
Kaca mobil milik Mas Damar pun pecah berkeping keping.kedua bola mataku membulat seketika tak kala melihat Mas Damar melindungi Kyla dibalik Pungggung Bidangnya.Aku pun Berlari setengah terseok seok sambil menggendong Saga menghampiri Mereka,Kulihat didalam mobil sana Mas Damar memeluk Kyla yang Tengah Menangis tersedu sedu.ketakutan melihat sosok Wajah bringas Ayahnya yang begitu bengis dan Terlihat berbeda dari sebelumnya.
Kutarik Tangan Mas Adrian,untuk menyadarkan ketidak warasannya.
" Keterlaluan sekali kamu mas.!"sentakku berdesis dan meradang melihat kelakuan Ayah dari anak anakku." kamu benar benar kurang Ajar mas."
" Diam kamu.!"Bentaknya dan Juga Ikut meradang,rahangnya terlihat mengetat.
" Kamu benar benar sudah Gila mas." Semburku
" Dengar Ya Bulan,aku akan Kasih pelajaran ke siapapun itu pada Orang orang yang ingin menghancurkan Rumah tanggaku,aku akan kasih perhitungan pada siapapun orangnya yang ingin mengambil kesempatan merayu istriku.!" Desisnya sambil melotot kearahku.
" Hei b*ngsat keluar kau bajingan." Teriaknya kearah Mas Damar yang masih mendekap Putriku
" Mas Adrian,kamu jangan bikin keributan dijalan mas." Ujarku mencoba menghalangi suamiku
" Minggir kau bulan.!" Sentaknya sambil mendorongku hingga membuat Saga ikut menangis dari gendonganku
"Keluar Kau B*ngsat!"
"Keluar.!"
Pranggg
Gubrakk.
Mas Adrian terus memukul kaca mobil dan Body mobil senilai kurang lebih 500 juta itu dengan membabi buta.sedangkan Mas Damar berusaha mengeluarkan Kyla dari pintu satunnya,aku pun bergegas langsung Meraih Kyla keluar dari mobil tersebut.
" Bulan,Ambil Kyla." Seru Mas Damar ketika berhasil menurunkan Kyla dari pintu Satunya.
Setelah berhasil mengambil Kyla,mas Damar pun langsung keluar dari mobilnya,lalu berdiri menatap Mobilnya dan memperhatikannya sejenak dengan Ulah Suamiku,kaca pintu bagian belakang dan depan pun pecah,body Mobil pun terlihat penyok karena Hantaman Kunci inggris milik Suamiku.
Aku tertegun melihat Kelakuan suamiku Itu yang tidak bisa berfikir panjang,karena dibutakan oleh Amarah pikirannya Tidak jernih.
" Kau tau,akibat ulahmu kau sudah melakukan Kesalahan Besar." Ujar Mas Damar yang kini sudah beralih menatap mas Adrian dengan tatapan tak kalah sengit,terlihat dia mulai melingkis lengan baju panjangnya.
" Kau pikir Aku Takut denganmu." Cetus Mas Adrian tak kalah menantangnya
Lalu berjalan maju dan mengangkat kembali Kunci inggris yang ada ditangannya untuk memukul Mas Damar dengan kunci inggris itu,membuatku Panik setengah mati.
" Ya Allah Mas,berhentin jangan Lakukan itu." Aku berteriak panik
Baru saja Mas Adrian memukul Gagang besi itu dan mengangkatnya keatas,namun terurungkan karena Dokter Damar dengan Sigap menangkap tangan Mas Adrian lalu mengunci pergelangan tangan mas Adrian,hanya dengan satu Hentakan Keras dan memelintir kearah kiri
Krekk
Terdengar Suara Keras dari Tulang tangan Mas Adrian seperti patah.membuat sipemilik tangan Tersebut Berteriak Keras karena kesakitan
" Arggggg B*ngsadt.!"
Mas Damar pun menghadiahi Mas Adrian dengan satu Hentakan lagi membuat tubuh Mas Adrian Terpental ke tanah,dan Hampir nyaris tercebur Di dalam parit yang berisi Air Comberan.
" Kurang Ajar Kau bajingan." Geram Mas Adrian sambil mencoba berdiri dan Berjalan tertatih tatih bersiap melayangkan pukulan kembali pada Dokter damar
" Ku bunuh Kau Bajingan.!" Dia berusaha menabrakan Tubuhnya kearah Tubuh dokter Damar,namun Dokter Damar berhasil menghindarinya.membuat Mas Adrian Jatuh Tersungkur Pas ditengah Jalan
Dan disaat bersamaan sebuah Truk tronton pengangkut beton akan melintas berlawanan kearahnya,dengan kecepatan tinggi.
Kedua Bola matakku terbelalak melihat Ayah dari Anak anakku dalam bahaya,Kakiku terasa Lemas melihat Mas Adrian masih tidak berdaya yang siap dilindas Truk tronton tersebut.
" Astagfirullah awas minggir mas." Aku berteriak sejadi jadinya bercampur panik
__ADS_1
Suamiku yang Tersungkur dan kepalanya sempat terbentur Aspal itu terlihat sedikit kelimpungan.dan kakinya nyaris tak bisa digunakan untuk berdiri dan bangun.mungkin kerasnya benturan dikepalanya.
Dia masih Juga belum bangkit,sedangkan jarak Truk tronton tersebut semakin dekat hanya berjarak beberapa meter saja.sedangkan sang sopir tersebut sudah menekan klakson berulang kali dengan tekanan panjang,supaya mas Adrian cepat Pergi.namun Mas Adrian tetap tidak bergeming dari tempatnya.
Aku sudah tidak sanggup untuk membuka mata melihat Suamiku yang Akan Di Hantam oleh truk tersebut.karena jarak Truk tersebut semakin dekat.kudekap kedua Anakku dan menutup kedua matanya supaya tak melihat kejadian buruk yang menimpa Ayah mereka.
Terdengar beberapa Orang pun Berteriak supaya mas Adrian segera menjauh.sedangkan Nafasku sudah naik turun dan terus mendekap kedua anakku.
Awasssss!!
Tiinnnnn!!
Tinnnn!!
Srakkkkkk
Syitttttttt
Terdengar Suara Dencitan Ban truk dan Suara kencang dari tarikan Rem Mobil tersebut.
Beberapa Orang disekitar sana terdengar Menyumpahi dan Marah.
"*Dasar bego,makanya jangan Berantem di tengah jalan ,hampir mati kan Lo."
"sudah bosan kali tuh orang."
" kalau udah modar baru tau rasa*."
begitulah beberapa seruan orang orang yang sedang menyumpahi Suamiku.
perlahan Kubuka kedua mataku dan mengintip kearah kejadian yang menimpa suamiku,apakah Mas Adrian berhasil selamat atau tidak
Lalu aku pun terkejut ketika melihat Mas Damar sudah memegangi Lengan Mas Adrian,Rupanya Mas Adrian Selamat dan mas Damarlah yang menyelamatkannya di detik detik terakhir,dia berhasil menarik tangan suamiku sehingga terhindar dari kejadian naas itu.
" Mas Damar,maafkan Suamiku ya mas."Ucapku pada Mas Damar yang kini tengah mematung menatapku dengan tatapan Penuh Arti.sambil mengibaskan tangannya,dan membersihkan bajunya.
" Sekali lagi aku minta maaf atas namanya mas,dan terimakasih banyak sudah menyelematkan nyawanya." Ucapku sendu dan wajah tak enak hati
" Aku hanya tidak ingin melihat Kyla dan juga saga kehilangan Ayahnya didepan mata kepalanya sendiri." Ujarnya dengan Dingin
sambil meraih ponselnya dan menghubungi polisi
" Hallo kantor polisi." Ujarnya membuatku mendelik dan panik
" Mas,aku mohon jangan hubungi polisi,mungkin kita bisa bicarakan ini dengan baik baik." Pintaku sambil menahan Mas Damar
" Suamimu sudah melakukan Penyerengan dan juga perusakan,ini sudah termasuk tindak kriminal aku tidak akan membiarkannya berlalu begitu saja tanpa bertanggung jawab." Ujarnya penuh peringatan sambil melirik kearah suamiku yang tengah Menunduk
Lidahku serasa kelu dan kehilangan kata kata untuk menyangkal ucapan Dokter Damar,tapi kenyataannya suamiku memang bersalah dalam hal ini.
" Ku mohon tolong maafkan dia mas." Pintaku memelas
" Aku sudah memaafkan kekhilafanya,namun tetap dimata hukum,suamimu Jelas bersalah dan Harus mempertanggung jawabkan perbuatannya,andai Kyla dan Aku terkena pecahan Kaca itu maka akan menyebabkan kami buta,dan jika Dia ditabrak supir truk itu,maka supir itu akan disalahkan dan dipenjara sehingga tak bisa menafkahi anak dan istrinya,Dia juga Harus mengganti Kerusakan Mobilku.!" Tutur Dokter Damar dengan Tegas
" Baik mas,aku mengerti, sekali lagi Aku minta maaf atas perbuatan Suamiku." Ucapku lalu aku menoleh kearah Mas Adrian yang kini terlihat meringis karena luka di sekujur tubuhnya
" Ku mohon jangan Lakukan Tindakan seperti ini lagi mas,beruntung sekali tadi Dokter Damar masih mau menyelamatkanmu mas,seandanya Semua terlambat maka apa yang Akan terjadi sama kamu mas." Ucapku sambil nada suara bergetar
" Mau tidak mau kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu mas.!"
" Bulann."
__ADS_1
Aku membalikan Badan dan kembali menoleh kearah Suamiku yang tengah tertunduk lesu menatapku mengiba.
" Aku hanya Ingin kamu kembali padaku bulan." Liirihnya dengan tatapan penuh Harap
Akupun menghela nafas panjang.
" Tapi Kau melakukan dengan Cara yang salah mas,kau membuat jarak kita akan semakin jauh." Balasku dengan Hati Getir
Aku pun langsung menggandeng kedua Anakku bersama Mas Damar meninggalkan tempat itu dan membiarkan Mas Adrian Sendirian menatap nanar kepergian kami,tak lama kemudian Mas Damar pun memesan taksi Online dan kami masuk kedalam taksi.
tak lama kemudian mobil patroli polisi datang dan menjemput Mas Adrian dan membawanya pergi.Hatiku Terasa sesak melihat suamiku digelandang paksa Oleh pihak Polisi masuk kedalam mobil namun aku tidak bisa berbuat Apa Apa.
" Sepertinya Aku tidak pergi kerja dulu mas Hari ini." kataku sambil menyerka air mataku
" Kenapa.?" tanya dokter sambil menatapku dengan wajah sendunya
" Aku merasa masih Shock dan lemas,rasanya Aku tidak akan konsen jika kupaksakan pergi bekerja hari ini.lebih baik aku pergi kerumah kedua orang tuaku." ucapku
" Baiklah kalau begitu ,tapi kamu yakin akan baik baik saja.?" tanyanya
" Iya mas."
" Kalau ada Apa apa cepat hubungi aku." Ujarnya lagi Dan Aku menganggukannya.
kemudian meminta Supir taksi untuk pergi menuju Arah rumah kedua Orang tuaku.
Sesampai Didepan Pagar Rumah Bapak,aku pun turun Beserta kedua Anaku lalu berpamitan pada Dokter Damar.
" Kami masuk dulu ya dok,Terimakasih sudah mengantarkan kami." Ucapku
" Ingat Pesanku,kalau ada Apa Apa cepat hubungi Aku." Balasnya sambil menatap manik mataku lekat lekat
" Baik dok."
***
Kubuka pintu rumah dan saat itu pula aku langsung menghambur kearah bapak yang sedang menonton tv diruang tamu.
" Bapak." Aku menangis sejadinya dan memeluk kakinya.
" Bulan Ada apa nduk.?" tanya bapak dengan Raut wajah bingung melihatku yang kacau dan Kedua Anakku juga ikut menangis
" Pak,bulan sudah tidak kuat lagi Pak,keadaanya semua sudah tidak terkendali lagi,bulan sudah tidak tahan pak." Ujarku disela sela isak tangisku
" Coba tenang dulu nduk coba jelaskan pelan pelan ." Pinta ibu yang baru saja menghampiri kami.dan menggeendong Saga yang tengah menangis sedangkan kyla menangis di pangkua bapak
Lalu perlahan ku jelaskan semua duduk perkaranya.mulai dari kejadian sebelumnya yang memutuskan untuk mengontrak hingga kejadian yang barusan menimpa kami.
Bapak Hanya tercenung mendengar Penuturanku lalu berkata lembut padaku." kalau kamu memang sudah tidak tahan lagi kamu bisa pulang nduk ke rumah bapak." Ucapnya
" Bapak dan ibu akan selalu menerima anak bapak,pintu Rumah kami terbuka lebar kapanpun kamu ingin pulang nduk." Ucapnya lagi
" Baik pak, Bu."
Namun tiba tiba saja dari Arah pintu depan Rumah terdengar Suara sapaan dari Seseorang.Lalu ibu pun segera lekas berdiri dan menyambut membukakan pintu tersebut.
Entah siapa yang datang,namun yang jelas ibu sudah membukakan pintu untuk seseorang tersebut.aku pun Beringsut untuk melihat siapa yang datang,ternyata Sosok wanita yang sangat familiar tengah menghampiriku,dan wanita tersebut Adalah Zahra Maduku.
" Mau apa dia datang kerumah orang tuaku."
_Bersambung_
__ADS_1
Happy reading semoga suka