Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Salah Menduga


__ADS_3

Kini aku masih Duduk membisu seribu bahasa dengan raut wajah Tertunduk.sedangkan beliau yang melihat wajahku sedikit murung dan bersedih,ibunda Mas Damar pun langsung tertawa pelan dan mendekatiku.


" Apa kamu bersedih?" tanyanya


"Ti tidak tante." ucapku pelan masih menundukan wajah


" Aduh Mama hanya bercanda saja." ujarnya diiringi tawa renyahnya


Aku mendongakan wajahnya dan menatap kearahnya yang sudah mengelus senyum penuh kharismanya.


" betulkah itu tante.?" tanyaku


" Heehehe iya." ujarnya sambil terkekeh." kok panggilnya tante.panggil mama dong." sambungnya lagi.


" iya tan te,ehh maaf ma mama." ujarku gugup


" kamu nggak usah takut gitu,mama sebenarnya baik kok,mama juga akan selalu mendukung semua keputusan Damar jika itu bahagia untuknya." katanya lembut


Aku menghela nafas lega dan membalas senyumannya penuh Hormat.


" terimakasih ma." kataku dan dibalas dengan seulas senyuman


" oiya nanti kalau kamu sudah jadi istrinya damar kamu mau pilih kamar yang dimana?atas atau dibawah karena dirumah ini ada dua kamar utama diatas dan dibawah." katanya lagi


"Bulan dimana aja terserah ma,asal atas keridhoan mama." kataku menahan gugup


" emm baiklah."


" Tapi....?" kataku menggantung karena sedikit ragu


"Tapi apa?" tanyanya pelan


" Aku punya dua anak masih kecil kecil Mah ,apa aku membawanya kemari.?" tanyaku sambil mencengkram ujung jilbabku


Beliau pun tertawa kecil sambil menepuk pundakku pelan." Ya Tuhan Bulan tentu saja boleh dong kenapa tidak."


" Jadi benar mama setuju saya bawa anak saya.?"


" Iya dong,berarti mereka kan cucu mama."


" Alhamdulilah." ucapku penuh syukur.


Tak lama kemudian Mas Damar sudah turun dari tangga dengan wajahnya yang sudah fress dan segar.Dia juga sudah berganti baju dan menggunakan kaos oblong warna putih dengan celana pendek warna cokelat.dia pun menghampiri kami dan ikut bergabung di meja makan,sambil terus mengulas senyum mengembang dibibirnya.


" Hmmm mama masak apa nih.?" tanya mas damar ketika sudah berada dihadapan kami


" Gulai kambing presto kesukaanmu." jawab Nyonya Iren


" Waduh pasti enak nih.makasih ya ma." ujar mas Damar." bulan Kamu bisa kan masak gulai kambing seperti ini?" tanyanya padaku


" insyallah bisa mas." jawabku.


" wih hebat dong kamu,beruntung sekali aku."celetuknya


"Nggak juga kok mas,biasa aja kan memang seharusnya wanita berkewajiban bisa memasak." ucapku penuh kerendahan hati


"Beruntung kan Mah Aku,udah Cantik Rendah hati pintar masak pula,kayaknya nanti aku harus siap siap perut buncit dan tubuh ku menggendut deh ma sehabis nikah."celetuknya diiringi kekehannya


" Oh tentu pasti itu." kata ibunda Mas damar dengan terkekeh pelan


Setelah itu kami pun melanjutkan acara makan malam hingga selesai.


" Sekali lagi bulan ucapkan terimakasih atas jamuan makan malam juga home tournya ya ma." ujarku saat aku akan berpamitan pulang diantar Mas damar


" Sama sama Nak,sering sering datang kemari ya." ujarnya


" Insyaallah ma." jawabku


" kalau begitu Damar antar bulan pulang dulu ya ma." ujar mas Damar


" Pamit pulang dulu ya ma." Kataku sambil menyalami tangannya


" Iya hati hati." balasnya


" Assalamualaikum." ujar kami kompak


" walaikumsalam." balas ibunda mas damar


Lalu kami pun segera memasuki mobil dan langsung meninggalkan halaman Rumah megah mas Damar.


" Gimana bulan kamu suka kan dengan suasana rumah.?" cetus mas damar calon suamiku membuka percakapan disela sela mengemudinya


" Suka kok mas." jawabku singkat

__ADS_1


Tangan kirinya pun terulur menyentuh pelan ujung jemariku,karena tidak ada penolakan dariku,akhirnya dia memberanikan diri menggenggam Erat jemariku sambil sesekali menatapku.


" Aku berharap dengan kehadiranmu hidupku akan memberiku cinta,dan juga suasana baru yang bisa membahagiakan hatiku yang telah lama kosong,dan juga aku ingin kau menjadi Rembulan dicahaya malamku serta anugrah dalam hidupku." katanya sambil menggengam tanganku erat dan menatapku dalam disela sela menyetirnya.


" Iya insyaallah mas aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu." balasku.


" Terimakasih calon istriku." ujarnya lembut sambil mengecup punggung tanganku membuatku sedikit terkejut mendapat perlakuan seperti ini darinya.


Tak lama kemudian mobil mas Damar sudah sampai didepan rumah orang tuaku.aku pun berpamitan untuk keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah karena hari sudah sedikif malam.namun tiba tiba saja Mas Damar menahanku.


" Aku masuk dulu ya mas,maaf tidak menawarimu mampir karena sudah malam." kataku


" iya tidak apa bulan." balasnya


" kamu pulangnya jangan ngebut dan hati hati dijalan mas."


" iya bulan." balasnya." iya bulan tunggu."


" kenapa mas?" tanyaku


" besok kan hari minggu ,aku akan datang kerumahmu untuk menemui orang tuamu." ujar Mas damar dengan gamblang


" Lhoh mas apa nggak terlalu kecepetan.?" tanyaku heran


" nggak dong sayang,yaudah burun gih masuk rumah,jangan lupa istirahat ya." ujarnya dengan lembut dan lagi memanggilku sayang membuat kerja jantungku tak terkontrol lagi


" Iya Mas kamu hati hati ya,Assalamualaikum." pamitku


" walaikumsalam." jawabnya setelah aku turun dari mobil dan mobil mas damar pun perlahan meninggalkan halak rumah orang tuaku.


******


Keesokan harinya.


Hiasan pernak pernik dan bunga mawar kini tengah teronggok indah menempel di seluruh sudut ruangan,dengan dekorasi yang bagus telah rapi menghiasi setiap sudut dinding pintu dan juga langit langit rumah.janur kuning tengah melengkung didepan rumah menandakan bahwa akan ada acara yang penuh bahagia.


Tepat pukul satu siang aku baru saja selesai dirias untuk prosesi acara lamaran.dan prosesi acara lamaran akan dimulai nanti tepat pukul dua siang.


"Aduh cantik sekali anak ibu,kamu terlihat mangkilngi sekali nduk." kata ibu yang kini sudah menghampiriku duduk dikursi rias seusai sesi photo baju pengantin pertama.


" terimakasih bu.tapi kenapa perasaan Bulan jadi campur gini ya bu Ragu sekaligus deg degan." Cetusku dengan mimik wajah gelisah


" lhah nduk kok bisa gitu."


" Yasudah nduk coba kamu ucapkan bismilah dan mantapkan hatimu nduk,insyaallah semoga Allah memberimu kemudahan dan kelancaran." tutur ibu dengan lembut.


" Iya bu,Amin Ya robbalalamin."


" Semoga Allah selalu menjagamu dan menyertai disetiap langkahmu Anakku." kata ibu mendoakan dengan tulus.


" Terimakasih atas doanya bu." ucapku sambil memeluk ibu dengan penuh haru.


______


Dan Kini tiba waktunya prosesi lamaran akan segera dimulai.dan saat ini aku tengah menunggu kedatangan calon suamiku penuh bahagia disertai perasaan cemas dan gelisah.


sambil sesekali ku lirik kearah pintu dan jejeran tamu yang sudah mulai mengisi kursi yang sudah dijejer didepan Rumah.aku terus melafalkan untaian doa doa dari mulutku semoga diberi kelancaran dan tidak ada halangan satu pun di hari bahagiaku ini.


Tepat pukul dua siang Acara pun mulai dibawakan oleh MC yang dibawakan oleh sepupuku sendiri.yang bernama Fani.namun karena rombongan calon pengantin belum tiba akhirnya kami membuka acara penyampaian selamat datang dari pihak keluarga dan para tamu undangan dan memanjatkan doa untuk kami yang akan berbahagia serta diiringi dengan tilawatil Quran atau pembacaan ayat ayat suci Al-Quran.


( Assalamualaikum mas,kamu dimana kok belum sampai juga)


Aku pun Mengambil ponselku dan mengiriminya pesan,pesan pun terkirim dan menandakan centang dua.tapi tak kunjung dibaca oleh mas Damar.dadaku semakin gelisah dan bergemuruh tak karuan.berbagai bayangan sekelebatan hal yang tidak tidak mulai bermunculan.membuatku takut akan sesuatu hal yang terjadi pada Calon suamiku itu.


" Ya Allah Tolong lindungi dimanapun berada." Ucapku dalam hati


Terlihat para keluargaku terus menatapku terutama ibu dan bapak,seolah mana calon suamiku,sedangkan aku yang menjawab dengan gelengan kepala pelan sambil menahan Rasa gugup yang sedari tadi bergemuruh


Drrrrttt Drrrtt


Tiba ponsel yang berada digenggamanku pun bergetar dan ternyata itu balasan pesan dari dokter Damar.


( Maaf bulan,aku datang terlambat.tiba tiba saja mobilku mogok dijalan )


Ku baca pesannya dan aku langsung mengetik untuk membalas pesannya.


( Ya Allah mas sekarang dimana?mas damar baik saja kan mas,tidak terjadi apa apa kan?) balasku penuh kekhawatiran


( tidak bulan,aku baik baik saja,cuma mobilnya aja yang tiba tiba mogok lalu ban nya pecah dijalan tol,tapi kamu nggak usah khawatir ini supirku lagi ngebenerin kok.)balasnya


(*Kira kira akan memakan waktu lama nggak mas.)


( Nggak kok sayang,insyaallah sebentar lagi selesai dan langsung kesana,kamu jangan panik ya* ) balasnya

__ADS_1


Aku pun sedikit bernafas lega mendengar keadaanya yang baik baik saja,lalu ku simpan kembali ponselku kedalam Tas kecil milikku.sambil menunggu kedatangannya.


 


Tepat pukul 15 45.mobil iring iringan calon suamiku datang,terdapat dua mobil ferarri dan satu mobil fortuner putih milik mas damar kini sudah sampai didepan Rumah.


Aku pun menghela nafas lega dan berucap syukur,rasa syukur kepada Allah.Acara pun segera dimulai setelah antar keluarga dua belah pihak duduk saling hadap hadapan


Mas Damar pun mengeluarkan Kotak beludru berwarna merah lagi,dan mengeluarkan Sebentuk cincin berlian yang begitu indah lalu dia sematkan dijari manisku,diiringi dengan tepukan tangan para tamu Undangan dan Keluarga,lalu kemudian Gilliranku yang memakaikan cincin satunya lagi dijarinya.


" Makasih Ya sayang." Bisiknya tepat ditelingaku dengan tatapan binar penuh kebahagiaan.Hal itu membuat wajahku sukses bersemu merah sehingga mengundang tawa keluarga melihat keromantisan yang ditujukan Mas damar padaku.


" Ehemmm ehemm."


" Ciye ciyeeè...Romantisnya calon pengantinnya..."


" Iya jadi Pengennnn...."


Begitulah celetuk dari para sepupuku atau keluarga dekat mas Damar menggoda kami.dan Akhirnya acara prosesi Lamaran pun selesai dengan lancar,ditutup dengan doa lalu dilanjutkan sesi pemotretan calon pengantin dengan para keluarga besar.


" Bapak tidak menduga jika proses lamaran sekaligus tanggal pernikahan dipercepat ya nak damar." ujar bapak dan tersenyum penuh bangga pada calon menantunya,usai para tamu undangan bubar dan berganti dengan obrolan kecil


" Benar sekali pak,karena saya ingin segera mengikatnya supaya tidak diambil orang." kelakarnya sambil meraih tubuh Kyla yang berada didekatku lalu memangkunya.


" bapak harap kamu bisa menjadi sosok pemimpin yang baik sekaligus sosok suami dan ayah yang baik yang bisa mengayomi keluarga." ucap bapak


" Insyaallah Pak,doakan Damar bisa menjadi suami sekaligus ayah yang baik untuk keluarga kecil kami." jawab Mas Damar diiringi dengan senyum penuh Hormat.


Terlihat ibu dan mamanya mas damar sambil mengobrol santai,entah apa yang mereka obrolan namun kelihatan sekali mereka bisa cepat akrab berbaur,sedangkan bapak kembali ngobrol dengan saudara sanak family mas damar lainnya,karena disini memang Mas Damar sudah tidak tinggal bareng lagi dengan papanya,karena mama dan papa mas damar bercerai ketika dia masih kecil,dan mas damar harus hidup berdua dengan mamanya karena papanya menikah lagi.


" Bulan,aku mau ke kamar mandi sebentar." bisiknya pelan tepat ditelingaku


" Iya mas,mas langsung saja kebelakang ya sebelah kanan itu kamar mandinya ." jawabku setengah berbisik juga


" Anterin lah.." Rengeknya dengan penuh harap


" Ya Allah mas." Desahku pelan


" Please ya." ucapnya dengan tatapan memohon dan mau tidak mau aku harus mengiyakannya


" Yaudah ayo mas." Aku pun bangkit dan berjalan mengisyaratkan dia mengikutiku dari belakang.


Namun ketika sampai dilorong antara dapur dan kamar tidurku yang tak jauh dari kamar mandi,tiba tiba saja mas damar menarik lenganku dan membawaku merapat sedikit ke tembok dan menjatuhkanku kedalam pelukannya.


" Mas." pekikku kaget.


Aku benar benar tersentak dengan perlakuannya saat ini,mengingat karena aku sudah agak lama tak mendapat perlakuan seperti ini,membuat dadaku bergemuruh tak karuan menahan Rasa gugup dan takut,jika ada seseorang yang tiba tiba datang melihat posisi kami yang sedang berpelukan


" Lepasin Mas,apaan sih kamu,nanti kalau dilihat orang gimana?malu mas." ucapku setengah berbisik dan Perasaan bercampur aduk


" Ssssstt tenang lah bulan,aku tidak akan macam macam,aku merindukanmu bulan,sudah dari tadi aku ingin seperti ini tapi aku tidak bisa dan sekuat tenaga menahannya." ujarnya dengan suara lirih dan semakin mempererat dekapannya.


" Aduh mas,jangan seperti ini a aku.----" Ucapku dengan terbata bata karena panik.


" Sstttt Diamlah bulan biarkan seperti ini sebentar." pintannya dan aku benar benar tidak bisa berkutik dari pelukannya,terdengar sekali detak jantungnya berdegub kencang dan itu terdengar sangat jelas.


" Mass.---"


Lalu dia perlahan melepaskan pelukannya sambil mengangkat dagu terangkat keatas.sehingga pandangan kami bertemu,dia pun membingkai wajahku dan mengelus lembut sudut bibirku sehingga membuatku gugup setengah mati.


Oh Tuhan apakah Mas Damar aku menciumku?sungguh Membuat hatiku berdesir tak karuan bercampur panik.sangking dekatnya wajah kami berdua dan hanya menyisakan satu inci saja.


Cup


Tiba tiba saja Aku terkejut sekaligus sedikit lega karena Apa yang aku fikirkan tidak menjadi kenyataan meski ternyata mas Damar cuma mengecup keningku lembut hal itu setidaknya membuatku sedikit lega karena mas damar tidak mencium bibirku.


Kedua mataku membulat sempurna sedangkan dia hanya mengulas senyum bibirnya sambil berkata


" Aku mencintaimu bulan,benlar benar sangat mencintaimu." ucapanya dengan tatapan penuh Arti


Allah huakbar Hatika seakan seperti bunga yang baru saja disiram Oleh Air sejuk setelah beberapa tahun terakhir ini dalam kegersangan.


_Bersambung__


Maaf ya othor upnya telat lagi,karena kesibukan othor didunia nyata


Happy reading


Semoga suka


jangan lupa kasih dukungannya ya jika suka.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2