
"Abang mau minta tolong apa?" Tanyanya yang menatap ke arah Raja.
"Tolong beliin Abang permen di kantin rumah sakit," ujarnya dengan menyodorkan beberapa lembar uang kertas ke tangannya Aza.
Aza tanpa banyak tanya segera berjalan memenuhi permintaan dari suaminya itu dengan senyuman manis yang ditujukan untuk Raja.
Setelah dirasa Aza sudah mengjauh, Raja segera bangung dari baringnya. Anggara yang melihat hal itu hanya tersenyum menanggapi apa yang dilakukan oleh sahabatnya.
"Maaf kemarin aku tidak sempat datang disaat hari spesial dan pentingmu brotha," ucap Angga yang meminta maaf karena kesibukannya di kabupaten sehingga tidak sempat datang menghadiri acara akad nikahnya Raja.
"Tidak apa-apa kok, lagian aku tidak berharap kamu datang, tanpa kamu akad nikahnya juga terlaksana dengan baik," gurau Raja yang tersenyum sepele ke arah Anggara.
"Bagus yah, mentang-mentang aku sudah membantumu meminjamkan uangku sebagai mahar untuk istrimu serta cincin yang sengaja aku pesan dari Jakarta, kamu bersikap seperti ini, ini namanya habis manis sepah dibuang ke selokan," timpal Anggara dengan tawanya yang renyah.
Mereka sudah berteman sejak masih kecil. Kedua orang tua mereka juga berteman hingga detik ini. Berkat bantuannya Anggara dan keluarganya sedikit demi sedikit kondisi Raja pulih.
"Istri kamu cantik juga, tapi sayangnya hanya gadis desa yang tidak berpendidikan tinggi, jika dibandingkan dengan mantan tunanganmu dari segi pendidikan dan gelar pasti sangat jauh," tutur Angga yang duduk di kursi yang ada di dalam ruangan itu.
"Tidak apa-apa, bagiku tidak jadi masalah, karena berkat dia aku masih hidup hingga detik ini," balasnya.
"Berarti kamu bersedia menikahinya karena hanya rasa terima kasih dan balas budi saja maksudnya?" Tanyanya Anggara yang ingin mengorek informasi tentang perasaan dari sahabatnya itu.
"Apa itu benar yang aku rasakan padanya atau kah aku sudah jatuh ke dalam pesona gadis perawan desa itu." Raja menatap langit-langit kamar inapnya itu dan sedang bertarung dengan pemikirannya sendiri.
__ADS_1
"Aku yakin dia sudah mulai mencintai istrinya hanya saja dia masih ragu untuk memutuskan apa yang terjadi pada hatinya, dimana hubungannya dengan mantan kekasihnya terdahulu hanya berselang dua bulan saja."
Raja masih bimbang dengan apa yang terjadi di dalam hatinya. Dia tidak menampik jika Aza sudah berhasil membuat jantungnya berdetak tidak normal dan selalu bahagia jika melihat senyumannya Aza.
"Kamu diam, berarti itu pertanda kamu hanya iba dan kasihan kepadanya sehingga memutuskan untuk menikahinya, padahal waktu kalian digrebek tidak ada yang perlu dijelaskan kepada masyarakat, iya kan?" Tanyanya Anggara yang tersenyum simpul.
Anggara Putra Pratama adalah sahabat lama dan terbaik yang dimiliknya selama ini. Raja tidak menyangka jika mereka akan dipertemukan di Desa tersebut. Anggara yang memilih menjadi dokter mengikuti jejak Papanya ditugaskan kepelosok Desa. Hingga mereka bertemu, asa dan harapan Raja kembali mencuat ke permukaan hatinya, jika dia segera akan sembuh total.
Dan hal itu sudah terbukti, amnesia sementara dan kelumpuhannya pun segera disembuhkan berkat bantuan dari Anggara dengan dibantu oleh obat-obatan paten yang dengan kualitas super nomor wahid tentunya yang sengaja didatangkan oleh Anggaran m dari luar negeri. Untungnya semua aset miliknya hingga detik belum bisa dinikmati dengan sepenuhnya oleh Martin dan mantan kekasihnya karena masalah hukum yang mengikatnya.
Berkat bantuan Anggara yang diam-diam, dia dapat mengorek informasi tentang Martin dan antek-anteknya. Tapi sayangnya, Anggara belum berhasil menemukan keberadaan dari bundanya bersama adiknya. Hal itu yang sangat disesalkan oleh Anggara, dimana adik bungsunya Raja adalah perempuan yang selama ini mengisi hati dan mewarnai kehidupannya diam-diam tanpa sepengetahuan dari Raja.
"Bagaimana dengan perkembangan pencarian bunda dan Sherly? Apa sudah ada titik terang dari mereka?" Tanyanya yang sangat berharap kali ini mendapatkan kabar yang baik.
Raja melihat ke arah sahabatnya itu, yang memperlihatkan wajah sendunya. Raja sudah mengetahui hasilnya kalau melihat kondisi dan raut wajahnya Anggara tersebut.
Raja merasa tidak berdaya dan tidak berguna karena tidak mampu menjaga dan melindungi bunda dan adiknya. Dia bertekad jika kondisinya sudah sembuh total maka dia akan segera kembali ke Ibu Kota Jakarta untuk membalas dendam semua perlakuan Martin dan merebut kembali tahta kerajaan bisnisnya.
"Aku lupa mengatakan kepadamu kalau Selena hamil tujuh bulan lebih dan mengatakan kepada semua orang kalau itu adalah anakmu," terang Angga.
Raja tersentak kaget mendengar penuturan dari Anggara yang mengatakan jika Selena hamil anaknya. Raja tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari temannya sekaligus dokter pribadinya.
"Itu tidak mungkin lah, aku mencium bibirnya saja tidak pernah, jadi mana mungkin itu adalah anakku," ucapnya.
__ADS_1
Angga ikut terkejut mendengar perkataan dari Raja yang mengatakan bahwa dirinya tidak pernah tidur bersama dengan Selena. Sedangkan beberapa bukti berupa foto-foto kebersamaan mereka yang sangat nyata yang membuktikan kalau hubungan mereka sudah sangat jauh dan intim. Dan jika Selena hamil itu hal yang wajar saja.
"Aku mungkin sebaiknya tidak perlu memberitahukan masalah foto yang tersebar itu, jika tidak pasti dia akan marah dan kesehatan dan pemulihannya akan terganggu."
"Jadi apa yang sudah kalian lakukan selama kamu sudah menikahi gadis perawan dari desa?" Tanyanya Angga yang membolak kursinya menghadap ke arah Raja.
"Tidak ada yang terjadi di antara kami, lagian apa kamu lupa kalau mereka tahunya saya masih sakit, hilang ingatan dan lumpuh," tuturnya yang membuat Angga tersenyum.
"Mungkin belum yah, tapi aku yakin jika cepat atau lambat pasti akan ada acara belah durennya," ujarnya lagi disela tawanya.
"Entahlah, karena sepertinya gadis itu mencintai pria lain yang kebetulan mereka sudah bertunangan, tetapi karena kami digrebek dan dipaksa menikah hingga dengan berat hati dia menerima untuk menikah denganku," jelas Raja yang sedikit sedih mengingat kenyataan itu.
"Berarti kamu sudah punya saingan yang cukup berat nih, apa lagi kalau mereka sudah bertunangan pasti sudah ada cinta yang bersemi diantara mereka," ucap Anggara lagi yang menimpali perkataan dari Raja.
Raja baru akan membuka mulutnya lagi untuk menimpali perkataan dari Angga , tapi ujung pelupuk matanya melihat kedatangan Aza membuatnya segera mengurungkan niatnya itu.
"Maaf Abang, Aza sepertinya kelamaan karena di depan banyak pasien dan keluarganya yang memenuhi pelataran rumah sakit, sehingga harus muter kebelakang dulu untuk mencari jalan lain," tutur Azalina dengan peluh keringat membasahi keningnya itu.
"Tidak apa-apa, santai saja Aza, dokter Anggara juga sama sekali tidak keberatan menemani Abang di sini," balas Raja.
"Syukur alhamdulillah, kalau seperti itu, makasih banyak Pak Dokter sudah menolongku untuk menjaga Abang Raja," ucapnya dengan setulus hati.
"Tidak apa-apa, selow saja Mbak, dan pesan saya tolong dijaga dan diperhatikan baik-baik perasaan dari suaminya Mbak agar dadanya tidak sakit lagi," pinta Angga lalu meninggalkan ruangan perawatan tersebut.
__ADS_1
"Makasih banyak Dok," ucap Azalina lagi.
"Sama-sama, aku pamit dulu dan kalau ada apa-apa segera datang saja ke ruanganku," ujar Angga sambil berlalu dari hadapan mereka berdua.