia tanpa mbak Bulan pak."
" Kenapa memangnya?Apa kamu nggak sanggup mengurus dan membahagiakannya?" Potongku cepat." Seharusnya kamu harus bisa dong membahagiakannya,kamu kan juga istrinya,istri barunya malahan." Sambungku lagi dengan nada Sarkastik
" Bukan begitu mbak,tapi Mas Adrian Merindukanmu." Ujarnya Lirih yang sukses membuatku Melongo dan berdecih geli
" Lalu bagaimana perasaanmu mengetahui hal itu?" Cercaku
" Kalau boleh Jujur Aku sangat sedih mbak,tapi kalau kenyataannya seperti itu Aku tidak bisa berbuat apa apa mbak,satu satunya cara ya harus membuat Mbak bulan kembali lagi ke rumah." Ujarnya di sertai Wajah Sendu dan memelasnya itu.
" Terus Untungnya buatku apa.?"
" Aku ikhlas dan Rela harus berbagi denganmu mbak." Jawabnya lirih dan sangat tidak tahu diri.
__ADS_1
" Hahaha,benar benar memalukan,apa kamu tidak sadar Dengan ucapan konyolmu itu." Tukasku dengan sinis
" Aku sadar mbak,terus bagian mana yang salah." Jawabnya sok polos
" Hey sadar nggak sih kau,seharusnya yang berkata berbagi dan Ikhlas itu aku bukan kau!" Ketusku dengan menatapnya tajam sedangkan dia langsung menundukan Kepalanya
" Bulan!" Bapak menyentakku dengan sorot mata penuh peringatan
Sejenak Aku menekan Egoku lalu menghela nafas kasar.
" Jujur Zahra,aku sudah tidak ingin kembali ke rumah itu,aku sudah mengikhlaskan semuanya,Ambil saja suamiku ambil saja semuanya,aku sudah tidak peduli lagi,yang aku pedulikan sekarang kebahagianku bersama Kedua Anakku." Ucapku dengan Tegas
Zahra pun langsung tersentak mendengar penuturanku lalu mendongakkan kepalanya dengan wajah mengibanya
" Mbak Aku mohon pulanglah." Dia mencoba meraih tanganku namun segera kutepis
" Dengar Ya Zahra,Aku sudah mengambil keputusan ini,aku juga sudah berinisiatif menjauh dari kalian,jadi kalian bisa Leluasa Dirumahku tanpa adanya pengganggu seperti Aku dan Anak anak,jadi mulai sekarang jangan ganggu kami lagi." Ucapku penuh penekanan dan Lugas
Karena Aku memang sudah sangat bosan denga Drama mereka yang terus memintaku pulang,aku ingin semua berakhir dan Aku bisa melanjutkan kehidupanku bersama anak anak dan membuka lembaran baru.
" Tapi kamu masih istri Mas Adrian mbak.!" Katanya masih keukeh
" Aku Akan segera menuntut Cerai."
" Bulan.!" Bapak kembali menyentakku supaya aku tidak bicara sembarangan
" Bapak,ku mohon Hargai keputusan Bulan pak,
Bulan Hanya ingin hidup tenang bersama anak anak ,bulan tidak ingin menyakiti dan mempersulit hidup bulan pak." Ucapku memberi pengertian
tiba tiba saja Zahra berjongkok dan bersimpuh dikakiku.
" Ya Allah,Adrian kenapa bisa ditahan Nduk.?" Tanya ibu dengan wajah keterkejutannya.
" Ibu bisa tanyakan sama mbak bulan bu,karena yang tau semuanya mbak bulan,saya tidak tahu apa apa." Jawabnya Ambigu yang langsung membuat bapak dan Ibu spontan mengalihkan pandangannya padaku
Benar benar lancang sekali!!!
Aku sangat menyesali sikap Zahra yang tiba tiba datang kerumah dan menceritakan semua kejadianya,mau tidak mau Aku harus menceritakan semuanya pada kedua orang tuaku,
termasuk perkara rumah tanggaku dan Kejadian Awal mula Mas Adrian Ditangkap polisi,hal itu membuatku sangat malu dengan sikapnya yang ceroboh itu.
" Sebenarnya ada masalah apa bulan.?" tanya bapak
" Mas Adrian merusak mobil dan bertengkar dengan Teman laki lakinya mbak bulan,pak bu." Zahra menyela dengan Suara lirihnya
" Zahra!" Aku Menyentaknya dan langsung berdiri menatap tajam kearahnya.
" Kenapa mbak?kok mbak marah,kenyataannya seperti itu kan.?" Tanyanya dengan Wajah sok polos
Kedua Orang tuaku Terdiam dan saling melempar pandangan satu sama lain.bapak terlihat memijit mijit keningnya yang sepertinya nampak pusing.
" Justru Aku yang tidak mengerti dengan suamimu yang Aneh itu Zahra,Ketika Aku akan berangkat kerja bareng dokter Damar,dia mulai menghadang kami dan memancing keributan." kataku
" Pergi berduaan dengan laki laki yang bukan mahrom itu hukumnya sangat dilarang mbak." Ucapnya seakan menyudutkanku
"Aku tidak Berkhalwat dengannya,kebetulsn saja dia memberi tumpangan,lagian aku tidak pergi berdua saja,melainkan ada Kyla dan juga saga,bahkan Aku duduk dikursi belakang bersana saga,dan Kyla duduk didepan." Bantahku tak terima
" Bukankah itu sama saja mbak,kan kyla sama saga Anak kecil,bisa saja kan mbak-------"
__ADS_1
" Diam Kau!" Bentakku supaya tak Menjadi Racun dikeluargaku
" Hentikan,tolong kalian Diam." bapak menekan Ucapannya untuk menghentikan perdebatan kami
" Baik pak." Kata Zahra sambil menganggukan kepalanya pelan dan kembali duduk ditempat semula
" Dengar nak Zahra,meski Bulan putriku,Aku akan tetap memikirkan Keputusan terbaik untuk Rumah tangga kalian semua,supaya tidak ada pihak merasa dirugikan." kata bapak dengan tegas
" Baik pak,saya paham maksud bapak,maafkan Zahra pak."Jawabnya
" Sebagai Adik madu putriku kumohon nak Zahra bisa mengerti dan memaklumj ketidaksetujuannya
pada kehadiranmu,dia belum bisa menerimamu." kata bapak dan Zahra menganggukan kepalanya penuh mengerti dan Hormat
" Terimakasih pak,kalau begitu saya pamit Pulang." Ucapnya sambil meraih tangan bapak dan ibukku bergantian untuk dia salami
" Assalamualaikum." Ucapnya lalu pergi dari Rumahku
" Walaikumsalam." Jawab kami Kompak.
Setelah wanita itu pergi dari Rumahku,bapak langsung melontarkan beberapa pertanyaan
" Apa benar yang dikatakan Zahra tadi.?" tanya bapak yang memulai mengintrogasiku
" Iya pak,tapi bulan hanya kebetulan mendapat tumpangan dari Dokter Damar." Jawabku terbuka
" Taukah kamu nduk justru karena Hal itu kamu disudutkan,dan Semua orang Akan membicarakanmu yang tidak tidak,mereka Akan menilaimu buruk dan memandangmu sebagai wanita yang tidak bisa menjaga kehormatan dirimu,ingat nduk kamu masih berstatus seorang istri." Nasehat bapak dengan Tegas
" Beri bulan jalan keluarnya pak." Pintaku
" Bapak berharap rumah tanggamu tetap bertahan,tapi jika Yang kamu rasa hanya menyesakan,maka akhirilah dengan cara yang baik baik,uruslah semuanya dengan tuntas,tentang Hak asuh,harta warisan,semuanya harus kamu bicarakan dengan suamimu,masalah akan Cepat selesai jika kau menemuinya." Ujar bapak dengan serius
" Tapi Bulan rasanya Enggan sekali bertemu dengan Mas Adrian pak."ucapku
" Tahan saja,semua ini demi kebaikanmu dan juga kedua Anak Anakmu dimasa depan." Jawab bapak
Aku menghembuskan Nafas beratku dan mau tidak mau aku harus menuruti Nasehat bapak supaya Semuanya bisa segera Selesai ,kali ini Tekatku sudah bulat untuk mengambil keputusan Berpisah dengan Suamiku.
dan menyelesaikan masalah ini supaya tidak berlarut larut
" Baiklah kalau begitu pak,Bulan secepatnya Akan Mengurus semuanya." Ucapku dengan Hati Gamang namun tetap mantap pada keputusanku
******
Keesokan Harinya ,kulangkahkan kakiku menuju kantor polisi,meski dengan perasaan Hati yang Gamang,jiwa ini memikirkan Apa yang Harus Aku lakukan namun dengan kemantapan Hati aku harus tetap menghadapinya,Demi Kebaikan kami masalah ini Harus segera cepat selesai dan Berakhir.
" Bismillahirohmanirrohim " Ucapku dalam hati Setelah Kakiku Sampai didepan pintu Gerbang kantor kepolisian,aku pun dengan langkah pelan mulai masuk kedalam.
_Bersambung_
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1442 HIJRIAH
MINAL AIDZIN WALFAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR BATIN
SALAM HANGAT DARI OTHOR YA READERS SETIAKU.MAAF BARU BISA UP SOALNYA BARU SEMPAT UP SEKARANG.
Happy Reading Ya semoga Readers Suka
__ADS_1
Terimakasih๐๐๐๐๐